Berlian Yang Terbuang

Berlian Yang Terbuang
Menjaga


__ADS_3

Berlian menggelengkan kepala ketika mendapat tawaran seperti itu dari Panji karena memang Semua orang pasti cemas memikirkan keadaannya, ketika tadi datang ke rumah sakit dalam keadaan yang begitu panik dan setelah itu memaksakan diri untuk tetap kuat agar bisa membantu Adrian melewati masa kritisnya.


meskipun dirinya kelelahan tapi ia yakin Adrian yang lebih menderita untuk semuanya, biarlah dirinya menerima apapun yang terjadi agar rasa sakit yang Adrian alami bisa terbagi dengannya yang jelas-jelas sudah membuat luka dalam dada pria itu begitu mengalah akibat semua yang terjadi tanpa bisa ia akan kendalikan.


" aku baik-baik saja dan Kamu sepertinya terlalu khawatir berlebihan soalnya kan pekerjaanku Ya seperti ini kalau dituntut untuk mengeluarkan tenaga ekstra ya harus, apalagi orang itu merupakan Adrian yang jelas-jelas saja tidak ingin aku tinggalkan karena kamu tahu sendiri kan permasalahan yang terjadi diantara kami berdua itu seperti apa? "Berlian mencoba untuk tersenyum padahal Percayalah dirinya tidak punya kata-kata yang bisa diucapkan Ketika nanti Adrian sadar dan mengetahui kalau daya tari dirinya selalu berada di situ dan menemaninya.


" Jadi ceritanya dokter tidak mau keluar untuk beristirahat dan membiarkan untuk tetap di sini agar bisa menjaga dokter Adrian, Ya sudah kalau begitu nanti saya keluar dan memberitahukan kepada Mama dari dokter Adrian kalau misalnya dia sudah bisa boleh menjumpai anaknya ini! "jelas Panji lalu memilih untuk keluar soalnya ini merupakan hal yang wanita itu untuk tetap bertahan di situ karena biar bagaimanapun hubungan mereka itu sangat dekat dan tidak mungkin ketika Adrian karapan apa Berlian memilih untuk tidak peduli.


Berlian menatap sendu ke arah pria yang dari tadi sepertinya karena pengaruh obat belum sadarkan diri juga, dia benar-benar merasa bersalah karena dirinya membuat Adrian ingin menghabisi nyawanya begitu saja dan menganggap bahwa semua yang di dunia ini sangat tidak berarti dalam kehidupannya.


" kamu Kenapa harus seperti begitu, kenapa tidak balas dendam dengan apa yang sudah aku lakukan kepada kamu kemarin? Bukankah selama ini dokter-dokter di rumah sakit dan juga perawat selalu menaruh minat kepada kamu, dan kamu punya ajang balas dendam untuk melakukan semuanya bukan malah menyakiti hati kamu seperti ini seolah-olah hidup kamu sudah berhenti dan kamu tidak ingin melanjutkannya lagi? " tanya Berlian yang benar-benar bingung harus bagaimana agar Adrian Berhenti melakukan tingkah konyol seperti itu karena tidak mungkin darinya harus menemani pria itu selama-lamanya mengingat hubungan diantara mereka yang sebenarnya secara tidak langsung sudah berakhir ketika dirinya menikah dengan orang lain.


Sarah yang dari tadi hendak masuk Memilih Untuk menghentikan langkah kakinya ketika mendengar apa yang dikatakan oleh Berlian itu, dirinya yakin apa yang dikatakan oleh Adrian itu sudah benar kemarin kalau sebenarnya Berlian memang sudah menikah dengan orang lain.

__ADS_1


" Jadi apa yang dikatakan oleh Adrian kemarin itu benar, kalau kamu sudah menikah dengan orang lain dan ini semua yang membuat dia frustasi dan akhirnya memilih untuk mengakhiri hidupnya? " Sarah bukanlah seseorang yang ingin melampiaskan kekesalannya begitu saja akibat tahu bahwa wanita yang ada di hadapannya ini membuat anaknya sekarat.


Sarah tidak lupa jika tadi Berlian adalah orang yang paling frustasi ketika melihat Adrian kenapa-napa, membuat dirinya yakin kalau sebenarnya wanita itu masih memiliki perasaan untuk anaknya hanya saja kondisi dan juga keadaan yang tidak mendukung hubungan mereka.


Berlian tersenyum kecut karena ternyata Sarah juga sudah mengetahui statusnya saat ini, ya Meskipun dari awal ya memang tidak ada niatan untuk menjalani semuanya tetapi semua sudah terjadi mau bagaimana lagi.


" Maafkan saya ya Tante karena gara-gara saya membuat Adrian seperti ini, tidak ada niatan saya secara langsung untuk menyakiti hatinya Tetapi keadaan yang membuat kami terpaksa menjauh dan dari awal sehingga tidak menginginkan hal ini terjadi! "Berlian benar-benar merasa bersalah kepada wanita yang sedang melahirkan Adrian ke dunia ini karena hanya karena masalah hubungan mereka membuat Adrian tidak menghargai hidupnya sama sekali.


Sarah menggelengkan kepala karena menurutnya Ini semua tidak bisa harus menyalahkan Berlian, Bukankah di dunia ini padahal yang bisa kita dapatkan dengan mudah dan ada hal yang membuat kita harus berjuang agar bisa mendapatkannya dan terkadang kita juga harus ikhlas melepaskannya.


" Aku dijodohkan oleh papa, dengan tidak memberikan hak kepadaku untuk menolak dan sialnya Perjodohan itu terjadi ternyata saat aku belum tahu apapun dan saat memberitahukan kepadaku pun mereka Langsung bergerak! ingin aku melawan tetapi sepertinya tidak mungkin karena nantinya masa depan Adrian yang akan menjadi taruhannya, soalnya papa itu orangnya nekat dia bakal melakukan apapun Hanya untuk membuat orang terdekatku kesulitan nantinya! "jelas Berlian yang berharap agar Sarah paham bahwa ini semua bukan atas keinginannya menyakiti Adrian yang secara langsung.


Sarah mengusap pelan bahu Berlian memberikan kekuatan kepada wanita itu bahwa sebenarnya kehidupan di dunia itu terkadang selalu berjalan tidak sesuai dengan keinginan, namun intinya saat wanita itu bertanggung jawab dengan apa yang sudah ia perbuat itulah merupakan sebuah kepuasan tersendiri bagi dirinya karena merasa bahwa Berlian adalah wanita yang bertanggung jawab dan tidak mungkin menyakiti anaknya begitu saja.

__ADS_1


Berlian yang duduk seharian menunggu di samping Adrian sudah tidak bisa lagi menahan kantuknya, apalagi keadaannya begitu lemas sebab dari pagi belum ada satupun makanan yang masuk namun Ia tetap memilih untuk Abai takutnya jangan sampai saat ia pergi dan Adrian sadar.


kini wanita itu memilih untuk tertidur dalam posisi terduduk dengan kepalanya tepat berada di sampingnya tempat tidur Adrian, sedangkan Sarah sudah pulang dari tadi karena ingin membereskan kekacauan yang terjadi di kamarnya Adrian agar saat anaknya pulang sudah dalam keadaan bersih.


" Terima kasih karena kamu ada di sini, apa aku harus pergi dulu baru kamu bisa memberikan perhatian untukku seperti dulu lagi? aku tidak suka ketika melihat kamu sudah sah menjadi milik orang lain, padahal jelas-jelas dari awal akulah yang selalu menjaga kamu dan tidak pernah membiarkan kamu kenapa-napa? " batin Adrian yang benar-benar merasa frustasi ketika dirinya sudah tersadar dan juga tahu kalau yang menemaninya dari tadi itu adalah Berlian.


" kalau memang harus begini dulu baru kamu bisa muncul ya sudah biarkan aku sakit setiap hari Agar kamu tetap ada dan merawatku, Jujur aku tidak ingin kita berakhir seperti ini tetapi mau bagaimana lagi karena aku tahu ini bukan kehendak kamu melainkan orang-orang terdekat kamu yang paling berkuasa atas diri kamu! "ujar Adrian yang mencoba untuk tetap tegar tidak ada yang namanya bersungut sudah Takutnya nanti Berlian malah merasa tambah bersalah kepadanya dan ia tidak ingin hal itu terjadi.


Berlian merasa terusik ketika kepalanya dielus oleh seseorang tanda komandan setelah diperhatikan ternyata yang melakukan itu adalah Adrian, tentu saja membuat dirinya begitu bahagia karena akhirnya pria itu bisa melewati masa kritisnya dengan begitu baik dan sekarang terbukti sedang tersenyum ke arahnya.


" Ya Tuhan terima kasih akhirnya kamu sadar juga dan tidak membuat Aku cemas seharian karena dari tadi itu kamu tidak bergerak sama sekali, kenapa sih jadi orang bodoh sekali Hidup ini itu harus dilanjutkan bukan malah berhenti di tempat dan malah lebih parahnya lagi ingin menghabis nyawa sendiri? Kalau kamu bertingkah seperti ini terus yang ada kamu bakalan membuat aku dihantui rasa bersalah Sepanjang Hidupku, padahal kamu tahu sendiri kan kalau aku tidak pada niatan untuk menyakiti siapapun apalagi orang itu adalah kamu? "tanya Berlian yang Berusaha tetap tersenyum meskipun air matanya dari tadi selalu turun tanpa dirinya minta.


" Ini adalah sebuah kejutan yang paling tidak pernah aku duga sebelumnya kalau hubungan kita bakalan berakhir dengan cara yang begitu tragis, dan kamu tahu sendiri kan kalau aku selama ini tidak ada niatan untuk berpisah dari kamu Dan berharap agar hubungan kita itu melangkah ke jenjang yang selanjutnya lagi agar bisa diakui oleh semuanya? Namun sepertinya papa kamu itu terlalu memasang standar yang begitu tinggi di dalam kehidupannya sampai-sampai menganggap bahwa profesi yang kita jalani ini merupakan sebuah hal yang paling buruk, tapi tidak masalah yang penting Intinya kamu sudah ada di sini dan menemaniku itu adalah hal yang paling penting yang ingin aku lakukan," ujar Adrian yang tetap optimis kalau Berlian akan tetap menemaninya dan wanita itu tidak mungkin meninggalkan dirinya dalam keadaan seperti itu.

__ADS_1


Berlian ya memang akan tetap menemani pria itu sampai kapanpun sebagaimana agar dirinya bisa menebus bersalahnya, sebab mungkin jika dirinya berada di posisinya Adrian mungkin akan melakukan hal yang sama karena Jalan pikirannya sedang tidak bisa diajak kompromi.


" aku akan tetap ada di sini sampai kamu benar-benar sehat dan juga bisa dinyatakan untuk pulang, pokoknya kamu tenang saja soalnya ponselku pun Sengaja aku matikan agar tidak diganggu oleh siapapun itu! Jadi sekarang lebih baik kamu istirahat jangan Banyak mengeluh yang nantinya akan membuat kamu kesulitan, kalau misalnya membutuhkan sesuatu tinggal panggil saja karena aku bakalan melayani kamu sepenuh hati tanpa Banyak mengeluh," Berlian tidak ingin membuat Adrian merasa kecewa dengan dirinya Yang sepertinya tidak menganggap kehadirannya dan juga tidak menyadari keadaannya yang sedang tidak baik-baik saja itu.


__ADS_2