
Panji yang takut nanti Devano bakalan datang ke ruangan tempat di mana Adrian dirawat memilih untuk berlari dan memberitahukan kedua dokter muda itu tentang apa yang terjadi di luar, maksudnya biar mereka sedikit Waspada kemudian tidak usah bergerak ke mana dulu sampai Devano pergi barulah mereka boleh keluar.
soalnya yang paling tidak setuju ketika Berlian menikah dengan Devano sebab menurutnya dokter cantik itu pantasnya menikah dengan Adrian yang penyayang kemudian perhatian dan juga terlihat begitu mencintai Berlian, maka dengan begitu hidup mereka bakalan terasa begitu lega tidak ada yang namanya memikirkan apa yang terjadi ke depannya karena orang-orang yang berada di dekat dokter Berlian itu sangat perhatian.
Berlian saat ini tengah berada satu ranjang dengan Adrian karena pria itu ngotot agar wanita itu mau tidur di sampingnya maka dengan begitu hidupnya bakalan terasa begitu nyaman dan juga tenang, dan karena Berlian itu sangat menyayangi Adrian maka apapun yang ia minta selalu saja dipenuhi tanpa Banyak mengeluh dan menurutnya juga tidak ada yang salah.
"Tok tok tok
Ceklek
"Waduhhh...
__ADS_1
Panji terlihat langsung menutup matanya ketika melihat pemandangan yang ada di hadapannya saat ini sedangkan Adrian dan juga kekasihnya itu hanya menggelengkan kepala karena merasa lucu dengan tingkah perawat itu, Padahal mereka tidak ngapa-ngapain sih hanya tidur bareng saja dan itu pun tidak lebih sekarang tengah menonton film kartun kesukaannya Berlian seperti biasanya ketika mereka sedang bertemu.
" kamu tidak perlu selalu baik itu deh Memangnya kamu pikir kita lagi ngapain coba, kenapa kamu sudah seperti dikejar setan sampai sampai nafas kamu itu rasa-rasanya yang mau putus sekarang juga?" tanya Adrian dengan tatapan matanya yang benar-benar merasa kebingungan sebab tingkah aneh Panji ini membuat dirinya terkadang bisa berpikiran yang aneh kemudian tidak masuk akal serta bisa mencurigai bahwa ada sesuatu hal yang sedang disembunyikan yang harusnya bisa disampaikan kepada mereka saat itu juga.
Panji cengengesan ketika mendengar nada protes yang diberikan oleh Adrian untuknya itu, padahal tidak tahukah mereka kalau sekarang dirinya Tengah panik kemudian Tengah kebingungan harus merangkai kata dari mana setelah melihat pemandangan yang begitu nyaman yang ada di hadapannya saat ini.
" tadi itu pria aneh bin ajaib yang selalu mengganggu kehidupan tenangnya dokter Berlian muncul ke rumah sakit kemudian menanyakan di mana kira-kira dokter Berlian berada, dan ketika kami bilang kalau tidak ada sama sekali terus dia mengalihkan pertanyaan dengan menanyakan dokter Adrian tetapi kami mengatakan kalau dia sedang berada di ruangan operasi. Entah sekarang dia masih bertahan atau sudah pergi kami tidak tahu sama sekali , jadi kalau bisa tolong jangan keluar dari sini dulu karena takutnya nanti dia masih ada kan pasti bakalan curiga dan mengira jika kami sudah berbohong soalnya itu orang wajahnya saja menyebalkan pasti tingkahnya bakal lebih menyebalkan lagi?" ujar Panji membuat Berlian hanya menggelengkan kepalanya karena merasa lucu dengan sikap pemuda itu yang sudah seperti seseorang yang begitu kemayu'
Berlian tersenyum ketika semua orang menatap tak percaya ke arahnya padahal memang hal itulah yang sudah ia pikirkan selama ini, yaitu ingin menunjukkan kepada Devano kalau dirinya bukanlah seseorang yang bisa diinjak-injak harga dirinya dan juga bisa dipermainkan seperti yang mereka mau.
" kalian kalau merespon itu biasa saja jangan sampai selebihnya karena aku baik-baik saja kok pokoknya intinya aku bisa menjaga diriku tanpa ada orang lain yang bisa menyakitiku! setiap hari itulah yang aku dapatkan ajaran dari Papa yaitu jadi orang tidak boleh cengeng karena nanti saat susah tidak ada yang akan membantumu, dan aku sangat ingat jelas setiap perkataan itu makanya jangan takut kalau aku bakalan menangis ataupun bakalan bersedih dengan kelakuan pria itu! "ujar Berlian ingin membesarkan hati Adrian kekasihnya dan juga Panji yang terlihat begitu peduli selama dirinya bekerja di sana.
__ADS_1
" Ya tetap saja kami semua merasa khawatir takutnya mungkin nanti pria itu bakalan menyakiti dokter ketika sudah ikut dengannya ke tempat tugas, atau sekarang lebih baik dokter aktifkan ponselnya kemudian hubungi Tante Sofia ya mungkin dengan begitu bisa mengetahui sebenarnya kejadian apa yang tengah terjadi di rumah sampai orang aneh itu datang ke tempat ini, "saran Panji dan menurut Berlian itu tidak ada salahnya maka dari itu ia mengikutinya saja.
"Ya sudah aku bakal menghubungi Mama sekarang ingin memastikan secara langsung sebenarnya apa yang membuat manusia aneh itu datang ketempat ini,soalnya kebiasaan pria itu kan selalu mencari masalah denganku terus-menerus seolah-olah orang lain itu tidak punya pekerjaan dan hanya meladeni dia saja." ujar Berlian.
Sofia yang tengah menyendiri di pinggir kolam renang langsung tersenyum ketika mendapat panggilan dari putrinya saat ini, karena dengan begitu ia merasa yakin jika terlihat dalam keadaan baik-baik saja dan juga tidak disakiti oleh siapapun.
"Hallo nak,kamu ada di mana sekarang Kok tumben baru menghubungi Mama? Memangnya kamu lupa dengan kebiasaan orang di rumah ini yang selalu saja heboh ketika mainan mereka lepas, dan itu sudah terjadi beberapa jam yang lalu dan orangnya juga pasti kamu tidak perlu tanya lagi soalnya sudah terbaca dalam pikiran? " ujar Sofia yang ingin sekali tertawa ketika memikirkan nasib yang tengah menimpa anaknya itu kalau soal dirinya mah tidak masalah.
"Mama lagi dimana sekarang ,kok sunyi sekali seperti tidak ada orang ? Jangan bilang kalau tadi papa baru habis memarahi mama dan akhirnya menyendiri di tempat biasanya, kebiasaan Pak Tua itu dari dulu sampai sekarang tidak pernah berubah membuat aku malas pulang kerumah karena selalu saja mempermalukan kita?" omel Berlian yang didengar jelas oleh Adrian dan juga Panji.
" Ya kurang lebih seperti begitulah tidak perlu harus dijelaskan lagi pasti kamu juga paham kan,jadi sekarang kamu ada dimana kenapa belum pulang juga apa kamu tidak tahu betapa hebohnya papa kamu ketika sampai sekarang kamu tidak muncul juga di rumah ini dan lebih parahnya dia sudah menyuruh menantu kesayangannya itu untuk pergi mencari kamu di rumah sakit?" Tanya Sofia yang bukan takut kalau Bima bakal marah tapi sikap Devano yang sangat kasar itu pasti akan menyakiti anaknya karena merasa sudah memiliki hak terhadap Berlian.
__ADS_1
Berlian tersenyum mendengar pertanyaan yang dilontarkan oleh Mamanya tadi,meslipun ia tahu kalau Devano adalah orang yang kasar dan nekat tetapi ia juga tidak mungkin hanya tinggal diam saja.