
Adrian setelah kembali dari ruangannya dokter Syarif saat sudah selesai membahas soal masalah yang menyangkut Berlian kini memanggil Lila dan juga Panji, karena kedua perawat itu adalah orang kepercayaan dirinya dan juga Berlian maka dirinya yakin jika mereka pasti akan berkata jujur dan juga tidak akan menyembunyikan sebuah kebenarannya selama ini sudah mereka ketahui.
pria itu ingin meluruskan segala macam kesalahpahaman yang terjadi maksudnya biar dirinya tahu sebenarnya apa yang diinginkan oleh semua orang di tempat itu sampai-sampai sepertinya tidak suka ketika Berlian mendapatkan posisi yang paling baik, padahal selama ini Wanita itu sudah berusaha bekerja keras agar rumah sakit itu selalu maju kemudian diperhitungkan oleh semua orang di luaran sana akibat pelayanannya yang begitu baik.
" Panji usahakan kamu panggil Lila datang ke ruangan saya tanpa diketahui oleh semua orang karena ada hal penting yang ingin saya sampaikan kepadanya dan juga kepada kamu sekalian, kalau ada yang bertanya alasan Saya memanggil kalian bilang saja ada pekerjaan yang harus dibahas bersama dan tidak bisa ditunda lagi, "ujar Adrian sesaat setelah memanggil Panji masuk ke dalam ruangannya membuat perawat itu menganggukkan kepala pertanda paham karena dirinya selama ini sangat patuh dan juga menuruti apa yang dikatakan oleh Adrian dan Berlian tanpa terkecuali.
Panji pergi mencari Lila di tempat istirahat para perawat yang lain berharap agar wanita itu ada di sana biar segera pergi menemui dokter Adrian karena sepertinya pria itu sedang ingin menyampaikan sesuatu hal yang sangat penting, Sesampainya di sana terlihat Lila sedang bercengkrama dengan para perawat yang lain dan mereka Langsung menatap heran ke arah Panji yang biasanya jarang datang ke tempat itu karena kebanyakan memilih langsung pergi ke kantin.
" lila, kalau kamu sedang beristirahat Bisakah kamu ikut dengan saya sekarang karena ada hal penting yang ingin saya sampaikan kepada kamu? "tanya Panji perlahan sedangkan Lila mengerutkan keningnya merasa bingung.
" Memangnya ada masalah apa sih sampai membuat kamu terlihat begitu tegang seolah-olah ada yang sedang mengejar kita, aku juga baru istirahat loh kalau memang ada hal yang penting Ya sudah kamu ngomong di sini saja kan hanya kita berdua saja di bagian sebelah sini tidak ada orang yang lain? "tanya Lila setengah berbisik tetapi Panji menggelengkan kepalanya karena menurutnya ini adalah masalah penting dan tidak bisa harus menunggu lebih lama lagi.
" sepertinya hal ini hanya akan membuat waktu kita terbuang percuma padahal sekarang Dokter Adrian sedang menunggu loh, Ayo sebaiknya kamu ikut dengan saya sekarang karena nantinya Biar semakin cepat diselesaikan Malah semakin bagus, "ujar Panji membuat Lila kebingungan.
suasana yang tadi terdengar begitu riuh dan juga ramai mendadak Langsung sepi membuat Panji dan juga Lila menoleh ke arah suatu hak yang begitu tinggi Tengah berbunyi, semua perawat terlihat menundukkan kepala karena mereka juga sedikit segan sih terhadap orang yang baru datang itu yang terlihat begitu angkuh dan juga tidak pernah menghargai pekerjaan orang lain.
" kalian itu kerja di sini Enak ya waktu istirahat sampai puas bahkan bisa dibilang ngerumpi pun satu bahan gosip itu kalian cungkil kemana-mana sampai habis baru bisa bangun dan kembali bekerja, Kok bisa ya direktur rumah sakit ini yaitu Om Bambang menerima para pekerja seperti kalian yang jelas-jelas tidak kompeten dan hanya memakan gaji buta? "tanya wanita itu sambil tersenyum mengejek membuat Lyla ingin sekali maju dan menghantam mulutnya biar berhenti berbicara tetapi Panji segera menarik tangannya agar Berhenti melakukan tingkah yang konyol sebab nantinya mereka juga yang akan terkena masalah.
" Biarkan saja dia mau berbicara seperti apa yang penting Intinya kita itu berbeda dengan Dokter Adrian serta Berlian selalu saja memperlakukan kita dengan begitu baik, dia mau berbuat apa itu suka-sukanya dia tidak usah kita ikut campur cukup datang dan bekerja Lalu setelah itu pulang, "bisik Panji yang tidak ingin Lila terkena masalah padahal saat ini Adrian pasti Tengah menunggu mereka berdua.
" ya Tapi tetap saja kita tidak bisa diam begitu dong dan membiarkan harga diri kita diinjak-injak padahal sejatinya kita di sini itu bekerja bukan hanya tidur doang kayak dia, pokoknya aku tidak terima kalau seperti begini terus lama-lama aku bisa resign dan membujuk dokter Adrian serta dokter Berlian untuk pergi karena Bukankah mereka itu merupakan dokter yang bagus seperti mereka itu akan diterima di mana saja? "tanya Lila yang sedikit kesal ketika diperlakukan sangat buruk Padahal selama ini Berlian tidak pernah bersikap kasar padanya sedikitpun.
__ADS_1
" Ya tetap saja kita akan mencari masalah kalau sampai melakukan itu semua jadi lebih baik diam apalagi dokter Adrian sekarang juga Tengah pusing memikirkan soal hatinya, Kita harus mengerti dengan semua kegalauan yang tengah dihadapi jangan malah menambah beban pikirannya lagi kan? "Panji masih berusaha bersikap rasional karena Biar bagaimanapun Adrian juga harus bisa menyelesaikan masalahnya sendiri tidak bisa terpengaruh dengan hanya masalah pekerjaan soalnya semua orang di dunia ini kan punya kehidupan pribadi yang harus dijalani dan harus membuat mereka merasa lebih nyaman serta tidak terlalu terpuruk dengan masalah yang ada.
" Ya sudah aku nurut di Apa yang kamu katakan tapi jujur ya aku benar-benar kesal sama itu orang, dan dengan Aku diam bukan berarti dia malah bertingkah yang aneh-aneh karena kita kerja di sini itu penuh dengan keseriusan tidak pernah bermain-main," sambung Lila Lagi.
Cassandra menatap tajam ke arah lila dan juga Adrian Yang sepertinya malas tahu dengan apa yang ia katakan dari tadi, membuat dirinya akhirnya tersadar kalau sebenarnya kedua perawat itu merupakan sekutu dari Adrian dan juga Berlian yang merupakan wanita yang sangat ia benci karena semua orang saat ia masuk pertama bekerja di situ selalu saja menyanjung wanita itu.
" Wah ternyata ada tikus-tikus kurang ajar di tempat ini pantasan saja aku merasa bau bangkai di mana-mana karena orang-orang yang tidak berguna malah mencemari suasana, lain kali Usahakan kalau ada manusia seperti ini kalian segera sterilkan ruangan maksudnya biar kalian juga tidak ikut tercemar soalnya sumber penyakit itu harus segera musnahkan bukan malah disimpan dengan begitu baik, " ujar Cassandra Sambil tertawa mengecek ke arah Panji dan juga lillah menyiratkan kalau kedua manusia itu merupakan sesuatu yang sangat tidak pantas untuk dihargai dan juga bisa dibilang orang-orang yang pantasnya untuk dijauhkan dari sekitarnya.
Lila mengepalkan tangannya menahan emosi karena gadis bertubuh mungil itu paling tidak suka ketika harga dirinya dijatuhkan seperti itu dan malah menyamakan dirinya dengan seekor binatang, padahal harusnya mereka sadar kalau sebenarnya manusia yang paling kecil dan juga pantasnya dijauhi itu adalah Cassandra yang terlalu mengukur seseorang hanya dari status sosial dan juga kepuasan yang mereka punya.
Panji dari tadi berusaha menahan tangan Lilah agar tidak membalas apapun yang dikatakan oleh Cassandra tadi, sebab Takutnya nanti mereka bakalan tambah mendapatkan masalah kalau merespon apa yang dikatakan oleh wanita yang menurut mereka itu sudah seperti ular berdak karena selalu saja mengadu domba orang lain.
" Oh iya manusia seperti kalian mana paham soal masalah ini soalnya kan kalian itu hanya pesuruh saja, yang tidak akan paham dengan apapun dan mungkin bisa dibilang hanya akan membuat mulut saya sampai berbusa pun tidak ada yang bakalan mendengar, "jenis Cassandra yang benar-benar merupakan seseorang yang memiliki kepribadian yang begitu angkuh kemudian sombong dan juga intinya selalu menganggap orang lain itu tidak ada harganya sama sekali.
Sudah cukup
tidak bisa dibiarkan
pokoknya harus dilawan
Lila sudah tidak mampu lagi harus berdiam diri tenang dan juga hanya mengalun serta mendengar apapun yang dikatakan oleh Cassandra tadi, jika dirinya berdiam diri ya Otomatis wanita itu pasti bakalan terus-menerus memaki dan juga mengatakan kata-kata yang menjatuhkan harga diri Berlian dan juga Adrian padahal kedua manusia itu bagi Lila sangat sempurna.
__ADS_1
" Eh asal kamu tahu saja ya kamu di sini itu juga hanya merupakan seorang dokter sama seperti mereka dan Intinya kamu merasa besar kepala hanya karena Pak Bambang berada di pihak kamu, sekarang kira-kira Apa yang dilakukan oleh manajemen rumah sakit ketika mengetahui ada dokternya yang berani menghina kemudian menjatuhkan serta menginjak-injak harga diri para perawat yang sudah lama berdedikasi di tempat ini? Oke tidak masalah level saya masih dibawa kamu tetapi intinya saya memiliki Attitude yang lebih tinggi dibandingkan kamu, yang tahu menghargai orang yang tahu memperlakukan mana yang lawan dan mana yang bukan tidak seperti kamu semua orang kamu samakan saja, "setelah mengatakan hal itu Lila pun menarik tangan panci agar keluar dari ruang istirahat para perawat soalnya jika berlama-lama di situ bisa dipastikan rambut dirinya dan juga Cassandra bakalan langsung brekele akibat terjadi perang dunia kesekian kalinya.
Cassandra mengepalkan tangannya menahan emosi karena ia paling tidak terima ketika ada yang berani menjawab perkataannya apalagi sekelas Lila itu, seharusnya wanita itu seperti teman-temannya yang lain yang hanya menunduk ketika dirinya sedang berbicara dan juga tidak berani membantah sedikitpun ketika dirinya sedang marah-marah seperti barusan saja yang terjadi.
"kurang ajar sekali perawat satu itu berani-beraninya dia menjawab semua yang aku katakan, pokoknya aku bakalan melaporkan hal ini kepada Om Bambang biar nanti dia yang bakalan mengeluarkan wanita itu supaya tidak terlalu sombong," batin Cassandra lalu memilih pergi dari situ membuat semua perawat di situ langsung bernafas lega.
"aduh Lilah tadi Kenapa sih harus menjawab segala, nanti kalau misalnya dia dipecat dari tempat ini kan bisa panjang urusannya? Memangnya dia pikir mencari pekerjaan itu susah ketika segala macam lembaga pendidikan selalu saja tiap tahun meluluskan para perawat seperti kita ini, belum lagi universitas di Indonesia kan bukan hanya satu Aduh pokoknya ribet deh Masalahnya? " omel Melia yang paling tidak suka kalau sampai Lila kenapa-napa Sebab mereka 2 dulu merupakan orang yang sama-sama mendaftar di tempat itu kemudian rumahnya cukup berdampingan Dan intinya selalu saling melengkapi satu sama lain seperti Adrian dan juga Berlian.
" Ya kali Lila mau dikasih keluar dari tempat ini, dia itu kan sangat rajin kemudian ketika diminta tolong kan paling cepat pokoknya kalau sampai dia dikeluarkan kita bakalan demo! " ujar Vira menimpali perkataan Melia tadi karena mereka memang sangat menyayangi Lyla Dan semua rekan medis yang ada di situ karena memang tidak ada yang saling menjatuhkan kemudian tidak ada yang saling iri karena mungkin keberhasilan yang sudah dicapai.
Panji sepanjang jalan mengomeli Lila karena dirinya takut jangan sampai nanti anak itu bakalan terkena masalah karena sudah berani menjawab apa yang dikatakan oleh Cassandra tadi, padahal gaya yang paling Anggun itu ketika orang lain memarahi sesuatu tanpa sebab dan juga akibat yang lebih baik kita pergi saja dan Anggap saja tidak mendengarkan dan dengan begitu kan mereka bakalan capek lalu berhenti sendiri kenapa harus merespon sampai membuat nanti dirinya terkena masalah?
"kamu Kenapa sih harus menjawab apa yang dia katakan tadi , aku kan sudah ajak kamu pergi tetapi kamu tetap saja mau melawan? Kita di sini itu tidak punya kenalan tidak punya keluarga juga dan masuk ke tempat ini juga melalui interview bukan melalui orang dalam seperti dia, kalau sudah seperti begini jadinya ya siap-siap saja nanti bakalan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan kita bisa apa? "ujar Panji membuat Lila menatap kesal.
" terus kamu mau lihat dokter Adrian dan juga Dokter berlian dikata-katai seperti tadi, terus kamu juga dan aku diketahui seperti binatang memangnya kita seperti itu? dia kalau ngomong masih menggunakan bahasa yang sopan santun Ya aku juga pasti malah deninya dengan begitu baik, tapi kalau kata-katanya seperti itu ya jangan menyesal kalau aku juga merespon lebih sengit lagi bahkan nantinya mungkin lebih parah dari itu, " Lila segera melangkah kakinya lebih cepat daripada Panji karena saking kesalnya terhadap pria itu yang menurutnya terlalu lembek.
keduanya sudah berada di depan ruangannya Adrian dengan saling membalas kami satu sama lain tidak ada niatan untuk berbicara akibat kesalahpahaman yang baru saja terjadi, jika Panji merasa tidak suka jika Lila itu susah sekali untuk dibilang sedangkan Dila merasa tidak suka ketika Panji mau saja dibentak kemudian dimarahi orang lain ketika tidak melakukan kesalahan sedikitpun.
" dasar pria lembek, "omel Lyla pelan tetapi masih bisa didengar oleh Panji.
" dasar wanita keras kepala susah sekali diatur, "sambung Panji tidak mau kalah.
__ADS_1