Berlian Yang Terbuang

Berlian Yang Terbuang
Pindah


__ADS_3

" Apa barang-barang yang baru-baru dibawa dari ibu kota sudah kembali disimpan soalnya kan kita tidak akan pernah kembali ke sini lagi, Jadi otomatis tidak ada satupun yang boleh tersisa karena nantinya kasihan orang yang akan menempati rumah ini selanjutnya pasti mereka bakalan kerepotan akibat barang-barang kita yang masih terdapat di dalam sini? " tanya Maria ketika kini mereka sudah bersiap diri untuk pulang atau lebih tepatnya pindah tugas antara Abraham dan juga Devano yang sudah dipindahkan ke markas besar di ibu kota maka dari itu mereka harus segera kembali ke sana untuk membuat laporan sedangkan yang di sini sudah selesai laporan pertanggungjawaban dan juga segalanya.


" ya semuanya sudah beres soalnya kan dari kemarin aku sudah mengemasi semua barang-barang di sini tanpa terkecuali, dan juga Mas Devano sudah selesai membereskan semua barang-barang ini Jadi sepertinya tidak ada yang tersisa! " jelas Berlian karena memang tempat tinggal deh kalau itu tidak ada perabotan apapun entah selama ini pria itu hidup di mana sampai-sampai sekedar untuk memasak nasi pun tidak ada pada tempatnya jadi alhasil mereka hanya menggunakan kompor minyak tanah seadanya hanya untuk menanak nasi dan memasak segalanya soalnya kalau misalnya beli baru pun rasanya percuma karena nanti juga tidak akan digunakan lagi.


" Nanti kalau sudah sampai di sana dan kamu merasa tidak nyaman tinggal di rumah dinas ya lebih baik kalian tinggal di apartemen miliknya Devano saja, nanti kalau misalnya dia mau ke kantor kan tinggal bolak-balik jaraknya juga tidak terlalu jauh, "saran Maria membuat Devano mendengus kesal karena dirinya mana mau jika Berlian sampai coba-coba untuk masuk ke dalam apartemennya yang jelas-jelas hanya ia siapkan untuk para sahabatnya yang akan datang sewaktu-waktu ketika mereka tahu bahwa dirinya sudah pindah Kembali ke tempat itu dan otomatis juga mereka tidak akan tidur semalaman karena kebiasaan mereka yang hobinya begadang.


Devano tidak suka ketika melihat Mamanya itu malah menawarkan sesuatu yang merupakan miliknya kepada orang lain ya Meskipun orang itu merupakan istrinya sendiri, sebagai bagaimanapun hubungannya dengan wanita itu tidak terlalu dekat seperti pasangan suami istri pada umumnya jarak diantara mereka itu sangat jauh jadi kalau misalnya hanya dirinya saja yang antusias untuk membuat mereka lebih dekat ya itu sama saja dengan mempermalukan dirinya sendiri karena dari awal sudah menolak yang namanya pernikahan atas dasar Perjodohan dan kalau misalnya sekarang ia ikut antusias ya otomatis Berlian akan berpikir kalau dirinya sudah menarik pernikahan ini.


"Mah, itukan Apartemen milikku,kenapa Mama malah menyuruh orang asing untuk tinggal disana?" Tanya Devano tidak terima.


Berlian membulatkan matanya sempurna ketika mendengar apa yang dikatakan oleh suaminya itu ,karena bisa bisanya mengatakan hal yang tidak jelas dan malah terkesan seperti sedang menuduh dirinya yang bukan bukan.


Lagian itu yang mengajak Maria bukan dirinya jadi seharusnya respon pria itu juga biasa saja tidak perlu harus seheboh itu kan, cukup nanti membicarakan hari ini antara mereka berdua saja pastinya juga bakalan selesai bukan langsung menolak secara tegas dan tepat di hadapannya ya mungkin saja kalau mamanya merasa biasa saja tetapi nanti dirinya kan otomatis merasa malu.

__ADS_1


"Eh biar bagaimanapun Berlian itu istrinya kamu, jadi apapun yang kamu punya adalah miliknya juga meskipun kamu menolak sekalipun tetapi hukum alamnya seperti itu! miliknya suami akan tetap menjadi miliknya istri dan miliknya istri akan tetap menjadi miliknya tidak akan pernah ada yang bisa mengambilnya Apalagi coba untuk merampas haknya tersebut, kamu sekarang Itu sudah merupakan Pria beristri tidak menjadi pria yang bebas lagi seperti dulu jadi Mama harap apartemen kamu itu ditempati bersama Berlian bukan menjadi tempat tongkrongan dengan teman-teman kamu yang jelas-jelas selalu membawa pengaruh buruk bagi kehidupan kamu sampai kapanpun! "Omel Maria yang tidak terima sama sekali dengan perbuatan anaknya yang bisa-bisanya selalu menyudutkan Berlian seperti itu.


Berlian terlihat begitu santai karena dirinya yakin sebentar lagi pasti Maria akan terus membelanya dan juga tidak akan membiarkan Devano menang dalam perdebatan kali ini, Lagian sebagai seorang pria kau tidak Gentlemen sekali sampai-sampai tidak mau mengorbankan segala sesuatu yang ia punya kepada pasangannya, maka dari itu ia akan sebagai penonton saja dan melihat kira-kira sampai di mana sih seorang Devano itu bakalan membantah apa yang dikatakan oleh Mama tersayangnya itu.


" ya sebelum aku kenal dia kan selama ini aku sudah bergaul dengan teman-temanku itu Jadi tidak mungkin dong aku berubah dengan cara menjauhi mereka hanya karena ada istriku, seharusnya dia yang bisa menyesuaikan dengan semua pergaulanku Kemudian dengan semua apa yang aku lakukan bukan malah aku yang harus menyesuaikan dengan kehadirannya di dalam hidupku! Kalau misalnya aku selalu dituntut untuk mengalah dan juga selalu bertahan dengan apa yang dia lakukan ya Otomatis senangnya dia dong aku yang bakalan kesusahan terus Dan intinya aku tidak mau sampai hal itu terjadi, Jadi kalau misalnya Mama berkomentar terus maka aku lebih baik tidak usah pindah sekalian Soalnya percuma saja memiliki istri jika akhirnya aku harus terhenti dari pergaulanku yang itu! "tegas Devano yang menolak apapun yang dikatakan oleh Maria tadi.


Berlian menatap jengah ke arah suaminya yang menurutnya terlalu banyak cerewetnya sampai-sampai tidak mau mengalah dengan kaum wanita, padahal Apa susahnya sih menjawab dulu nanti tinggal mengeksekusi dari belakang kan perkaranya sudah mudah tidak serunit saat ini tanda komanda melihatlah pria itu malah tidak mengerti dengan apa yang ia inginkan dan akhirnya sekarang mereka harus bisa masuk kemudian menjelaskan masalahnya dan juga sebagainya.


Berlian Memilih Untuk menghentikan semuanya Soalnya kalau tidak maka bisa dipastikan perdebatan ini akan berlangsung sampai tahun depan dan akhirnya rencana pindah hari ini pun harus terbengkalai karena kelakuan kedua manusia itu, terkadang ia juga capek ketika melihat kedua manusia itu tidak ada yang mau mengalah satu sama lain dan memilih hanya untuk menyelesaikan permasalahan mereka itu dengan berdebat yang tanpa henti sampai-sampai Akhirnya bisa membuat kupingnya copot dari tempatnya.


" pokoknya kamu tenang saja karena aku juga tidak ada niatan kok untuk pindah ke apartemen kamu itu soalnya aku juga sudah membeli apartemen yang baru untukku nanti ketika sudah pindah dari rumah itu, jadi jangan pernah mengatakan hal-hal yang seolah-olah aku ini hanyalah parasit yang hobinya hanya menumpang hidup dan tidak melakukan pekerjaan apapun dan hasil akhir harus menggantungkan hidupku kepada kamu!" jelas Berlian.


Devano tak percaya ketika mendengar jawaban yang diberikan oleh Berlian tadi dan kenapa bisa-bisanya wanita itu punya jawaban yang seperti itu tepat di hadapan orang tuanya, seharusnya wanita itu sadar diri kalau sebenarnya sekarang itu mereka Tengah berada dengan orang tuanya ya Otomatis apapun perkataan yang dikeluarkan harus dipikirkan padahal bercermin Dari Dirinya makanya Berlian melakukan semua itu Namun sepertinya pria itu tidak sadar sama sekali dengan apa yang harus ia lakukan dan juga apa yang ia katakan.

__ADS_1


"kalian kenapa malah berdebat sekarang Padahal Tahu kan kalau kita lagi buru-buru dan harusnya kalian packing setelah itu selesai supaya kita segera berangkat, dan kamu lagi Devano bisa tidak setiap mengucapkan sesuatu itu pikirkan dulu perasaan orang lain tidak perlu harus asal bicara saja kan?" Abraham tidak suka dengan keributan yang tidak jelas membuat waktu mereka terbuang percuma.


Berlian hanya bisa menganggukan kepalanya pertanda paham dengan apa yang di katakan oleh mertuanya,sebenarnya tadi dirinya terpancing dengan sikap Devano makanya ia sempat ikut-ikutan tidak terima dan mengajak pria itu untuk berdebat dengannya soalnya kalau misalnya diam saja maka bisa dipastikan Devano tidak akan pernah berhenti berbicara.


Devano jelas saja tidak terima ketika melihat Papanya itu lebih membela berlian padahal jelas-jelas wanita itu sebenarnya pembangkang dan juga susah sekali untuk diatur masa iya setiap kali suaminya berbicara selalu saja dibantah, apalagi terlihat begitu percaya diri dengan mengatakan semuanya kalau sebenarnya ia punya segala sesuatunya selama ini.


" Jangan menyalahkan istri kamu lagi kali ini soalnya tadi kata-kata kamu itu sudah sangat keterlaluan kalau misalnya Papa tidak menghentikan segala maka bisa dipastikan kalian tidak akan pernah berhenti sampai kapanpun, dan juga Kamu kenapa sih jadi seorang pria bukannya mempertahankan harkat dan martabatnya Tetapi malah terlihat seperti seseorang yang bertulang lunak yang hobinya hanya nyerocos tidak jelas?" Abraham tahu kalau anaknya itu ingin membantah apa yang ia katakan maka dari itu dirinya langsung menghentikannya lebih dahulu daripada nanti kalau sudah terjadi ya percuma dong.


" pokoknya aku saat sampai di sana tidak ada yang boleh mengatur kehidupanku sampai kapanpun biarlah kami berdua yang menjalani dan kami berdua juga yang menentukan, masa iya menikah kalian yang mengaturnya dan sekarang soal hidupku kalian ikut-ikutan di dalamnya ya percuma saja kami dibiarkan menikah lebih baik masih tetap bersama dengan orang tua kan?" Devano begitu tersinggung.


"Ya ampun kamu ini kenapa sih jadi anak susah sekali untuk dibilangin ,padahal ini semua kan hanya pembicaraan yang seharusnya terjadi?" protes Maria tidak terima ketika anaknya itu sedikitpun tidak bisa bersikap dewasa dan selalu maunya menang sendiri sampai-sampai tidak pernah menghargai apa yang orang lain katakan.


" ya Habisnya kalau selama ini misalnya aku terlalu mendengarkan kalian apa saja,ya sama saja bohong jika sudah diberi kepercayaan menjadi seorang kepala keluarga tetapi malah selalu ikut campur di dalamnya dan tidak bisa membiarkan sehingga ketika sendiri serta memiliki tepung yang terbaik itu harusnya seperti bagaimana?" protes Devano seperti biasanya tidak terima ketika orang tuanya itu selalu saja merasa diri paling benar sedangkan dirinya selalu salah jadi apapun yang mereka katakan tetap harus menjadi keputusan mutlak.

__ADS_1


__ADS_2