
Sofia benar-benar tidak habis pikir dengan sikap suaminya saat ini karena bisa-bisanya memaksakan kehendak dengan menyuruhnya pulang, padahal pria itu harusnya sadar diri jika dari awal Sofia itu tidak akan pernah ada niat untuk melakukan hal itu semuanya sebabnya menurunnya kemarin saja Bima memperlakukannya layaknya bukan seorang manusia dan kenapa sekarang malah seperti ini.
wanita itu sebenarnya berpikir kalau misalnya dirinya pergi dari rumah ya malah itu lebih bagus agar maksudnya Bima bisa bebas membawa Sarah untuk masuk ke dalam rumah Soalnya kan rumah itu miliknya Bima bukan milik dirinya, Jadi kalau sekarang datang kemudian mengganggu ketenangan ya rasa-rasanya sudah sangat keterlaluan sebab dirinya saja tidak pernah bersikap yang aneh-aneh apalagi memperlakukan Bima dengan begitu buruk Sebab menurutnya sampai kapanpun peraturannya tetap sama saja yaitu Bima merupakan kepala keluarga dan dirinya sebagai seorang istri harus menghargainya.
pria itu sekarang datang kemudian ngotot untuk menyuruhnya pulang padahal Sofia sebenarnya ingin pergi melamar pekerjaan tetapi kenapa harus ada gangguan seperti begini, sudah begitu Bima melakukannya dengan cara memaksa bersikap seolah-olah kehidupan sosial itu harus mendengarkannya saja tidak perlu harus mengharapkan dari orang lain yang nantinya mungkin akan membuat semuanya menjadi tidak mudah sama sekali akibat Apa yang terjadi.
" kamu dengarkan apa yang aku katakan tadi? kalau sekarang juga lebih baik kita pulang karena aku tidak mengizinkan kamu untuk tinggal di sini, kamu itu punya rumah dan status kamu itu merupakan wanita bersuami yang seharusnya mengabdi kepada suami kamu bukan malah lari tidak jelas begini! " perkataan Bima itu sebenarnya terdengar begitu keterlaluan sebab pria itu seolah-olah tidak sadar dengan apa yang dia lakukan olehnya.
" maksud kamu datang ke sini untuk apa, kalau mau memintaku untuk kembali maka jawabanku adalah tidak akan pernah terjadi! hidupku itu sudah rumit seperti ini Kenapa Harus dibikin tambah rumit lagi, kalau kamu mau melakukan apapun Ya itu terserah kamu aku tidak peduli sama sekali tetapi tolong jangan mengganggu ketenanganku yang dari awal sudah susah aku dapatkan selama bersama dengan kamu selama ini! " ujar Sofia yang terlihat begitu emosi saat apapun yang dikatakan olehnya tidak ada yang mendengarkan dan juga bahkan terkesan tidak peduli kalau misalnya ini semua terus terjadi ya bisa dipastikan semuanya bakalan hancur berantakan hanya karena apa yang terjadi membuat dirinya sudah seperti orang bingung dan tidak berguna.
Bima mengepalkan tangannya menahan emosi sebab menurutnya istrinya itu semakin ke sini semakin keterlaluan dan juga kurang ajarnya minta ampun, Bayangkan saja tadi itu maksud dan tujuannya baik dan kenapa wanita itu salah paham karena kalau misalnya Sofia itu orang lain ya untuk apa dirinya capek-capek datang ke tempat ini kemudian menjadi pengemis Padahal di luar sana dirinya bisa mencari asisten rumah tangga yang bisa mengurus kebutuhannya semuanya tanpa terkecuali.
" kamu pernah semakin ke sini semakin susah diatur? mentang-mentang karena sudah ada yang mengurus kamu membiayai hidup kamu Jadi sekarang kamu mau berani kurang ajar denganku, sekarang kamu pulang atau kalau tidak aku bakalan menggunakan kekerasan untuk menyeret kamu pergi dari sini sekarang! "tegas Bima yang tidak ingin dibantah membuat Devano yang kebetulan sudah keluar hanya bisa menghembuskan nafasnya kasar ketika mendengar apa yang dikatakan oleh ayah mertuanya yang menurutnya sudah sangat keterlaluan dan juga tidak punya hati nurani sama sekali ketika mengatakan semua itu kepada istrinya sendiri.
Devano memang awal-awalnya bersikap kasar kepada istrinya tetapi sekarang dirinya sudah mulai bisa mencoba untuk menerima mencoba untuk bersikap baik-baik saja karena menurutnya untuk apa juga bersikap kasar jika hasil akhir seorang pria hanya akan dikatakan banci, Lagian mereka sudah menikah otomatis harus mau atau tidak rela atau tidak ikhlas atau tidak mulailah belajar menerima satu sama lain karena hal itu adalah hal yang paling penting sampai kapanpun.
__ADS_1
" Kenapa tamunya tidak disuruh masuk mah, soalnya kasihan juga kan kalau berdiri di luar saja? "tawar Devano yang berpura-pura kalau dirinya tidak tahu jika saat ini yang ada di depan pintu adalah Bima dan juga bukan maksud dirinya ingin kurang ajar kepada ayah mertuanya itu hanya saja Mungkin dengan cara seperti ini membuat pria itu sadar jika semua orang tidak suka dengan sikapnya yang terlalu kasar dan juga bertindak berlebihan serta hobinya menindas orang lain.
" Ah tidak tamunya Tadi hanya mengantar paket saja sekarang juga dia mau pulang kamu tenang saja persiapkan diri kalian untuk berangkat ke rumah sakit segera Soalnya Mama juga mau pergi, nanti ngomongnya sama berlian kalau mama pulang telat itu artinya Mama mampir ke rumahnya Maria sama Abraham soalnya tadi dia telepon Mama katanya mau belajar bikin cookies kering ya biasanya kami bikin maka dari itu Mama belum sempat pulang Soalnya langsung mampir!" pamit Sofia yang menurutnya kalau terlalu lama berada di tempat itu yang ada pastinya akan membuat semuanya mencari tidak sama kemudian semuanya menjadi tidak nyaman karena apapun yang terjadi itu seharusnya ada jalan terang yang ditemukan seharusnya ada sesuatu yang diharapkan dan intinya tidak menjatuhkan harkat dan martabat orang lain.
ingin sekali Devano tertawa saat mendengar apa yang dikatakan oleh mertuanya itu tepat di hadapan 5 karena terlihat Sofia lebih memilih untuk pergi bertemu dengan Maria bukan untuk mengobrol dengan pria paruh baya yang terlihat begitu kumal dan juga tidak terurus sama sekali itu, soalnya kebiasaan orang-orang itu seperti begitu sudah dikasih emas permata maunya perak ya hasil akhir Mas Permata itu diambil orang baru merasa rugi dan akhirnya berbalik mengejarnya kembali Ya tentu saja kalau lagi hoki bakalan mendapatkannya lagi Tetapi kalau lagi apes akan sulit untuk kembali bahkan mungkin hanya bisa dilihat tanpa bisa dipegang apalagi mencoba untuk diambil kembali menjadi milik.
Berlian tidak tahu lagi harus bersikap bagaimana saat dirinya akan keluar rumah tetapi suaminya itu menariknya kembali tanpa wanita itu jelas saja bingung dong sebab sekarang itu dirinya mau berangkat ke rumah sakit Takutnya nanti terlambat dan kenapa malah ada drama Seperti ini yang dilakukan oleh Devano?
"kamu ini apa-apaan sih? Kamu tahu tidak kalau aku mau pergi sekarang soalnya sudah telat tadi Fika sudah menelponku Katanya sudah begitu banyak pasien yang mengantri hari ini, dan Kasihan dong kalau Kasihan yang rawat nginap tidak segera aku observasi nantinya jadwalku bakalan keteteran! "ujar dengan perubahan sikap suaminya itu sebab menurutnya Biasanya kan kalau mau jalan ya sudah mereka berdua jalan saja Entah kenapa sekarang malah melarangnya agar jangan sampai menggunakan pintu depan sekarang pertanyaannya apartemen itu mau keluar dari pintu mana lagi kalau bukan pintu depan.
Berlian menghentakan kakinya menahan emosi sebab Bayangkan saja dari tadi itu pikirannya tidak baik-baik saja saat tahu bahwa Mamanya itu memaksakan diri untuk tetap pergi melamar pekerjaan, dan sebagai anak rasa-rasanya Posisinya itu memang tidak berguna soalnya tidak bisa menunjukkan rasa baktinya tidak bisa memberikan apa yang dibutuhkan oleh Sofia dan intinya kehadirannya di dunia ini benar-benar tidak ada gunanya sama sekali.
" Ya ampun Astaga itu orang-orang kenapa sih tidak bisa membiarkan kita bernafas sejenak, kemarin-kemarin saja saling memusuhi satu sama lain Kenapa saat sudah seperti begini baru datang mengganggu ketenangan orang lain juga? " omel berlian yang tidak suka dengan sikap apanya itu sebab menurutnya jangan sampai pria itu lupa Bagaimana sikap yang ditunjukkan selama ini yang menyiratkan kalau sebenarnya Bima itu paling tidak suka memperistri seorang Sofia makanya dirinya mencari seseorang yang mungkin lebih bahenol lagi seperti Sarah itu.
" biarkan saja mereka mau melakukan apa yang penting Intinya kita tidak dirugikan satu sama lain dan juga mereka tidak menggunakan kekerasan saat ini, karena kalau misalnya kita terlalu peduli yang ada mereka bakalan lebih bertingkah yang tidak jelas dan Memangnya kamu mau kalau sampai mereka berdua ada jotos di depan pintu situ terus kita tidak bisa melerai, jadi Biarkan saja nanti kalau capek pasti bakalan berhenti sendiri kalau memang mereka tidak capek ya ditunggu saja sampai kapan sih mereka bakalan betah melakukan itu semua? " tanya Devano yang ingin sekali tertawa ketika mengingat bagaimana kelakuan mertuanya yang jelas-jelas dari awal sebenarnya sudah salah besar kalau mereka tahu bahwa nanti akan ada penyesalan di kemudian hari ya Kenapa sebelum melakukan hal itu tidak dipikir lebih dahulu dan juga tidak dipikir kira-kira konsekuensi apa yang bakalan ditanggung.
__ADS_1
"Jadi ceritanya kamu tidak mau pulang sekarang, kamu bakalan di sini saja Kemudian menyusahkan anak-anak dengan kehadiran kamu Padahal jelas-jelas mereka juga punya kegiatan yang tidak bisa ditinggalkan?" tanya Bima yang sengaja memprovokasi jalan pikiran istrinya itu biar Maksudnya mau pulang dengan mengikutinya tidak menetap di sini tidak duduk bengong dan juga intinya mau melakukan sesuatu seperti yang mereka inginkan.
Berlian yang mendengarkan pernyataan seperti itu dijelaskan dirinya tidak terima karena dari dulu sampai sekarang ia tidak pernah menolak kehadiran Sofia dalam hidupnya bahkan bisa dibilang dirinya merasa bahagia, maka dari itu dokter muda itu memilih untuk mendekati Bima kemudian mempertegas serta memperjelas apa yang dikatakan pria itu supaya maksudnya jangan terlalu kelebihan percaya dirinya.
" terima kasih atas pengertiannya tetapi asal tahu saja ya kalau aku itu tidak pernah merasa keberatan Kalau misalnya Mama itu tinggal seumur hidup bersama denganku karena aku tahu apa yang dialami selama berada di rumah neraka itu, Jadi kalau misalnya orang datang kemudian memfitnah dia katanya aku bakalan merasa tidak nyaman dengan keberadaannya maka aku harap mama tidak percaya sama sekali, " ujar berlian dengan penuh tatapan mengejeknya karena menurutnya terserah orang menganggapnya apa yang penting intinya apa yang ada dalam pikirannya bakalan dikatakan saat itu juga tidak pernah menunggu tidak perlu maksudnya berharap semua orang mengerti dengan kondisinya karena kalau mengharap pengertian dari siapapun tentu saja hanya akan memakan waktu percuma.
Bima mengepalkan tangannya menahan emosi ketika anaknya itu sulit sekali diatur bahkan terkesan seperti menginginkan agar dirinya dan juga Sofia itu berpisah, padahal jelas-jelas berlian tahu jika Bima itu paling sulit untuk mengurus dirinya sendiri terlihat dari keadaannya sekarang yang begitu miris dan juga sangat tidak menyenangkan dan juga bisa dibilang ini semua itu seperti yang tidak diharapkan oleh siapapun bahwa Apapun yang terjadi mereka harus saling mengerti satu sama lain.
" Kamu bukannya mendukung orang tua supaya keadaannya baik-baik saja kamu malah mendukung mereka untuk berpisah itu memang itu mendapat peraturan dari mana, seumur hidup baru saya tahu anak seperti kamu ini yang benar-benar tidak pernah menghargai orang yang lebih tua dan juga orang yang selama ini sudah berjasa membuat kamu sebesar ini? "tanya Bima yang tidak terima karena menurutnya berlian itu hanyalah seseorang yang suka memprovokasi keadaan dan juga sukanya memperkeruh segala sesuatunya padahal jelas-jelas sendirinya sedang tidak ada hubungan apapun dengan semua yang terjadi ini.
Berlian tertawa ketika mendengar apa yang dikatakan oleh bapaknya barusan dan juga tertawa saat melihat wajah frustasi dari pria itu, Ya jelas dirinya akan melakukan apapun yang terbaik untuk Sofia meskipun hasil akhir harus melawan orang tua kandungnya juga namun bagaimana lagi kalau dibiarkan saja nanti bakalan terus berlarut-larut dan hasil akhir tidak akan pernah ada perubahan dalam keluarga mereka.
"aku sudah berusaha menerima Devano dan juga sudah melupakan yang lain-lainnya karena menurutku yang lain itu hanyalah benalu dalam hidup, tapi kalau soal kamu itu sangat berbeda Papa karena ini sangat aneh dan juga membingungkan ,"Berlian tidak peduli dengan apapun yang ada karena menurutnya berubah menjadi orang baik itu rasa-rasanya sepertinya hanya akan membuat kesabarannya habis.
kalau semuanya dari awal baik-baik saja Kemudian sekarang dirinya berubah menjadi anak yang membangkang Oh itu memang jelas sangat tidak manusiawi sama sekali, tetapi di awal-awal kan memang keluarga mereka sudah seperti begitu di mana setiap hari Sufi harus makan hati dan hasil akhir juga mengetahui jika suaminya itu mendua dan menurut Bima istri bakalan merasa Terlupa atau tidak Dan mungkin dalam pikirannya kalau Sofia istrinya itu memiliki hati yang sekeras baja jadi tidak akan terpengaruh oleh apapun yang terjadi di sekitarnya dari sekarang Dan juga sampai nanti, " ujar berlian Sambil tertawa.
__ADS_1