Berlian Yang Terbuang

Berlian Yang Terbuang
Mogok bicara


__ADS_3

Berlian paling tidak suka ketika dirinya diatur seperti yang dilakukan oleh Devano saat ini, bukan karena menjadi orang yang sombong dan juga percaya diri bahwa bisa melakukan semuanya sendirian tetapi intinya Ia hanya berharap agar Devano itu memperlakukan dirinya layaknya seorang perempuan.


tanpa pria itu berbicara pasar kemudian melakukan tindakan yang kasar pun ya pasti tidak akan terlalu banyak membantah, ya mungkin kepribadiannya seperti itu belum lagi merupakan seorang Abdi Negara Segala sesuatu harus tegas dan juga butuh kepastian bukan malah terlihat Gerakannya sangat lambat karena itu tidak berlaku bagi Devano.


Adrian saat ini tengah menunggu kedatangan kekasihnya itu di parkiran rumah sakit, karena takutnya jangan sampai kali ini Berlian datangnya telat memaksakan diri karena tugas.


Semua teman dokternya kemudian perawat yang kebetulan lewat hanya menggeleng-gelengkan kepala ketika melihat kebucinan pria itu, ya Meskipun mereka tahu hubungannya dengan Berlian itu bisa dibilang bukan hanya sehari dua hari doang tetapi sudah memakan tahun dan otomatis mereka pasti sudah menyatu dan tidak akan pernah terpisahkan sama sekali.


"sebenarnya tanpa ditunggu pun kayaknya dokter berlian tahu jalan untuk masuk ke dalam dan juga intinya dia pasti langsung mencari anda, daripada di sini panas-panasan Bukankah lebih baik duduk menunggu di dalam saja?" tanya Astrid yang kebetulan baru datang dan tidak menyangka Jika kekasih dari sahabatnya itu kini tengah menjadi ikan asin dadakan.

__ADS_1


Adrian menggelengkan kepalanya karena Entah mengapa perasaan kali ini begitu tidak nyaman seolah-olah Ada hal penting yang sedang terjadi, hanya ketika ingin memaksakan diri untuk menerkas sesuatu rasanya pikirannya memang tidak sampai sama sekali karena memang ia saja bingung apa yang membuat dia begitu cemas.


"Bukankah seorang kepala keluarga itu harus menunggu ratunya dan dengan begitu ia mulai belajar bertanggung jawab mulai dari sekarang, jadi kalau memang dokter Astrid mau nimbrung di sini ya silakan tetapi Saran saya lebih baik tidak usah Takutnya nanti Berlian bakalan salah paham! "ledek Adrian karena memang dirinya selalu bercanda dengan teman-teman yang ada di situ Ya maksudnya supaya tidak ada kecanggungan diantara mereka saat bekerja.


Astrid bergidik ngeri ketika mendengar apa yang dikatakan oleh Adrian barusan, sebab menurutnya pria itu terlalu mengada-ada Lagian Sejak kapan Berlian bakalan merespon terlalu berlebihan Bukankah wanita itu orangnya santai tidak terlalu mengambil pusing dengan segala sesuatu yang tidak penting.


Adrian tidak sadar jika ada sebuah mobil yang tengah berhenti di hadapannya itu ada Berlian di dalamnya, dirinya bahkan masih menatap ke arah gerbang berharap agar mobil kekasihnya itu segera masuk dengan begitu mereka berdua bakalan sama-sama ke dalam.


"Wah jadi itu merupakan kekasih kamu dan profesi kalian berdua sama, pantesan main kamu tidak jauh jadi otomatis selalu saja bikin orang emosi soalnya berhubungan juga dengan manusia-manusia yang pekerjaannya tidak jelas, "sindir Devano tetapi berlian tidak perlu peduli sama sekali karena menurutnya Biarkan saja pria itu berbicara sampai dia puas.

__ADS_1


"Halo sayang, Sudah dari tadi di sini ? Wah kamu memang Pria Idaman yang paling terbaik dan yang paling bikin aku klepek-klepek, tidak kaku kemudian tidak Cerewet dan juga tidak menyebalkan serta intinya tidak sombong! "Berlian sengaja meninggikan suaranya karena ia yakin Devano pasti mendengar semua pembicaraannya saat ini.


Adrian yang tidak tahu apapun Ya hanya cengengesan saja karena berpikir jika pujian itu memang tulus dilontarkan untuk dirinya, dirinya bahkan tidak tahu jika sejatinya berlian Tengah menyindir seseorang yang sedang menyorot ke arahnya dengan tatapan matanya yang begitu tajam


"gimana, Sudah enakan? Aku saja kaget loh ketika dikasih tahu sama Pak Bambang Jika kamu disuruh masuk sekarang juga, soalnya dokter Hendra yang menggantikan kamu tidak sempat datang karena dia sakit entah sakitnya apa tetapi dadakan sekali, "jelas Adrian.


Berlian tersenyum karena jika dirinya tidak ditelepon dipaksa untuk rumah sakit ya pasti saat ini orang-orang di rumah memaksa dirinya untuk memberikan jawaban tentang Perjodohan antara dirinya dengan Devano, maka dari itu dirinya sangat antusias ketika datang di tempat ini dan jika antrian mempermasalahkan hal itu maka ia menganggapnya sebenarnya tidak ada masalah sama sekali soalnya ini merupakan resiko pekerjaan yang sudah dirinya pilih.


"justru aku senang kalau tiba-tiba dipanggil datang ke sini karena Akhirnya aku bisa bernafas lega, dan intinya aku bisa bertemu kamu tidak kangen seharian soalnya kamu tahu sendiri kan rindu itu berat loh? "goda Berlian mau buat wajah Adrian memerah.

__ADS_1


Berlian sudah melupakan keberadaan Devano yang sebenarnya dari tadi menata tajam ke arahnya, pria itu berjanji jika kelak ia sudah jadi menikah dengan Berlian maka ia bakalan menghukum wanita itu sampai benar-benar tapak dan juga tidak akan mengulangi kesalahan yang sama.


"Aku pastikan setelah menikah nanti tidak ada senyuman palsu di wajahmu lagi karena yang ada hanya Air mata saja, aku bakal membawamu kepada laman yang merupakan daerah sangat terpencil dan dengan begitu kamu tidak akan pernah bisa bertemu dengan orang-orang di masa lalu kamu! "gumam Devano dengan tatapan matanya yang begitu nyalang.


__ADS_2