
Sarah sebenarnya merasa kasihan ketika melihat Berlian yang begitu telaten mengurus Adrian Karena jelas-jelas Wanita itu sedang merasa bersalah dengan keadaan yang menimpa pria itu, padahal sebenarnya di sini yang bereaksi terlalu berlebihan adalah Adrian padahal setiap masalah punya jalan keluar masing-masing hanya pria itu saja yang terlalu putus asa sampai-sampai tidak bisa menyelesaikan masalahnya Tetapi malah menimbulkan masalah yang baru.
Sarah memilih mendekati wanita cantik itu untuk maksudnya bisa mengambil alih pekerjaan yang sedang dilakukan oleh wanita itu saat ini, sebab jiwanya sebagai seorang ibu sangat tidak tega ketika melihat Berlian begitu kesusahan mengurus Adrian seorang diri padahal status mereka masih belum jelas sampai saat sekarang.
" kalau memang kamu ada kesibukan yang lain biar saja tante yang bakalan menggantikan kamu untuk mengurus Adrian, toh tante kan orangnya pengangguran tidak punya kesibukan sama sekali Jadi sepertinya tidak ada yang salah dong kalau menggantikan orang yang sibuk dengan orang yang pengangguran? "tanya Sarah yang masih berusaha untuk tetap tersenyum sebab Ia harus menggunakan kata-kata yang baik agar nantinya tidak membuat wanita cantik itu menjadi tersinggung.
Berlian terdengar menghela nafasnya kasar karena meskipun ia berusaha untuk tetap tegar tetapi Percayalah tubuhnya benar-benar drop dengan semua kejadian yang begitu tiba-tiba yang harus ia hadapi tanpa persiapan mental dan juga kebugaran tubuhnya terlebih dahulu, ya Meskipun terkesan sangat berlebihan tetapi memang Ia juga butuh yang namanya istirahat yang besar sebab kemarin Ia melakukan pernikahan dan hari ini berakhir di rumah sakit ya Meskipun bukan dirinya yang sakit tetapi pria yang sangat berharga dalam kehidupannya entah sampai kapan rasa itu akan tetap ada..
" saya baik-baik saja kok Tante Tenang saja pokoknya intinya saya bisa mengurus Adrian nanti kalau misalnya saya ada kesibukan lain saya bakalan ngomong biar tante yang menggantikan tapi untuk saat ini biarkan saja seperti ini maksudnya supaya Adrian sadar kalau saya tidak akan pernah meninggalkannya, ya Meskipun terkesan memberikan janji yang palsu tetapi setidaknya hal itu bisa membuat dia lebih tenang dan juga tidak terlalu terpuruk dan alhasil mengambil keputusan pihak yang sangat tidak menguntungkan bagi kita semua! " tolak Berlian yang sebenarnya tidak tega melihat wajah Sarah yang berusaha tersenyum meskipun Sebenarnya ada rasa sedikit kecewa dengan kondisi yang menimpa anaknya.
Sarah yakin kalau sekarang pasti Berlian memikirkan hal yang aneh dan juga mengira bahwa dirinya menyalahkan wanita itu padahal sebenarnya tidak sama sekali, sebab menurutnya Adrian itu sudah besar Apapun yang terjadi kedepannya Ya pastinya ia sendiri yang akan menentukan pilihannya bukan atas unsur paksaan dari orang lain.
" kamu jangan merasa khawatir jika nanti berpikir kalau Tante itu merasa tidak nyaman dan juga kecewa dengan kehadiran kamu di sini, karena apapun yang terjadi dalam kehidupan terkadang tidak berjalan sesuai dengan keinginan jadi kita dituntut untuk menjadi pribadi yang lebih sabar dan mengakui bahwa keadaan saat ini mungkin harus membuat kita menjadi orang yang lebih kuat! " ujar Sarah membuat Berlian sedikit bernafas lega karena memang ia sempat merasa cemas hal itu akan terjadi kalau Sarah akan menyalahkan dirinya kemudian membencinya dan kemudian juga menjauhkannya dari Adrian.
Berlian tidak ingin menjadi orang yang egois di satu sisi Ia memiliki suami sedangkan di satu sisi yang lainnya memiliki seorang kekasih, karena belum tentu di luar sana ada orang yang seruntung dirinya yang bisa memiliki orang-orang yang berstatus sebagai penjaga dan juga pelindungnya.
" Terima kasih banyak tante karena sudah banyak memberi kepercayaan kepada saya Padahal berkali-kali saya sudah mengecewakan anak tante namun percayalah kalau ini bukanlah Keinginan saya dari hati yang paling dalam, maka dari itu saya ingin menebusnya dengan tetap berada di sini ingin menunjukkan kepada Adrian kalau perasaan dari dulu sampai sekarang masih tetap sama meskipun dalam konteks yang berbeda! " ujar Berlian sambil menatap sembuh ke arah Adrian yang sudah tertidur begitu pulas ketika mendapatkan vitamin dan juga obat untuk dirinya.
__ADS_1
" Adrian itu dari dulu tidak pernah dekat dengan lawan jenis sampai menjalin hubungan seperti yang terjadi antara kalian berdua saat ini, dan Hal itu membuat tante bersyukur karena Akhirnya ada yang membuat hidup Adrian yang lebih berwarna Tetapi setelah mendengar penjelasannya kemarin membuat tante yakin kalau bakalan membuat dia terpuruk kembali! ya Meskipun terkesan egois tetapi intinya tante bersyukur karena selama berhubungan dengan kamu Adrian itu menjadi lebih pria kemudian lebih semangat menjalani semuanya untuk Katanya biar hidup kalian itu lebih tertata kedepannya, namun balik lagi terkadang kita manusia hanya bisa merencanakannya kemudian hanya ingin menjadi pemanis bibir saja tetapi pada akhirnya segala sesuatu tidak akan pernah berjalan dengan baik ketika yang kuasa Sudah menentukan jalannya! " Sarah hanya ingin membesarkan hati wanita yang sudah sangat penting dalam kehidupan anaknya itu agar sadar kalau dirinya tidak pernah mempermasalahkan semua yang terjadi karena dalam kehidupan manusia kan berbeda-beda yang penting intinya doa terbaik akan selalu diberikan untuk Adrian yang sampai kapanpun.
Berlian tidak sadar kalau saat ini sudah ada begitu banyak panggilan masuk yang berasal dari Papanya, karena memang ia sengaja menonaktifkan nada deringnya maksudnya agar Adrian nantinya tidak akan terganggu sehingga tidurnya tidak bisa dengan tenang karena memikirkan kejadian yang ada.
Bima benar-benar kesal dengan kelakuan Berlian yang menurutnya Tadi hanya akal-akalannya saja agar bisa keluyuran di luaran sana tidak jelas, dan juga kecurigaannya hanya tertuju kepada dokter muda yang kemarin mengaku sebagai kekasihnya Berlian karena ia yakin pasti anaknya itu sedang bertemu dengan pria itu.
" kamu yang sabar Bima mungkin berlian sedang sibuk karena anak kamu itu kan seorang dokter jadi pastinya ia harus mengurus pasiennya, karena tidak mungkin sesuatu yang sudah terjadwal ditinggalkan begitu saja tanpa mencari penggantinya terlebih dahulu! "Maria masih berusaha membela Berlian ya Meskipun terkesan perkataannya itu sangat tidak masuk akal tetapi mau bagaimana lagi daripada nantinya menantunya itu bakalan kena sasaran kemarahan dari papanya sendiri.
Maria akhirnya memilih untuk menyusul putranya yang sedang berada di dalam kamar istrinya, ingin memastikan Apakah Devano ada niatan untuk mencari berlian sampai ketemu sebelum nanti Bima yang akan melakukannya maka bisa panjang urusannya nanti.
Sesampainya di kamarnya berlian terlihat Maria membulatkan matanya sempurna karena selain kurang ajar Devano juga orang yang tidak punya sopan santun sama sekali, Bagaimana tidak kamar menantunya itu sudah di obrak-abrik oleh Devano entah mencari apa tetapi intinya membuat Meria menatap tidak suka ke arahnya.
" Devano bangun sekarang karena kamu harus mencari berlian sampai ketemu soalnya itu dibawa Papa Bima marah-marah tidak jelas, Memangnya kamu tidak kasihan kalau istri kamu nantinya diperlakukan buruk di depan kamu? "tanya Maria sambil menggoncang kuat tubuh putranya itu akan segera bangun soalnya Siapa suruh semalam begadang alhasil pagi-pagi sudah kembali molor.
" Ya ampun mama bisa tidak tunda dulu Barang Beberapa jam lagi? Lagian dia itu bukan anak kecil yang tahu pergi tapi tidak tahu jalan pulang, rutenya kan selalu sama Rumah Sakit kemudian rumah sendiri jadi kalau misalnya suruh menjemputnya rasanya sangat kurang ajar dan juga tidak punya perasaan malu lagi! " tolak Devano yang benar-benar terganggu ketika mamanya itu tidak ada rasa kasihan sama sekali kepada anaknya sendiri yang sedang ingin menikmati hari libur terakhir.
" ini semua akan gara-gara kamu coba kalau misalnya kamu tidak keliaran semalaman dan kembali berkumpul dengan teman-teman kamu yang selalu membawa dampak negatif itu, ya tidak mungkin berlian punya alasan untuk pergi keluar rumah dan mencari keberadaan kamu padahal jelas-jelas dia tidak tahu sama sekali kamu itu ada di mana! "omel Maria yang masih tetap kesal dengan sikap Devano karena tidak mau sama sekali untuk pergi mencari istri sendiri coba nanti kalau misalnya bucin Maria Jamin Pasti bakalan melakukan sesuatu yang membuat anaknya itu kapok dan berpikir kedua kali dalam melakukan semuanya.
__ADS_1
" Bukankah kebiasaanku untuk kumpul bersama teman-teman itu sudah dari dulu bukan baru sekarang, kenapa sekarang mama malah protes dan tidak menyukai apa yang aku lakukan Padahal aku juga butuh yang namanya refreshing kemudian menenangkan diri dari segala macam peristiwa yang terjadi dadakan! "ujar Devano kesal karena ada saja gangguan yang datang.
"15 menit lagi kalau kamu tidak bertemu dengan mama di lantai bawah untuk mencari keberadaan menantu Mama itu, jangan harap tidur kamu bakalan tenang hari ini karena mama bakalan datang dan mengganggu kamu sampai kapanpun dan kalau kamu sampai tidak merespon lagi pastikan Mama bakalan memandikan kamu pagi-pagi dengan air 1 ember!" kedua ancam Maria lalu segera pergi dari situ membuat Devano mendengar kesal karena menurutnya ini semua gara-gara kelakuan Berlian yang sok tahu dan juga suka sekali membuat hidupnya menjadi berantakan.
Devano masih belum bangkit juga sebab Ia yakin Berlian pasti sedang berada di rumah sakit dan karena tujuannya sudah jelas maka sekarang lebih baik biarkan dirinya beristirahat dulu, entah nanti kalau misalnya mamanya kembali beberapa menit lagi dan ia belum bangun terserah wanita itu mau memarahinya seperti apapun yang penting intinya tubuhnya harus diistirahatkan Beberapa jam lagi.
bima saat ini tengah berada di dalam kamar sambil menatap tajam ke arah Sofia yang menurutnya kelakuan dari Berlian itu akibat Sofia yang terlalu lembek dalam mendidik anak, Coba kalau sedikit tegas ya mungkin anak itu tidak bakalan membangkang dan alhasil membuatnya malu di hadapan Maria dan juga Abraham.
" puas kamu yang sudah menjadi wanita tidak berguna karena kerjaan kamu hanya mengajarkan anak sopan santun saja tidak bisa, Padahal selama ini saya tidak pernah menyuruh kamu bekerja cukup berada di rumah saja dan melakukan yang terbaik tetapi itu sepertinya tidak cukup karena kamu masih mengajarkan dia Bagaimana caranya mempermalukan diri sendiri dan juga orang tuanya! "sarkas Bima membuat Sofia hanya bisa menundukkan kepalanya Karena Wanita itu selalu saja seperti ini berada di posisi yang salah dan juga rumit dalam menjelaskannya.
" Kenapa selalu seperti itu ketika aku sedang berbicara serius hobinya kamu hanya menundukkan kepala ke bawah, Memangnya kamu pikir aku ada di bawah kaki kamu eh Angkat muka kamu dan lihat aku saat berbicara karena aku sedang tidak ingin bercanda! "ujar Bima lagi membuat Sofia mau tidak mau harus mengangkat kepalanya dan terlihat wanita itu ternyata sedang menangis karena ia tidak ingin berada di dalam rumah tangga yang rumit selalu saja wanita disalahkan padahal Ia selama ini tidak mau melakukan apapun.
Bima mendengus kesal ketika melihat wajah Sofia yang penuh dengan air mata seolah-olah dirinya baru saja melakukan kekerasan kepadanya padahal tidak sama sekali, karena menurut versinya ia sedang mengajarkan istrinya bagaimana caranya menjadi ibu rumah tangga yang baik yang tahunya bukan hanya di kasur dan juga di dapur Tetapi bagaimana cara mendidik anak agar tidak mempermalukan mereka ke depannya.
" kalau cengeng tidak usah menjadi suami dari seorang Bima karena yang aku inginkan adalah wanita yang kuat dan juga wanita yang bisa membuat Namaku sedikit melambung bukan malah tambah runtuh, dibilang mengurus anak tidak becus malah menangis padahal memang jelas-jelas seperti itu dan tidak mau mengakuinya lagi! "omel Bima sedangkan Sofia hanya bisa terdiam karena jika Bima belum menyuruhnya berbicara maka wanita itu tidak akan pernah bisa mengucapkan kata-kata apapun.
" Kamu paham tidak apa yang saya katakan tadi tidak perlu yang namanya pengulangan lagi kan karena itu hanya membuang-buang tenaga, Oh iya satu lagi usahakan Bagaimana caranya hubungi anak kamu itu dan suruh dia pulang sekarang sebelum Maria dan juga Abraham merasa tersinggung dengan sikapnya dia itu! "setelah mengatakan hal itu Bima pun memilih untuk meninggalkan istrinya tidak ada yang namanya kata maaf padahal Ia sudah begitu menyakiti.
__ADS_1
Sofia bukannya takut ataupun tidak bisa menjawab sedikitpun segala macam kesalahan yang diberikan kepadanya, hanya saja ia tidak ingin masalahnya lebih rumit dan alhasil nanti Saat anaknya pulang suaminya itu bakalan lebih marah besar maka dari itu lebih baik memilih untuk mengalah dan menjadikan diri seperti orang bodoh yang tidak tahu apa-apa.
" Terserah dari kamu mau melakukan apapun soalnya harga diri anakku dan masa depannya segalanya sudah terjadi oleh sikap kami itu, jadi hari ini biarkan saja dia mau pergi kemanapun tidak ada yang boleh mengganggunya apalagi sampai mengekang kebebasannya!" batin Sofia yang berencana tidak akan pernah menghubungi Berlian.