
Sofia tersenyum ketika melihat bantuan yang diberikan oleh asisten rumah tangga dan juga satpam yang bertugas di rumah itu, Kalau mungkin tidak ada mereka berdua entah apa yang sudah terjadi kepadanya tadi dan mungkin bisa dibilang Sekarang nafas kehidupannya pun akan menghilang saat itu juga karena sikap Bima yang begitu arogan.
Dirinya bahkan merasa bersalah kepada asisten rumah tangga itu yang sebenarnya sudah terlalu baik selama ini karena tidak mengadukan apapun yang dilakukan oleh Bima di rumah itu, yang terkadang sering mengeluarkan mengeluarkan kata-kata yang begitu tidak pantas yang sebenarnya ditujukan kepada orang yang lebih tua darinya.
" Maafkan kelakuan manusia satu itu ya bibi dan juga paman, karena saya saja tidak berani melawan apalagi kalau sampai membela kalian entah nanti apa yang bakalan dilakukan! kalau memang sudah capek dan juga tidak mampu bertahan di tempat ini ya sudah saya Ikhlas jika kalian memilih untuk mengundurkan diri agar maksudnya pikiran masih tetap waras, karena kalau masih di sini Saya tidak jamin kalau misalnya suatu saat dia tidak akan pernah mengeluarkan kata-kata kurang ajar dan juga kekerasan yang sebenarnya salah pada tempatnya dan juga sepertinya hanya ingin melihat orang lain menderita sedangkan dia itu bahagia dalam kehidupannya," saran dari Sofia karena biar bagaimanapun dirinya tidak ingin mengambil Aksi nekat dengan membuat orang lain menderita hanya karena ingin membantu dirinya yang benar-benar tidak berdaya seperti itu.
asisten rumah tangga serta satpam di rumah itu hanya bisa menggelengkan kepala sambil tersenyum, karena sejatinya mereka tidak pernah ada masalah baik dalam bagian apapun tentang semua yang terjadi dan semua yang mereka alami barusan!
__ADS_1
karena Jika seperti begini terus ya tidak mau menutup kemungkinan kalau lagi dan lagi pasti orang-orang seperti itu akan tega menyakiti keduanya lagi, padahal Sofia saja sudah tidak mampu menjalani semuanya masa iya harus membuat kedua manusia paruh baya itu juga mengalami hal yang sama.
" Kami tidak akan pernah pergi kemanapun dari rumah ini dan juga tidak akan pernah keluar untuk bekerja di tempat lain walau di tempat yang baru sangat menjanjikan dan juga menghormati kami, Apapun Yang Terjadi ke depannya akan kami hadapi sama-sama dan juga ingin membantunya agar dia tidak terus-menerus menyakiti Anda seperti tadi lagi! "jelas satpam tersebut yang sebenarnya masih begitu muda Namun karena keterbatasan ekonomi membuat dirinya memilih untuk bekerja saja toh pekerjaan itu yang penting intinya ada lowongan mau Tamatan dari mana saja jika sudah digariskan pekerjaan tersebut dijalani ya akan tetap seperti itu meskipun sudah berjuang bersusah payah.
" Ya ampun Terima kasih banyak bibi dan juga Paman maaf ya Jika sudah membuat kalian berdua merasa tidak nyaman di sini, semenjak anak saya pergi tidak ada lagi tujuan hidup dan juga tidak ada lagi tumpuan yang bisa membuat saya bertahan tetapi jika kalian juga memilih bertahan maka saya juga akan melakukannya! " Sofia tahu kalau kedua manusia yang ada di hadapannya ini memang benar-benar butuh yang namanya pekerjaan masa iya gara-gara dirinya mereka harus berhenti kerja terus pertanyaannya yang akan menafkahi keluarga mereka itu siapa sedangkan keduanya menjadi tulang punggung di sana.
"Berlian pokoknya mama bakalan bertahan sampai kamu kembali dan setelah kamu kembali Terserah mau menerima atau tidak yang penting intinya Mama bakalan ditinggal dengan kalian, dan harap menantu Mama itu memang benar benar tidak mau permasalahan hal itu karena nantinya hanya kamu yang mama punya di dunia ini selain itu sudah tidak ada lagi! "batin Sofia frustasi ketika melihat potret anak yang begitu manis dan juga menggemaskan yang terkadang menutupi kesedihannya hanya dengan senyuman saja sebab sebenarnya Berlian itu juga merasa tertekan dengan apa yang dilakukan oleh Bima di dalam keluarga mereka yang tidak pernah ada habisnya untuk bertengkar.
__ADS_1
Bima hari ini memilih untuk mengunjungi salah satu apartemen yang biasa dirinya kunjungi ketika suntuk seperti ini, ketika menekan bel tiba-tiba dari dalam muncul seseorang yang selalu saja menunggu agar pintu Bell di depan itu selalu berbunyi maka dengan begitu ia yakin Pujaan hatinya bakalan datang.
" Maaf aku terlambat soalnya wanita itu selalu membuat masalah lagi, Ya habisnya mau bagaimana ingin mengusirnya pun rasa-rasanya tidak bisa soalnya rumah itu kan atas namanya dia, "ujar Bima yang benar-benar menahan emosi karena tidak menyangka jika mempunyai istri yang menurutnya sangat tidak berguna berbeda dengan wanita yang ada di hadapannya saat ini.
" Kenapa tidak kamu nikahi saja aku maka dengan begitu hidupmu bakalan lebih sempurna dibandingkan bersama dengan wanita itu, Lagian kita sudah berhasil kan membuat anak kamu itu tidak menjadi nikah dengan anakku maka dengan begitu kita bakalan bisa menikah ke depannya soalnya tidak ada yang bakalan menghalangi? " tanya wanita itu dengan tatapan kesalnya karena ketika membujuk pria yang dikejarnya selama beberapa tahun terakhir ini untuk menikah selalu saja ada begitu banyak alasan yang diberikan dan akhir-akhirnya pasti hanya menolak.
" Sarah Aku sedang bingung sekarang jadi Tolong ya jangan menambah beban Pikiranku lagi, kamu ngomongnya enak tetapi aku yang menjalaninya terasa begitu bingung harus melakukan seperti apa? "jelas Bima membuat wanita itu memilih untuk bungkam.
__ADS_1
" selalu saja seperti itu jawaban kamu dari kemarin-kemarin padahal apa sih kekuranganku yang jelas-jelas lebih sempurna daripada istrimu itu, kalau tahu seperti begini mendingan Adrian anakku menikah saja dengan anak kamu itu mungkin dengan begitu kita bakalan selalu sering bertemu ya Meskipun tidak ada yang menyadarinya? "omel Sarah yang tidak terima karena dirinya sudah capek disuruh menunggu terus-menerus dan sampai hubungan anaknya bubar pun semuanya masih tetap seperti itu tidak ada yang berubah sama sekali seolah-olah Memang ada begitu banyak batasan yang harus mereka lalui dan tidak bisa dilanggar.