
Berlian kali ini sudah menginjakkan kakinya di salah satu bandara terbesar di kota Jayapura sebelum mereka pergi ke tempat tugas Devano yang sesungguhnya, sebenarnya tidak terjadi terlalu jauh dari situ juga mereka harus menggunakan jalur udara lagi karena tadi itu mereka hanya transit saja sebentar karena kebetulan pesawat yang mengantarkan mereka itu tidak bisa langsung melakukan penerbangan ke tempat tujuan.
setelah istirahat selama satu setengah jam kini mereka kembali melakukan perjalanan dan sampai di bandara udara mopah lama, Merauke setelah 1 jam kemudian karena memang cuaca sedang mendukung dan juga tidak ada terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
Maria tersenyum ketika mereka sudah berhasil sampai dengan selamat sambil menggandeng tangan anaknya itu lebih tepatnya menantu kesayangannya, dirinya begitu bahagia ketika Kembali ke tempat tugas suaminya yang sebenarnya akan berakhir sebulan lagi dan mereka ke sini itu sebenarnya juga hanya sementara Namun karena ingin mengenalkan Berlian dengan dunia baru akhirnya mau tidak mau mereka memboyong menantu mereka sekalian.
Berlian benar-benar terpesona dengan negeri yang biasa dijuluki dengan Kota Rusa karena sepanjang mata memandang hamparan pantainya itu dikelilingi oleh hutan belantara, tidak ada pegunungan di sekitarnya dan ketika misalnya dilihat dari kepala putih kalau sebenarnya itu lautan lebih tinggi daripada daratan.
" welcome to Merauke City, My Lovely! "ujar Maria sampai tersenyum sembari memberikan kode kepada putranya agar maksudnya bisa lebih peka mungkin dengan menggandeng tangannya Berlian begitu.
__ADS_1
"nanti kita pergi ke mess-nya tempat di mana Devano tinggal selama ini di korps Angkatan Darat supaya maksudnya kamu bisa beradaptasi, memang segitu tidak bakalan lama di sini karena sebulan lagi kita bakalan kembali Soalnya papa sudah mengajukan permohonan untuk izin pindah karena tidak tega juga sih Jika kamu harus meninggalkan Mama kamu lebih lama lagi apalagi mengingat semua Sikap yang ditunjukkan oleh Bima! " penjelasan Maria itu membuat Berlian benar-benar tidak sadar sampai-sampai memeluknya begitu keras hingga membuat wanita itu kesulitan bernafas.
"jadi Maksudnya kita itu hanya sementara saja di sini dan nanti bulan depan kita bakalan Langsung kembali, Astaga kenapa tidak bilang sih dari kemarin-kemarin maksudnya agar aku tidak seheboh itu membawa semua barang-barangku? "Berlian yang dari tadi terlihat B aja dan kemudian Murung kini berubah sangat antusias karena tahu jika dirinya tidak selamanya akan terdampar di tempat ini dan juga tidak selamanya ya bakalan selalu saja melihat suasana yang begitu asing dan juga sangat tidak jelas yang ada di hadapannya ya Meskipun tidak terlalu buruk-buruk amat sih.
" jangan lebay deh masa iya belum pulang saja kamu sudah seperti begitu Bilang saja pengen ketemu sama manusia planet yang entah di bagian mananya itu, Jadi sekarang Jangan bersikap terlalu aneh sebab malu dilihat orang dan juga kamu harus sadar kalau suami kamu itu dihormati di tempat ini! "ujar Devano yang masih bisa didengar jelas oleh istrinya itu namun wanita itu memilih untuk cuek dan juga tidak peduli sebab saat ini ia benar-benar ingin mengekspresikan rasa bahagianya melalui kelakuan yang nyata bukan hanya mingkem doang nanti orang tidak akan sadar jika dirinya Tengah berbahagia dan juga Tengah menikmati masa-masa berlibur intinya.
" kamu tuh kenapa sih Terlalu sensitif sekali sama istri sendiri padahal yang penting sekarang kamu lakukan adalah bagaimana caranya menutupi wajah kamu yang Bonyok itu, karena nantinya para bawaan kamu pasti bakalan merasa curiga soalnya masa iya punya pemimpin yang wajahnya sangat mengerikan! "Sindir Maria membuat Devano menatap kesal ke arah Berlian kalau misalnya tadi wanita itu tidak mengadu dia tentu saja nasib buruk tidak akan pernah menghampiri dirinya.
Berlian memilih untuk diam saja tidak ada niatan untuk membantah karena menurutnya orang yang punya rasa percaya diri tinggi tentunya pasti tidak akan menerima ketika ada orang lain yang dengan sengaja menjatuhkannya seperti itu, apalagi ketika wanita itu malah menyangkal semua perkataannya ya bisa-bisa wibawanya akan benar-benar tergerus oleh kehadiran dirinya.
__ADS_1
" ya suka-suka aku dong mau melakukan apa Terus kenapa kamunya yang sewot, kalau misalnya kamu tidak nyambung ya tidak usah mendengarkan soalnya kan kamu bisa memasang handset atau apalah itu? "omel Berlian.
Maria hanya menggelengkan kepalanya karena menurutnya kedua anak manusia di belakangnya ini memang sangat berisik sepanjang berjalan bersama dari tadi, padahal harusnya mereka sadar jika pengantin baru itu sikapnya harus saling manis-manisan kemudian tidak ada yang namanya kecanduan di dalamnya pokoknya intinya paket lengkap lah.
" kita harus naik taksi dulu baru bisa sampai ke tempat tujuan, perjalanannya tidak lama kok mungkin 10 menitan kita sudah sampai! kalau misalnya kamu mau istirahat silakan saja tetapi jangan sampai kamu tertidur beneran karena nanti susah loh dibangunkan, Nanti kalau sudah sampai di rumah baru boleh kamu beristirahat sepenuh hati dan sesuka hati serta tidak akan ada yang berani mengganggu! "saran Maria dan Berlian hanya menganggukan kepalanya karena sebenarnya memang ia butuh istirahat Soalnya hari ini perjalanan mereka itu begitu memposisi tubuhnya sampai-sampai benar-benar begitu kelelahan.
Berlian menggelengkan kepalanya karena dirinya ingin menikmati suasana yang ada di hadapannya saat ini, ya Meskipun tidak ada gunung tinggi yang menjulang tetapi setidaknya suasananya sedikit lebih Asri karena polusinya sepertinya berkurang karena tidak terlihat terlalu banyak kepulauan asap kendaraan di sana-sini.
" ini itu perjalanan dari Bandar Udara menuju ke Jalan Pembangunan itu tidak terlalu jauh kok Mungkin sebenarnya kalau jalannya sedikit tidak bergelombang dan juga rusak pasti 5 menit saja Kita sudah sampai, Hanya saja karena sudah termakan usia dan pemerintah juga sedang merencanakan berbagai macam pembangunan maka dari itu sedikit terbengkalai tetapi Percayalah mereka merupakan pemerintah yang bertanggung jawab! "jelas Maria karena dirinya sudah melihat dengan jelas semua yang terjadi namun intinya hanya satu yaitu setiap pemimpin baik dalam keluarga yang merupakan organisasi terkecil dan sebagainya selalu saja akan mengusahakan yang terbaik hanya saja Mungkin belum saatnya untuk melakukan semuanya.
__ADS_1
kini mereka sudah sampai di mess tempat di mana Devano dan juga mama serta Papanya tinggal ya Meskipun mereka terpisah oleh bangunan masing-masing tetapi masih dalam jarak yang berdekatan dan juga masing-masing dalam pantauan, terlihat para penghuni yang lain begitu kepo ketika turun dari mobil seorang wanita cantik yang menggunakan jaket serta tas dan juga kopernya yang begitu muatan full.
" Maaf Ibu Kepala Apakah itu merupakan calon istrinya pak Devano, Soalnya kami baru pertama kali melihatnya di tempat ini dan juga penampilannya itu sangat berbeda loh? "tanya salah satu Tetangga dari Maria yang bernama ibu Marcella.