
Sofia tahu kalau anaknya itu merupakan seseorang yang paling tidak bisa diatur hanya saja yang membuat dirinya merasa sedikit kewalahan Takutnya nanti anaknya itu bakalan disakiti sampai segitunya oleh suaminya sekarang, namun bagaimana lagi ketika semua harus dijalani dan anaknya itu harus melakukan semuanya sendirian maka di saat itu pula ujian kesabarannya bakalan diuji sepanjang waktu.
Berlian sebenarnya tidak suka dengan sikap papanya yang menurutnya sangat keterlaluan memperlakukan istrinya sendiri dengan sangat tidak ada sopan santun dan juga rasa Kasihannya ataupun rasa kasih sayangnya sepertinya telah hilang, terkadang Bima bahkan memaki Sofia Entah di tempat umum atau mungkin ada perkumpulan banyak orang pria itu bahkan tidak memikirkan perasaan istrinya akan seperti apa ketika dipermalukan secara langsung.
Bima bahkan tidak peduli dengan air mata yang dikeluarkan oleh istrinya yang menurutnya itu hanya Air Mata Buaya yang tidak pantas untuk dikasihani, padahal Sofia benar-benar terluka dengan sikapnya dengan tata caranya dan juga segala macam perilaku yang ditunjukkan dihadapan semua orang yang menyiratkan bahwa seorang Bima itu adalah sosok yang tidak takut oleh siapapun tidak akan pernah bisa diperintah oleh siapapun dan juga satu lagi kalau wanita tidak bisa menjadi kepala keluarga.
" pokoknya mama Tenang saja aku sekarang baik-baik soalnya aku harus merawat Adrian yang kemarin melakukan Aksi nekat sampai-sampai membuat nyawanya hampir melayang, aku bakalan pulang kalau dia sudah kembali ke rumahnya dan juga sudah beraktifitas dengan normal jadi aku mohon Mama tolong paham dengan perasaan aku saat ini! " Berlian berharap agar Mamanya itu tidak terlalu memikirkan tentang dirinya yang akan disakiti oleh siapapun.
" ya kalau soal kamu tidak masalah tetapi soal orang di rumah yang benar-benar Mama juga kebingungan cara menghadapi mereka itu harus seperti apa, Oh ya Satu lagi kalau memang suami kamu bertemu dan juga mengajak kamu pulang diikuti saja Nak ini semua demi kebaikan kamu! " Sofia tidak ingin mengambil langkah yang salah di dalam hidupnya yang akhirnya membuat anaknya itu bakalan kesusahan akibat sikap yang akan ditunjukkan oleh suaminya.
Berlian menganggukan kepalanya seolah-olah kegiatannya itu dilihat oleh Sofia saat ini karena ia tidak mungkin membantah setiap perkataan mamanya sendiri, meskipun ada rasa tidak suka ketika hidupnya harus diatur-atur tetapi mau bagaimana lagi dirinya masih bisa berkeliaran bebas sedangkan Mamanya itu tidak pernah diizinkan untuk keluar ke manapun alhasil sufiahnya di rumah saja melakukan aktivitasnya pun hanya di rumah saja tidak ada yang namanya berbelanja ataupun menghabiskan uang suami untuk shopping karena Bima melarang hal itu terjadi.
" Ya sudah aku bakalan pulang nanti untuk sekarang mama tenang tidak boleh panik Aku di sini baik-baik saja kok, semua perawat dan juga dokter di rumah sakit sangat mempedulikan keadaanku jadi aku otomatis merasa aman dan juga nyaman! "jelas Berlian Lalu setelah itu mematikan panggilan tersebut karena terdengar ada gedoran pintu dari depan membuat dirinya keheranan Sebenarnya manusia Siapa yang sudah berani-berani yang mengganggu pasien yang sedang beristirahat.
Brakkk
Berlian bukannya takut ketika melihat sosok yang ada di depan pintu sekarang dirinya malah menghela nafasnya kasar kemudian memutar bola matanya malas, semalam saja pria itu pergi dirinya tidak pergi mencarinya tidak pergi melakukan hal ini dan itu Yang mempermalukannya kenapa sekarang baru pergi seharian saja pria itu malah bisa menyusulnya dengan begitu enteng.
"Wah ternyata kamu sedang berada dengan selingkuhan kamu ya istriku, terus sampai kamu melupakan tanggung jawab kamu sebagai seorang istri dengan tidak melayani suami sama sekali? oh iya Satu lagi untuk kamu kalau pura-pura sakit hanya untuk mendapatkan perhatian lebih baik sekarang kamu bangun dan lawan aku, biar kita bisa buktikan siapa yang paling pantas untuk wanita ini aku atau kamu dengan begitu kan terasa begitu adil kalau memang aku kalah maka aku tinggal ngomong sama papa Bima untuk mengurus perceraian kami berdua!" ujar Devano yang penuh dengan rasa percaya diri membuat berlian benar-benar merasa emosi dengan sikap pria itu yang menurutnya sangat keterlaluan.
Berlian mendorong keras tubuh Devano akan menjauh dari dalam ruangan itu sebab dirinya merasa sangat terganggu apalagi Adrian, yang tentunya lebih Terpukul lagi dengan apa yang terjadi di hadapannya saat ini karena kondisi psikis pria itu sebenarnya bisa dibilang belum dalam keadaan baik-baik saja jadi apapun yang dia dengar dan juga dilihat nantinya pasti akan membuat tubuhnya tidak akan pernah merespon dengan baik apa yang terjadi.
" Tolong jangan kamu buat keributan karena ini merupakan kamar pasien bukan diskotik atau apapun, kalau kamu mau ribut mau bertengkar denganku nanti setelah pulang ke rumah tetapi sekarang Aku ingin merawat dia Aku ingin menjaga dia sampai sembuh total! "ujar Berlian dengan tatapan matanya yang nyalang sedangkan Devano malah menatap penuh rasa jijik ke arahnya sebab menurutnya wanita seperti ini tidak pantas untuk ia jadikan istri kenapa malah kedua orang tuanya begitu ngotot ingin menjadikan Berlian sebagai menantu kesayangan padahal Devano saja tidak memiliki perasaan kepada wanita tersebut yang menurutnya hanya merupakan benalu di dalam kehidupannya untuk kedepannya nanti seperti apa.
" Oh jadi ceritanya kamu menyuruhku pulang agar bisa berduaan dengan pria itu terus-menerus dan setelah aku pulang kamu bakalan melakukan apa yang kamu sukai , soalnya kan satu rumah sakit mendukung perbuatan kalian yang begitu memalukan itu karena terbukti mereka malah menyusahkanku untuk bisa menemukan kamu? "tanya Devano dengan tersenyum mengejek membuat berlian mengepalkan tangannya menahan emosi karena dirinya sebenarnya ingin sekali mengajar pria yang ada di hadapannya ini tetapi ditahannya karena Biar bagaimanapun bakti seorang istri itu harus ditunjukkan dengan menghormati suami hanya saja kalau suaminya berkelakuan tidak baik rasanya tidak pantas untuk mendapatkan rasa hormat darinya.
"Woi pecundang Kenapa Hanya duduk di situ saja kenapa tidak turun ke sini dari tempat tidur dan tidak menemuiku di sini untuk berbicara dan meluruskan semua kesalahpahaman yang terjadi, Kamu bisa aku tuntut loh karena sudah menahan istriku dan juga sengaja menyekapnya di sini bekerja sama dengan semua orang agar dia tidak kembali ke rumah! "Devano benar-benar ingin menghancurkan kondisi psikis Adrian yang sedang tidak baik-baik saja itu.
Berlian menggelengkan kepala ketika melihat Adrian hendak menjawab apa yang dikatakan oleh Devano tadi, wanita itu benar-benar tidak ingin ada keributan di tempat itu yang nantinya akan membuat satu rumah sakit menjadi heboh.
" Oh Ternyata kalian itu adalah dua hati yang tidak bisa terpisahkan karena terbukti yang prianya mengomong eh wanitanya malah menghalang-halanginya begitu saja, aku sepertinya tersanjung dalam sikapmu istriku tetapi untuk sekarang lebih baik kamu sadar diri dan juga sadar posisi kemudian kita pulang karena aku sudah sangat kelaparan Memangnya kamu pikir aku bisa makan batu !" tegas Devano.
__ADS_1
" kamu yang sudah mengambilnya dariku kamu yang sudah memisahkan dia dariku dan kalau misalnya Dari awal kamu menolak Kenapa tidak langsung pergi saja agar pernikahan itu tidak akan pernah terjadi, sekarang kamu malah marah-marah tidak jelas kepada dia seorang perempuan merupakan wanita yang baik-baik yang tidak pantas untuk kamu sakiti seperti itu?" Tanya Adrian.
" itu karena orang tuanya tahu mana pria yang baik dan juga mana pria yang bertanggung jawab serta mana pria yang pantas untuk mendampingi anaknya, profesi dokter itu adalah profesi yang sangat dibenci oleh Papa Bima karena menurutnya hanya merupakan pesuruhnya pasien dan juga merupakan orang-orang yang memiliki penghasilan yang sangat rendah padahal jelas-jelas orang tuanya merupakan pengusaha masa Ia mau membiarkan anaknya hidup susah di luaran sana? "Devano benar-benar orang yang bermulut sangat pedas sampai-sampai tidak menghargai perasaan orang lain dan juga setiap apa yang dikatakannya tidak pernah menghargai Apa yang dirasakan oleh lawan bicaranya dan juga apa yang telah mereka perjuangkan.
Berlian mengepalkan tangan menahan emosi karena sepertinya Bima sudah mengatakan semuanya kepada Devano sebab saat ini pria itu mengatakan semua yang dibicarakan oleh Bima setiap hari kepadanya, Papanya memang seseorang yang tidak punya hati nurani sama sekali karena bisa-bisanya mengatakan tentang apa yang tidak di sukai terhadap orang asing.
"Aku bangga dengan profesiku sekarang dan kalau misalnya kamu tidak menyukainya aku tidak masalah sama sekali tidak merasa terbebani juga,kalau misalnya merasa tak nyaman ya sudah tidak perlu harus menghina seperti itu kan merasa diri paling hebat dan akhirnya tidak tahu menghargai apa yang orang lain lakukan!" Berlian merasa sudah habis kesabarannya.
Devano tidak peduli dengan apa yang di katakan oleh Berlian tadi meskipun terlihat raut emosi darinya ,habisnya siapa suruh merasa diri paling benar dengan lebih memilih mengurusi pria lain sampai mengabaikan suami sendiri.
"Sayang,kamu pulang saja dulu nanti baru kita bicara lagi! oh iya nanti kalau sudah sembuh aku janji bakal pergi bertemu dengan kedua orang tua kamu , daripada nantinya ada orang lain yang tidak akan kepentingan terus mengatakan hal yang tidak tidak! "bujuk Adrian sebab dirinya melihat sikap Devano itu sebenarnya sangat tidak baik maka dari itu ia tidak ingin mengambil resiko dengan membiarkan berlian disakiti terus-menerus.
Berlian mau tidak mau mengiyakan saja perintah yang diberikan oleh Adrian ke padanya ,daripada nanti Devano tambah menjadi akhirnya membuat pria itu akan mempermalukan mereka lebih baik kan menghindar dulu.
"Ya sudah aku pulang dulu ya,kalau ada apa apa tolong langsung hubungi aku segera biar masalahnya kan cepat beres dan juga kamu cepat pulang," saran Berlian membuat Devano mendengus kesal karena sepertinya orang orang disitu tidak menghargai keberadaannya sama sekali.
"Bu dokter,apa aku yang antar saja biar lebih aman dan terkendali?" Tawar Panji yang kebetulan berpapasan dengan Berlian.
"Maksudnya kamu apa hah?" Tanya Devano kesal soalnya tadi ia sudah sempat bertanya kepada Panji tentang Berlian tetapi pria itu malah berbohong dan sekarang malah muncul tanpa beban di hadapannya.
"Uh Dokter Berlian memang paling terbaik,oke aku sama Panji bakal langsung kesana sekarang juga!" pamit Lila yang kebetulan baru muncul membuat Devano benar benar merasa dipermainkan oleh siapapun ditempat itu.
"Cihhh,dasar murahan!" Sarkas Devano kasar.
Berlian bukan seseorang yang tuli jadi tidak bisa mendengar apapun tapi ia memilih untuk tidak peduli,karena menurutnya letak Murahannya itu dimana terbukti sekarang ia bukan seseorang yang kurang ajar dengan tanpa malu merangkak keatas tempat tidur seorang pria.
"Heii kamu dengar kan apa yang aku bilang?" Tanya Devano sambil membalikan tubuh Berlian.
"Yang bilang aku adalah wanita Berharga karena namaku Berlian?" Tanya Berlian balik membuat Devano bungkam.
Kini keduanya sudah ada di parkiran tanpa berbicara sedikitpun daripada nantinya bakal ada perang dunia,Berlian bertemu Sarah yang tengah kebingunan karena ada Berlian dengan seorang pria asing.
__ADS_1
"Lho Berlian,kamu ada disini juga?" Tanya Sarah penasaran.
"Hehe iya Tante,aku disuruh pulang sama Pak Tua!" Sahut Berlian.
"Astaga itu Papa kamu Nak,oh iya ini siapa ya kok Tante Baru lihat?" Tanya Sarah lagi.
"Saya suaminya Berlian," sahut Devano daripada nantinya istrinya itu yang menjawab belum tentu akan jujur.
"Oh jadi dia ya?" Tanya Sarah.
"Iya Tante,dia adalah pecundang itu," Jelas Berlian sambil tertawa mengejek karena merasa lucu dengan wajah Devano yang sepertinya tersinggung.
"Ya sudah kalau begitu Tante masuk dulu soalnya kasihan Adrian sendirian,nanti kapan kapan kamu main dirumah ya Nak," Tawar Sarah yang memang sengaja ingin membuat Devano sadar kalau dirinya adalah orang asing diantara mereka.
"Tentu ...
"Tentu tidak karena hari ini juga kami bakal langsung pergi ke tempat tugasku,dan dia aku tidak akan pernah ijinkan untuk berhubungan dengan orang orang dimasa lalunya," sahut Devano lalu menarik Berlian pergi.
Berlian menepis kuat tangan Devano yang begitu kasar terhadapnya,pria itu mungkin berencana membuat tangannya menjadi almarhumah?
"lepaskan,urus saja urusan mu jangan pedulikan...
Plak
Devano langsung membungkam mulut Berlian dengan sebuah tamparan begitu keras,membuat Berlian terhuyung kebelakang karena benar benar terkejut dengan apa yang dilakukan pria itu.
"Kamu...
"Cepat kembali kerumah atau kamu bakal kuseret sekarang juga,karena sudah habis kesabaranku dari tadi dipermainkan oleh kamu!" perintah Devano tanpa perasaan sama sekali bahkan memperlakukan Berlian dengan tidak pakai perasaan.
Plak
__ADS_1
Berlian membalas menampar Devano dengan begitu nyaringnya bahkan mumgkin seluruh tenaga dalam ia keluarkan,jangan lupakan satu hal jika Berlian merupakan seorang wanita pemegang sabuk hitam Karate dan juga jiujitsu.
"Jangan pernah melakukan kekerasan kepada seseorang tanpa dia tahu apa kesalahannya,dan satu tolong hargai seorang wanita karena dia butuh perhatian bukan pukulan!" ujar Berlian kasar.