Berlian Yang Terbuang

Berlian Yang Terbuang
Bima


__ADS_3

Bima hari ini memilih untuk pulang ke rumah Soalnya dari tadi berjalan keliling pun tidak bertemu dengan istrinya sama sekali , lama-lama kalau seperti ini terus ya bakalan bersikap seperti seorang gembel yang tidak punya tujuan padahal seharusnya Sofia lah yang harus menemuinya dan berbicara soal masalah yang tengah mereka berdua hadapi.


"Ke mana perginya wanita itu karena aku berkeliling kemanapun tidak ketemu sama sekali, kalau misalnya dia mencoba untuk mempermainkanku maka Jangan harap aku bakalan tinggal diam dan membiarkan dia bernafas dengan begitu baik! "Bima bukannya menyadari kesalahan yang dilakukan mencoba untuk menjadi pribadi yang lebih baik tetapi malah memutar balikan fakta di sini bahwa istrinya lah yang bersalah.

__ADS_1


pria yang berjalan tanpa tujuan itu memilih kembali ke rumah dan Sesampainya di sana ya Otomatis Sofia tetap saja tidak ada, soalnya wanita itu Tengah menikmati hidupnya yang selama ini disia-siakan yaitu memilih untuk berlibur bersama dengan mertua dari putrinya kemudian putrinya sendiri lalu sedikit lagi Bakalan kedatangan menantunya pokoknya intinya dirinya berlibur tanpa melibatkan sosok pria yang disebut dengan suami .


Bima yang sampai di sana merasa emosi ketika melihat yang menyambutnya adalah asisten rumah tangga yang sudah tua, padahal harapannya adalah saat membuka pintu adalah Sofia seperti biasanya dan wanita itu akan menyambutnya dengan senyuman meskipun terkadang dirinya tidak pernah menggubrisnya sama sekali.

__ADS_1


" apa Ibu sudah pulang ? kalau sudah pulang bilang dia untuk pergi ke ruang kerjaku sekarang karena aku ingin berbicara dengannya Sekarang juga tidak menunggu nanti, awas ya kalau sampai pesanku ini kamu tidak sampaikan kepada dia dan aku bakalan benar-benar marah besar." Bima benar-benar mengancam wanita tua itu yang dari tadi tidak membantah dan hanya menundukkan kepalanya saja soalnya selama ini sudah menjadi makanan sehari-harinya ketika bertemu dengan majikan yang super duper menyebalkan dan hobinya hanya berbicara kasar seharian tanpa memikirkan perasaan orang lain.


bima menatap wanita yang ada di hadapannya ini dengan Tatapan yang sulit diartikan karena sudah berani-berani yang mengatakan sesuatu yang hanya membuat dirinya merasa emosi, seharusnya mengucapkan kata-kata yang masuk akal dan dengan begitu kan perasaannya bakalan sedikit lebih tenang karena yakin bahwa Sofia sebenarnya tidak pergi ke manapun dan hanya keluar sebentar saja pasti juga bakalan balik lagi.

__ADS_1


" jadi kamu ceritanya mengatakan kalau wanita itu tidak akan pernah pulang sama sekali dan sekarang kamu malah menyuruh saya untuk menghubungi dia, pertanyaannya gunanya telepon rumah itu untuk apa kalau bukan kamu yang menghubunginya malah menurut saya seperti tadi? " Bima tidak pernah mengakui kesalahannya dan juga tidak pernah maksudnya menyibukkan dirinya tentang keluarganya padahal seharusnya pria itu sadar Jika ia merupakan kepala keluarga yang harusnya buat bertanggung jawab dengan apapun yang terjadi di dalam rumah itu.


wanita paruh baya itu berada dalam posisi yang serba salah ketika mengatakan sesuatu yang masuk akal Tetapi malah menganggapnya iklannya sebuah kebohongan saja, jika sudah seperti begini mah lebih baik dirinya mengalah saja soalnya kebiasaan orang kaya itu selalu seperti itu maunya hanya dihormati tetapi balik menghormati orang lain itu tidak ada niatan sama sekali untuk melakukannya dan percaya itu sebuah sifat yang sangat tidak disukai oleh siapapun meskipun uangnya begitu melimpah ruah.

__ADS_1


__ADS_2