Berlian Yang Terbuang

Berlian Yang Terbuang
Positif


__ADS_3

" Selamat ya, akhirnya sebentar lagi mama bakalan punya cucu nih! usahakan kerjanya juga jangan berat-berat soalnya kan baru pertama biasanya sangat rentan, sebelum Mama ngomong pasti kamu juga bakalan paham kan dengan maksud tujuan ini jadi lebih baik tolong didengar jangan terlalu banyak ngebantah, " jelas Sofia sambil tersenyum karena dirinya tentu saja merasa bahagia dengan berita yang didengar sekaligus yang sudah diberikan untuk anak-anaknya itu.


Berlian tersenyum bahagia karena feelingnya beberapa hari ini memang tidak meleset hanya saja dirinya ingin memastikan secara langsung, namun satu yang membuat dirinya bingung dengan raut wajah sang suami yang terlihat seperti orang linglung dan tidak tahu harus bersikap bagaimana.


Devano bahkan tidak ada ekspresi sama sekali yang ditunjukkan entah senang kemudian entah mengerti atau tidak Tapi satu yang pasti dirinya bingung dengan semua yang ada, karena sumpah ini Itu adalah sebuah berita yang tidak pernah terduga sebelumnya dan juga tidak pernah terpikirkan oleh hemat jika bakalan terjadi secepat ini dan tentunya dirinya tidak pernah memprediksi dari awal.

__ADS_1


pria itu bahkan tidak memberikan respon yang cukup berarti ya maksudnya sedikit mengekspresikan perasaan dalam dirinya entah bahagia atau tidak pun sia-sia setidaknya ditunjukkan bukan Malah seperti begitu, karena nantinya hanya akan membuat istrinya itu salah paham dan hasil akhir akan berpikir yang tidak-tidak.


Sofia hanya menggelengkan kepala ketika melihat respon dan diberikan oleh anaknya itu, karena menurutnya sebenarnya itu tidak masalah juga sih selalu respon itu tidak terlalu berlebihan atau mungkin sangat mengecewakan Ya tentu saja itu sangat tidak senang untuk dipandang.


" Biarkan saja dia seperti itu nanti kalau dia merasa tidak nyaman barulah kamu berbicara secara perlahan kepadanya kalau untuk sekarang Jangan terlalu diambil pusing karena nantinya kamu juga bakalan terbuka nih Padahal dianya hanya karena respon kaget makanya kelihatannya seperti itu, " jelas Sofia kepada putrinya itu maksudnya biar jangan terlalu berlebihan lah dalam bersikap.

__ADS_1


" Aku sebenarnya biasa saja Dari tadi Tetapi kalau misalnya dia merespon seperti ini ya jangan salahkan aku juga bakalan salah paham , Lagian masa iya mereka yang sudah terkenal dengan mengalami hal-hal yang tidak terbuka dalam hidupnya tidak siap menerima berita mendadak seperti begini? Memangnya susah sekali untuk mengakui hal itu kemudian langsung menerimanya secara spontanitas, mungkin dengan begitu bakalan lebih nyambung lagi tidak hanya berdiri pada satu pihak? " tanya wanita itu yang terlihat sepertinya tidak ingin lagi beriuforia bahagia karena sama saja tentu saja kebahagiaan itu rasanya hanya dirinya yang menjalaninya sedangkan orang-orang di sekitarnya tidak ada niatan untuk melakukan hal itu.


Plakk


Sofia yang sudah tidak tahan lagi dengan sikap menantunya yang mau tidak mau menampar pelan bahu pria itu akan segera sadar, Habisnya kalau terus-menerus dibiarkan begitu saja rasa-rasanya hanya akan menguji kesabarannya.

__ADS_1


" Woi sadar! kenapa kamu malah kayak orang bengong seperti itu, masa iya kabar gembira kayak begini kamu responnya seperti orang yang terkena kelainan begitu? lain kali jangan seperti itu lagi karena kamu itu hanya akan membuat orang lain merasa tersinggung dengan sikap kamu tanpa, untung juga Mamah kamu tidak ada di sini Coba kalau misalnya dia ada ya tapi dia sudah tersinggung dan juga tidak terima dengan Respon yang kamu berikan seperti ini." omel Sofia yang tidak suka dengan sikap menantu yaitu Habisnya kalau misalnya dirinya diam saja terus yang ada nanti pria itu bakalan terus menjadi serta tidak menyadari kesalahan fatal yang sudah dilakukan olehnya.


__ADS_2