Berlian Yang Terbuang

Berlian Yang Terbuang
Bertemu Sofia


__ADS_3

Bima mau tidak mau harus menunggu istrinya itu karena baru bagaimanapun Sofia kan masih berstatus sebagai istrinya maka dari itu Apapun yang terjadi dirinya tetap harus bisa berbicara dengan wanita itu, karena jika tidak maka bisa seperti saat ini dirinya sudah seperti orang bingung yang tidak bisa melakukan apapun.


Bima kali ini sangat berbeda sikapnya seolah-olah memang benar berniat untuk berubah dan juga berniat untuk mempertahankan Sofia sebagai istrinya, maka dari itu kali ini pria itu jelas-jelas bersikap seperti bukan dirinya yang selama ini seperti itu yang selalu saja mengacuhkan wanita itu dan juga tidak peduli dengan keadaannya.


Sofia adalah istrinya dan mereka sudah menikah selama puluhan tahun maka dari itu dirinya tentu saja harus berusaha bagaimana caranya agar hubungan mereka itu baik-baik saja, meskipun nantinya harga dirinya sedikit dijatuhkan Tidak masalah karena biar bagaimanapun dirinya tidak mungkin harus bercerai Dalam usia yang sudah seperti ini.


semua orang itu tentu saja pernah melakukan kesalahan entah kesalahan itu biasa saja atau kesalahan yang sangat fatal, namun balik lagi sebagai sesama manusia Ya tentu saja kita diwajibkan untuk saling memaafkan satu sama lain meskipun nantinya ada rasa dendam ada rasa tidak puas yaitu perkaranya nanti bukan sekarang ataupun lagi.


" kalau memang mau menunggu di sini ya sudah tunggu saja kebetulan itu ada ruang tunggu untuk para tamu jika orang yang mereka maksud sedang tidak ada di tempat, dan minta maaf jika saya tidak bisa membantu masalah anda karena Biar bagaimanapun kami hanya sebatas memastikan keamanan selebihnya tidak ada sama sekali, " saran dari satpam tersebut karena dirinya tidak mungkin harus menyalahgunakan aturan yang ada hanya karena merasa kasihan kepada seseorang.


Bima hanya menganggukan kepala padahal sebenarnya dirinya bisa menunggu di mobil Untuk sementara karena pastinya jika Sofia muncul Ya tentu saja wanita itu pasti sampai di parkiran terlebih dahulu, namun dirinya ingin memastikan secara langsung kalau sebenarnya istrinya itu sudah datang maka dari itu dirinya harus menunggu tepat di depan sini biar kalau mereka masuk langsung dirinya bisa melihat.

__ADS_1


sofia sudah menyusul anaknya dan juga menantunya ke kediaman besannya karena dirinya juga ingin sekali mengobrol dekat dengan Maria sebab biar bagaimanapun wanita itu selama ini sudah berjasa, dan bersyukur Sesampainya di sana mereka menerimanya dengan begitu baik tidak ada lagi pembahasan yang begitu berarti tentang rumah tangganya dengan Bima.


ketika berada di sekitar orang-orang yang selama ini selalu mendukung dirinya tentu saja Sofia merasa nyaman, sebab Biar bagaimanapun dirinya tidak butuh dukungan materi cukup hanya pura-pura tidak tahu tentang keadaannya saja itu kayaknya lebih dari cukup.


Abraham yang baru saja kembali bersama dengan Devano tersenyum ketika melihat ada Sofia di situ dan wanita itu juga bersikap seolah-olah tidak terjadi apapun, ini sangat disayangkan oleh pria tersebut karena Bima bisa-bisanya menyia-nyiakan wanita yang selama ini sudah mendampinginya baik susah maupun senang pokoknya dalam keadaan apapun Sofia tidak pernah ada niatan untuk meninggalkan Bima padahal sebenarnya sikap Bima itu sudah sangat keterlaluan.


" Kamu apa kabar? kayaknya semakin ke sini kamu semakin menunjukkan jika Sebenarnya kamu bukanlah seseorang yang pantas diperlakukan buruk oleh siapapun, jadi kalau bisa terus saja bersikap seperti itu bukan karena ingin sombong dan juga bukan karena ingin menunjukkan Jika kamu itu bisa melainkan memang semua orang harus seperti begitu. "Abraham tentu saja akan mendukung apapun yang dilakukan oleh Sofia apalagi yang menyakiti wanita itu adalah orang yang paling dikenal dekat.


" kalian Tenang saja karena aku bukanlah wanita lemah yang kayak kemarin-kemarin mau saja disakiti mau saja diperlakukan dengan tidak baik, hidup itu sudah ribet jadi selagi masih diberi umur lebih baik dinikmati sajalah! "jelas Sofia Sambil tertawa.


"Kamu tahu tidak Mas kalau sekarang Sofia itu sudah kerja lagi lho di rumah sakit tempat di mana berlian kerja dulu! pokoknya intinya doa yang terbaik deh buat dia Semoga menjadi wanita yang kuat menjadi wanita yang mandiri kemudian menjadi wanita yang bisa menjadi Panglima untuk dirinya sendiri, biar nantinya pria di luaran sana yang selalu menyakiti kaum wanita bakalan berpikir dua kali. " Meria ingin sekali tertawa ketika maksudnya berbicara seperti ini soalnya dirinya benar-benar merasa gemas dengan sikap Bima yang tidak pernah menghargai apa yang sudah dimiliki eh malah mencari yang lain.

__ADS_1


" ya memang harus seperti itu kita sebagai kaum wanita tidak boleh terlalu terpuruk ketika para suami tidak pernah menghargai, dan juga para suami kalau bisa ketika sudah tidak menginginkan istrinya diceraikan saja saat itu juga jangan disiksa bertahun-tahun karena rasanya sangat menyakitkan! " jelas berlian karena Biar bagaimanapun dirinya tidak ingin salah paham tidak ingin kamu wanita disakiti dan juga tidak ingin jika suaminya nanti bakalan bersikap sama seperti Papanya.


Devano menatap heran ke arah istrinya yang seperti tengah menyindirnya saat ini, padahal dirinya selama ini kan bersikap baik biasa saja tidak terlalu mempermasalahkan segala sesuatunya.


" Kenapa jadi aku yang kamu Sindir? Wah kalau seperti begini artinya kamu berharap agar aku sebagai suami jangan cerewet jangan marah-marah begitu kalau misalnya kamu salah, Ya kalau kayak begitu Kamu juga jangan membuat aku emosi dong supaya Maksudnya aku juga bakalan berpikir dua kali jika bakalan memperlakukan kamu dengan begitu buruk, " ujar Devano membuat semua orang di situ tertawa karena Entah mengapa perkataan berlian yang terdengar biasa saja namun pria itu malah mempermasalahkan segala sesuatunya sedangkan berlian memilih untuk malas tahu dan juga tidak peduli.


Sofia yang merasa tubuhnya benar-benar sudah lengket dan membutuhkan yang namanya mandi memilih untuk pulang lebih dulu, sebab dirinya tadi sengaja dari rumah sakit langsung singgah ke sini Jadi untuk sekarang sepertinya sudah waktunya untuk pulang.


" aku permisi dulu ya soalnya sudah sore dari tadi juga belum mandi ini badan terasa lengket semua, nanti kapan-kapan ada waktu aku bakalan datang lagi soalnya malas juga sih melakukan sesuatu sendirian, " pamit Sofia lalu segera pergi dari situ sampai-sampai dirinya tidak sadar jika Bima Tengah menunggunya dengan penuh kepastian.


Sesampainya di apartemen dirinya benar-benar dibuat batas kesabarannya habis ketika bertemu dengan orang yang sangat ingin dihindarinya selama ini, dan lebih parahnya lagi orang itu muncul di saat yang tidak tepat di saat dirinya tadi sudah mengajukan gugatan perceraian di antara mereka berdua.

__ADS_1


" aku mau bicara sekarang dengan kamu jadi aku mohon Tolong jangan menghindar, masalah yang kita hadapi ini memang aku tahu rumit Tetapi kalau misalnya kamu menghindar Terus kapan kita bakalan memperbaikinya? "tanya Bima tidak suka saat Sofia pergi meninggalkannya begitu saja dan juga tidak peduli dengan keberadaannya di tempat itu padahal dari tadi dirinya sudah bosan menunggu.


__ADS_2