
" aku pamit mah, ingat pesanku seperti tadi ya Jika ada masalah tetap Hadapi dengan Senyum kalau sudah capek ya sudah lepaskan saja! "ujar Berlian yang kali ini sudah berpamitan dengan Sofia tepat di depan pintu rumahnya membuat wanita itu tidak bisa menahan tangisnya tetapi ia tetap menahannya walaupun dengan susah payah karena tidak baik ketika orang tua mengiringi kepergian anaknya dengan air mata Takutnya nanti jalannya tidak akan berkah dan bakalan terjadi apa-apa nanti.
Berlian mati-matian berjuang agar tidak mengeluarkan air mata ketika melihat mamanya yang memaksakan tetap tersenyum karena permintaannya hari ini, ya meskipun terasa begitu hambar dari senyuman itu namun setidaknya itu adalah kekuatan dirinya untuk tetap bahagia agar Mamanya juga bisa bahagia selalu.
" ingat pesanku tadi ya Jangan menangis Jangan bersedih karena anak mama ini bukan pergi berperang melainkan pergi memulai hidup baru, biasanya orang kalau hidup baru kan menjalani segalanya dari awal dengan hati yang bahagia kan maka dari itu harus ada dukungan dari Mama kan? "tanya Berlian sembari tertawa meskipun ada perasaan tidak ikhlas dan juga tidak rela menjalani semuanya tetapi mau bagaimana lagi ketika orang yang sangat berarti yang menjadi tumpuan hidupnya tidak ingin menatap ke arahnya sama sekali bahkan Bima terkesan tidak ada sedihnya sama sekali ketika melihat anaknya itu bakalan pergi.
Maria juga turut merasakan kesedihan yang seperti dialami oleh Sofia saat ini karena terbukti wanita itu Tengah menangis tersedu-sedu, dirinya tidak bisa bayangkan jika posisi Silvia itu dirinya yang merasakannya dan ia yang mengalaminya melihat anak perempuannya dibawa pergi oleh suaminya entah mereka Masih diberi umur panjang untuk bertemu lagi atau tidak.
" Papa untung juga ya anak kita laki-laki coba kalau anak kita perempuan Ya Tuhan pasti sudah dibawa pergi loh, Ah tapi kalau anakku perempuannya sikapnya seperti Devano sepertinya Mama ikhlas deh soalnya susah diatur! "ujar Maria membuat Abraham hanya tersenyum karena istrinya itu sendiri yang menciptakan keadaan kemudian sendiri juga yang merubahnya.
" ya kalau memang tidak sanggup untuk bicara tidak usah Bagian untuk apa juga terlalu memaksakan keadaan Bukankah seperti begini malah lebih baik, Agar Mama juga udah ada saja deh bahasnya nanti lama-lama emosi sendiri terus nanti papa harus bilang apa coba? tanda ketik dua bisik Abraham menggoda istrinya yang terlihat hari ini begitu mellow mungkin karena perpisahan antara Berlian dan juga mamanya sehingga suasana di rumah itu mendadak menjadi suami dan juga tidak nyaman untuk dilihat sebab sangat membuat hati begitu terasa sakit.
Berlian sudah menarik kopernya menuju ke mobil tidak ada niatan dirinya untuk berpamitan dengan Bima, ya bukan karena ingin menjadi anak kurang ajar tetapi sesungguhnya dari awal Bima memang ingin agar dirinya pergi dari situ Bima ingin membuangnya ke tempat yang entah di mana Dirinya saja tidak tahu sama sekali.
__ADS_1
" kamu tidak ada niatan untuk pamit dengan papa kamu, sekasar dan juga Seburuk apa dia Di mata kamu tetap dialah orang yang selama ini sudah membesarkan kamu dengan pekerja ya Meskipun Apa yang dia lakukan itu tidak pernah kamu sadari sama sekali? "tanya Maria soalnya kasihan juga sih ketika melihat hubungan ayah dan anak itu tidak harmonis.
" Biarkan saja Mah supaya dia rasa kalau sebenarnya kehilangan anak itu adalah sesuatu yang menyiksa, daripada kalau kita dekatin dia terus bersikap baik nanti yang ada di malah ngelunjak dan juga tidak akan pernah mengakui kalau dia pernah melakukan kesalahan dengan mencampakkan keluarganya," tolak Berlian yang tetap pada pendiriannya kalau sampai kapanpun dirinya tidak akan berbicara dengan Bima jika pria itu belum mengurus segala macam kebutuhan mamanya dengan begitu baik dan memperlakukan Sofia layaknya istri yang dicintai bukan hanya dijadikan sebagai barang pelampiasan saja ketika marah atau mengalami kegagalan atas sesuatu.
Bima mengepalkan tangannya menahan emosi ketika melihat anaknya itu memang benar-benar sudah berada di dalam mobil sambil Melambaikan tangan hanya ke arah Sofia saja, dari tadi bahkan terlihat kalau anaknya itu sedikitpun tidak berniat untuk menatap ke arahnya bahkan memberikan senyuman terbaik untuk terakhir kalinya pun tidak dilakukannya sama sekali.
" papa mama kami pamit ya nanti kalau sudah sampai kami bakalan langsung menghubungi di sini biar kalian jangan khawatir, percayakan saja Berlian kepadaku hanya saja sebagai manusia biasa aku tidak bisa berjanji akan membahagiakannya ya mungkin hanya mengingat persahabatan antara kalian Mungkin aku bakalan lebih bersikap lunak! "ujar Devano yang terlihat begitu nyolot membuat Sofia merasa tidak nyaman tetapi Bima merasa biasa saja.
"kami percayakan dia kepada kamu apapun keadaan dan juga apapun yang terjadi di sana, wajar dia menjadi istri yang penurut dan juga jangan kurang ajar karena Papa paling benci hal itu terjadi," Devano merasa besar kepala ketika diberi izin oleh Bima seperti itu namun Sofia dengan cepat membungkam pola pikir dari anak muda Itu sebab menurutnya zaman sekarang sudah canggih dan juga sudah berubah tidak boleh terpuruk pada prinsip masa lalu yaitu perempuan harus selalu di bawah dan perempuan juga harus selalu mengalah karena kata laki-laki itu adalah sebuah perintah yang tegas dan juga tidak boleh dibantah.
" kamu...
" seperti tidak ada yang salah dengan kata-katanya Sofia Tadi hanya kamunya saja yang terlalu sensitif jadinya tidak memahaminya dengan baik, Biarkan saja seorang ibu mengeluh tentang keadaan anaknya karena memang Hanya ibu yang merasakan melahirkan dan juga menjaga anaknya saat sakit bukan seperti suami saat anak sakit malah molor begitu tanpa ada perasaan bersalah sedikitpun! "Maria menimpali perkataan Sofia tadi sebelum Bima membantahnya karena menurutnya apa dikatakan Sofia sebenarnya tidak salah
__ADS_1
Devano terlihat memilih untuk bungkam sebab Ia juga bingung harus menjawab apa dari perkataan Sofia tadi, masa iya Dirinya belum puas menyiksa Berlian malah dipulangkan begitu saja ya percuma saja dong mahar yang sudah dikasih akan terlihat begitu sia-sia dan juga tidak berguna.
" Saya juga tidak berminat kok sama anaknya situ Lagian saya punya kriteria yang lebih keren dan juga lebih menawan dibandingkan dokter keras kepala dan juga susah diatur itu, dan satu lagi Pokoknya saya tidak akan memulangkan anak itu dalam waktu dekat Karena saya masih punya urusan yang begitu panjang yang belum diselesaikan dengannya! "tegas Devano namun ketegasannya itu berhenti menjadi Tatapan yang sangat emosi ketika melihat Adrian datang dengan menggunakan kursi roda sambil membawa sebuket bunga yang begitu cantik.
" Maaf Tante apa Bisa saya bertemu dengan Berlian terakhir kalinya, saya janji setelah ini akan membiarkan kami hidup dengan tenang namun Untuk sekarang saya mohon tolong Izinkan saya?" minta Adrian penuh permohonan membuat Maria benar-benar merasa kasihan sampai-sampai dirinya merasa tidak keberatan untuk mengizinkan pria itu bertemu dengan menantunya Padahal jelas-jelas mereka berdua masih punya masa lalu yang belum terselesaikan sampai sekarang.
" Wah kamu sakit sampai harus menggunakan kursi roda segala, itu Berlian sudah ada di mobil tinggal kamu susul saja deh nanti juga dia pasti bakalan senang! "Maria tidak pernah menyimpan dendam kepada Adrian bahkan kini malah terlihat begitu sibuk dengan keadaannya.
setelah Adrian meninggalkan mereka untuk menyusul berlian terlihat Devano begitu gusar dan juga tidak terima, bukan karena merasa cemburu melainkan ia merasa bahwa Adrian itu semakin berani dengan melanggar aturan yang sudah ditetapkan.
"mama Kenapa sih beri izin kepada orang itu untuk bertemu dengan Berlian, yang jelas-jelas mereka berdua itu punya masalah yang belum terselesaikan jadi setidaknya Mama paham dong! "ujar Devano membuat Maria ingin sekali tertawa karena merasa lucu.
" tadi saja kamu tolak mentah-mentah itu anak orang katanya tidak bakalan berminat kepadanya Kenapa sekarang malah Sok jual mahal, tetapi kenapa sekarang malah kepo dengan urusannya lebih baik kamu diam tenang dan jangan jadi pengganggu biarkan mereka menyelesaikan masalah mereka sendiri tanpa harus ada ikut campur dengan siapapun! "sini Maria karena menurutnya setiap orang itu bakalan merasa kehilangan ketika mainannya itu sudah pergi meninggalkannya tanpa pamit tanpa ada niatan untuk kembali lagi.
__ADS_1
Devano benar-benar frustasi karena merasa kalah dari Adrian sebab Lagi Dan Lagi semua orang sepertinya mendukung hubungan antara pria itu dengan istrinya, ya jelas saja dirinya tidak Terimalah ini sama saja sudah menyalahi harkat dan martabat sebagai seorang istri yang harus tunduk dan juga patuh kepada perintah yang diberikan oleh suaminya Meskipun tidak masuk akal sekalipun.
" Hai Berlian, Ceritanya mau pergi ini sekarang melupakan aku dan juga ingin meninggalkan aku sendirian? ya sudah tidak apa-apa karena nanti aku sementara berusaha agar bisa menyusul kamu ke sana, soalnya aku sudah searching ternyata tempat di sana itu sangat eksotis belum lagi dengan sumber makanan yang begitu unik dan juga orang-orangnya yang begitu beda dengan yang lain! "ujar Adrian antusias membuat Berlian menitikan air mata karena disaat terakhir Begini masih ada pria itu yang datang dan mengatakan kata-kata kekuatan untuknya.