
Pagi ini Devano bangun dengan perasaannya yang tidak nyaman karena perutnya itu seperti diaduk seolah-olah ingin mengeluarkan sesuatu, Padahal selama ini apapun yang dimakannya sebelum tidur baik itu yang mengandung gas berlebihan atau pedas yang berlebihan sepertinya tidak ada masalah sama sekali.
Maka dari itu pria tersebut buru-buru pergi ke kamar mandi untuk menuntaskan perasaan yang tidak nyaman yang dari tadi begitu menyiksanya, karena Bayangkan saja di pagi seperti ini yang lambung dalam keadaan kosong ketika dipaksa mengeluarkan segala sesuatu di dalamnya tentu saja akan merasa begitu tersiksa.
Berlian yang kebetulan terganggu dengan suara muntahan orang yang ada di dalam kamar mandi langsung Segera memilih masuk ke dalam karena dirinya yakin orang yang ada di dalam itu adalah suaminya, sebab terbukti saat ini Devano tidak berada di sampingnya seperti biasanya saat dirinya bangun pagi-pagi seperti begini.
Saat sampai di dalam kamar mandi terlihat suaminya itu sedang duduk di atas kloset dalam keadaan yang tidak baik-baik saja, kalau sudah seperti begini sebagai seorang istri sekaligus dokter tentu saja dirinya merasa ada yang aneh.
" kamu kenapa, kok bisa muntah-muntah seperti itu? memangnya semalam Apa sih yang kamu makan, atau kamu kalap memakan sayur asem bikinan mama? " tanya berlian memastikan lebih dahulu.
Devano menggelengkan kepalanya sebab kalau misalnya dirinya kalap memakan hal itu tentu saja sudah dirasakannya dari semalam sebelum tidur, bukan pagi-pagi seperti ini dan kalaupun ada makanannya tentu saja saat tadi dirinya muntah ya yang keluar makanan tetapi ini kosong seolah-olah tidak ada satupun yang dirinya berhasil telan.
" kamu tahu sendiri kan Kalau keadaanku tadi malam itu baik-baik saja, Jadi kalau misalnya sekarang kamu tanya kenapa aku merasa tidak nyaman tapi aku juga bingung sendiri? Lagian selama ini aku tidak pernah mengalami hal seperti ini, sumpah rasanya begitu menyiksa membuatku ingin benar-benar mengeluarkan semua isi di dalamnya, " jelas Devano dengan wajahnya yang terlihat begitu pasrah soalnya Percayalah kalau dirinya itu adalah seseorang yang paling anti dengan yang namanya rasa sakit dan juga paling anti ketika salah satu bagian tubuhnya ada hal yang membuatnya merasa tidak nyaman.
Berlian hanya bisa menggelengkan kepalanya ketika mendengar penjelasan yang diberikan oleh suaminya itu, karena memang sih semua orang dalam keadaan baik-baik saja dan kenapa suaminya yang memiliki postur badan yang begitu segar dan bugar malah tepar seperti ini kan merupakan hal-hal yang pantas untuk dicurigai dan jangan sampai mengarah kepada sesuatu yang bersumber dari kehamilannya saat ini.
__ADS_1
" Ya sudah kalau begitu kembali ke kamar yuk kalau misalnya sudah merasa nyaman nanti aku siapkan air hangat deh, Kalau bisa hari ini tidak usah pergi ke kantor saja soalnya di sana kan juga lagi free tidak ada kegiatan sama sekali kan? " saran Berlian daripada nantinya saat suaminya itu memaksakan pergi eh malah mengalami hal-hal yang tidak menyenangkan di sana.
Devano menggelengkan kepalanya karena Biar bagaimanapun dirinya harus tetap pergi bekerja saat ini, memang terlihat dari luar itu tidak ada kegiatan sama sekali tetapi untuk seorang kapten seperti dirinya Ya jelas saja ada laporan yang harus segera diselesaikan Untuk nantinya menjadi bahan tinjauan yang di atas.
" mungkin ini masih pagi jadi rasanya tidak nyaman tapi pasti sedikit lagi Bakalan enakan dan aku bisa pergi kembali bekerja, karena kemarin dulu Sudah izin Dan kalau misalnya hari ini ulang lagi kan rasanya tidak enak dengan yang lain," Jelaskan Devano meskipun kalau misalnya dirinya izin karena alasan sakit tentu saja merupakan hal yang lumrah namun balik lagi dirinya tetap tidak ingin melanggar pada ketentuan yang sudah diatur dan juga sepertinya tubuhnya juga tidak mengalami sakit yang begitu parah.
Berlian hanya bisa mengganggukan kepala ketika mendengar perkataan suaminya yang begitu keras kepala untuk tetap pergi bekerja, soalnya dirinya hanya bisa memberikan saran tapi pribadi itu yang merasakannya dan kalau misalnya dirinya merasa nyaman kita orang lain Kenapa harus malah mempersulit?
Maria dan juga suaminya Abraham hari ini memilih untuk menginap sampai batas waktu yang tidak ditentukan, maka dari itu ketika menantu mereka keluar kamar tanpa pasangan baru baya itu Tengah duduk santai di ruang keluarga dengan kondisi meja makan yang sudah ada begitu banyak sarapan dengan alasan menantu mereka itu perlu makan yang bergizi biar nantinya perkembangan janin dalam kandungannya itu dalam keadaan yang baik-baik saja tidak kekurangan apapun.
" Pagi Nak, Kamu sudah bangun? Apakah ada sesuatu yang kamu inginkan maksudnya biar mama siapkan sekalian begitu, Ingat jangan terlalu banyak bergerak karena di usia seperti itu masih Rentan! Oke tidak masalah jika kamu seorang dokter dan tentu saja paham dengan masalah ini, hanya saja Mama sebagai orang yang pernah melaluinya hanya bisa memberikan saran mungkin jangan sampai kamu lupa, " jelas Maria yang Tentu saja tidak ingin membuat menantunya itu menjadi tidak nyaman atau mungkin salah paham dengan perkataan yang dilontarkannya tadi yang bersifat seperti Tengah meremehkan teori dan juga praktek yang selama ini sudah didapatkan oleh menantunya itu di luar sana saat bersekolah.
" aku sih baik-baik saja mah, tapi yang perlu dikasihani itu mas Devano soalnya dia tadi bangun tidur langsung muntah-muntah kayak orang yang masuk angin gitu."Berlian tidak bisa melupakan kejadian baru terlewat beberapa menit yang lalu.
Maria tertawa saat mendengar apa yang dikatakan oleh menantunya itu sambil menetap ke arah suaminya, sedangkan suaminya itu malah menggelengkan kepalanya sambil senyum-senyum sendiri membuat menantu mereka jelas saja merasa aneh.
__ADS_1
Berlian jelas aja merasa aneh karena Devano sedang dalam keadaan tidak baik-baik saja tetapi orang tuanya malah bersikap seolah-olah itu merupakan hal yang wajar, Oke tidak masalah jika nantinya apa yang dialami oleh pria itu bisa diobati tetapi setidaknya sebagai orang tua mereka menunjukkan rasa cemas walau hanya sedikit saja.
melihat wajah menantu mereka itu seperti orang yang kebingungan membuat Maria memilih untuk menarik tangan berlian agar ikut Duduk dengannya, karena mungkin masuk akal juga sih ketika wanita itu melihat Respon yang diberikan dirinya dan juga suaminya yang benar-benar sangat di luar Batas kewajaran dari seorang manusia.
" sekarang pertanyaannya kamu selama hamil pernah merasa muntah tidak, atau menginginkan sesuatu tetapi sampai sekarang belum didapatkan? " tanya Maria memastikan.
Berlian menggelengkan kepalanya karena memang jangankan merasa muntah ataupun nafsu makannya berkurang yang ada mah yang merasa seolah-olah tidak sedang hamil, perasaannya biasa saja seperti kemarin-kemarin kemudian nafsu makannya juga normal tidak menginginkan sesuatu secara berlebihan atau merasa mual akan bau sesuatu yang sangat menyengat.
" nah tuh kamu paham dong kenapa sampai kamu tidak merasakannya Tetapi malah Devano yang mengalaminya, kamu lihat sebentar lagi pasti dia bakalan muncul ke sini kamu dan meminta sesuatu yang sangat nyeleneh karena memang kebiasaan keluarga mereka dari dulu seperti itu soalnya papanya juga mengalami hal yang sama. "Berlian langsung meringis saat mendengar penjelasan yang diberikan oleh mertuanya dan dirinya paham apa itu kehamilan simpatik maka dari itu tentu saja dirinya tidak bisa membayangkan selama beberapa bulan suaminya itu bakalan memberikan respon yang tidak jelas dan mood-nya akan berubah-ubah.
" mama, bisa tolong bikinkan aku rujak yang ambil buah jeruk nipis yang ada di dalam kulkas itu loh soalnya aku ingin memakannya ," pinta Devano dengan tatapan memelasnya membuat semua orang di ruangan itu membuka mata lebar-lebar karena memang ini sangat aneh.
" kamu dapat peraturan dari mana jeruk nipis dibuat rujak, yang ada itu kamu bakalan sakit perut atau tidak sih? " tanya Berlian penasaran dengan keinginan suaminya Kalau masih dalam batas wajar sih tidak masalah Tetapi kalau sudah menyangkut hal-hal yang di luar Nalar Ya tentu saja dirinya sedikit merasa cemas.
Devano menggelengkan kepalanya karena menurutnya Hanya itu yang ada dalam pikirannya saat ini dan mau itu masuk dalam hal yang di luar Nalar atau tidak sekalipun pokoknya dirinya tidak pernah memikirkan hal itu, yang penting intinya keinginannya yang sudah tidak bisa ditahan lagi itu harus bisa dipenuhi saat ini juga.
__ADS_1
" Kalian itu tega tahu tidak? Masa iya aku hanya meminta itu kemudian bahannya juga ada di kulkas kok kalian bikin sengsara sekali, kalau memang kalian tidak ingin membuatkan Ya sudah aku bakalan membuatkan sendiri untuk diriku. " Devano sudah memasang wajah cemburunya membuat semua orang di sana hanya bisa menepuk jidat mereka secara perlahan soalnya sumpah Baru kali ini raja singa takluk dan akhirnya menunjukkan kalau Devano itu hanyalah seorang manusia biasa.
" nah tuh kan Mama bilang tadi juga apa ? Kalau nantinya Kamu setiap hari bakalan dihadapkan dengan permintaan suami kamu yang tidak jelas, tapi malah lebih bagus juga sih Biar mereka sadar kalau hal yang di awal terlalu jual mahal hasil akhir bakalan bucinnya minta ampun, "ujar Maria santai dan merasa bahwa keinginan aneh putranya itu masih masuk dalam batas wajar.