
Cassandra jelas saja tidak terima dengan apa yang dikatakan oleh pamannya barusan yang menyiratkan kalau dirinya saat ini tengah berbohong dan ingin mencari pembenaran dari pria itu, padahal seharusnya sebagai anggota keluarga mereka saling bahu-membahu membantu satu dan yang lain agar bisa Maksudnya membuat keluarga mereka bisa dikenal oleh semua orang disegani oleh siapa saja dan intinya menjadi suatu pribadi yang benar-benar disegani.
" Jadi ceritanya Paman tidak mau membantuku untuk membuat kedua orang yang sudah menjatuhkan Harga Diriku itu pindah dari sini atau mungkin keluar, karena kalau seperti itu pertanda bahwa Paman ingin melihat mereka benar-benar menjatuhkan Harga Diriku? "tanya Casandra yang pura-pura begitu Terpukul dengan apa yang dilakukan oleh Bambang.
Bambang terlihat menghela nafasnya kasar ketika mendengar pertanyaan yang dilontarkan oleh sepupunya itu, padahal sebenarnya Gadis itu harus sadar kalau selama ini tempat kerja di rumah sakit ini itu paling diincar oleh banyak orang jadi kalau misalnya dia melakukan kesalahan fatal sedikit saja yaitu akan merugikan diri sendiri.
" Jadi ceritanya kamu tetap ada pendirian untuk membuat orang-orang itu menjadi kapok dan nantinya kita akan melawan semua tenaga medis di tempat ini, karena kamu bergabung di sini itu baru 3 bulan dan masa iya karena mereka bermasalah dengan kamu tanpa kita tahu kebenarannya malah langsung memecat begitu saja? jika sampai masalah ini mereka sampaikan ke dewan direksi rumah sakit yang ada pekerjaan Paman juga bakalan menjadi taruhannya, terus nanti para sepupu kamu yang sedang mengenyam pendidikan di luar negeri itu mau dibayar pakai apa kalau misalnya pamanmu ingin menjadi pengangguran? " tanya Bambang yang tidak habis pikir dengan pola pikiran anak zaman sekarang yang lebih memilih egois dibandingkan memakai logika yang benar dan juga lebih parahnya lagi terkadang merasa bahwa apa yang mereka lakukan itu benar dari orang lain yang salah padahal itu sebenarnya tidak bisa dibenarkan sikap yang seperti itu.
Cassandra hanya memilih untuk diam karena kalau misalnya Pamannya sudah berbicara seperti itu ya dirinya tidak bisa berbuat banyak lagi, karena nanti yang ada Bambang pasti bakalan tidak terima dan juga mungkin merasa kalau keponakan itu tidak pernah menghargai dirinya yang jelas-jelas sudah bersusah payah memasukkannya untuk bekerja di tempat itu.
Wanita itu sangat membenci yang namanya Berlian maka dari itu ia mencoba menyebar kebenciannya itu kepada siapa saja agar maksudnya mereka mendukung dirinya biar dokter muda itu pergi, karena kebetulan cuti selama sebulan itu kan waktu yang lama jadi tidak ada yang salah dong kalau yang menggunakan kesempatan itu dengan begitu baik?
" Jadi ceritanya Paman memang benar-benar tidak ada niatan untuk membantuku dan juga tidak ada niatan untuk mengembalikan harga diriku yang sudah diinjak-injak oleh mereka, Ya sudah tidak masalah tetapi aku hanya ingin mengingatkan saja Kalau nantinya jangan menyesal juga aku bakalan melakukan sesuatu hal yang lebih nekat lagi karena merasa tidak terima jika mereka memperlakukanku seperti tadi! "ujar Cassandra yang meskipun egois tetapi dirinya hanya ingin agar orang-orang yang membuatnya merasa emosi segera pergi dari hadapannya tidak usah Muncul lagi dan mungkin lebih parahnya lagi bekerja di tempat lain lah.
Bambang kebingungan harus mengatakan apa lagi agar keponakannya itu paham kalau sebenarnya masalah dunia ini tidak semudah yang dipikirkan, yang satu kali ngomong semuanya langsung beres karena memang tidak bisa seperti itu yang ada mereka harus berpikir dengan benar melakukan sesuatu dengan begitu baik lalu kemudian mengambil langkah yang tepat dalam hidup itu harus seperti apa.
" nanti kita lihat saja kalau memang hal ini terjadi berulang kali maka paman yang akan membantu kamu membuat mereka semua menjadi bungkam dan tidak akan pernah berani lagi, ingat kamu merupakan dokter yang masih baru bekerja di sini jadi harus bisa menyesuaikan dengan yang lain! "jelas Bambang membuat Casandra memilih untuk segera pergi dari ruangan itu karena daripada hanya akan membuat dirinya merasa darah tingginya kumat saat itu juga.
__ADS_1
Lila yang kebetulan ada keperluan untuk bertemu dengan Bambang soalnya tadi dari bagian informasi mengatakan ada masalah yang harus diketahui oleh pemimpin di tempat itu, maka dari itu dirinya disuruh para perawat yang lain untuk segera ke ruangan pemimpin tersebut Namun sialnya dirinya malah bertemu dengan Cassandra yang tengah menatap kesal ke arahnya membuat Lila hanya memilih untuk cuek soalnya dirinya tidak pernah menyimpan permusuhan di antara mereka berdua.
" dasar si pendek yang tidak berguna tetapi percaya dirinya minta ampun pokoknya aku tidak bakalan tinggal diam dan akan berusaha agar kamu bisa segera menjauh dari tempat ini, karena kalau sampai kamu masih bertahan di sini maka Jangan sebut namaku Cassandra Setyaningsih! " ujar wanita itu membuat Lila ingin sekali tertawa karena dirinya berusaha agar jika wanita yang ada di hadapannya ini orang tuanya sedikit halu masa iya anaknya nama depannya bule Nama belakangnya mentok.
"Wah Nama kamu adalah Setianingsih, Ih kalau begitu besok aku bakalan berubah deh namaku jadi Setiani saja soalnya kayaknya keren! eh tapi sepertinya tidak juga kenapa tidak aku rubah jadi Jamilah saja kayaknya keren deh soalnya kan aku bisa menambahkan nama Rebecca Jamilah gitu, supaya mungkin kelakuanku bakalan ke barat-baratan yang suka berdandan menor kemudian berpakaian kurang bahan dan bisa dibilang Mungkin kehabisan bahan gitu? "terlihat Lila memang begitu membenci segala macam kelakuan dari Cassandra yang menurutnya hanya mencari masalah dengan orang lain padahal orang lain itu ingin hidupnya lurus bekerja dengan tenang tanpa ada gangguan.
Cassandra membulatkan matanya sempurna ketika mendengar ejekan yang diberikan oleh Lila untuknya barusan, seolah-olah wanita itu memang tidak punya rasa hormat kepadanya atau mungkin dari awal memang tidak suka dengan keberadaannya di tempat ini?
"kamu berani kurang ajar sama saya, Memangnya kamu tidak tahu siapa saya ini? wah Sepertinya saya harus ngomong sama paman Bambang biar segera mengurus kamu atau mungkin langsung menendang kamu keluar dari tempat ini, daripada nantinya suasana di sini tanpa tidak bagus karena kehadiran orang-orang yang tidak berguna dan juga sangat tidak masuk akal seperti kalian! "ujar Casandra begitu percaya diri.
Lila mengerutkan keningnya mendengar apa yang dikatakan oleh wanita itu karena menurutnya sebenarnya permasalahan ini sepele saja, tidak usah meluber ke mana-mana cukup mereka berdua saja menyelesaikan dengan cara mereka sendiri kalau Memang Penakut ya lebih baik mencari masalah dengan orang lain kan logikanya.
Cassandra mengepalkan tangannya karena dirinya benar-benar merasa emosi dengan perkataan yang dilontarkan oleh wanita itu, yang menurutnya sudah sangat terlalu percaya diri karena bisa-bisanya menjatuhkan harga dirinya padahal jelas-jelas Ia merupakan keponakan dari Bambang Setiabudi yang merupakan kakak dari papanya yang bernama Herman Setiabudi.
" ih menyebalkan sekali orang itu kok bisa-bisanya ya dia memperlakukanku seperti ini, Pokoknya aku bakalan mencari celah agar nanti bisa membuat dia kapok dan tidak akan mengulangi kesalahan yang sama! enak sekali dia sudah mempermalukanku dan sekarang malah berkeliaran bebas di tempat ini, Pokoknya siapa saja yang berhubungan dengan yang namanya Berlian aku bakalan tidak akan pernah tinggal diam, "gumam Cassandra yang tidak sadar jika saat ini Adrian Tengah berada di belakangnya dan juga merasa heran kenapa sampai wanita itu begitu membenci kekasihnya yang jelas-jelas selama ini tidak pernah mencari perkara dengan orang lain di dalam kehidupannya.
Adrian akhirnya tahu jika sebenarnya orang yang selama ini menyebarkan gosip adalah wanita yang ada di hadapannya sekarang, pertanyaannya dari dulu sampai sekarang ia tidak pernah bertemu dengan yang namanya Cassandra kenapa sekarang wanita itu begitu membenci Berlian?
__ADS_1
" Sebenarnya ada dendam pribadi apa sampai-sampai kamu begitu membenci berlian yang jelas-jelas selama ini tidak pernah ada niatan untuk menyakiti hati orang lain, Kenapa tiba-tiba muncul lalu mencari perkara seolah-olah kamu merupakan orang yang paling benar paling kuat dan semua orang akan tunduk di bawah telapak kaki kamu? " tanya Adrian heran sebab bisa-bisanya ada wanita seperti Cassandra yang suka sekali mencari masalah dan juga menciptakan masalah.
Cassandra langsung berdiri menegang bahkan kini kedua kakinya terasa begitu lemas sebab Adrian berdiri sangat tidak jauh darinya mungkin kira-kira hanya berjarak 3 kaki begitu, jika sudah seperti begini perasaan jantungnya sepertinya tidak akan pernah bisa diajak kompromi sebab pria yang selama ini incar waktu masih di fakultas dulu Tengah berdiri di hadapannya sambil menatap tajam ke arahnya dan memberikan pembelaan kepada orang yang paling ia benci.
" Adrian, Sejak kapan kamu ada di situ? ah itu mungkin tadi kamu salah dengar, Sekarang kamu mau ke mana Biar Maksudnya kita sekalian barengan gitu? "tanya Cassandra menawarkan dirinya.
Adrian tidak beranjak dari tempatnya itu sama sekali karena menurutnya orang seperti Cassandra itu tidak pantas diperlakukan baik karena sudah datang dan menciptakan masalah, padahal Seharusnya lebih baik bekerja dengan tenang tanpa peduli dengan urusan orang lain yang penting Intinya bisa makan bisa tidur dan juga bisa bernafas itu merupakan sebuah hal yang paling penting.
" kamu yang namanya Cassandra kerja di bagian ortopedi di bawah pengawasannya dokter Berlian kan, saya boleh bertanya apa kamu adalah keponakannya Pak Bambang di sini? "tanya Adrian memastikan dulu karena jika sudah pasti maka ia akan langsung mengatakan hal yang sudah menjadi unek-uneknya beberapa jam ini.
Cassandra begitu antusias ketika Adrian yang tahu semua latar belakangnya seperti ini, Hal itu membuat dirinya merasa bangga tentu saja karena pria yang diidolakan semua kaum hawa Tengah menatap Intens ke arahnya dan kebetulan tidak ada Berlian di situ ya mungkin saja Adrian lebih ingin mengenal dekat.
" Ya ampun Astaga Terima kasih ternyata kamu sudah kenal aku dengan begitu baik padahal aku selama ini merasa bersalah sekali loh sebab tidak mencari tahu keadaan kamu Dan juga mungkin tidak bisa saling berkabar, tapi aku janji setelah ke depannya pasti akan selalu memperhatikan kamu dan juga memberikan semangat agar kamu tambah giat lagi bekerja, " sergah Cassandra antusias sampai-sampai membuat Adrian menatap heran ke arahnya.
" Siapa yang meminta kamu untuk berjanji ? Apakah dari tadi sudah ada penjelasan dari saya kalau misalnya membutuhkan perhatian dari kamu begitu, jangan terlalu percaya diri Merasa bahwa saya tidak punya pekerjaan dan akhirnya menstalking kamu dan juga ingin mencari tahu Apapun yang kamu lakukan? " tanya Adrian yang ingin sekali tertawa karena menurutnya orang-orang seperti itu pantasnya tidak boleh dikasih hati sebab nantinya mereka bakalan meminta lebih dan ketika meminta lebih kita sendiri yang bakalan dirugikan soalnya mereka tidak akan pernah peduli dengan apa yang kita inginkan.
Cassandra kelimpungan dengan jawaban yang diberikan oleh Adrian itu seolah-olah di sini dirinya yang paling berharap mendapatkan perhatian dari pria itu, namun ya balik lagi kapan bisa mendapatkan kesempatan untuk berbicara berdua dengan pria itu jika bukan sekarang selagi tidak ada Berlian di tengah-tengah mereka.
__ADS_1
Ya maksudnya aku kan hanya menawarkan diri siapa tahu mungkin kamu kesepian butuh teman ngobrol ya makanya aku siap untuk itu kalau memang kamu perlu sama sekali, Tetapi kalau misalnya kamu lebih minat sendiri ya sudah tidak masalah aku juga tidak akan pernah memaksakan diri kok karena aku juga hanya ingin kamu merasa nyaman. " Cassandra benar-benar merasa malu ketika sudah berusaha berbicara dengan begitu lembut tetapi tidak dihargai sama sekali oleh pria yang ada di hadapannya ini.
" saya peringatkan kamu sekali lagi jangan pernah mengorek apa yang sudah menjadi hak miliknya berlian kecuali memang hak itu harus diambil darinya ya saya tidak masalah, tetapi kalau misalnya ada orang yang dengan sengaja memprovokasi sesuatu Golongan atau mungkin orang-orang tertentu untuk mengambil haknya maka aku tidak akan pernah tinggal diam dan akan mengejar orang itu sampai ke manapun dia pergi," tegas Adrian yang benar-benar sudah merasa Jengah dengan sikap wanita yang ada di hadapannya ini.