
jangan lupa mampir ya guys untuk menaikkan retensinya Dan tolong banget karena retensinya benar-benar anjlok, maklum karena penulis jarang sekali promosi ke sana kemari karena bingung juga sih cara kasih masuk link seperti apa:
"Mama yakin mau pindah dari sini dan memilih untuk tinggal sendirian di apartemen, malah apartemennya bukan satu bangunan dengan kita lagi dan lebih memilih untuk tinggal di apartemen lain? "tanya berlian ketika mereka sarapan pagi itu dan Sofia menyampaikan keinginannya untuk pindah dengan alasan tidak ingin membuat anak dan juga menantunya itu harus repot karena mengurus dirinya dan juga memberi makan dirinya Padahal mereka juga capek bekerja.
Berlian jelas aja Keberatan ketika mendengar apa yang dikatakan oleh Sofia tadi jika wanita itu memilih untuk tinggal sendiri, sedangkan proses perceraiannya saja belum beres statusnya saja belum ada kejelasan dan tentu saja itu membutuhkan dukungan tenaga dan juga moril kenapa malah memilih untuk mengurus diri sendiri yang pastinya akan membuat Sofia itu benar-benar menguras tenaga kalau masih muda sih tidak masalah tetapi ini mau kepala lima loh.
" Ya mau bagaimana lagi? Mama tidak mungkin karena harus merepotkan Kalian terus, apa nanti yang bakalan dikatakan oleh orang tuanya Devano jika tahu bahwa anaknya itu malah mengurus mertuanya? "jelas Sofia membuat Devano yang tengah sarapan menatap heran ke arah mertuanya itu karena bisa-bisanya mengatakan hal yang sebenarnya selama ini tidak pernah terpikirkan olehnya dan juga kedua orang tuanya.
setahu Devano yang ada itu Maria dan juga Abraham benar-benar bahagia jika dirinya bisa mengurus dan juga menunjukkan baktinya kepada orang tua dari istrinya, apa lagi bisa dibilang jika pernikahannya dengan istrinya sekarang ini bukan karena atas suka sama suka atau bertemu dari mata kemudian turun ke hati pokoknya intinya seperti itu melainkan karena hasil dari Perjodohan orang tua dan karena kedua orang itu sama-sama dewasa memilih untuk menghargai Perjodohan dan juga pernikahan yang sudah terjadi.
" Memangnya ada hal apa dengan kedua orang tuaku, mama? perasaan mereka biasa saja malah mereka tambah senang kalau misalnya di rumah sini ada yang tinggal bersama dengan kami karena itu artinya ada yang bakalan memantau dan juga memberikan arahan jika kami melakukan kesalahan, tapi kalau misalnya Mama tiba-tiba minta pindah yang ada orang tuaku yang bakalan curiga jika aku sudah memperlakukan Mama dengan begitu buruk sampai hasil akhirnya tidak betah dan juga pada akhirnya memilih untuk pindah? " ujar Devano soalnya permintaan Sofia ini begitu tiba-tiba dan selama ini dirinya tidak pernah berpikir ke arah sana juga.
sofia menggelengkan kepala saat mendengar apa yang dikatakan oleh menantunya itu, karena dirinya juga tidak pernah berpikiran ke arah sana yang ingin menyiratkan kepada siapapun jika Devano itu sebenarnya memiliki sikap yang sama tidak baik kepadanya, namun ini adalah murni keputusan yang diambil olehnya karena tidak ingin nantinya permasalahannya dengan Bima itu mengganggu hubungan rumah tangga antara anaknya itu sebab yang dirinya inginkan berlian fokus mengurus suaminya fokus untuk menciptakan generasi baru untuk rumah tangga mereka bukan malah hanya menjalani hubungannya monoton dan mungkin kalau misalnya mereka mau romantisan dalam rumah ya Tidak masalah Tidak ada kecanggungan ketika dirinya juga ada di tempat itu.
Lagian Sofia bukanlah anak kecil yang melakukan sesuatu tanpa dipikirkan lebih dahulu, kira-kira nanti Bagaimana perasaan anaknya ketika dirinya melakukan semua ini kemudian Apa respon yang akan mereka berikan Jika keputusan ini begitu mendadak.
"kalian selama Mama tinggal di sini tidak pernah melakukan yang namanya kesalahan apalagi sampai membuat Mama berniat untuk pergi dari rumah, hanya saja Mama mohon tolong hargai apa yang sudah menjadi keputusan Mama selama ini dan juga tolong hargai jika mama benar-benar sudah memikirkan semuanya secara matang, " jelas Sofia meskipun pada akhirnya keputusan ini begitu tiba-tiba namun balik lagi dirinya hanyalah manusia biasa jelas Sofia meskipun pada akhirnya keputusan ini begitu tiba-tiba namun balik lagi dirinya hanyalah manusia biasa yang tidak ingin melakukan kesalahan terus-menerus dalam hidup.
__ADS_1
Berlian menghembuskan nafasnya kasar karena Percayalah nafsu makannya tiba-tiba menghilang, saat mendengar apa yang dikatakan oleh mamanya ini dan juga saat mendengar keputusan yang seperti ini Tentunya sebagai anak dirinya merasa keberatan.
" Mama Jawab dengan jujur kalau keputusan Mama secara sepihak ini jangan bilang ada campur tangan Papa di dalamnya, Pasti Papa ngomong jika mama tinggal bersama dengan kami itu sudah membuat kami kerepotan makanya Mama memilih untuk menghindar? " tanya berlian to the point sebab dirinya sudah tahu kemarin apa yang terjadi karena kebetulan saat mereka kembali satpam sempat Memberitahukan apa yang dilakukan oleh Sofia dan juga Bima.
Sofia berusaha untuk tetap tenang tidak terintimidasi dengan pertanyaan anaknya dan juga tidak mungkin mengadukan apa yang sudah terjadi, ya Meskipun dirinya yakin jika anaknya itu sudah tahu apa yang sudah terlewatinya dengan Bima kemarin soalnya kan mereka berdua berdebat di depan pos security yang otomatis didengar jelas oleh penjaga di tempat itu.
entah bagaimana ceritanya namun dirinya tidak ingin ini semua bakalan membuat hubungan anak dan juga Papa menjadi renggang karena keberadaannya, sebab dari dulu sampai sekarang tidak ada yang namanya mantan orang tua dan juga mantan anak kalau hubungan yang lain bisa disebut mantan tetapi yang namanya perkalian darah itu akan kental dan juga tidak akan pernah Lekang Oleh Waktu.
" Mama mengambil keputusan ini bukan karena termakan hasutan dan juga omongan orang lain atau mungkin berpikir jika apa yang dikatakan orang lain itu benar, tapi bagaimana ini memang harus sudah dilakukan dari awal dan Tolong kamu pahami kenapa sampai Mama menganggap keputusan seperti ini yang tentunya demi per rumah tangga kalian bukan demi apapun itu! Mama sudah tidak bisa mempertahankan rumah tangga Mama yang sudah hancur dari awal tetapi yang bisa melakukan adalah membuat rumah tangga kalian itu baik-baik saja, bercermin dari orang tua kamu yang tidak sempurna maka Mama menginginkan kesempurnaan dari kalian hanya itu saja tidak lebih yang lain pun tidak! " tegas Sofia membuat pasangan suami istri itu tidak bisa berbuat banyak lagi.
Berlian memilih untuk pasrah saja deh ketika mendengar apa yang dikatakan oleh Mamanya itu yang sepertinya benar-benar sudah mengambil keputusan yang bulat, sebagai anak dirinya hanya bisa mendoakan semoga orang tuanya selalu bahagia selalu sehat sampai kelak nanti bisa melihat cucu-cucu mereka lahir ke dunia.
sofia Akhirnya bisa tersenyum lega dan rencananya besok dirinya bakalan pindah karena kebetulan siang ini dirinya Baru melakukan transaksi jual beli, bersyukur selama ini dirinya punya pemasukan pribadi yang tidak mengharapkan sepeserpun dari Bima makanya ketika dirinya memutuskan membeli satu unit apartemen pun tidak terlalu memikirkan biayanya karena tabungannya lebih dari cukup dan itu juga bisa digunakan untuk masa depannya yang selalu sendirian seperti begini dan juga tidak akan pernah berubah.
devano mengusap bau istrinya itu perlahan karena dirinya tahu jika Sekarang pasti tentunya wanita itu benar-benar merasa kecewa dengan keputusan sepihak yang diambil oleh Sofia, namun balik lagi soalnya itu kan sudah dewasa Ya tentu saja sebelum mengambil keputusan wanita itu pasti sudah berpikir secara matang.
" Kamu jangan sedih , dan lebih baik Kamu dukung saja keputusan yang diambil oleh Mama karena sepertinya memang tidak ada yang salah juga! lagi ya Nanti aku juga rencana mau ketemu sama papa sebentar sore saya pulang dari kerja, karena dengan sikap Papa yang mempermalukan Mama di depan umum itu aku rasa sudah sangat berlebihan, " saran Devano membuat istrinya itu menganggukkan kepala sedangkan Sofia tidak setuju.
wanita itu jelas saja tidak setuju karena menurutnya ini sama saja dengan membuat anak-anaknya harus repot memikirkan urusannya dengan Bima yang tidak ada habisnya, padahal yang diinginkan olehnya hanyalah agar anak-anaknya itu dalam keadaan baik-baik saja tidak terlalu pusing memikirkan keadaan orang tua mereka yang tidak ada kejelasan sama sekali.
__ADS_1
"mama rasa tidak perlu kamu lakukan hal itu karena nanti ya akan membuat emosi kamu menjadi tidak stabil, karena kamu tahu sendiri kan Bagaimana sikap dari Papanya berlian yang hobinya marah-marah tidak jelas itu? lebih baik kalian urusi saja pekerjaan kemudian rumah tangga kalian kalau soal rumah tangga papa dan juga mama ya mungkin ceritanya sudah sampai di sini saja tidak ada kelanjutan lagi, Mama harap juga sebagai seorang anak kalian bisa menghargai keputusan yang diambil oleh orang tua karena dengan begitu orang tua itu akan merasa jika anak-anaknya memang benar-benar menghargai, " ujar Sofia membuat Devano hanya bisa menganggukkan kepala pertanda paham jika wanita itu tidak ingin dirinya dan juga sang istri terlalu ikut campur lebih jauh dalam urusan rumah tangga mereka sebab Bima dan juga Sofia sudah sama-sama dewasa.
setelah selesai kegiatan mereka masing-masing Devano dan juga istrinya pergi ke tempat kerja sedangkan Sofia pergi ke rumah sakit di mana Dirinya bekerja, berharap agar hari yang dilaluinya bakalan baik-baik saja tidak ada peristiwa yang cukup berarti tidak ada peristiwa yang membuat nantinya dirinya pusing lagi.
sesampainya di sana dirinya malah harus bertemu dengan Bima yang tengah berdebat dengan Adrian, terlihat Adrian tidak bisa mengontrol emosi dan juga kata-katanya sampai segala macam sumpah serapah dikeluarkan olehnya mungkin karena terlalu saking emosi dan juga tidak bisa menahannya lagi maka hasil akhir dikeluarkan saat itu juga.
"Apa Anda bilang tadi? gara-gara keberadaan saya di sekitar dokter Sofiah membuat istri anda itu memilih untuk menggugat cerai Anda begitu, padahal harusnya Anda Sadarkan kenapa sampai dia mengambil keputusan seperti itu Dan ini semua Harusnya bukan melibatkan Saya lagi kan?" tanya Adrian yang mengepalkan tangannya menahan emosi karena bisa-bisanya pagi ini dirinya malah dituduh melakukan sesuatu yang tidak pernah dilakukan olehnya.
Bima tetap ngeyel karena menurutnya Adrian yang pasti sudah membujuk Sofia agar mau bercerai dengannya, sebab mungkin pria itu merasa tidak terima karena Sarah yang tidak jadi menikah dengan Bima maka otomatis Sofia juga tidak boleh bertahan dengan pria itu.
"kamu pasti iri kan karena mama kamu itu tidak jadi menikah dengan saya makanya kamu tidak ingin rumah tangga Aku Dengan istriku sekarang harus bertahan, Pastinya kamu ingat kamu berdua bercerai dan juga bubar maka dengan begitu adil bagi Mama kamu itu? kenapa kamu tidak sadar diri jika mama kamu itu memang benar-benar tidak pantas untuk dipertahankan, jangan mengucapkan hal-hal yang membuat Sofia berpikir untuk menceraikanku karena aku yakin kita sebenarnya dia itu tidak ada niatan untuk melakukan hal itu jika bukan karena ada masukan dari orang lain? "tegas Bima membuat Adrian memutar bola matanya malas.
adrian merasa bahwa Bima ini adalah orang yang paling terburuk di dunia, bukan yang mengakui kesalahannya bukannya berniat untuk berubah malah datang kemudian menuduhnya dengan penuh ketegasan dan juga kata-kata yang membuat pria itu jadi tersinggung.
" Apa untungnya Mama saya menikah dengan pria yang tidak tahu menghargai apa artinya pernikahan? menikah sudah puluhan tahun saja Anda masih sempat-sempat menyakiti wanita yang sudah begitu sabar menghadapi Anda selama ini, apalagi hubungan dengan orang lain yang berdasarkan karena khilaf? "tanya Adrian penasaran membuat Bima menatap tidak suka para pemuda yang ada di hadapannya ini karena bisa-bisanya dari tadi hanya membantah semua ucapannya.
sofia merasa batas kesabarannya sudah habis melihat Sikap yang ditunjukkan oleh Bima yang datang kemudian mencari masalah dengan orang lain yang tidak tahu apapun, padahal seharusnya pria itu merasa malu sebab kalau dengan begini otomatis semua orang bakalan tahu jika ada hubungan apa-apa antara dirinya dan juga Sarah yang merupakan Mama dari Adrian.
"sudah saya tekankan selama ini kepada Anda tuan Bima, Kalau saya tidak ingin anda mencampuri semua urusan saya dan juga mengganggu kehidupan saya yang sudah tenang, "hardik Sofia kasar karena dirinya benar-benar sudah merasa bahwa Abang batas kesabarannya itu sudah habis setiap hari bertemu dengan orang yang egois seperti Bima ini.
__ADS_1