
pagi ini Bima bangun dengan perasaan malas sebab Bayangkan saja dirinya rasa-rasanya sudah capek untuk melakukan sesuatu, mau melakukan yang ini dan itu pun percuma soalnya tidak ada satupun yang menyenangkan hatinya kemudian tidak ada orang yang bisa dimarahi,
meskipun ada yang mau mengeluh itu Percuma saja karena baginya keluhannya tidak akan pernah didengar, apalagi posisi rumah itu dalam keadaan kosong tidak ada satupun lagi yang bakalan menemaninya maka pertanyaannya kira-kira mau bagaimana hidupnya ke depan jika harus seperti begini kejadiannya.
semua orang itu ingin maksudnya diperhatikan tidak boleh diabaikan tapi balik lagi kira-kira sikapnya selama ini tuh bagaimana kepada orang-orang sekitarnya, sehingga membuat mereka maksudnya betah untuk melakukan semua itu maksudnya betah untuk memperhatikan mereka Dan intinya tidak akan melakukan hal-hal yang sangat tidak diinginkan.
pria itu bingung mau pergi kerja tapi pakaiannya tidak ada yang mengurus kemudian perutnya juga dalam keadaan keroncongan, pokoknya intinya hidup sendiri itu rasanya sangat tidak menyenangkan dan kalau misalnya dirinya tahu hasil akhir seperti begini Ya tentu saja bakalan berpikir dua kali untuk menduakan istrinya.
Akan tetapi karena tanggung jawab dan tidak bisa ditinggalkan membuat dirinya yang mau tidak mau pergi ke kantor dalam keadaan yang sangat tidak menyenangkan dan juga sangat tidak sedap untuk dipandang sebab ekspresinya itu begitu datar dan juga kosong serta tidak tersentuh sedikitpun, semua karyawannya yang ada di situ tidak ada yang berani menyapanya Soalnya takutnya nanti keadaan mood pria itu yang sedang tidak baik-baik saja membuat mereka yang bakalan terkena masalah padahal maksud dan tujuan dari awal itu sebenarnya baik.
sesampainya di dalam ruangannya pria itu segera menyuruh asistennya untuk menyiapkan segala keperluannya hari ini tanpa terkecuali, sambil dirinya berusaha untuk menghubungi istrinya lagi soalnya kalau misalnya bertemu secara langsung rasanya sangat tidak mungkin soalnya Sofia sudah mulai menjaga jarak dan juga cuek dengan dirinya.
sofia yang kebetulan pagi ini belum ada aktivitas apapun di dalam ruangannya menatap malas ke arah ponselnya saya tahu bahwa suaminya Tengah menghubunginya saat ini, dan ini merupakan rekor terbaru dan juga perubahan terbesar dalam hidupnya sebab selama bertahun-tahun jarang sekali pria itu menghubungi istrinya kebanyakan Sofia lah yang merusak menjadi seorang istri yang pengertian meskipun hasil akhirnya juga diabaikan begitu saja.
__ADS_1
Bambang yang kebetulan berada di dalam ruangan sahabatnya itu merasa heran ketika melihat wanita itu hanya menatap malas ke arah ponselnya tanpa mau menghiraukannya lagi, dan Bayangkan saja tertera nama Bima di sana dan dianya sebenarnya tidak tahu kalau hubungan antara Sofia dan juga suaminya sedang tidak baik-baik saja.
"Wah kamu semakin tua tingkah kamu semakin aneh ya? kamu yang mengabaikan panggilan dari suami kamu seperti begini rasa-rasanya lagi dalam keadaan yang namanya puber kedua, yang tahunya ngambek kemudian yang tahu namanya mengekspresikan emosinya padahal sebenarnya tinggal ngomong doang masalah kan jadi beres, "ejek Bambang membuat Sofia mendengus kesal sebab masalahnya tidak semudah yang dipikirkan Kalau orang melihatnya Ya menganggap bahwa dirinya adalah istri yang tidak tahu diri soalnya sudah diberi kenikmatan duniawi malah diabaikan begitu saja.
Sofia bukanlah wanita yang Maksudnya cepat terpesona dengan gemerlap duniawi , jadi kalau misalnya dirinya berpisah dengan suaminya itu pun rasa-rasanya tidak terlalu rugi sebab hidupnya juga tetap akan berlanjut bukan berhenti saat tidak bersama dengan Bima lagi
"kamu mendingan keluar dari ruanganku sekarang deh! jangan terlalu kepo dengan urusan orang lain urusi saja dirimu sendiri dan juga kehidupan rumah tanggamu, tahu tidak pikiranku itu lagi mumet sekarang kalau misalnya mendengar celotehan kamu yang ada tambah parah!" omel Sofia yang tidak terima membuat Bambang hanya bisa tertawa karena dirinya sebenarnya hanya ingin membantu tapi tergantung dari wanita itu juga sih mau dibawa ke arah mananya segala sesuatu yang berhubungan dengannya.
bambang yakin pasti ada sesuatu hal yang sangat tidak beres sehingga membuat wanita itu terlihat tidak suka dan juga sepertinya menghindari pembahasan soal hal-hal sensitif seperti begini, padahal sebenarnya maksud dan tujuannya itu baik yaitu ingin memberikan yang namanya dukungan karena Biar bagaimanapun sesama manusia itu kan lebih enaknya saling mendukung satu sama lain kalau misalnya saling menjatuhkan entah nanti bagaimana hidup kita ke depannya kalau berjalan mulus Ya tidak masalah tetapi di mana ada titik kita yang lebih down dan juga lebih parah ya nanti orang-orang yang dulu kita tertawa kan pasti bakalan meledek kita balik.
"ya sudah terserah dari kamu saja nanti mau membantuku dengan cara apapun yang penting intinya sekarang keluar dari ruanganku sekarang, tahu tidak dengan kamu nyelonong masuk terus nanti mulut orang di luar sana itu bakalan berpikir jika kita ada apa-apanya padahal berpikir ke arah sana saja tidak!" usir Sofia Karena sekarang sudah jamnya bekerja dan dirinya yakin asistennya sudah menyiapkan antrian yang begitu panjang.
Pada saat Bambang keluar dari ruangannya Sofia tampak keponakannya sedang menunggunya di depan, Cassandra memasang tatapan tidak sukanya kepada pamannya itu sebab terlalu dekat dengan Sofia yang merupakan mamanya Berlian yang jelas-jelas wanita itu paling dibencinya sampai kapanpun..
__ADS_1
Bambang memilih untuk tidak peduli dengan ekspresi dari keponakannya itu karena menurutnya wajah Cassandra yang ditekuk itu merupakan hal yang biasa baginya, ada saja yang membuat wanita itu menjadi sensitif kadang-kadang marah tidak jelas kemudian maunya diperhatikan padahal jelas-jelas Bambang itu punya pegawainya begitu banyak yang semuanya harus diprioritaskan kalau memang mereka punya masalah bukan hanya memprioritaskan wanita itu saja nanti orang bilang pedulinya sama orang dalam saja sedangkan orang yang tidak punya hubungan apapun dibiarkan begitu saja.
" Paman itu kenapa sih setiap hari hanya pergi saja ke ruangannya dokter Sofia, Memangnya Kalian ada hubungan apa di masa lalu sampai-sampai terlihat begitu dekat? "tanya Casandra dengan tatapan menuntut Berharap benar-benar ada jawaban yang diberikan oleh pamannya itu.
Bambang mengerutkan keningnya ketika mendengar pertanyaan yang seperti itu karena menurutnya pertanyaan keponakannya itu bukan menjurus kepada ingin tahu tetapi kepada sesuatu yang sudah mencurigai, dan sebenarnya hal itu terlalu berlebihan karena sejatinya dirinya dan juga Sofia itu kan sudah punya kehidupan masing-masing bukan anak kecil lagi yang harus diingatkan tentang ini dan itu maksudnya biar tidak salah mengambil langkah.
Casandra ketika mengatakan sesuatu itu tidak pernah dipikir dulu mau itu orang yang lebih tua darinya atau yang sepantaran dengannya pokoknya apa yang sudah dipikirkan ya langsung dikatakan begitu saja, mau respon orang seperti apapun dirinya tidak peduli sama sekali yang penting intinya apa yang sudah dipikirkan ya langsung dikatakan supaya maksudnya orang-orang itu mau mendengarkan perkataannya tidak ada yang boleh mengabaikannya sedikitpun.
" kamu tadi Bicara apa? kamu menuduh Paman mengatakan kalau Paman ini sebenarnya ada apa-apanya dengan Sofia itu? kamu sadar dengan apa yang kamu katakan barusan yang seolah-olah sebenarnya sudah menciptakan suasana yang sangat tidak menyenangkan, padahal Seharusnya kamu tanya dulu kamu cari tahu dulu baru menyimpulkan segala sesuatu mungkin lebih bagus bukan hanya asal Apa yang kamu pikirkan lalu langsung kamu katakan begitu saja kan? "ujar Bambang Yang sepertinya gaya pemikiran keponakannya itu harus sedikit diperbaiki biar jangan jadi kebiasaan ya Meskipun terkadang susah ketika Sudah menjadi kebiasaan orang sampai ketua itu terus diajar menjadi lebih baik itu terkadang Mereka menolak dan merasa bahwa Sikap mereka selama ini benar.
Casandra jelas saja tidak terima ketika merasa bahwa pamannya itu malah menyalahkan dirinya lagi, padahal di sini secara tidak langsung sebenarnya dirinya itu ingin mengatakan kalau sebenarnya tidak suka jika pamannya itu lebih peduli dengan orang lain dibandingkan dirinya hanya saja entah mungkin Bagaimana ceritanya sampai penyampaiannya harus seperti begitu.
"terserah Paman mau berpikir seperti apa tetapi intinya aku tidak suka kalau misalnya Paman itu terlalu dekat dengan dokter Sofia itu, karena dia itu merupakan mamanya Berlian dan tahu sendiri kan aku paling tidak suka dengan wanita itu yang sok paling bagus di sini dan juga Sok kecakepan sampai-sampai semua orang itu terlalu baik dengan dia dan aku tidak ada yang pedulikan," Jelas Casandra lalu segera pergi dari situ daripada nantinya bakalan salah lagi.
__ADS_1
Bambang hanya bisa menggelengkan kepala ketika melihat sikap keponakannya seperti itu, dan menurutnya ya terserah saja mau melakukan apapun selagi tidak Merugikan dirinya selagi tidak melakukan sesuatu hal yang sangat tidak menyenangkan dan juga tidak merugikan orang lain terserahlah yang penting Intinya jangan sampai terlalu dan hanya membuat dirinya malu.
Lila yang kebetulan lewat di tempat itu soalnya dirinya harus pergi menemui Sofia saat ini karena Jam sudah menunjukkan pukul 08.00 pagi dan itu artinya mereka harus memulai untuk membuka antrian, dirinya juga sempat melihat di mana Cassandra itu berdebat dengan pamannya sendiri tetapi ia juga tidak bisa melakukan apapun soalnya apa sih dirinya di tempat itu?