
Bima merasa tidak suka dengan sikap anaknya serta istrinya itu sebab menurutnya mereka itu sudah sangat kurang ajar dan juga keterlaluan,bayangkan saja kedua orang itu begitu tega melihat dirinya sendiri dirumah sebesar itu padahal kesalahannya tidak terlalu fatal,yang maksudnya membuat dirinya pantas mendapat hukuman seperti ini dan juga pantas diperlakukan dengan begitu tidak adil padahal kan ini sebenarnya kesalahannya sudah terjadi dan dirinya juga sudah maksudnya menghentikan dulu nanti kalau misalnya bertemu dengan Sarah ya lain ceritanya lagi.
apapun yang dikatakan oleh dirinya dari tadi tidak didengarkan baik oleh Sofia maupun berlian dan juga terlihat kedua wanita itu tetap kokoh pada pendirian untuk segera pergi dari tempat itu, Lagian orang bodoh Mana yang mau dipermainkan terus-menerus seperti itu yang mau diperlakukan dengan begitu tidak adil padahal seharusnya pria itu sadar kalau dunia ini terkadang hanya diberi kesempatan satu kali untuk berbuat salah tidak ada namanya dua atau tiga kali karena setiap orang itu punya Batas kesabaran yang tidak bisa kita ketahui.
Jadi kalau misalnya sekarang berlian memilih untuk membawa pergi mamanya dari tempat itu rasanya sangat wajar karena tidak ada yang mendengar kalau Bima mengucapkan kata maaf kepada istrinya dan berjanji tidak akan pernah mengulangi lagi, pria itu bahkan tetap melotot kalau istrinya itu tidak boleh pergi karena dirinya tidak akan pernah mengabulkan gugatan cerai yang membuat Sofia benar-benar merasa tidak dihargai karena sudah disakiti berulang kali namun tidak ada kata-kata yang menguatkan dirinya.
" kalian bisa dengar tidak apa yang aku katakan tadi Kalau kalian tidak boleh pergi kemanapun karena aku tidak akan pernah mengizinkannya, Terserah Kalau kalian tidak terima pun tidak masalah yang penting Intinya jangan coba-coba ada yang pergi dari rumah ini atau aku bakalan nekat melakukan seperti yang aku katakan tadi! "tegas Bima membuat Sofia tertawa karena menurutnya ancaman yang diberikan oleh suaminya itu sangat membingungkan.
wanita itu bahkan tidak tahu lagi harus bersikap Bagaimana sebab menurutnya suaminya itu melakukan sesuatu berdasarkan Apa yang dipikirkan bukan hasil pemikiran orang lain bukan hasil perbuatannya selama ini yang akhirnya mengakui kalau dirinya salah, kalau sudah seperti begini ya Apapun yang terjadi tetap seperti itu saja tidak akan pernah ada perubahan sama sekali.
" Terserah kamu mau mengatakan apa dan aku tidak peduli sama sekali dan juga terserah kamu mau bersikap seperti apa di dunia ini karena aku tidak ingin tahu, Oh iya Satu lagi Bukankah kamu itu punya seorang wanita yang membuat kamu rela membohongi istri kamu sendiri Kamu rela menyakiti anak kamu sendiri Jadi kenapa tidak kamu hubungi saja itu orang maksudnya biar kalian bisa berbagi keluh kesah atau mungkin berbagi peluh seperti biasanya? "Sofia sengaja menyindir suaminya karena dirinya yakin Bima itu sebenarnya paham dengan apa yang dikatakan olehnya dari tadi Tetapi hanya memilih untuk malas tahu dan juga tidak peduli supaya maksudnya orang-orang tidak sadar jika pria itu sebenarnya rasa malu akibat terus menerus diintrogasi oleh anak dan juga istrinya dan lebih parahnya lagi menantunya juga ikut-ikutan di dalam sana.
" Kamu itu kenapa malah membahas tentang Sarah? dia itu tidak tahu apapun tentang apa yang terjadi di antara kita berdua, jadi jangan membawa-bawa dia di dalam masalah kita karena aku tidak suka sama sekali? " Bima membentak istrinya itu karena dirinya paling tidak suka ketika wanita tersebut mencoba untuk membawa bahwa Sarah dalam hubungan mereka karena menurutnya Sarah itu tidak tahu apa-apa pun dan Lagian untuk apa juga membahas tentang keberadaan wanita itu jika hasil akhirnya juga mereka tidak akan pernah bersama lagi soalnya dari kemarin dirinya sudah mencari saraf kesana kemari tapi tidak ditemukan sama sekali seolah-olah menghilang Ditelan Bumi.
__ADS_1
Berlian tertawa ketika melihat apa yang dikatakan oleh Papanya barusan pertanda bahwa pria itu memang tidak akan pernah meninggalkan Sarah sampai kapanpun, karena terbukti responnya yang sangat luar biasa dan juga sudah seperti begini ya untuk apa dipertahankan coba yang ada nanti mamanya bakalan makan hati setiap hari.
" Wah ternyata anda itu keren sekali loh! kenapa tidak kejar saja wanita yang dari tadi dibangga-banggakan itu Ya siapa tahu Mungkin kalian bisa bersama, ah iya aku lupa Kalau tidak salah itu wanita kan sebenarnya sudah lari soalnya dia akhirnya sadar kalau pria macam anda ini tidak pantas untuk diperjuangkan yang ada lebih baik ditinggalkan soalnya sudah mirip seperti sampah! " Sindir berlian Sambil tertawa membuat Bima mengepalkan tangannya menahan emosi karena anaknya itu setelah menikah Kenapa semakin berani terhadapnya Kenapa tidak pernah menghormati dirinya Padahal jelas-jelas di sini Ia merupakan orang tua yang pantas untuk dihargai bukan malah diperlakukan dengan begitu buruk dan juga tidak dianggap sama sekali seolah-olah kehadirannya itu hanyalah seperti makhluk rasa permata yang tak terlihat.
Sofia akhirnya mengeluarkan semua kopernya yang sudah disiapkan dibantu oleh asisten rumah tangganya yang lain dan terlihat mereka dengan cekatan melayani wanita itu, dan setelah mengeluarkan semua koper milik Sofia para asisten rumah tangga itu pun mengeluarkan tas milik mereka karena sejatinya mereka bekerja di tempat itu dan juga bertahan hanya karena ada Sofia kalau misalnya Sofia sudah pergi dari rumah ya untuk apa mereka bertahan yang ada tiap hari bakalan di caci maki oleh Bima dan juga tidak bakalan dianggap lagi sebagai seorang manusia.
Bima melihat dengan mata kepalanya begitu jelas saat istrinya itu menyeret kopernya satu persatu keluar dari rumah tersebut dan pria itu tidak berani untuk menghalanginya karena kebetulan ada Devano di tempat itu, Sofia tidak akan pernah menangis sih suami yang seperti Bima itu yang ada dirinya harus merayakan proses kemerdekaannya yang selama ini tidak pernah didapatkan yang sama sekali dari pria seperti itu.
wanita itu tidak ada niatan untuk bersedih dan segala masalah yang terjadi kemudian tidak ada niatannya untuk menangis maksudnya hanya karena statusnya sebentar lagi akan berubah, karena menurutnya hal ini sudah ditunggunya sangat lama misalnya sekarang datang dia tidak ada salahnya kan kalau misalnya dirinya juga merasa bahagia dan juga ikut-ikutan senang dengan semua yang terjadi ini dan juga bisa dibilang hasil akhir ini semua itu sangat ditunggu ya selama ini walaupun nanti tidak disetujui tidak masalah yang penting intinya sudah mencoba dan tidak akan pernah merasa gagal.
" Paman sama bibi, ini uang pesangon kalian nanti bisa dipakai pulang kampung atau mungkin cari pekerjaan yang baru dan Maaf ya keluarga kami sudah tidak bisa nampak kerjakan kalian lagi, Terima kasih selama ini kalian sudah melakukan yang terbaik untuk keluarga ini kemudian sudah menutup mata dan mulut kalian atau semua permasalahan yang setiap hari kalian lihat pokoknya intinya kami minta maaf mewakili semuanya kalau selama ini terkesan seperti tidak menghargai kinerja kalian yang sebenarnya sangat bagus ," jelas berlian yang merasa tidak enak hati dengan semua orang yang ada di tempat itu dan juga benar-benar merasa bersalah.
Berlian jelas aja merasa tidak enak hati karena semua orang itu berasal dari kampung yang datang ke kota untuk yang namanya mencari rezeki demi anak mereka di kampung hidupnya Sejahtera tidak sengsara seperti sebelum mereka berangkat, dan sampainya di kota mereka sudah mendapatkan pekerjaan tapi sayang berada di keluarga yang salah yang setiap hari harus melihat yang namanya pertengkaran yang setiap hari harus mendengar suara-suara yang begitu ribut dan juga intinya memiliki Majikan pria yang tidak pernah menghargai mereka bahkan terkesan memberikan perintah selalu membantah ataupun membentak dan juga tidak terima kalau misalnya gerakan mereka terlalu lelet.
__ADS_1
" ini sangat banyak sekali non berlian, jangan terlalu memaksakan diri Bukankah Kalian juga berpindah dari rumah itu ya Otomatis ekonomi juga belum terlalu diperbaiki kan? Sudahlah Tenang saja cukup berikan kami ongkos pulang itu sudah lebih dari cukup nanti sebentar kami bakalan langsung mengikuti travel dan setelah itu bakalan langsung sampai di kampung Jadi maksudnya biar pengeluaran non berlian itu tidak terlalu membengkak ini sangat banyak sekali loh," jelas Siti yang merupakan asisten rumah tangga senior di tempat itu mewakili para teman-temannya yang juga mendukung apapun yang dikatakan olehnya tadi.
Berlian menggelengkan kepala pertanda dirinya tidak masalah memberikan apapun kepada orang-orang itu karena menurutnya berbagi itu adalah sesuatu hal yang penting, tergantung nanti bagaimana caranya mereka mendapatkan pekerjaan yang baru yaitu urusan mereka Atau mungkin mau beristirahat saja juga tidak masalah yang penting kewajiban mereka adalah memberikan apa yang seharusnya didapatkan oleh para asisten rumah tangga itu.
" sudah diterima saja Anggap saja ini merupakan rezeki anak cucu di kampung dan juga pergunakan sebaik-baiknya mungkin membangun usaha begitu, Sudahlah jangan seperti itu karena aku masih bekerja dan juga sudah punya suami yang jelas-jelas memberikan tanggung jawab Jadi kalian tidak usah merasa Cemas ya kalau keuanganku bakalan jelek! "Berlian tersenyum membuat ketiga orang itu benar-benar terharu karena menurut mereka sikap berlian itu mencontoh dari mamanya dan bersyukur tidak mengikuti sikap papanya yang menurut mereka sangat keterlaluan dan tidak punya hati nurani sama sekali.
"terima kasih semuanya karena selama ini kami bekerja bersama dengan anda terlihat begitu menghargai kami padahal jelas-jelaskan bukanlah siapa-siapa, kami doakan semoga anda selalu baik-baik saja dan juga selalu berbahagia karena berbagai manapun hidup itu hanya sekali jadi harus dibuat bahagia karena hari esok kan kita tidak tahu masalahnya bakalan seperti apa lagi? " setelah mengatakan hal itu mereka pun berpisah Di mana Sofia mengikuti anaknya sedangkan ketiga asisten rumah tangga itu kembali ke kampung halaman meninggalkan Bima sendirian yang mengamati semua pergerakan itu dari balkon kamarnya dengan perasaan yang tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata pokoknya intinya pria itu benar-benar sendirian di rumah sebesar itu.
saat menerima kebingungan harus melakukan apa berbeda dengan cara yang kali ini harus dirawat di rumah sakit karena penyakitnya yang kamu akibat mungkin terlalu lama menghukum diri sendiri atau apalah itu,Kumala jadi bingung sendiri saat dirinya menghubungi Adrian tetapi pria itu beralasan jika dirinya pun tidak punya waktu untuk menjenguk mamanya dan menurutnya kalau sudah ditangani oleh dokter ya semua masalah bakalan jadi beres untuk apa juga dirinya ikutan turun tangan.
" mah, apa adriannya sudah dihubungi? kenapa sampai sekarang dia belum muncul juga dan kenapa dia belum menelpon balik, apa dia begitu sibuk di sana sampai-sampai lupa kalau aku juga merupakan ibunya wanita yang sudah melahirkannya? "tanya Sarah perlahan berharap mungkin jawaban yang diberikan oleh mamanya ini sesuai dengan apa yang diharapkan olehnya Soalnya dari tadi dirinya menunggu tanpa kepastian sedikitpun.
terlihat menggelengkan kepala pertanda bahwa harapan anaknya itu benar-benar tidak sesuai dengan kenyataan, sebab cucunya memang benar-benar keras kepala dan juga tidak mau bertemu dengan Sarah sampai kapanpun karena merasa kecewa dengan sikap yang dilakukan oleh wanita itu.
__ADS_1
" fokus saja dengan kesehatan kamu nanti kalau soal Adrian itu biarkan Mama yang mengurusnya juga tergantung kalau misalnya dia mau merespon panggilan dari kita, jangan ada pikiran untuk Mengulangi kesalahan yang sama karena nanti anak kamu itu semakin menjauh dan juga dia bakalan tidak akan pernah peduli dengan kamu terus pertanyaannya kalau sampai dia melakukan hal itu, nanti masa tuanya kamu mau sama siapa mau sendirian seperti yang Mama alami selama ini? " tanya Kumala perlahan karena dirinya juga bingung harus bersikap Bagaimana dengan masalah yang dihadapi oleh anaknya ini dan juga Respon yang diberikan oleh cucunya menurutnya sangat luar biasa dan sebenarnya masuk akal juga sih kenapa sampai Adrian melakukan semua ini karena jika tanpa sebab akibat pria itu tidak mungkin mengambil keputusan yang sangat-sangat memberatkan bagi Sarah.
"tapi aku ingin bertemu dengan anakku, meminta maaf kemudian berjanji tidak akan pernah mengulangi lagi! Jadi Mama tolong hubungi dia lagi karena aku benar-benar ingin mendengar suaranya kemudian memintanya datang ke sini, karena Biar bagaimanapun anakku itu hanya dia saja tidak mungkin kan menyuruh anak orang lain untuk datang dan juga melihat keadaanku? " bujuk Sarah lagi berharap agar Mamanya itu berubah pikiran.