
Adrian berada pada posisi yang serba kebingungan akibat kabar yang diberitahukan oleh neneknya tadi tentang kondisi terbaru dari Sarah mamanya, pada saat ini dirinya benar-benar telah sibuk untuk bekerja karena selama dua Minggu lebih otak dan juga kegiatannya sedang tidak bisa diajak kerjasama makanya semua pekerjaan jadi terbengkalai.
pria itu sebenarnya Malas kalau misalnya ditanya kenapa tidak pergi menemui mamanya untuk sekarang, sebab jawabannya tentu saja lebih baik bekerja daripada mengurusi orang yang tidak pernah memikirkan perasaan sama sekali dan juga lebih memilih menggadaikan kebahagiaan anaknya dibandingkan kebahagiaannya sendiri padahal sejatinya orang tua itu lebih mementingkan anak dibandingkan pribadinya masing-masing.
namun balik lagi terkadang setiap orang itu kan punya pemikiran masing-masing tidak mungkin juga kan kita harus memaksanya untuk mengikuti apapun yang kita inginkan karena nanti bakalan terjadi bentrok akibat terlalu beda pandangan beda keyakinan dan juga beda keinginan, meskipun dimarah seperti apapun kemudian ada yang melayangkan protes yang kayak bagaimanapun tetap tidak akan pernah merubah keputusan itu dari awal.
" Maaf dokter, ini semua berkas pasien untuk hari ini sudah saya salin kemudian yang untuk jadwal besok pun sudah saya masukkan dalam draft tinggal Anda mengeceknya saja, kalau memang sudah tidak ada pekerjaan lagi maka saya izin untuk pulang karena kebetulan di rumah ada acara keluarga yang tidak bisa ditinggalkan! " jelas Panji yang terlihat begitu serius membuat Adrian hanya tersenyum karena pria itu paling suka dengan seseorang yang bisa diandalkan kinerjanya kemudian tidak perlu harus diperintahkan dobel dua kali untuk paham baru saja memberikan kode orang-orang tersebut langsung mengerjakan sesuai dengan apa yang diinginkannya dan hal ini pun terkadang membuat dirinya benar-benar terbantu dari segala macam rutinitas yang tidak ada habisnya.
"kira-kira Besok jadwal saya padat atau tidak ya, mungkin ada senggang selama satu dua hari tanda tanya soalnya saya sekarang harus ada keperluan untuk keluar kota dan itu tidak bisa hanya satu hari saja pasti akan memaafkan waktu selama satu atau dua hari tanpa, maka dari itu saya ingin kamu mengecek kembali kalau memang tidak terlalu padat maka mungkin bisa diover ke yang lain karena saya tidak bisa menunggu lebih lama lagi Maksudnya cepat ke sana ya Otomatis saya bisa cepat juga kembali, "jelas Adrian menyampaikan keperluannya dan membuat Panji langsung bergerak cepat untuk menyesuaikan jadwal yang ada dan kebetulan selama 2 hari ini jadwalnya Adrian tidak terlalu padat dan bisa memungkinkan pria itu untuk pergi ke luar kota.
" setelah saya cek sepertinya Jadwal anda tidak terlalu padat karena itu hanya rutinitas harian Namun sepertinya bisa diwakilkan kalau memang keperluan di luar kota itu sangat mendesak dan juga tidak bisa ditinggalkan begitu saja, nanti Tenang saja saya bakalan mengatakan hal ini kepada dokter Syarif yang penting intinya Dokter Tolong liburnya hanya 2 hari saja ya karena nantinya saat saya menyampaikan hal ini kepada dokter Syarif yang ada saya yang bakalan kena komplain karena mengatur jadwal Sesuka Hati. " Panji sebenarnya tidak ingin mengambil resiko hanya saja kalau misalnya demi majikannya itu yang mau tidak mau dirinya harus melakukan hal ini semua biar ada kejelasan dan juga dirinya tidak terombang-ambing begitu saja.
Adrian menganggukan kepala pertanda paham dengan penjelasan yang diberikan oleh asistennya itu Dan kalau memang sudah seperti begitu ya mau tidak mau dirinya harus pergi memenuhi permintaan dari neneknya tadi, sebab Biar bagaimanapun orang tua yang sudah sepuh kayak begitu setidaknya kita sebagai anak muda menghargai perasaan mereka supaya nanti kalau misalnya dipanggil Tuhan tidak ada sebuah kegagalan yang terjadi dalam hidup hanya karena terlalu banyak membantah dan juga terlalu banyak malas tahu serta tidak peduli dengan segala macam urusan yang ada di dunia ini yang tidak akan pernah ada habisnya.
__ADS_1
Adrian itu berada pada posisi yang serba salah disaat semua orang terdekatnya lebih memilih menyuruhnya untuk mengikhlaskan saja semua masalah yang terjadi ini kepada Tuhan, sebab mau mengeluh pun semua sudah terjadi di depan mata lebih baik dijalaninya saja nanti kalau sudah tidak sanggup ya berhenti Tetapi kalau memang merasa diri masih bisa ya sudah Apapun yang terjadi lebih banyak memilih untuk diam tidak banyak berkomentar.
" kamu tenang saja karena nanti kamu juga tidak bakalan sendirian ada suster Lila yang bakalan membantu kamu soalnya dia juga saya sudah sempat minta tolong tadi dan katanya bersedia kalau memang kamu juga mau, maka dari itu ketika sudah ada kejelasan seperti begini nanti besok Tolong kamu sampaikan permohonan izin saya selama 2 hari keluar kota karena sepertinya sekarang sudah tidak sempat lagi untuk melakukan hal itu, " saran Adrian membuat panci hanya bisa mengganggukan kepala Tapi percayalah dirinya itu sebenarnya merasa tidak nyaman jika diajak bekerja sama dengan Lila yang merupakan seorang wanita tetapi mulutnya hobi sekali format kami tidak jelas.
Adrian tahu kegelisahan hati yang tengah dialami oleh Panji saat ini tapi balik lagi dirinya juga tidak bisa berbuat banyak, sebab Ia bagaimanapun kedua manusia itu adalah rekan kerja yang harusnya saling melengkapi satu sama lain biar maksudnya pekerjaan itu tidak jadi monoton dan juga membosankan.
" Ah iya Satu lagi sebenarnya kalau kamu tidak mau meminta tolong kepada rekan kerja kamu rasanya kamu hanya bisa menyiksa diri sendiri, sebab Biar bagaimanapun kalian itu digaji pekerjaan berat dan juga ringan harusnya sama-sama dikerjakan maksudnya biar ada nilai kepuasan yang begitu tinggi tidak seperti kemarin-kemarin yang benar-benar masa kecewa sebab memiliki orang-orang terdekat yang bisa meringankan pekerjaan tetapi malah diabaikan begitu saja mungkin karena gengsi yang terlalu tinggi padahal sebenarnya gengsi itu tidak membuat kita menjadi kaya dan juga tidak membuat hidup kita bakalan menjadi Makmur.
"sepertinya tidak perlu dokter karena saya bisa melakukannya sendirian Lagian kalau mau minta tolong kepada wanita itu yang ada hanya membuat saya bingung harus melakukan apa, soalnya orang itu Paling susah diajak kompromi dan juga selalu ingin menang sendiri padahal orang-orang seperti kita kan sudah paham sama-sama ya otomatis apapun yang dikerjakan pasti akan ada keluarkan saat itu juga Maka dari itu saya mohon Tolong jangan sampai saya harus bersama dengan Lila yang kerjaannya hanya mengomel saja sepanjang waktu tidak pernah memikirkan perasaan orang lain yang sedang berusaha bekerja begitu keras maksudnya biar gajian diterima pun sepadan dengan pekerjaan itu.
"Ya sudah lakukan saja Menurut kamu benar tetapi intinya Tolong sampaikan permohonan maaf saya kepada dokter Syarif karena tadi siang belum sempat mengatakannya namun Ini masalahnya darurat tidak bisa ditunggu lagi, kalaupun nanti mau komplain Ya sudah nanti setelah saya kembali baru membicarakan secara langsung untuk sekarang Biarkan saja seperti begini soalnya memang kenyataannya kayak begini mau di rumah model apapun tidak akan pernah merubah fakta yang terjadi, " ujar Adrian yang tentu saja kecewa dengan jalan hidupnya sekarang soalnya terasa begitu tidak berguna dan juga harus berpatokan pada orang lain serta tidak akan pernah ada perubahan yang signifikan jika dirinya terus-menerus terpaku dengan di masa lalu tapi balik lagi jika masa lalu itu merupakan sesuatu hal yang baik terkadang sulit sekali orang untuk melupakannya dan kebanyakan memilih untuk mengambilnya kembali.
kini pria itu sudah kembali ke rumahnya kemudian menyiapkan tas ransel kecil seperti kebiasaannya ketika akan pergi jauh, tidak ada pakaian yang dibawanya walaupun hanya satu potong saja karena menurutnya untuk apa juga menginap di sana jika pada akhirnya hati dan pikirannya tidak bisa diajak kerjasama untuk menetap.
__ADS_1
karena kebetulan pesawat terakhir malam itu mengudara fokus 10 makanya dirinya masih keburu untuk pergi ke sana karena kebetulan 2 jam itu merupakan waktu yang lumayan lama dan tidak ada yang dipersiapkannya sama sekali jadi otomatis pria itu terpaku dengan semuanya dan memilih untuk kembali, karena menurutnya jika menunggu besok pagi sedangkan masa cutinya itu hanya 2 hari dan tidak mungkin kan sampai di sana tidak melakukan apapun maka dari itu lebih baik bergerak sekarang nanti urusan besok itu dipikirkan belakangan soalnya untuk apa juga dipikirkan mulai dari sekarang Yang ada hanya akan membuat yang namanya kebingungan satu rumah!
Adrian benar-benar menggunakan waktunya dengan begitu baik karena terbukti saat sudah berada di dalam pesawat pria itu memilih untuk memejamkan matanya sejenak, Karena pekerjaannya yang di siang hari tidak memungkinkan dirinya untuk harus tertidur maka dari itu untuk menyediakan stok tenaga yang begitu banyak Tidak ada salahnya kan menggunakan kesempatan yang ada Lagian tidak ada peraturan yang melarang juga.
Adrian terlihat tidak ada semangat sama sekali untuk pergi bertemu dengan ibunya Padahal kalau bisa dibilang keadaan Wanita itu sungguh sangat mengenaskan dan benar-benar sangat membutuhkan kehadiran anaknya yang hanya sebiji doang itu, sebab menurutnya kalaupun nanti terjadi apa-apa dalam hidupnya Ya tidak masalah yang penting intinya hubungannya dengan Adrian sudah mulai membaik kemudian sudah mulai menerima satu sama lain.
"apa Mama sudah menghubungi Adrian tadi Dan juga bagaimana Respon yang diberikan olehnya, sebab anak itu memang benar-benar sangat keras kepala dan juga tidak menerima yang namanya pemaksaan apalagi ketika dirinya sedang serius? kalau memang mama tidak bisa berbicara dengannya secara langsung ya sudah nanti biar aku yang menghubunginya saja, soalnya aku benar-benar ingin bertemu dengan anakku kemudian memastikan keadaannya secara langsung sebab sebagai orang tua jelas saja dari awal aku sudah gagal maka dari itu di saat-saat seperti begini tidak ada salahnya kan kalau memberikan perhatian kalau hanya sedikit saja dan juga mau minta maaf yang layak walaupun nanti tidak dimaafkan pun tidak masalah karena setiap orang itu kan punya pemikiran masing-masing terkadang masalahnya itu sampai mengendap berbulan-bulan karena belum menemukan titik terangnya dan begitu pula sebaliknya! " Sarah sepertinya benar-benar Terpukul dengan hukuman yang diberikan oleh Adrian untuknya dan membuat wanita itu bingung harus bersikap bagaimana.
Kumala jelas saja tidak bisa menjawab pertanyaan yang dilontarkan oleh anaknya karena memang belum ada kepastian sama sekali yang berasal dari Adrian yang mengatakan bahwa dirinya akan berkunjung ke tempat itu, dan mereka tidak mungkin kan memaksanya secara langsung sebab Adrian itu bukanlah anak kecil yang bisa saja diatur dengan segala macam kehidupannya dan juga sudah berhak menentukan pilihannya sendiri maka dari itu ketika orang dewasa di sekitarnya mengganggu gugat keinginannya itu jangan menyesal kalau pria itu bakalan menaruh dendam sampai kapanpun.
" kamu bisa diam tidak di tempat kamu jangan banyak bertanya dan juga jangan banyak memberikan perintah Karena Adrian bukan anak kecil yang Maksudnya harus kamu beritahukan selama berulang kali, kalau memang dia mengingat kamu dia bakalan datang tetapi kalau memang nantinya dia tidak datang Ya sudah kamu akui saja Bukankah gara-gara kamu membuat anak kamu itu memilih untuk menjauh tidak membahas lagi soal hubungan kalian sebagai ibu dan anak padahal sebenarnya kamu selama ini yang terlalu bersusah payah mengorbankan segala-galanya untuknya!"Kumala bukan ingin membuat semangat anaknya itu patah atau mungkin tidak mendapatkan apapun Tetapi kan faktanya memang seperti itu mau disembunyikan dengan cara apapun kalau memang dari awal sudah seperti begini ya tetap bakalan seperti itu.
Sarah tentu saja sedikit merasa kecewa ketika mendengar penjelasan yang dilontarkan oleh Mamanya itu yang secara tidak langsung mengisyaratkan kalau sebenarnya Adrian itu entah bakalan datang ke tempatnya itu atau tidak Itu semua tidak ada kepastian sama sekali, dan memang benar kalau misalnya dirinya memaksa anak itu untuk datang seharusnya sadar diri dan juga berpikir dua kali untuk melakukannya itu karena kalau misalnya selama ini wanita itu baik-baik saja Ya tentu saja keluarga mereka pun terlihat begitu nyaman.
__ADS_1
Kumala merasa miris dengan apa yang menimpa anaknya sekarang karena Percayalah rasa kecewa yang tidak dapat digambarkan dengan kata-kata itu benar-benar sangat tidak menyenangkan, namun balik lagi dirinya juga tidak punya kuasa untuk melayangkan protes kepada anaknya secara langsung saat anaknya itu memilih untuk tidak peduli dengan apapun yang dilakukannya di luar sana.
" Aku akan berusaha bagaimana caranya agar anakku itu bisa kembali tanda kau mau memaafkanku mungkin adalah perkara yang sulit Tetapi kalau hidup sudah seperti begini yang apa mau dikata Bukankah setiap orang itu pasti akan melakukan kesalahan baik fatal maupun biasa saja? "Sarah tetap ngotot dan juga tetapi yakin kalau anaknya bakalan datang ke tempat itu.