Berlian Yang Terbuang

Berlian Yang Terbuang
Cemburu


__ADS_3

Berlian hanya bisa menahan tawanya ketika mendengar perkataan posesif yang berasal dari Adrian tadi, mana sempat dirinya mencari teman orang mereka saja hanya sementara di situ masa iya sudah memberikan harapan palsu kepada orang lain.


bukannya dirinya ingin menjadi orang yang sombong atau mungkin merasa berbangga diri karena pangkat suaminya yang begitu tinggi, hanya saja melihat sikap Devano itu sepertinya memang ruang geraknya akan penuh juga berarti seperti saat dirinya bersama dengan Adrian yang selalu membebaskan dirinya melakukan apapun yang penting intinya masih masuk dalam batas wajar.


" yang mana bisa aku cari teman orang di sini kan rumah dinas dan tidak sembarang orang melakukan aktivitas yang terlalu berlebihan di luar rumah karena nantinya akan mengganggu kegiatan di dalam sini, sebagian kami juga kan hanya sebulan di sini nanti juga akan kembali lagi Jadi untuk apa mencari teman yang akhirnya akan aku tinggalkan juga? "Berlian ingin fokus menjalani hidupnya tidak ingin mendapatkan beban pikiran yang terlalu besar yang nanti akhirnya akan Merugikan dirinya sendiri.


Adrian menganggukkan kepalanya seolah-olah Apa yang dilakukannya itu dilihat oleh kekasihnya di seberang sana , mereka berdua melakukan teleponan itu di depannya Devano secara langsung membuat pria itu kadang-kadang merasa kesal karena merasa tidak dihargai sama sekali.


" kamu lagi ngapain di sana, Oh pesan di sana sudah jam 07.00 ya soalnya di sini baru jam 05.00 sore? "tanya Adrian.


" ya aku sekarang sudah masuk ke dalam kamar untuk beristirahat soalnya mau duduk di luar juga ngapain coba, aku sudah mau sempat tertidur hanya kamu telepon makanya langsung terbangun! "jelas Berlian membuat Adrian sedikit merasa lega karena ternyata kekasihnya itu langsung tidur tanpa melakukan apapun.


" Memangnya itu pria yang berstatus sebagai suami kamu tidak melakukan apapun gitu, sekedar mengajak ngobrol atau mungkin mengganggu kamu ke sana kemari? "tanya Adrian penasaran soalnya mustahil sih dua orang dewasa dalam satu tempat tidur tetapi tidak melakukan apapun.


Berlian menggelengkan kepalanya sambil menatap ke arah suaminya yang juga dari tadi Tengah menatap sini ke arahnya, namun dirinya memilih tidak ambil pusing karena menurutnya Harusnya bersyukur ya berbicara langsung tepat di hadapannya Devano bukan malah sembunyi-sembunyi di tempat yang tidak jelas.


" Ya tentu saja Kami tidak akan melakukan apapun orang kita berdua saja saling jijik satu sama lain masa iya saling bersentuhan kan tidak mungkin, sudah ah kamu Jangan berpikiran yang aneh-aneh pokoknya aku baik-baik saja dan sedang tidak terjadi apapun dalam hidupku sekarang, "jelas Berlian berharap agar dan Adrian paham kalau dirinya tetap setia kepada pria itu Apapun yang terjadi di luar sana Dan juga bagaimanapun statusnya saat ini.


" Ya syukurlah kalau kayak begitu Soalnya aku hanya mewaspadai saja siapa tahu pria Normal itu jelas-jelas tidak bisa menolak pesona kamu seperti yang terjadi kepadaku , buktinya ditinggal kawin pun tetap setia menunggu dan tidak akan pernah berpaling kepada orang lain karena aku benar-benar yakin dengan perasaanku, " ujar Adrian yang benar-benar sangat tulus dari dalam hatinya tidak ada kebohongan di dalamnya hanya sekedar mengucapkan janji belaka tetapi tidak terbukti sama sekali kebenarannya.


Berlian merasa tersentil dengan apa yang dikatakan oleh Adrian barusan yang menyiratkan kalau sebenarnya yang tidak setia di sini itu adalah dirinya bukanlah Adrian atau siapapun, hanya saja mau bagaimana lagi ketika ia memang tidak bisa menolak apapun yang dikatakan oleh papanya yang jelas-jelas selama ini selalu menggunakan Adrian untuk mengancamnya.

__ADS_1


" Maafkan aku! Kamu kan tahu sendiri kalau aku itu sangat menyayangi kamu tidak ada niatan untuk meninggalkan kamu walau hanya sedikit saja , akan tetapi keadaan ini yang memaksa aku untuk melakukannya sampai akhirnya sekarang aku terdampar di sini menjauh dari kamu," ujar Berlian yang benar-benar merasa bersalah atas perbuatannya yang berani menghianati kesetiaan yang sudah ditanamkan oleh Adrian untuknya.


Adrian tidak masalah kalau wanita itu sekarang pergi yang penting intinya tidak ada niatan untuk meninggalkan dirinya sendirian, yang meskipun ada perasaan hancur ketika membayangkan malam panjang yang dilewati oleh kekasihnya dengan suaminya namun dirinya bisa apa ketika hanya berdoa agar ada keajaiban yang datang supaya hubungan mereka bisa kembali seperti dulu lagi tidak terpisahkan seperti sekarang.


"Berlian, aku tahu meminta hal ini adalah sebuah keputusan yang bisa dibilang sangat kurang ajar karena secara tidak langsung artinya aku tidak menghormati posisi suami kamu! namun percayalah kalau yang aku inginkan itu adalah terbaik untuk kita berdua, yaitu Tolong jangan pernah minta untuk berpisah dariku apalagi ada rencana untuk meninggalkanku karena Sumpah aku tidak sanggup menjalani semuanya tanpa kamu! "ujar Adrian lirih membuat Berlian benar-benar merasa bersalah namun berusaha untuk tetap tenang dan tidak menangis karena saat ini Devano telah menatap dirinya dengan Tatapan yang sulit untuk diartikan.


" maafkan aku, karena kamu harus terjebak dalam hubungan seperti ini! Padahal kita sudah merangkai masa depan yang paling bahagia dan juga intinya bisa membuat kita selalu dekat tidak pernah terpisahkan lagi , akan tetapi lihatlah sekarang semuanya sudah hancur berantakan hanya karena aku yang tidak bisa memilih untuk setia! " Berlian akhirnya mau tidak mau memilih untuk mengeluarkan unek-unek dan juga air matanya karena dirinya yakin jika Devano mendengar semua keluh kesah nya dan tentunya pria itu bukanlah seseorang yang penyandang disabilitas sampai tidak paham dengan apa yang dia katakan semuanya tadi.


Devano yang dari tadi terlihat begitu marah kini memilih untuk diam saja ketika melihat istrinya yang mulai menangis, dirinya tidak menyangka jika wanita itu sebenarnya Terpukul dengan pernikahan mereka berdua bukan hanya dirinya saja melainkan Berlian juga dan Itu semua membuat persepsinya selama ini langsung buyar seketika karena di pikirannya jika berlian itu sebenarnya menyetujui semuanya karena memang mengincar hartanya padahal sudah punya kekasih.


" Jadi ceritanya kamu merasa bersalah karena apa yang kita lakukan ini adalah sumbernya dari kamu, padahal kamu sebenarnya paham kan Kalau aku tidak akan pernah menyalahkan kamu dengan apa yang sudah terjadi! kalau memang kamu tidak percaya ya sudah Itu terserah kamu saja tetapi intinya aku tidak akan pernah menyalahkan kamu untuk semua yang ada, Karena bagiku dengan kamu selalu merespon panggilan dariku dengan kamu tetap berbicara meskipun ada suamimu itu adalah lebih dari cukup yang selama ini aku harapkan dari hubungan ini! "ujar Adrian yang terlihat begitu frustasi belum lagi masalah posisinya berlian di rumah sakit sedikit terancam sedangkan wanitanya itu malah bersama dengan pria lain yang jelas-jelas lebih berhak dibandingkan dirinya pokoknya intinya dirinya tidak bisa bilang dalam keadaan sekarang ini ia merasa baik-baik saja.


" Ya sudah kamu cepat tidur ya Ingat tidak boleh begadang hentikan membaca novel online kamu itu dan berhenti juga berpikir yang aneh-aneh kalau aku bakalan melupakan kamu, intinya kamu selalu baik di sana itu sudah lebih cukup dariku dan kalau misalnya kamu perlu apapun itu baik finansial maupun teman untuk bicara aku bakalan siap untuk ada selalu! "ujar Adrian membuat Berlian hanya bisa menjawabnya secara pelan tapi pasti.


" sama-sama juga my sweet heart ku," Adrian dari seberang lalu segera mematikan panggilan tersebut dan betapa terkejutnya ketika dari tadi ternyata lila dan juga Panji sedang berdiri mendengarkan perkataannya karena memang jam sekarang itu mereka mendapatkan shift untuk lembur maka dari itu ketiganya kompak akan shift bersama-sama.


" Sejak kapan kalian ada di situ, dan Sejak kapan kalian diizinkan untuk mendengarkan percakapan orang lain? " tanya Adrian sinis.


" sejak dokter Adrian melarang dokter Berlian untuk tidak boleh berkenalan dengan pria manapun Selama ada di sana, karena jika hal itu terjadi maka dokter Adrian tidak akan pernah mengizinkannya dan akan marah besar jika sampai benar-benar dilanggar! "ujar Lila membuat Panji tak percaya jika suster yang ada di sampingnya ini begitu jujur masa iya sedikit berbohong untuk kebaikan tidak bisa?


" Ya ampun kalian menguping bukan hanya setengahnya saja itu lebih parah dari yang seharusnya itu semuanya Kalian Dengar loh , lama-lama Saya doakan kuping kalian itu keluar bisul dari dalamnya," ancam Adrian yang benar-benar kesal dengan sikap para perawat yang ada di hadapannya ini ya Meskipun terkesan mereka selalu jahil tetapi kali ini ya jelas ya Malu lah hilang lah karismanya sebagai seorang pria yang datar kemudian Arogan serta tidak suka bercanda Dan intinya paling tidak suka ketika privasinya dilanggar oleh siapapun.

__ADS_1


Lila dan juga Panji bergidik ngeri sambil memegang kuping mereka takutnya jangan sampai langsung keluar seperti yang dikatakan oleh Adrian tadi kan urusannya bisa berabe, membuat dokter muda itu hanya menggelengkan kepala karena benar-benar tidak menyangka jika kedua perawat andalannya itu memiliki sikap yang begitu absurd dan juga suka sekali kepo dengan urusan orang lain.


" tapi saya akui loh dokter Adrian adalah orang paling berani di dunia ini, karena bisa-bisanya ngomong sama istri orang tepat di hadapan suaminya secara langsung pakai acara sayang-sayangan segala! " Lila benar-benar mau cari mati membuat Panji merasa gemas dengan mulut lemesnya wanita itu yang menurutnya karena saking jujurnya sampai-sampai tidak ada rahasia sama sekali.


" kalian untuk apa datang kemari kalau memang tidak punya urusan silakan keluar dan pergi ke ruangannya dokter Cassandra serta mulailah bekerja sama dengannya, karena saya akan mencari perawat yang lebih tahu sopan santun dan juga lebih menghargai orang lain serta mulutnya itu bisa diajak kerjasama! " usir Adrian membuat Lila langsung menangkupkan kedua tangannya memberikan tatapan permohonan soalnya baru bertemu dengan Cassandra beberapa menit saja terus sudah terjadi perang dunia kesenian kalinya apalagi kalau misalnya bertemu setiap saat entah nanti Bagaimana jadinya ruangan ortopedi di 02 yang ada di rumah sakit itu.


"Ya Tuhan ampun jangan tolong melakukan hal itu dokter Adrian, Pokoknya saya tidak akan mengulangi hal yang sama dan Intinya saya tobat serta akan mengunci mulut saya serta membuang kunci itu sangat jauh supaya tidak lagi memiliki mulut yang begitu cerewet!" ujar Lila penuh permohonan sampai-sampai membuat Panji di sebelahnya ingin tertawa karena tadi saya sudah begitu jujur dan juga berani kan apa sekarang malah terlihat begitu ketakutan hanya karena berurusan dengan dokter Cassandra.


"Sepertinya saya mendukung usulan Anda dokter, Kalau boleh Saya menyarankan untuk perawat mawar yang pindah ke sini soalnya selain manis dan juga bikin suasana hati lebih tenang tidak darah tinggi terus seperti sekarang! " Panji menimpali perkataan Adrian tadi membuat Lila mendengus kesal ke arahnya sebab bukan mendukung sesama teman malah saling menjatuhkan satu sama lain.


" Astaga Panji ternyata selama ini kamu memang menyimpan dendam kepadaku ya , buktinya Baru melakukan kesalahan sedikit saja kamu langsung saja mengatakan hal yang tidak tidak tentangku? "tanya lila Dengan Tatapan yang tidak percaya.


" Ya habisnya mau bagaimana lagi Kamu setiap hari itu Hanya mengundang masalah buktinya tadi pagi kamu menimpali apa yang dikatakan oleh wanita ular itu, Terus sekarang saking jujurnya kamu mengatakan semua rahasia yang harusnya disimpan karena Takutnya nanti orang bakalan berpikir yang aneh-aneh tentang dokter Adrian! "omel Panji yang benar-benar merasa Jengah dengan sikap wanita dan mungil yang ada di sampingnya itu.


ternyata benar apa kata orang semakin tubuhnya itu mungil seseorang maka semakin nyaring pula suara yang akan dikeluarkan, karena terbukti apa yang terjadi di depan mata mereka ini sudah tidak bisa lagi disangkal kebenarannya karena mulutnya Lila itu menyebalkannya minta ampun.


" Ya ampun Astaga aku salah lagi ya kali ini, Ya sudah aku minta maaf deh aku janji tidak akan mengulangi hal yang sama lagi! "ujar Lila yang kali ini sedikit lemas bahkan seperti orang yang sudah tidak makan dua hari saking suara yang dia keluarkan itu begitu susah mungkin tercekat di tenggorokan atau gimana gitu.


" Ya sudah tidak masalah nanti jangan diulangi lagi, Oh iya kalian datang ke sini ada dalam rangka apa ya bukannya sekarang kalian jamnya untuk istirahat karena shiftnya belum dimulai ?" tanya Adrian penasaran.


pergantian shift di rumah sakit itu sedikit berbeda ketika shift malam mulai bekerja jam 06.00 biasanya mereka diberi kesempatan untuk beristirahat dari jam 05.00 sore sampai jam 06.00, dan selama kurun waktu itu jika ada pasien maka orang yang shift pagi itu bakalan masih tetap stay sampai jam yang sudah ditentukan baru mereka bakalan bisa pulang.

__ADS_1


"iya kami mau datang mengajak dokter Adrian buat ngopi bareng di kantin tetapi karena tadi aku salah bicara, ya sudah aku bawa saja kopinya ke sini ya nanti dokter Adrian Tunggu saja biar aku yang mengantarkannya secara langsung! "ujar Lila yang mencoba untuk mencari perhatian Adrian agar tidak memarahi dirinya.


__ADS_2