
*** Life is a simple, but not easy***
ya memang benar Hidup itu simple tetapi sebenarnya sangat tidak mudah tergantung dari kita mau membawanya ke arah mana, Adrian Belajar mengikhlaskan Berlian bukan untuk bersama dengan Devano melainkan membebaskannya untuk bisa mengenal dan mengekspor dunia luar itu seperti apa sih.
sampai sekarang mereka masih percaya kalau mereka itu merupakan jodoh hanya sekarang jodoh mereka sedang terhalang karena status Berlian yang sudah berubah menjadi miliknya orang lain, tetapi selagi belum ada kata cinta yang keluar dari mulutnya Devano dan juga Berlian maka itu tidak akan pernah berlaku untuk rumah tangga mereka yang bisa dibilang belum masuk prediksi sebagai rumah tangga yang awet nantinya.
Adrian yang sebenarnya masih masa observasi merasa diri sudah kuat dan juga profesinya yang mendukung makanya membuat dokter Syarif mau tidak mau mengijinkannya pulang, ya meskipun ada rasa kekhawatiran sebab Biar bagaimanapun tubuh manusia tidak terlalu sekuat itu juga hanya saja tidak bisa juga dipaksakan sampai segitunya jika hasil akhirnya akan merugikan diri sendiri..
" Ya sudah aku pergi ya tapi ingat apa yang aku katakan tidak boleh Mengulangi kesalahan yang sama, soalnya sudah tidak ada aku yang bakalan selalu menjaga kamu di sini dan nantinya kasihan tante Sarah yang sudah tua itu tetapi masih harus direpotkan dengan mengurus kamu! "ujar Berlian dan Adrian terlihat mengacungkan keduanya jempolnya pertanda akan setuju dan juga pemikiran dengan wanita itu.
Adrian tentu saja akan mengingat momen-momen terakhir ketika bersama dengan kekasihnya itu tanpa Terlewatkan sedikitpun, pokoknya apapun yang dikatakan oleh Berlian tanpa terkecuali akan ia dengar dan juga akan ia lakukan tanpa ada unsur paksaan dan bisa dibilang itu semua dilakukannya dengan sepenuh hati.
" Ya sudah terserah kamu saja mau apa yang penting intinya aku mohon kamu tolong sampai di sana Aku adalah orang pertama yang harus kamu beri kabar, Kalau tidak aku bakalan meneror kamu sepanjang waktu sampai-sampai membuat kamu tidak bisa makan tidak bisa istirahat karena harus memberi kabar denganku selalu! "perintah Adrian tetapi terlihat wanita itu menggelengkan kepalanya.
Berlian tidak mungkin mengabaikan Sofia yang otomatis lebih mengkhawatirkan dirinya sebab Biar bagaimanapun tidak ada yang namanya mantan seorang ibu, kalau kekasih dan juga suami serta istri itu orang biasa tetapi kalau orang tua tidak akan pernah menjadi hal yang biasa maka dari itu Berlian tidak bisa menjanjikan sesuatu yang tidak akan pernah bisa ia tepati takutnya akan membuat orang lain menunggu tanpa kepastian dan rasanya itu sebenarnya tidak nyaman.
" Maafkan aku jika tidak bisa menjanjikan hal itu, karena ada mama yang sudah mendapatkan janji itu dan aku harus selalu mengingat! tetapi Percayalah kalau kamu juga merupakan orang berikutnya yang paling penting dalam hidupku Setelah Mama, kalau kamu tidak pernah Dilarang untuk berbicara tidak pernah dilarang untuk tersenyum dan juga tertawa tetapi perbedaan dengan mama itu sangat signifikan maka aku harap kamu paham dengan apa yang aku maksud ini! "ujar Berlian membuat Adrian Ya tentu saja tidak masalah jika memang itu soal sosial Maka dirinya tidak akan pernah Merasa tersaingi dirinya juga sangat menghormati wanita paruh baya itu dan menganggapnya seperti Sarah ibunya.
__ADS_1
Adrian tidak mungkin Egois dengan wanita yang sudah melahirkan kekasih hatinya itu ke dunia sebab menurutnya Kalau tidak ada wanita itu ya tidak mungkin ada wanita cantik yang ada di hadapannya saat ini, maka dari itu ketika berlian menunjukkan baktinya kepada orang tuanya ya Otomatis membuat Adrian begitu berbangga diri karena bisa diberikan kesempatan untuk bertemu dan juga mengenal lebih jauh lagi tentang wanita itu.
" kalau soal tante Sofia mah aku tidak akan pernah mempermasalahkannya bahkan mengikhlaskannya 1000% karena menurutnya memang kamu harus selalu sering berhubungan dengannya, ya kalau begitu Setelah dia kan harusnya aku kan soalnya tidak ada lain lagi kan yang lebih penting dari itu Jadi kalau misalnya aku menunggu sepertinya tidak ada yang salah dong?" goda Adrian membuat berlian hanya bisa menggelengkan kepalanya karena pria itu hobinya ya Hanya seperti itu saja selalu mencari masalah dan menciptakan sesuatu yang membuat mood-nya yang tadi tidak baik sekarang berubah jadi nyaman aman dan juga tentram seperti tidak ada beban pikiran.
Bima benar-benar tidak suka dengan sikap Maria yang malah mengizinkan Adrian untuk berbicara dengan Berlian, karena keduanya bahkan lupa waktu jika sebenarnya saat ini itu mereka mau pergi tetapi harus terhenti karena Adrian yang dari tadi sepertinya tidak sadar diri untuk segera pergi dari tempat itu'
" kamu benar-benar yakin pergi ke sana sendirian atau mau aku temani selama beberapa bulan, ya maksudnya hitung-hitung sebagai pengenalan awal dulu untuk menyesuaikan di sana setelah itu aku kembali dan mengurus pemindahan baru aku bakalan menyusul kamu ke sana? "tanya Adrian memastikan karena Entah mengapa melihat tatapan Devano yang begitu tajam membuat dirinya merasa tidak enak hati dan takutnya jangan sampai pria itu malah nekat dan menyakiti Berlian di sana.
Berlian otomatis menggelengkan kepalanya karena tidak mungkin harus terus-menerus menyusahkan orang-orang di sekitarnya, Hidup itu harus dijalani tidak mungkin hanya berhenti di tempat saja maka dari itu Biarkanlah seperti begini saja nanti kalau ada perubahan ya iya bakalan tetap bertahan Tetapi kalau tidak ada juga ya bakalan mencari perubahan itu sendiri.
"pokoknya kamu tenang saja karena aku bisa jaga diri dan juga bisa menjaga agar pikiranku tetap waras ketika berdekatan dengan orang itu, dan aku juga harap kamu tidak boleh mengambil keputusan yang gegabah dan alhasil merugikan kamu sendiri soalnya menjadi dokter itu bukanlah sebuah usaha yang gampang kita harus berkuliah bertahun-tahun hanya untuk bisa mendapatkan gelar itu! " egois tidak pernah Berlian rasakan dalam hidupnya karena selama ini ia selalu mementingkan kehidupan orang lain dibandingkan dirinya Ya maksudnya biar sama-sama impas.
" pokoknya kamu tidak boleh mendekat sama sekali dan juga tidak boleh mengganggu mereka berdua , meskipun apa yang Mama lakukan ini salah karena itu sama saja memberikan harapan tetapi mereka juga butuh ruang untuk berbicara agar tidak ada kesalahpahaman untuk kedepannya! Perasaan perasaan terluka itu adalah sesuatu hal yang sangat tidak menyenangkan dan mama tidak ingin Berlian bahwa sampai ke tempat tinggalnya yang baru, dan mengira kalau kita tidak pernah menghargai perasaannya maka dari itu Mama membebaskan dia untuk berbicara menyelesaikan semuanya atau mungkin memberikan sebuah kata-kata penghiburan dengan begitu dia akan tahu kalau kita menyayangi dia meskipun apapun yang dia lakukan sangat tidak masuk akal! "menurut Devano kasih sayang yang diberikan oleh Maria itu sudah sangat berlebihan karena tidak pernah ia mendapatkan pengertian seperti begitu.
Devano menggelengkan kepalanya karena sudah tidak tahu lagi harus menjelaskan cara apa agar Mamanya itu paham, kalau seseorang itu jika diberikan ruang maka dia bakalan menggunakannya itu dengan sebaik mungkin dan terkadang malah merugikan Nah itulah yang diwaspadainya dari awal tetapi sepertinya Maria tidak pernah paham dan juga tidak pernah peka dengan kekhawatirannya.
"Oh iya Adrian maaf ya bukannya aku ingin mengusir kamu tetapi sepertinya tidak sopan deh membiarkan orang tua menunggu seperti itu, soalnya katanya kami lagi buru-buru penerbangan yang terakhir dan penerbangan Papua itu terakhirnya di jam 04.00 sore nanti dan sekarang kamu tahu kan sudah jam 03.00 takutnya kami bakalan telat loh! "Berlian bukan berniat untuk mengusir Adrian hanya berharap dari pemikiran pria itu mengerti dengan keadaannya saat ini.
__ADS_1
" ya itu artinya kita berpisah dong antara satu bulan setengah tahun atau bahkan bertahun-tahun kita tidak akan pernah bertemu lagi, semoga kita selalu kuat ya dan tetap menjaga keutuhan perasaan ini dan juga Intinya kita tidak akan pernah tergoda satu sama lain Apalagi kamu yang sudah ada seseorang yang berstatus sebagai suami kamu! " sebenarnya sangat tidak masuk akal apa yang dikatakan oleh Adrian tetapi Bukankah bermimpi dan berharap sesuatu yang lebih tinggi itu kan merupakan hal yang wajar.
" aku janji akan selalu membawa nama kamu di dalam doaku berharap agar kamu baik-baik saja di sini dan tidak melakukan hal-hal yang negatif, sampaikan salamku kepada para dokter yang lain dan juga aku sudah titip surat pengunduran diriku sama Mama nanti kamu tolong ambil ya itu Mama juga kebetulan ada pegang kemudian bilang sama Panji Pokoknya dia perawat paling keren yang pernah aku kenal! Oh iya sampaikan salamku juga untuk lila dan bilang sama dia kalau punya perasaan itu jangan ditahan mendingan dibilangin biar tidak menyesal suatu saat nanti ketika diambil orang, dan untuk kamu agar yang ku tersayang selalu hidup sehat dan baik-baik saja ingat rajin bekerja karena menjadi dokter adalah impian kita dan tugas kita sangat mulia yaitu menolong orang! " tidak ada kecupan perpisahan karena mereka berdua sudah tidak pantas untuk melakukan itu tidak ada yang namanya pegangan tangan karena ada hukum yang sudah melarangnya dan tidak ada yang namanya kegiatan apapun itu karena banyak sekali pasang mata yang memandang ke arah mereka berdua saat ini.
Devano yang sudah melihat Adrian menjauh memilih untuk mendekati pria itu sambil memasang tatapan mengejeknya, sebab menurutnya selama ini Adrian itu sudah menjaga jodohnya orang jadi kalau misalnya besok lusa dijaga lagi jodohnya orang sepertinya masih pria itu memang tidak beruntung.
"saya sarankan besok lusa kamu pastikan kira-kira orang itu sudah dijodohkan atau belum, karena Percuma saja kamu jaga bertahun-tahun jika akhirnya menikahnya sama orang lain! "ujar Devano Sambil tertawa membuat Adrian mengepalkan tangannya menahan emosi.
"sepertinya aku harus mengeluarkan kata-kata elegan agar kamu paham, kalau sebenarnya statusnya di atas kertas saja Dan suatu saat kertas itu bisa dirobek ataupun dihapus dan juga dibakar serta dihilangkan, itu tapi statusku di dalam hatinya tidak akan pernah bisa kamu ambil karena itu sudah melekat Abadi Bersama dengan darah yang ada dalam tubuhnya! "ujar Adrian lalu menepuk pelan bahu Devano yang benar-benar tidak menyangka jika adran mengucapkan kata-kata seperti itu dan Percayalah Itu adalah sebuah penghinaan yang sangat tidak bisa diterimanya.
" anak muda saya sudah memberikan kesempatan kepada kamu Terserah tadi itu kamu mau mengucapkan kata apa tetapi intinya tidak ada kesempatan kedua besok atau pun nanti ketika bertemu dengan Berliana lagi, dan juga saya pastikan jika tadi suaminya biasa saja maka pertemuan berikutnya suaminya akan sangat luar biasa responnya maka dari itu jangan gunakan kesempatan kamu itu dengan tidak baik tetapi karena waktu kamu sudah habis jadi kita berpisah! "ujar Maria membuat Adrian sedikit merasa miris dengan keadaannya takutnya jangan sampai apa yang dikatakan oleh wanita itu benar-benar menjadi kenyataan.
"Terima kasih atas kepercayaan yang diberikan karena meskipun hanya 1 menit saja tetapi saya sudah menggunakan kepercayaan itu dengan begitu baik, dan juga tolong sampaikan salam saya untuk papa mertuanya berlian katakan Maafkan saya jika sudah berbuat lancang! " setelah mengatakan hal itu terlihat Adrian menghampiri Sofia yang tersenyum kepadanya karena dirinya akan mengambil surat resign milik Berlian untuk diberikan ke rumah sakit sebab Wanita itu sudah tidak sempat lagi untuk melakukannya.
" kamu mau ambil surat resign milik anak saya kan Ya sudah ini nanti tolong sampaikan permintaan maaf dari Berlian sebesar-besarnya karena tidak sempat berpamitan secara langsung , sepertinya mereka sudah tahu umur yang beredar soalnya sekarang kan apa-apa dalam hitungan detik sudah diketahui oleh satu benua," ujar Sofia.
Bima menghardik tangan istrinya itu kasar karena dirinya paling tidak suka ketika berlian sok akrab dengan orang asing apalagi orang itu adalah seseorang yang sangat tidak ia sukai sama sekali, terserah wanita itu mau berbicara apapun tetapi intinya tidak boleh kepada musuhnya yang jelas-jelas suatu saat akan mengajak dirinya berperang seperti kemarin-kemarin.
__ADS_1
" pergi kamu dari sini dan ini terakhir kalinya saya melihat wajah kamu karena biar bagaimanapun saya sudah mempunyai menantu yang lebih pantas, Memangnya kamu pikir profesi kamu itu patut untuk dibanggakan karena menurut saya itu terlihat biasa saja dan juga tidak pernah menjanjikan! "ujar Bima namun Adrian biasa saja karena menurutnya orang kalau lagi sehat yang ngomongnya seperti itu Coba kalau lagi sakit pasti ada saja keluhannya.
"Saya harap mulut Om itu tidak lupa dengan kondisi fisik sekarang ya karena entah nanti kapan tapi pasti dalam hitungan bulan Om sudah bertamu kok di rumah sakit dan saya yang akan menanganinya, jadi jangan pernah merendahkan profesi seseorang karena terkadang apa yang kita rendahkan adalah sesuatu yang sangat kita butuhkan! "jelas Adrian.