Berlian Yang Terbuang

Berlian Yang Terbuang
Tega...


__ADS_3

Adrian semalaman memilih untuk tidur di mobil padahal sebenarnya di situ banyak sekali tempat penginapan yang jaraknya tidak jauh dari villa keluarganya Devano, Entah mengapa pria itu sepertinya enggan meninggalkan tempat tersebut Takutnya nanti ketika dirinya pergi ternyata diam-diam Devano membawa pergi Berlian mungkin karena merasa bahwa itu merupakan kesempatan yang paling baik.


sebab Biar bagaimanapun dirinya tidak boleh menyerah dengan segala macam keadaan , Percuma saja sudah jalan jauh-jauh mengambil berbagai macam resiko dalam perjalanannya jika hasil akhir di tengah jalan bawah lebih memilih untuk mundur dan juga tidak ada niatan untuk melanjutkan semua perjuangan yang sudah dilakukannya dari nol.


Devano bisa dibilang adalah orang yang paling nekat dan juga tidak punya perasaan sama sekali serta tidak ada niatan untuk membiarkan Adrian mendapatkan ruang gerak bebasnya sedikit saja, karena setiap bergerak Hanya selalu diwanti-wanti oleh pria tersebut dan juga dijaga agar jangan terlalu meleber kemana-mana dan juga intinya tidak boleh mengganggu apa yang sudah menjadi miliknya itu.


Padahal yang Adrian lakukan itu sebenarnya simpel saja yaitu ingin berbicara dengan Berlian kalau memang masalah mereka berdua sudah selesai dan juga menemukan titik terang yang paling baik maka darinya juga tidak akan mungkin memaksakan kehendak seperti sekarang, akan tetapi ketika mereka semua memilih untuk tidak peduli makanya Adrian memilih untuk tetap keras kepala sebab jika dirinya sudah sejauh ini tidak mendapatkan apapun yang diinginkan ya percuma jadi lebih baik lakukan saja nanti kalau misalnya orang-orang itu merasa tidak nyaman dan akhirnya mengambil tindakan pun itu terserah dari mereka saja dirinya memilih untuk pasar dan mengikuti apa yang akan terjadi nantinya.


Berlian sebenarnya bisa melihat dengan jelas Apa yang dilakukan oleh Adrian itu karena memang jarak pantauannya masih bisa dilihat dengan begitu baik, dan ia merasa begitu heran karena ternyata Adrian memilih untuk bertahan tidak ada niatan untuk pulang apalagi menginap di tempat yang lebih nyaman.


ingin sekali ia keluar dan berbicara dengan pria itu kemudian membujuknya agar Jangan melakukan ini semua yang hasil akhirnya akan Merugikan dirinya sendiri, namun balik lagi apa yang sudah diputuskannya dari awal ia tidak akan pernah berubah pikiran apalagi mencoba untuk memberikan hati kepada pria tersebut dan hasil akhirnya hanya akan disalah artikan dan dikira dirinya sedang memberikan harapan.


" Apakah aku sungguh keterlaluan dengan mengabaikannya seperti itu, padahal kemarin-kemarin kami selalu baik-baik saja meskipun hubungan Kami sebenarnya bisa dibilang entah mungkin bisa lanjut atau lebih baik berhenti saja? "Berlian berbicara sendiri sebab tidak tahu lagi harus mengeluh kepada siapa sebab kalau misalnya keluhannya itu ditujukan kepada suaminya Oh tentu saja tidak akan pernah bisa terjadi.


" kalau misalnya aku diam terus di sini dan dia malah melakukan Aksi nekat Emangnya siapa yang harus bertanggung jawab, sedangkan aku benar-benar ingin lepas tangan tidak ada niatan untuk mengurusnya yang jelas bekerja ke siapa-siapa dan juga selama ini cukup aku membantunya tanpa mendapatkan imbalan yang setimpal, "ujar wanita itu yang masih tetap berusaha untuk menjadi pribadi yang positif thinking dan merasa bahwa apa yang dilakukan oleh Adrian itu lebih banyak menyusahkan dirinya sendiri namun balik lagi kalau memang pria itu ingin melakukannya yang untuk apa juga dirinya harus merespon berlebihan.


devano dari tadi itu sebenarnya pura-pura tertidur karena dirinya ingin melihat kira-kira istrinya itu bakalan keluar menemui Adrian atau tidak, soalnya Ya paling sadar dan juga paling peka Bagaimana kegelisahan yang terjadi antara berlian dan juga Adrian Yang sepertinya memiliki ikatan yang begitu dekat Karena Bayangkan saja mereka melalui hubungan itu bukan hanya satu atau dua bulan saja tetapi sudah bertahun-tahun jadi otomatis satu kesusahan yang lain pun bakalan merasa ikutan juga hanya bibir yang terkadang mengucapkan tidak tetapi berbeda dengan perasaan mereka.


Berlian tidak tahu sama sekali kalau sebenarnya saat ini suaminya itu Tengah memantau setiap pergerakannya itu melalui sudut matanya, karena Devano sejujurnya tidak terima kalau misalnya sampai Berlian keluar dan menemui Adrian di saat malam yang sudah gelap seperti begini dan juga di saat semua orang tidak sadar sama sekali.

__ADS_1


Berlian yang terlihat begitu gelisah memilih untuk naik ke samping ranjang dan tertidur di samping suaminya itu Dan mungkin dirinya berpikir kalau ini merupakan hal yang paling tepat yang harus diambilnya saat ini, kalau misalnya saat ini juga dirinya keluar Kemudian bertemu dengan Adrian Nanti pertanyaannya bagaimana perasaannya Devano dan juga mertuanya serta mamanya sendiri yang jelas-jelas tadi sudah menolak kedatangan Adrian di kediaman mereka itu.


Berlian hanya bisa menutup tirai jendela itu dengan secara perlahan ya berharap mungkin ketika membukanya lagi antrian sudah pergi dari situ, Namun ternyata semuanya tidak sesuai dengan diam diinginkan karena terbukti bolak-balik yang mengucapkan tetap saja seperti ini.


" dia Kenapa sih harus tertidur di situ dan bapaknya memilih untuk pulang, nanti kalau misalnya ada tetangga yang besok pagi melihat mereka pasti bakalan salah paham dan mengira kalau keluarga itu tidak punya sopan santun sama sekali karena ada tamu yang datang tetapi malah diabaikan begitu saja.


Devano yang sudah besar memilih untuk menarik istrinya dan memaksanya untuk tertidur sebab manusia punya stok Batas kesabaran yang setipis kertas kalau misalnya diuji setiap saatnya jangan menyesal kalau dirinya bakalan meledak saat itu juga, bukan karena merasa percaya diri tetapi intinya yang diinginkan oleh suami yaitu seorang istri menghargai apapun yang dikatakannya kemudian menghargai apapun yang diperbuatnya agar maksudnya tidak berat sebelah dan juga ada keseimbangan yang terjadi di dalam rumah tangga mereka dan barulah hal itu menjadi tolak ukur yang paling bagus untuk mendidik anak mereka nantinya.


Berlian benar-benar terkejut ketika tahu bahwa suaminya itu sebenarnya belum tertidur dan tadi entah bagaimana ceritanya sampai hanya bisa membantu pergerakannya dalam diam, karena sudah ketahuan wanita itu hanya bisa menundukkan kepalanya, bukan karena takut tetapi intinya ada sedikit rasa malu di dalam benaknya karena tadi sudah menolak kedatangan antrian tetapi kenapa sekarang malah terlihat begitu peduli dengan pria tersebut.


" awas saja kalau aku tidur nanti dan kamu keluar menemuinya sekarang karena aku bakalan tidak tinggal diam, Emangnya kamu pikir Sejak kapan aku berbohong tentang semua ini Dan juga kamu pernah melihat kalau aku itu mengajak orang-orang untuk bercanda membahas hal yang begitu serius? "tanya Devano yang begitu kasar membuat Berlian mengerutkan keningnya karena Entah mengapa pria itu terlihat begitu sensitif hari ini padahal dirinya saja merespon biasa saja dan juga belum tentu bakalan mau menemui Adrian.


Devano tertawa ketika mendengar jawaban yang diberikan oleh berlian tadi yang sepertinya Tengah menyalahkan dirinya dengan semua yang ada, padahal maksud dan tujuannya hanya ingin menunjukkan kalau sebenarnya semua itu baik-baik saja hanya karena dirinya melakukan hal sepele seperti tadi malah diperpanjang dengan pembahasan yang hasil akhirnya akan menyakiti hati mereka satu persatu karena tidak punya perasaan ketika membahas hal sensitif seperti begini.


" ya Habisnya kalau tidak mencurigai kamu terus aku harus berpikiran yang bagaimana ketika melihat istrinya sendiri Tengah menatap ke arah luar di mana ada mobil kekasihnya yang sedang menunggu, kalau misalnya aku tidak bangun sekarang Mungkin sekarang kamu sudah menghadap kepadanya dan juga berbicara entah apa yang kalian bicarakan nanti tentunya tidak mungkin kamu bakalan mengatakan hal itu kepadaku kan? "Devano sudah tidak bisa lagi menahan rasa curigaannya terhadap istrinya sendiri ketika secara diam-diam Berlian melakukan hal ini semua yang terlihat begitu cemas memikirkan Perasaan dari beliau Pujaan hatinya yaitu'


Berlian bukanlah tipe orang bodoh yang tidak paham dengan protes yang diberikan oleh Devano kepadanya , hanya saja menurutnya itu terlalu berlebihan kok bisa-bisanya mencurigainya yang bukan-bukan seperti itu padahal jelas-jelas sekarang dirinya ada di dalam kamar bersama dengannya tetapi kenapa malah mencari seseorang yang tidak terlihat dan juga tidak ada.


" Ya sudah terserah kamu saja mau berpikiran yang seperti bagaimana karena aku tidak punya tujuan sampai kamu yang sudah terbiasa mencurigaiku maka kamu bakalan terus menerus melakukannya tanpa henti sampai mungkin kamu bosan sendiri baru bakalan sadar, bahwa apa yang kamu lakukan itu sudah salah besar dengan mencurigaiku melakukan sesuatu yang sangat tidak masuk akal dan juga tidak bisa dibilang ini semua dalam keadaan baik-baik saja,"Berlian memilih untuk pasrah tidak ingin memperpanjang lebar lagi pembahasan mereka berdua karena nantinya Devano tidak akan pernah mau mengalah dan juga tidak akan pernah mau mengakui kalau sebenarnya kecurigaannya tadi itu tidak berdasarkan hal-hal yang masuk akal dan jika sudah seperti begini maka lebih baik ada yang mengalah daripada semuanya menjadi emosi dan alhasil masalah Tidak akan pernah kelar sampai ujungnya'

__ADS_1


tok tok tok tok


Sofia yang kebetulan lewat mendengar dengan jelas Bagaimana keributan yang terjadi di kamarnya Devano dan juga anak perempuannya itu, daripada nantinya hanya akan mengundang masalah dan membuat Maria serta Abraham suaminya jadi berpikiran yang tidak tidak lebih baik dirinya yang tahunya segera menyelesaikan mereka secara cepat tanpa harus membuang waktu percuma.


Berlian dan juga Devano Saling pandang ketika mendengar ada yang mengatur pintu kamar padahal sebenarnya sekarang jam itu sudah mengisyaratkan kalau semua orang sudah beristirahat , namun terlihat Berlian sepertinya sudah tahu siapa yang sedang berada di depan pintu kamarnya karena memang kebiasaan mamanya dari dulu seperti itu ketika dirinya mengeluarkan suara yang begitu besar maka wanita itu dengan begitu paniknya akan datang kemudian menghampirinya secara langsung tanpa banyak bertanya lagi.


ceklek


" Mama kenapa di sini bukannya sekarang harusnya istirahat, apa ingin membicarakan sesuatu ya sudah masuk saja nanti ada kebetulan ada Devano di dalam Mungkin kita bisa memerlukan waktu buat diskusi?"Berlian Tentu saja tidak akan pernah menyalahkan Sofia dengan apa yang terjadi karena di sini dirinya sangat tahu dan juga sangat paham betul itu yang menjadi korban akibat keserakahan orang-orang yang di sekitarnya.


Sofia menggelengkan kepala karena saat ini ya kalau misalnya mau berbicara dengan seseorang tentang masalahnya sepertinya tidak mungkin dan juga sangat terkesan tidak masuk akal ketika orang-orang itu juga punya masalah mereka sendiri, Iya juga tidak enak hati kepada menantunya kalau misalnya sampai dirinya masuk ke dalam kamar dan memberikan nasehat maka dari itu ditariknya tangan Berlian agar ikut serta dengannya.


" kamu tolong ya Jangan melakukan hal ini lagi dengan cara membuat kehidupan kita bakalan menjadi sulit, dan intinya tolong berbaktilah kepada suami kamu itu sebab biarpun kesusahan dia tetap berusaha mencari sampai menemukan kamu di sini dan perjalanan itu sebenarnya bukanlah perkara yang mudah sampai-sampai Adrian saja bisa menguntitnya dari belakang," bujuk Sofia berharap agar anaknya itu lebih paham tidak terlalu mengedepankan yang namanya emosi sebab Bukankah semua masalah yang ada di dunia ini ada begitu banyak jalan keluar tetapi Tinggal bagaimana caranya memilah yang baik dan juga yang benar.


Berlian terlihat menganggukkan kepala pertanda paham dengan apa yang dikatakan oleh Mamanya itu ,hanya saja untuk sekarang sepertinya dirinya tidak tega ketika ada orang yang sudah berani berbuat kasar kepada orang lain maka dari itu ketika suaminya itu mencoba untuk berbicara kasar dengannya ya jelas saja dirinya tidak terima dong.


" Aku akan mencoba menjadi istri yang sabar dan juga baik hati tetapi tergantung dari dianya saja kira-kira mau menyesuaikan dengan apa yang aku lakukan atau tidak, kalau memang dirinya memilih untuk menghabiskan begitu saja Maka jangan menyesal ya kalau aku capek aku bakalan pergi meninggalkannya dan tidak ingin lagi menjalin hubungan serius dengan siapapun,"Berlian tidak mungkin berbohong kepada Sofia tentang apa yang dirasakannya sebab biar bagaimanapun Hanya wanita itulah tempat dirinya berbagi keluh kesannya setelah dulu Adrian merupakan tempat yang paling terbaik yang bisa mendengarkan apapun yang ada dalam pemikirannya.


sofia menggelengkan kepalanya karena ia tidak pernah mengajarkan anak yang menjadi pribadi yang kurang ajar seperti begitu, karena bisa-bisa hanya membantah apa yang dikatakan oleh suami sendiri ya sebenarnya mungkin benar apa yang dilakukan oleh Berlian ini hanya karena lukanya di masa lalu yang disebabkan oleh perbuatan Bima yang begitu keji'

__ADS_1


__ADS_2