
Adrian dan wanita itu duduk bersisian tetapi tidak berbicara seolah-olah merupakan pasangan kekasih yang sedang bertengkar, itupun jika kalau misalnya dilihat oleh orang banyak dan terkadang hal ini pula yang membuat Adrian ingin sekali menghindar tapi mau bagaimana lagi ketika tubuhnya sedang tidak bisa diajak kompromi untuk dibawa pergi ke manapun.
sedangkan wanita yang berada di samping Adrian terlihat begitu anteng dan juga tidak peduli ketika melihat kegusaran hati pria yang ada di sampingnya ini, lagi yang sebenarnya Biasa saja tidak peduli dengan omongan orang di luar sana karena memang sejatinya mereka berdua itu tidak punya hubungan apapun Jadi untuk apa dibawa pusing dan juga untuk apa harus dipikirkan nanti yang ada bakalan makan hati.
" Kamu kenapa sih gelisah sekali dari tadi seolah-olah aku ini Mak Lampir yang datang untuk mengganggu kehidupan kamu, aku mah B aja tapi kamu yang kelebihan lebaynya bersikap seperti seorang pria bertulang lunak yang tidak tahu menghadapi masalah itu harus seperti apa dan juga tidak tahu harus mencari jalan keluarnya yang bagaimana malah kabur ke sini malah menangis Kayak orang bodoh padahal otak itu dikasih buat berpikir bukan malah hanya menjadi pajangan saja! "ujar wanita itu sinis karena mungkin dari tadi dirinya sudah melihat pergerakan Adrian dan dirinya tahu kalau pria itu sebenarnya sedang terlibat dalam sebuah masalah Entah dengan siapa.
" Kamu kenapa dari tadi cerewet sekali bersikap seolah-olah kita ini sedang bertengkar dan hasil akhir harus menjadi tontonan semua orang , karena aku tidak ingin semua orang salah paham jika sebenarnya kita dapat berdua punya hubungan dan sekarang sedang dalam keadaan tidak baik-baik saja dan tempat umum harus menjadi saksi dari pertengkaran kita yang sangat tidak jelas! "ujar Adrian sambil menatap ke arah lain Sebab menurutnya kalau dia diam terus yang ada wanita itu bakalan tambah menjadi dan juga perkataannya itu tambah menusuk telinga.
" ya biarkan saja orang lain berbicara apa karena mulut semua orang kan tidak bisa kita bungkam maksudnya biar sama dengan apa yang kita inginkan, Jadi kalau misalnya mereka berbicara tulikan saya telinga sekalian biar mereka ngomong sampai lidah mereka bengkok pun kita tidak mendengarkan sama sekali dan juga tidak peduli! " ujar wanita tersebut yang sepertinya sangat keras kepala dan juga sikapnya itu tidak pernah peduli dengan keadaan sekitarnya soalnya cueknya minta ampun dan hal ini pula yang membuat Adrian hanya bisa menggelengkan kepala karena belum satu urusan masalahnya habis harus Bertemu dengan wanita yang seperti itu secara tiba-tiba lagi.
wanita itu mengulurkan tangannya maksudnya mengajak antrian berkenalan ya supaya maksudnya biar kalau misalnya orang-orang di tempat ini merasa aneh dengan sikap mereka berdua yang penting intinya keduanya sudah terlihat akrab, lagi yang dirinya juga lagi Gabut tidak punya kegiatan sama sekali sebab Bayangkan saja masa iya dipaksa menikah oleh kedua orang tuanya dengan pria yang sedang sekarat karena kecelakaan maka dari itu sekarang dirinya juga sedang berada di tempat ini dengan masalah yang berbeda tapi intinya ini menyangkut hati dan juga pikiran Makanya kalau disamakan dengan keadaan seperti ini memang benar-benar harus sama mengerti satu sama lain.
Adrian bukannya menyambut tangan wanita itu Tetapi malah menatap heran ke arahnya sebab menurutnya wanita ini terasa begitu aneh tiba-tiba menyodorkan tangannya mengajaknya berkenalan padahal dari dulu sampai sekarang itu biasanya pria yang agresif lakukannya tetapi ini malah sebaliknya, membuat Adrian menoleh ke arah lain mengabaikan saudara tangan yang diberikan oleh wanita itu yang ternyata penuh harap entah apa yang ada dalam pikirannya itu sampai-sampai terlihat begitu aneh bagi Adrian.
wanita itu berkali-kali memberikan tangannya tetapi Adrian tetap saja tidak peduli membuat dirinya hanya bisa menggelengkan kepalanya karena terkesan murahan sebab bisa-bisanya memaksakan diri berkenalan dengan seorang pria, ya meskipun pada akhirnya Adrian yang gantian menyodorkan tangannya soalnya kasihan juga sih anak orang mengajak kenalan secara baik-baik Tetapi malah diabaikan begitu saja itu kan rasanya tidak sopan dan kita menjadi orang yang paling serakah serta sombong dan juga tidak mensyukuri kalau masih diberikan atas kehidupan.
" aku Adrian, karena kebetulan tadi kamu mau mengajakku berkenalan ya sudah sekarang Sebutkan nama kamu siapa?" ujar Adrian Tidak seperti biasanya orang kalau mengajak berkenalan itu tersenyum kemudian merasa sedikit nyaman Eh ini rata-rata saja seperti jalan tol seolah-olah Apa yang dilakukan ini hanya terpaksa saja.
__ADS_1
" Namaku Asyifa Putri kamu bisa memanggilku dengan Syifa saja, Namaku cantik seperti orangnya tapi sayang nasibku tidak secantik hal itu maka dari itu aku kabur saja! " jelas wanita itu sambil tersenyum.
Adrian hanya menganggukkan kepala tidak peduli sama sekali dengan apapun yang dikatakan, sebab menurutnya mau nama wanita itu berubah jadi apapun Sebenarnya bukan urusannya sama sekali yang harus dipedulikan yang harus membuat dirinya ikutan bahagia begitu.
" Kamu kenapa bisa ada di sini, terus cengeng kayak anak kecil padahal sudah tua itu? " tanya Syifa penasaran karena memang yang terjadi ini benar-benar sangat membingungkan.
" Kamu kenapa juga pedulikan dengan semua urusanku karena aku saja tidak peduli dengan urusan kamu itu, Lagian mau aku menangis guling-guling pun tidak ada urusannya sama kamu itu lebih baik jangan bertanya karena kamu tidak akan pernah mendapatkan jawaban?" Sinis Adrian tajam.
Asyifa tertawa ketika mendengar apa yang dikatakan oleh pria itu yang seolah-olah sangat sensitif kali ini, padahal sebenarnya dirinya hanya bertanya saja untuk memastikan secara langsung bukan untuk terlalu kepo dengan urusan pribadi orang lain.
kalaupun pria itu tidak ada niatan untuk menjawab Ya sudah tidak masalah yang penting dirinya hanya ingin bertanya saja tidak juga terlalu ingin mendengar jawaban, apalagi melihat dari tadi itu sepertinya Adrian sedikit terganggu dengan kehadirannya di tempat itu namun balik lagi seperti apa yang dikatakannya dari awal kalau semua tempat di sudut itu semua sudah penuh hanya tersisa di Adrian saja jadi tidak ada salahnya kan kalau misalnya dirinya ikut gabung di tempat itu.
" Kalau suamiku itu merupakan seorang pria seperti pangeran yang datang menaiki kuda poni yang tidak masalah, ini sedang dalam keadaan tidak sadarkan diri hanya karena kesalahan yang dia lakukan bersama pacarnya terus masa iya aku yang harus menanggung akibatnya menjaga orang sakit begitu? " ujar Syifa Yang jelas saja tidak mau kalau misalnya dirinya harus berkorban akan sesuatu yang tidak pernah diketahuinya dari awal dan takutnya jangan sampai Sudah berkorban capek-capek pengen malah ketika sembuh tidak dihargai sama sekali seperti keadaan yang lagi viral sekarang susahnya kita dicari Saat senang malah dilupakan begitu saja dan juga tidak dianggap serta mungkin hanya dimanfaatkan saja.
" Ya hitung-hitung mungkin kamu bersedekah jadi orang baik begitu, Soalnya aku tahu wanita seperti kamu itu tiap hari hanya membuat emosi orang lain Jadi mencuat di permukaan Makanya sekarang aku memberikan saran biar kamu menjadi orang yang memiliki sifat terpuji kemudian bisa diandalkan dan juga intinya tidak melakukan sesuatu yang sangat tidak masuk akal sama sekali! " saran Adrian membuat Syifa tetap menggelengkan kepala karena menurutnya pria itu tidak pernah mengerti dan juga tidak pernah berada di posisinya jadi otomatis tidak tahu apapun dan juga tidak tahu kalau sebenarnya dirinya itu ogah melakukan semua yang diinginkan oleh orang tuanya.
" sepertinya aku perhatikan kamu juga berada pada masalah yang seperti itu malah mungkin lebih parah lagi, jadi jangan merasa percaya diri jika dirinya ini hidup kamu lurus-lurus saja sedangkan orang lain harus dibuat pusing untuk memikirkan segala sesuatunya tanpa henti? "Sindir Asyifa karena menurutnya kenapa sampai antrian berada di tempat ini Ya tentu saja pasti ada sesuatu hal yang sangat membuat pria itu sudah seperti orang yang kehilangan akal makanya ketika memilih untuk menyendiri itu pun biasanya hanya untuk menenangkan pikiran sebab sudah terlalu banyak dan tidak mampu ditampung lagi hasil akhir ya membersihkan apa saja di tempat umum pun tidak peduli.
__ADS_1
" kalau misalnya aku bilang calon istriku direbut oleh orang lain kamu percaya tidak, terus hidupku sekarang sudah seperti tidak punya semangat lagi pun kamu masih percaya tidak dengan hal-hal itu di zaman sekarang? Ya begitulah yang aku rasakan jika selama ini selalu menjaga jodohnya orang dan akhirnya apa yang aku lakukan selama bertahun-tahun ya sia-sia saja, mau menyesal pun semua sudah terjadi Mau mengeluh pun tidak ada gunanya! " Adrian merasa bahwa Syifa itu kan tidak akan pernah bertemu dengannya lagi nanti dan juga sepertinya wanita itu enak buat di ajak ngobrol makanya dirinya mengeluarkan keluh kesahnya Yang sepertinya benar-benar menghimpit hidupnya sekarang dan butuh teman untuk diajak berbicara.
Asyifa terlihat menganggukkan kepala karena merasa miris juga sih dengan nasib pria yang ada di sampingnya saat ini sebab dipikirannya hanya dirinya saja yang mengalami hal-hal yang tidak menyenangkan, ternyata ada orang lain yang lebih parah lagi dan juga hasil akhir tidak punya solusi mau tidak mau menangis di tempat umum seperti begini.
" ternyata nasib kamu lebih mengerikan ya daripada yang aku bayangkan dari tadi, Ya sudah kalau memang calon istri kamu diambil orang terus aku malah dijodohkan dengan pria sekarang Kenapa tidak kita berdua saja menikah hanya untuk mendapatkan keuntungan? " tawar Asyifa tanpa Tedeng aling seolah-olah pernikahan itu merupakan sebuah hal yang biasa saja tidak perlu membutuhkan pemikiran yang luar biasa.
Adrian benar-benar tidak menyangka jika ada wanita ajaib yang saat ini tengah berbicara dengannya Bayangkan saja tanpa beban tanpa ada rasa takut dan juga bersalahnya malah mengajak dirinya melakukan hal itu padahal seharusnya wanita itu sadar diri jika pernikahan itu bukanlah hal yang gampang yang mudah saja diungkapkan dengan kata-kata Lalu setelah itu langsung dilakukan biar sesuai dengan apa yang diinginkan tanpa memikirkan konsekuensi yang bakalan di dapat.
" Kamu ini sebenarnya wanita gila yang lari dari rumah sakit jiwa atau apa ya, Kok bisa-bisanya memberikan tawaran seperti itu dan lebih parahnya lagi yang kamu tawarkan itu pernikahan loh bukan barang diskonan? "tanya Adrian yang tidak habis pikir jika dirinya dari tadi itu sedang duduk dan juga berbicara dengan wanita yang tidak waras dan lama-lama dirinya bisa ikutan tidak waras juga.
Assyifa tertawa ketika mendengar pertanyaan yang dilontarkan oleh Adrian tadi , karena memang selama ini semua orang selalu berpikir jika dirinya adalah wanita yang tidak waras mungkin karena sikapnya yang suka ceplas-ceplos tidak jelas tanpa memikirkan ini dan itu.
" Masa iya sih aku orangnya seperti begitu, tapi kamu tenang saja kok intinya aku itu adalah orang waras Kalau kamu tidak percaya coba pergi cek namaku di rumah sakit jiwa kira-kira terdaftar atau tidak." Asyifa tidak marah ataupun tidak perlu provokasi dengan keadaan sebab menurutnya kalau responnya terlalu berlebihan rasa-rasanya sangat tidak menyenangkan ia lebih baik seperti begini saja menjalaninya sesuai dengan alurnya tidak peduli jika nanti hasil akhirnya hanya akan Merugikan dirinya sendiri dan juga mungkin bisa dibilang hanya akan membuat hidupnya itu terasa begitu tidak nyaman akibat segala sesuatu yang terjadi.
wanita itu tidak pernah tersinggung ketika orang-orang selalu mengatakannya ini dan itu karena baginya membungkam mulut semua orang itu adalah pekerjaan berat, jadi biarkan saja mereka mau berbicara apa nanti kalau misalnya sudah bosan pasti bakalan berhenti sendiri Lagian kalau misalnya setiap kali mereka berbicara kita merespon Yang ada mereka bakalan lebih meledak.
" Sepertinya kamu itu sama dengan semua orang yang ada di sini karena mereka selalu berpikir jika mungkin Mulutku yang terlalu jujur hasil akhir aku bukanlah orang yang normal, Padahal aku merasa biasa saja kondisi kejiwaanku baik-baik saja hanya mungkin hidupku yang terlalu dipenuhi dengan orang-orang yang berambisi hasil akhir ya aku seperti begini malah tahu dan juga tidak peduli dengan apapun yang terjadi di sekitar dan juga setiap perkataan yang aku lontarkan ya keluar begitu saja tanpa disaring lebih dulu." Asyifa tentu saja bukan merupakan seseorang yang terlalu banyak gengsi ketika mengakui kesalahan yang dilakukannya dan juga kebiasaannya selama ini Lagian kalau jujur juga sepertinya tidak rugi juga.
__ADS_1
Adrian hanya mengangkat kedua bahunya pertanda tidak peduli dengan apapun yang dikatakan oleh wanita itu sebab menurutnya mau dinasehati seperti apapun kalau aslinya sudah seperti begitu ya tetap bakalan seperti itu, Lagian untuk apa juga berpikir yang panjang lebar jika pada akhirnya mereka juga tidak akan bertemu lagi.