
" Ya tidak masalah kamu mau melakukan atau tidak seperti apa yang aku katakan tadi tetapi intinya hanya ingin memberikan saran maksudnya agar kamu nantinya jangan salah mengambil langkah dalam hidup kamu, hidup itu sudah sebenarnya nyaman karena kamu punya pekerjaan yang mapan dan punya pekerjaan yang bisa dibilang akan menunjang masa depan kamu begitu baik! Jangan karena masalah ini Kamu akhirnya lupa bahwa ada orang yang harus kamu tanggung jawab dalam kehidupannya yaitu tante Sarah, dan juga jangan kamu lupa kalau beliau hanya ingin menikmati masa tuanya dengan begitu baik dan membiarkan anaknya menikmati semuanya dengan penuh kenyamanan tanpa harus terpaku pada masa lalu, "ujar Rizky sambil tersenyum.
Adrian hanya menggelengkan kepalanya karena dirinya melakukan semua ini juga atas dukungan dari Sarah bukan karena kemauannya sendiri, dan balik lagi terletak pada semua masalah yang terjadi dirinya yakin ada jalan keluar yang bisa dihadapi dan juga ia bukan seorang pria yang cengeng.
" Maafkan aku jika kamu datang ke sini ingin membenarkan dan juga sedikit meluruskan segala macam masalah yang tengah aku hadapi malah aku tidak mendukung kamu sedikitpun , ya balik lagi karena aku hanya manusia biasa yang ingin mendapatkan apapun yang sudah aku perjuangkan selama ini dan tidak akan pernah membiarkan orang untuk merampas kebahagiaanku walau hanya sedikit saja," jelas Adrian meskipun merasa tidak enak hati tetapi Bukankah ia harus mengatakan semua itu Ya maksudnya biar nantinya semuanya tidak bakalan salah paham dan juga sampai memikirkan hal yang tidak tidak.
Rizky hanya menganggukan kepalanya pertanda bahwa dirinya juga tidak masalah jika sahabatnya itu memikirkan semuanya, karena Biar bagaimanapun perasaan seseorang itu orang lain tidak mungkin bisa memaksakan untuk sesuai dengan keinginan mereka karena Biar bagaimanapun orang tersebut ingin dihargai dan juga ingin didengar.
"permisi dokter Adrian, Anda dipanggil ke ruangannya dokter Syarif sekarang karena ada sesuatu hal penting yang harus dibahas. " ujar Panji ketika masuk di dalam ruangannya Adrian itu.
"Ya sudah kamu lebih dulu saja Nanti saya nyusul dan juga kalau bisa kamu tolong bilang ke suster Lila untuk selalu membersihkan ruangannya dokter Berlian, karena kalau tidak salah bulan depan dia bakalan balik lagi ke sini Sebab Dia hanya sementara saja berada di pedalaman Papua, "perintah Adrian membuat Panji menganggukan kepalanya karena memang selama ini hal itulah yang menjadi rutinitas setiap harinya suster Lila yaitu membersihkan ruangannya berlian sebab wanita itu paling tidak suka jika ada debu ataupun kotoran sedikit saja yang menempel karena menurutnya ketika seorang dokter sehat maka pasiennya juga akan sehat juga.
" Ya sudah Bro karena kamu adalah kepentingan di luar makanya aku pamit Sekalian nanti kapan-kapan kita ngobrol lagi ya atau tidak kamu pergi menyusul ke Club milik aku saja deh, Tenang saja pokoknya di sana wanitanya sopan-sopan semua tidak ada yang kurang ajar Soalnya kamu tahu sendiri kan Mama itu kan sekali-sekali menyidak tempat pekerjaanku! "tawar Rizky membuat Adrian hanya tersenyum sebab kalau sampai Berlian tahu dirinya mengunjungi tempat laknat seperti itu urusan mereka berdua bakalan tidak akan pernah habis dan mungkin lebih parahnya lagi wanita itu tidak akan pernah mau pulang lagi dan bertemu dengannya.
" aku tidak janji Bakal pergi ke tempat itu atau tidak Soalnya kamu tahu sendiri kan kalau Berlian paling tidak suka jika aku berkunjung ke sana, daripada nantinya akan timbul pacekcokan yang tidak terduga lebih baik seperti begini saja menyendiri sendiri tanpa ada yang menemani . " Adrian benar-benar tidak ingin mencari masalah dengan menggunakan kesempatan yang ada ketika berlian sedang tidak ada di tempat sebab nantinya ketika ada yang membocorkan rahasia tersebut bisa-bisa hubungan mereka bakalan benar-benar kandas dan wanita itu akan berusaha untuk mencintai suaminya yang sekarang.
Rizky hanya menggelengkan kepala ketika melihat Adrian yang terlalu bucin seperti itu, padahal logikanya sekarang Berlian itu sedang tidak ada di tempat masa iya bergerak bebas sedikit saja tidak boleh sama sekali?
__ADS_1
"Berlian sepertinya merupakan wanita yang pengertian hanya kamunya saja yang terlalu takut dan juga terlalu pesimis dengan masalah yang belum tentu ada, seharusnya mencoba dulu kalau memang tidak terjadi apapun Ya sudah Tetapi kalau misalnya ada apa-apa pun Ya tidak masalah juga soalnya kan kamu bebas , " sahut Rizky.
" aku bebas dari mananya Coba? yang ada kalau kamu berbicara begini aku yakin pasti kamu sedang merencanakan sesuatu yang tidak tidak, Sorry Bro Sudah beberapa tahun ini aku tobat tidak akan pernah mengulangi kenakalan yang sama seperti dulu lagi, "tolak Adrian Sambil tertawa lalu keduanya pergi dari situ sebab Adrian sedang Ditunggu oleh dokter Syarif entah apa yang ingin dilakukannya.
" Permisi dokter, Apakah anda memanggil saya?" tanya Adrian sesaat setelah sampai di ruangannya dokter Syarif yang terlihat sangat sibuk memeriksa data pasien yang ada di hadapannya saat itu.
"Ah Iya dokter Adrian Silakan duduk karena ada hal penting yang ingin saya bicarakan, dan maaf jika tadi sudah sempat mengganggu waktunya Karena sekarang kan jam kerja Tetapi malah menyuruh Panji untuk memanggil anda datang ke tempat ini, "ujar dokter Syarif jadi enak hati tetapi Adrian merasa tidak masalah sebab dirinya juga sedang free.
" Tidak masalah juga dokter soalnya saya juga tidak ada kegiatan hari ini karena kebetulan semuanya sudah selesai, makanya saya bisa datang ke tempat ini dan bisa memenuhi panggilan anda mungkin saya lihat sepertinya ingin menyampaikan sesuatu hal yang sangat penting? " Adrian menyiratkan hal itu karena dirinya sebenarnya sedikit merasakan cemas ketika sempat melihat berkas yang sedang ada di mejanya dokter Syarif dan itu tertera nama kekasih hatinya yang sekarang sedang berada jauh darinya.
Terdengar helaan nafas secara perlahan dari pria paruh baya itu karena sebenarnya apa yang ingin Ia sampaikan ini sedikit sensitif, takutnya nanti pria itu mungkin sedikit tersinggung dan juga merasa tidak nyaman dengan apa yang akan ia katakan itu sebab memang ini secara mendadak dan juga bisa dibilang keputusannya pun baru diterimanya tadi pagi.
pria itu menghentikan sejenak perkataannya ingin melihat kira-kira bagaimana Respon yang diberikan oleh Adrian, nantinya karena memang keputusan ini sangat mendadak dan bisa dibilang tidak sesuai dengan kesepakatan mereka dari awal yang sebenarnya tidak mempermasalahkan jika sampai posisinya Berlian itu tetap dikosongkan sampai wanita itu kembali.
" Jadi maksudnya kalau memang sementara dokter Berlian belum ada kepastian untuk kembali ke sini bagaimana kalau Posisinya itu diisi dulu oleh orang lain, nanti kalau dia sudah kembali barulah akan menggantikan kembali posisi itu soalnya ini semua juga permintaan semuanya dan kita tidak bisa hanya mementingkan satu sisi saja karena Biar bagaimanapun ada begitu nyawa yang menjadi taruhannya?" jelas dokter Syarif membuat Adrian hanya bisa menghilangkan nafasnya secara perlahan karena sepertinya susah Ketika memberikan bantuan jika semua ini merupakan keinginan banyak orang.
" ya kalau memang seperti begitu tidak masalah sesuaikan saja dengan keinginan semua orang dan kalau memang mereka mau menempati posisi itu sampai selamanya tidak masalah, biar nanti dia akan mendaftar di tempat lain saja yang lebih menghargai kerja kerasnya yang sudah berdedikasi selama ini, " ujar Adrian yang membuat dokter Syarif mau benar-benar merasa tidak enak hati karena sebenarnya dirinya tahu belum Berlian itu merupakan seseorang yang sangat kompeten dan juga kinerjanya Tidak diragukan lagi selama ini.
__ADS_1
"bukan seperti itu juga sih tetapi nanti saya akan coba berbicara dengan pimpinan mungkin Siapa tahu mereka punya jalan keluar yang paling baik atas masalah ini, ya balik lagi Sebenarnya kita tidak perlu harus egois juga kan setidaknya menghargai pendapat orang lain kalau memang pendapat itu tidak masuk akal dan juga tidak bisa dilaksanakan dia tidak masalah tetapi selagi kita mampu dan bisa menjalankannya ya kenapa tidak dihargai saja ?" tanya Syarif yang berusaha untuk mendapatkan jawaban yang terbaik karena terlihat dari tadi itu mimik wajahnya Adrian begitu memendam perasaan kecewa namun tidak bisa ditunjukkan secara langsung mungkin karena merasa tidak enak hati atau apalah itu.
"ya kalau misalnya bisa diselesaikan setidaknya sebelum sampaikan kepada saya itu sudah diselesaikan lebih dahulu nanti kalau misalnya tidak bisa menemukan titik terang yang paling baik barulah bisa kita perbaiki pendapat untuk mendapatkan solusi yang terbaik atas masalah ini itu bagaimana, tapi ini kan sudah terlanjur saya mendengarkannya dan tidak mungkin Saya abaikan begitu saja sebab Seperti yang anda katakan dari awal kalau kita tidak boleh mengorbankan orang banyak hanya demi kepentingan diri sendiri," ujar Adrian yang sebenarnya bukan ingin egois dan juga bukan ingin maksudnya setiap perkataannya itu harus dihargai tetapi maksudnya mereka harus memegang dari prinsip awal kalau apapun yang dikatakan jika memang sudah pasti dan yakin maka tetap harus diterapkan tidak perlu harus plin-plan ke sana kemarin ketika mendengar orang lain yang berbicara tidak sesuai dengan yang seharusnya kita jalani.
dokter Syarif yang benar-benar merasa bersalah ketika melihat dan juga Mendengar secara langsung sanggahan yang diberikan oleh Adrian Tadi, hanya saja balik lagi dirinya juga posisinya sebenarnya sama dengan Adrian hanya Perbedaannya terletak pada berapa lamanya mereka mengabdi di tempat itu dan dirinya merupakan salah satu senior di sana.
" biar nanti saya saja yang ngomong kepada orang-orang yang sudah melayangkan protes seperti itu karena saya ingin mendengarkan alasan dari Versi mereka itu seperti apa, daripada saya bertanya kemudian pertanyaan itu saya lontarkan kepada anda yang jelas-jelas tidak tahu apa-apa pun ya sama saja bohong lebih baik saya langsung ke sumber masalahnya saja biar bisa terpecahkan dan mungkin bisa mengambil solusi yang terbaik agar sama-sama puas ! " Adrian tidak ingin mengambil resiko dengan mementingkan dirinya sampai-sampai harus membuat orang lain juga terkena imbasnya..
"Ya sudah baiklah saya akan menyesuaikan dengan apa yang anda katakan, bilamana di kemudian hari ada menemukan kendala tinggal langsung info saja biar nanti kita akan Cari jalan keluarnya sama-sama, " Dokter Syarif menimpali apa yang dikatakan oleh Adrian karena tidak mungkin kan membiarkan pria itu sendiri berpikir sedangkan masalah ini keduanya sudah tahu awalnya itu seperti apa.
" Terima kasih atas pengertiannya dan Sekali lagi saya mohon maaf jika sudah membuat anda tidak nyaman, tetapi Percayalah Saya hanya ingin yang terbaik buat Berlian dan juga tidak ingin apa yang sudah ia usahakan dari awal harus dilepas begitu saja, " setelah mengatakan hal itu Adrian memilih untuk kembali ke ruangannya karena tidak mungkin juga akan mengganggu kesibukan orang lain dengan terus saja bercerita tentang masalah yang sama secara berulang kali.
sebenarnya masalah setiap orang di dunia ini sama saja dan itu merupakan masalah klasik yang tidak jauh dari yang namanya kehidupan, tetapi Tergantung orang itu mau menyikapi masalahnya Seperti apa kalau misalnya dia segera mengambil jalan yang terbaik tidak masalah tanpa menimbulkan masalah yang baru sehingga membuat semuanya jadi berlarut-larut dan akhirnya menambah beban pikiran..
Manusia itu diberi kemampuan untuk berpikir tetapi Percayalah kemampuannya itu ada batasnya, karena Biar bagaimanapun dari dulu sampai sekarang patokannya hanya satu Setiap manusia di dunia ini tidak ada yang sempurna .
Berlian adalah wanita yang paling berharga di dalam kehidupan Adrian Karena setelah Mengenali wanita itu dirinya sudah mulai berpikir ke arah menata masa depan yang lebih baik kemudian belajar menjadi orang yang bertanggung jawab, dan intinya ia ingin hidup dan menua bersama dengan wanita itu namun pada akhirnya keinginannya itu tidak sejalan dengan kenyataan yang terjadi di dunia ini.
__ADS_1
namun balik lagi setiap manusia pasti sudah mendapatkan Jalan kehidupannya masing-masing, Tinggal bagaimana orang tersebut untuk menyikapi jalan yang sudah diatur itu kira-kira mau menerimanya atau malah menciptakan sesuai dengan keinginannya.