Berlian Yang Terbuang

Berlian Yang Terbuang
Akhirnya


__ADS_3

"Dihadapan Imam dan para saksi serta semua umat yang hadir di sini bahwa saya Devano Satria Sanjaya menerima Berliana Safitri Mahendra yang hadir di sini sebagai istri saya. Saya berjanji akan tetap setia kepadanya baik susah dan senang baik dalam kemalangan dan juga kelimpahan baik senang dan juga sakit, demikian janji saya dihadapan Tuhan dan juga semua umat Allah yang hadir." ujar Devon begitu tegas bahkan seolah-olah memang ini merupakan sesuatu hal yang ia Tunggu selama ini padahal sejatinya akting pria itu memang sungguh sangat meyakinkan.


" di hadapan imam dan juga para saksi serta semua umat yang hadir di sini bahwa saya Berliana Safitri Mahendra menerima Devano Satria Sanjaya yang hadir di sini sebagai suami saya. Saya berjanji akan selalu setia kepadanya baik dalam senang maupun susah baik dalam suka maupun duka baik dalam kemalangan dan kelimpahan baik dalam sakit maupun sehat, demikian janji saya di hadapan Tuhan serta semua umat Allah yang hadir! "Berlian mengatakan semua itu namun tatapannya tertuju pada seorang pria yang tengah berdiri dari arah pintu masuk di samping pelaminan tersebut.


tatapan pria itu memang terlihat begitu Terpukul dengan apa yang ia lihat dan juga ia dengar saat ini, sebuah kejutan yang luar biasa Padahal baru beberapa jam yang lalu dirinya merasa baik-baik saja dan tidak punya masalah dengan Berlian Kenapa dalam hitungan jam berikutnya kekasihnya itu malah dijadikan istri orang.

__ADS_1


Berlian sudah tidak fokus dengan kelanjutan dari prosesi pemberkatan pernikahan mereka itu, karena fokusnya sudah benar-benar terbagi dengan kehadiran Adrian yang entah mengapa kok bisa tahu ya soal pernikahannya dengan Devano padahal setahunya ini hanya dilakukan secara privat dan orang-orang terdekat saja yang akan diundang.


Sofia tak bisa lagi membendung air matanya yang jatuh begitu saja bukan karena menangis harus dan juga sangat bahagia karena akhirnya anaknya sold out, melainkan merasa miris dengan kehidupan berlian saat ini yang tentunya tidak akan sebebas dulu lagi.


"akhirnya memang kita resmi menjadi besanan padahal dulu hanya angan-angan ternyata sekarang memang benar-benar terealisasikan, Oh iya nanti kalau misalnya kalian sudah membawa dia ke pedalaman Papua tolong awasi dia terus Karena saya takut anak itu susah sekali untuk diatur! "perintah Bima yang malah memberi kesempatan kepada orang lain untuk melakukan sesuatu sekehendak hati mereka terhadap anaknya sendiri.

__ADS_1


Maria sebenarnya tidak suka dengan apa yang dikatakan oleh Bima tadi sebab menurutnya itu sama saja dengan menyuruh anaknya agar segera pergi menjauh sejauh mungkin, padahal seharusnya disaat seperti ini orang tua akan begitu kehilangan anak satu-satunya dan besok lusa mungkin jarang bakalan bertemu tetapi Respon yang diberikan oleh Bima sangat berbeda.


"Kalau memang dia masih bersama dengan kalian ya sudah tidak masalah nanti juga dia bakalan menyusul dari belakang kok, jangan terlalu memaksakan diri agar semua keinginan kita itu harus dia yang menjalankan dan dia juga yang harus mengikutinya karena Takutnya nanti dia bakalan capek dan juga bosan sendiri! "jelas Maria yang tidak ingin mengambil langkah gegabah dengan cara membuat nasib orang lain yang terkatung-katung tidak jelas dan bahkan bisa dibilang seperti seseorang yang tidak punya hati nurani karena mencabut kebebasan seseorang tanpa orang itu yang menginginkannya.


Bima memilih tidak ambil pusing karena memang niatnya dari awal adalah menyingkirkan Berlian biar anak itu tidak usah menjadi seorang dokter, sebab kalau misalnya Berlian terkenal maka nama dari keluarga Mahendra akan dibawa-bawa padahal inginnya dirinya mempunyai seorang anak cowok yang sukses menjadi seorang bisnisman dan hal itu yang sangat ia dambakan dari dulu.

__ADS_1


__ADS_2