Berlian Yang Terbuang

Berlian Yang Terbuang
Capek??


__ADS_3

Lila sebenarnya sedikit segan Takutnya nanti jangan sampai Cassandra mengatakan permasalahan mereka berdua itu kepada Bambang pamannya yang jelas-jelas merupakan Direktur Utama dari rumah sakit tempat dirinya bekerja saat ini, Namun Satu yang pasti kalau misalnya ia Hanya berdiam diri dan membiarkan wanita itu menginjak-injak harga dirinya ya sama saja bohong kan karena itu sama saja dengan membuat dirinya sepertinya tidak punya harga diri sama sekali.


Amira sebenarnya merasa sedikit khawatir takut nantinya Lila bakalan kenapa-napa apalagi Melihat kesungguhan dari perkataan Cassandra itu ia yakin pasti benar kecemasannya itu akan menjadi kenyataan, namun balik lagi apa yang dilakukan oleh Casandra itu sudah sangat keterlaluan jadi siapa saja pasti akan emosi.


Apapun yang terjadi didunia ini selalu saja ada dampak dan akibat yang akan terjadi karena biar bagaimana pun manusia itu terkadang tidak puas dengan apa yang diperoleh ,terkadang mereka ingin meminta sesuatu yang berlebihan sampai lupa kalau dirinya juga bukan makhluk yang sempurna selalu saja pasti bakal melakukan kesalahan.


" Saya tahu Anda itu siapa dan juga Posisi apa di tempat ini tetapi sepertinya tidak ada beda jauh dengan para dokter yang lain, namun Lihatlah mereka lebih tahu menghargai sesamanya manusia dan juga lebih tahu menghargai mana yang bekerja dan mana hanya ngomong doang! Tadi itu hanya dokter Adrian mengajak saya ngobrol jadinya saya merespon perkataannya dulu soalnya tidak enak ketika ada yang berbicara dengan kita terus kita abaikan begitu saja, Nah setelah dokter Adrian pergi Anda muncul di hadapan saya dan malah mengatakan hal yang tidak tidak membuat saya jadi bingung apa letak kesalahan saya sampai-sampai harus diperlakukan seperti ini? "jelas Lila agar Casandra tidak salah paham.


Akan tetapi sepertinya wanita itu tetap keras kepala dan jelas sekali kalau dirinya tidak suka dengan keberadaan Lila di tempat itu, ya Meskipun terkesan sangat tidak masuk akal tetapi memang itulah kenyataan yang terjadi kalau Cassandra itu sebenarnya secara perlahan ingin menyingkirkan Lila dari tempat itu agar mungkin semakin berkurang saingannya atau apalah yang ada dalam pikiran wanita itu soalnya orang lain juga bingung harus Maksudnya mencernanya seperti apa ya Ya habisnya kan pola pikir setiap orang itu kan beda-beda.


Lila paling tidak suka ketika ia sudah berusaha menyampaikan kebenaran tetapi malah diabaikan begitu saja seolah-olah apa yang ia katakan itu merupakan sebuah kebohongan besar yang tidak pantas untuk dipercaya, padahal pertanyaannya untuk kakak juga dirinya berbohong kepada Cassandra Memangnya ada untungnya begitu kalau sampai Ia melakukan hal itu?


Amira memilih untuk menarik tangan Lila agar ikut dengannya karena ia sendiri tidak tega ketika melihat rekan se-profesinya itu diperlakukan sangat tidak adil seperti itu, padahal sebenarnya Ia juga merupakan saksi dari apa yang dikatakan oleh Lila tadi dan memang itu semua adalah sebuah kebenaran tidak ada yang disembunyikan Soalnya kalau mau menyembunyikan hal itu juga gunanya untuk apa pasti tidak ada faedahnya sama sekali kan!


"oh Jadi kamu mau ikut-ikutan kurang ajar seperti dia dan juga mau benar-benar melawan dengan semua yang saya katakan tadi, Memangnya kamu sudah siap jadi pengangguran di luar sana akibat saya mengadukan semua sikap kalian ini kepada Om Bambang? "tanya Cassandra dengan nadanya yang begitu kasar.

__ADS_1


Amira memutar bola matanya malas ketika mendengar ancaman yang diberikan oleh Cassandra tadi seolah-olah wanita itu memang inginnya agar setiap perkataannya itu harus didengar oleh orang lain meskipun itu merupakan sebuah hal yang sangat tidak masuk akal sama sekali, ya Setidaknya kalau sudah melayangkan protes ia berhenti sudah dong karena mereka juga ingin bekerja bukan hanya mendengar ocehan dari Cassandra yang tidak jelas itu yang bisa-bisanya hanya membuat Waktu mereka terbuang percuma.


" Kalau mau marah nanti lain kali saja deh soalnya takut nanti kami bakalan ditegur oleh yang lain karena terlalu lama meladeni perkataan Anda yang konyol itu,, Soalnya kami di sini itu bekerja bukan hanya menghabiskan hari hanya untuk mendengar anda yang memarahi kami tanpa berhenti."protes Lila .


Adrian hanya menggelengkan kepala ketika melihat apa yang dilakukan oleh Casandra itu , maka dari itu ia memilih untuk mendekati Mereka kemudian meluruskan segala macam kesalahpahaman ini sebab kalau tidak bisa dipastikan nantinya Lila bakalan resign saat itu juga soal Apa yang dilakukan oleh Cassandra itu Ya tentu saja otomatis membuat semua orang merasa tidak nyaman sebab merasa terlalu diintimidasi dan gerak-gerik selalu diawasi.


"Tolong jangan menggala pekerjaan orang lain jika memang anda tidak berniat untuk bekerja ,karena mereka berdua adalah orang yang berpengalaman dan juga selalu melaksanakan perkerjaan dengan begi baik!" saran Adrian yang benar benar tidak suka dengan keberadaan Casandra itu.


Lila memberikan kode kepada Amira agar keduanya bergabung dengan yang lain dan membiarkan Adrian yang mengendalikannya Casandra ,karena jika harus mereka berdua yang meladeni maka bisa dipastikan bakalan banyak drama yang terjadi dan terlihat Cassandra itu begitu takluk di bawah perintahnya Adrian yang membuat semua orang di situ merasa heran dengan perubahan sikapnya yang begitu tiba-tiba padahal kemarin-kemarin tidak terlihat seperti itu.


Adrian menggelengkan kepalanya sebab sangat merasa tidak masuk akal dengan apa yang di katakan oleh wanita itu tadi ,apalagi ditempat itu begitu banyak saksi yang mendengarkan dan juga melihat apa yang dilakukan oleh wanita itu tadi.


"Wah jadi ceritanya saya yang berbohong disini karena kamu sudah melakukan kebenarannya tapi saya malah mengatakan hal itu salah,ayo kamu ceritakan kira kira sudah berapa lama kamu bekerja dibidang ini? Tamatan luar negeri tidak selamanya bisa diandalkan ketika ilmu yang ia punya tidak diterapkan dengan baik,karena itu sama saja sekolah dengan yang tidak sekolah itu sama saja tidak ada perbedaan sama sekali," tegas Adrian yang sudah merasa capek dengan apa yang terjadi.


Lila dan juga Amira hanya menggelengkan kepalanya melihat perdebatan yang dilakukan oleh Adrian dan juga dokter aneh nan cerewet,karena terlihat sebenarnya hanya ingin tebar pesona dan malas bekerja.

__ADS_1


"Tuh lihat kelakuan kalian yang membuat dokter Casandra kena marah dari dokter Adrian, coba saja kalau kalian itu diam dan juga tenang serta tidak melakukan hal gila lainnya Ya tentu saja pasti hal ini tidak akan pernah terjadi kan? kalau misalnya kalian seperti begini terus-menerus ya pertanyaannya nanti entah sampai kapan kalian akan bertahan untuk bekerjasama dengan dokter Cassandra, soalnya dia sepertinya tidak suka dengan kelakuan kalian itu yang hanya membuat orang lain kena susahnya," omel Dewi yang sebenarnya tidak suka dengan Berlian sehingga apapun yang menyangkut wanita itu ya dirinya bakal merespon seperti ini.


Lila menatap tak percaya kearah Dewi karena kok bisa bisanya mengatakan hal yang sangat tidak masuk akal seperti tadi,ya kalau bisa terlibat baik ya tidak masalah tapi kenapa harus marah marah tidak jelas dan malah menuduh mereka seperti itu ,seharusnya mereka menyelidiki lebih dahulu baru bisa mengambil kesimpulan yang intinya sesuai dengan kenyataan.


"Kamu sakit mata atau rabun kah? Jadi baru datang langsung menuduh kami seperti itu,apa kamu sudah melihat kejadian yang sesungguhnya jadi begitu percaya diri mengatakan semuanya?' Tanya Amira tidak suka dengan apa yang dikatakan oleh Dewi tadi.


Dewi jelas saja tidak suka dengan apa yang dikatakan oleh Amira tadi ,namun ketika ia hendak marah marah datanglah dokter Syarief kemudian memberikan perintah agar Lila dan juga Amira mendata para korban kecelakaan yang berjumlah 12 orang itu.


"Lila dan Amira ayo ikut saya dan juga ambil data para korban yang kecelakaan tadi supaya bisa menghubungi para anggota keluarga,supaya mereka segera dapat dihubungi dan juga agar segera datang dan bisa memastikan semuanya! "perintah Dokter Syarief penuh ketegasan sehingga membuat Lila tersenyum mengejek kearah Dewi yang terlihat mengepalkan tangan menahan emosi.


"Dasar manusia aneh yang suka sekali cari masalah Memangnya dia pikir saya bakalan takut kalau sampai nantinya Berlian itu bakalan kembali lagi, pokoknya Cassandra bakalan akan menang di sini dan juga akan membuat mereka semua keluar dari rumah sakit ini tanpa banyak berbicara! " batin Dewi yang tertawa karena merasa yakin kalau Cassandra pasti akan menang dan juga tentu saja tidak akan pernah kalah dari Berlian.


"Kalian kalau tidak di cegah maka tadi akan terjadi baku hantam di tempat itu,apalagi diluar sana ada korban yang sedang menanti tapi kalian malah pecah otak yang tidak jelas, "Sindir Dokter Syarief yang benar benar merasa lucu dengan sikap Lila dan juga Amira yang terlihat begitu keras kepala dan juga susah diatur.


" Ya habisnya kalau dia cari perkara maka kami ladeni saja,daripada dianya enak sedangkan kitanya jadi susah dan juga merasa malu," sahut Lila tak mau kalah padahal saat itu ia berbicara dengan dokter senior yang selama ini selalu mendukung apapun yang dilakukan oleh Berlian dan juga Adrian di luar sana Dan juga merupakan dokter yang selama ini mengayomi para pegawai yang bekerja disini ya maksudnya sebagai orang yang sangat menjaga serta tidak ingin juniornya merasa tidak nyaman ketika tidak ada masalah yang terpecahkan.

__ADS_1


"Tapi jangan begitu juga kan? Masa iya kalian juga jadi pasien menyusul yang lain,jadi pertanyaan nya siapa yang bakal mengurus pasien?" Tanya Dokter Syarief sambil tertawa.


__ADS_2