
Maria tentu saja bukan orang buta jadinya tidak melihat apa yang terjadi antara menantunya itu dengan Adrian serta Devano di depan gerbang tadi karena ketika berdiri di balkon ia bisa melihat semuanya dengan jelas, namun tentu saja ia tidak bisa menjadi juri dalam kehidupan rumah tangga anaknya sebab Biar bagaimanapun mereka itu sudah besar dan tentunya bisa menentukan mana yang baik dan juga tidak dalam kehidupan rumah tangga mereka yang seperti apa jadinya.
Berlian terlihat berbicara secara jujur tidak ada niatan untuk berbohong apalagi Maksudnya seperti ingin menyembunyikan kejadian yang sudah ada di depan mata, dan hal itulah yang membuat Maria benar-benar mengapresiasi karena menurutnya menantunya itu sebenarnya mungkin melakukan sesuatu itu tanpa sengaja dan tidak bisa mereka menjadi hakim secara tiba-tiba dan menyalahkan serta menuduh wanita itu berselingkuh di luaran sana Jika memang tidak punya bukti sama sekali dan hanya sekedar feeling karena feeling itu sebenarnya tidak bisa dijadikan alat bukti dalam sebuah perkara.
Apalagi sikap Devano yang sudah sangat keterlaluan kepada dan menantunya masa mereka juga harus melakukan seperti itu Ya nantinya Berlian pasti tidak akan betah karena merasa semua orang tidak suka dengan kehadirannya, maka dari itu Maria dan juga Abraham memilih untuk bersikap biasa saja kemudian memberikan kepercayaan sepenuhnya kepada menantu dan juga anak mereka dan juga yakin kalau sebenarnya pernikahan mereka itu akan bertahan sampai mau memisahkan karena Bukankah pemikiran manusia itu bisa dibolak-balik kali ini mereka bilang tidak setuju tetapi kita tidak tahu beberapa saat kemudian jangan sampai mereka menjadi bucin dan juga tidak terpisahkan sama sekali?
Abraham menghormati apapun keputusan menantunya itu di luar sana karena dirinya yakin Berlian itu bukan anak kecil yang Maksudnya segala sesuatunya harus dibilang dulu , wanita itu merupakan lulusan S2 terbaik fakultas kedokteran dan tentu saja memiliki Pemikiran yang sangat luas memiliki pandangan yang lebih baik lagi daripada mereka semua.
Devano dalam sebuah rumah tangga adalah pemimpinnya tetapi sepertinya tidak ada niatan untuk membawa istrinya kejalan yang seharusnya,mungkin karena merasa kalau pernikahan mereka terpaksa jadi otomatis tidak ada hati yang harus dirinya jaga.
Berlian pun terlihat lebih santai karena kalau suaminya seperti itu maka dirinya tinggal menyesuaikan saja,biar maksudnya tidak ada perdebatan ataupun bentrokan secara berlebihan karena kasihan nanti bagaimana dengan mertuanya jika ia dan sang suami tiap hari cekcok terus.
"Kamu ada keperluan diluar atau bagaimana Nak,sampai harus pulang selarut ini sampai melupakan waktu makan malam?" Tanya Abraham membuat Devano tersenyum smirk karena akhirnya Berlian di interogasi oleh ahlinya.
__ADS_1
Berlian kebingungan harus menjawab apa karena kalau misalnya ia berbohong takutnya nanti Maria salah paham karena seingat nya tadi dirinya pulang dengan diantar oleh Adrian,jadi lebih baik berkata jujur daripada nanti akan timbul lebih banyak pembahasan dan membuat namanya jelek dimata semuanya.
Maria yang melihat tingkah menantunya sedang salah tingkah memilih untuk menjelaskan secara langsung,karena ia tidak mungkin akan berdiam diri ketika melihat orang yang sangat berharga dalam hidup rumah tangga mereka menjadi salah tingkah.
"Dia tadi ada panggilan darurat dari rumah sakit kata nya terlalu banyak pasien kecelakaan jadi tidak sempat untuk pergi meninggalkan mereka,lagian kan dia masa cutinya sudah sebulan full jadi otomatis harus kembali bagaimanapun keadaannya karena itu kan sudah kontrak jadi terikat dan tidak bisa dilanggar!" jelas Maria membuat Berlian menatap tak percaya kearah Mertuanya karena bisa bisanya menjadi seseorang yang membantunya saat ini.
Padahal tadi ia sudah menyiapkan jawaban yang paling terbaik tapi entahlah kenapa sampai Maria bisa berpikiran kearah sana,mau membantah tapi bukan kah wanita itu sudah ada niatan membantu menjelaskan jadi ya sudah seharusnya tak masalah sekarang karena semua sudah beres.
"Pah,bisa tidak jangan terlalu berlebihan dalam memperlakukan wanita ini? Kalian ini sebenarnya kenapa sampai harus terus menerus membela dia padahal aku satu satunya anak kalian,dan juga tadi bukti sudah ada di depan mata yang tidak bisa terbantahkan lagi kalau dia itu berbohong , " Sarkas Devano kasar.
Berlian membulatkan matanya sempurna ketika mendengar apa yang dikatakan oleh Devano sebab bisa bisanya menudingnya seperti tadi,padahal ia saja tidak ada niatan untuk berbohong kepada semua orang sebab ia di rumah sakit memang tujuan nya untuk menolong orang disamping ingin bertemu dengan Devano.
"Kamu mau menuduhku seperti tadi hanya karena alasannya aku pulang diantar oleh Adrian,wah sangat keren sekali sampai hasil akhirnya kamu selalu saja berpikiran seperti itu?" Berlian sangat emosi kali ini bahkan tidak peduli dengan pemikiran semuanya karena sudah habis kesabarannya jika terus menerus diperlakukan seperti begini.
__ADS_1
"Mah,dia lagi akting kan?" Tanya Devano sambil tersenyum mengejek.
Maria hanya diam sambil menggelengkan kepalanya sebab anaknya itu selalu saja mencari masalah agar nantinya bisa mendapatkan kesalahan Berlian lalu membuatnya menjadi rumit, Padahal kalau misalnya kedua orang tuanya sudah menerima segala macam penjelasan Ya sudah masalahnya ya dihentikan saat itu juga bukan malah dipanjang lebarkan jadinya hanya ingin maksudnya saling menjatuhkan padahal mereka adalah suami istri,
"Dev,please deh! Kamu jangan bicara yang aneh aneh lagi supaya agar kalian berdua bertengkar ,lagian kalau niat Berlian baik yaitu menolong orang yang sedang sekarat sepertinya tidak ada masalahkan?" Tanya Maria heran dengan pola pikir anak nya.
"Iya tapi...
"Biarkan saja Mah,terserah dia mau bicara apa yang penting dia senang !" jelas Berlian santai yang tidak peduli dengan apapun yang ada di dalam pikiran suaminya yang sangat tidak masuk akal itu.
"Ya sudah kalau begitu maka jangan ada yang melarang aku untuk berbicara,karena sekarang aku harus mengatakan semuanya agar lebih puas lagi ," Devano sengaja memanasi Berlian agar wanita itu emosi ke padanya maka ia berhasil balas dendam.
"Aneh tapi nyata itu hanya ada di kamu ,orang lain mah pasti bersyukur dikasih istri cantik kemudian pintar dan lebih parahnya lagi adalah seorang dokter dimana itu adalah profesi yang paling mulia." Maria memang sangat bangga akan Berlian membuat wanita itu merasa bersalah.
__ADS_1