
Berlian bukan yang ingin menghina karena kebiasaan orang yang ada di sini hanya saja tidak ada salahnya kan kalau dirinya merasa penasaran, Lagian apa yang ia lihat ini Kan sedikit membuat dirinya bertanya-tanya maka dari itu tidak ada salahnya jika memastikan hal itu secara langsung kepada mertuanya tersebut.
" ya di sini seperti begitu tergantung dari orang yang ada maksudnya kelebihan atau mungkin ada berpikiran ke arah sana ya pastinya mereka siapkan Tetapi kalau tidak sepertinya tidak masalah, lagian Mama juga paling sebenarnya tidak suka ketika kita terkesan merepotkan orang lain dan ketika kita direpotkan Ya tentu saja kita tidak akan pernah mau kan?
setelah selesai berbincang terlihat Abraham mengajak mereka untuk segera masuk ke dalam rumah Soalnya ngapain juga coba harus berdiri di luar rumah dan mengobrol, Karena sekarang juga sudah mau masuk tengah malam jadi sebaiknya mereka beristirahat supaya Besok maksudnya bangun pagi-pagi karena dirinya harus mengurus semua pekerjaan yang akan ditinggalkan nantinya karena serah terima jabatan akan dilakukan dalam tiga minggu lagi.
Berlian mengerutkan keningnya ketika melihat suaminya itu tertidur tapi dalam keadaan yang sepertinya gelisah mungkin karena sofa itu terlalu kecil , soalnya ukuran sofa tersebut sebenarnya hanya untuk dua orang duduk Jadi kalau misalnya Devano tidur terus merentangkan kakinya panjang-panjang Ya sepertinya akan kurang.
" itu orang Kenapa sih tidur Kok gelisah sekali, dia baik-baik saja kan Atau mungkin nanti dia bakalan kenapa-napa gitu? ih perasaan mereka kan selalu latihan keras jadi kayaknya soalnya sengsara seperti begini bukan sebuah persoalan yang besar, Jadi untuk apa aku peduli terlalu dalam nanti yang ada di bakalan senang karena mengira bahwa aku begitu perhatian dengannya? "omel Berlian dalam hati yang memilih Acuh Tak Acuh sebab menurutnya untuk apa juga terlalu ikut campur dan urusannya Devano sebab bukan Kalau pria itu saja tidak peduli dengan segala macam urusan yang ia lakukan.
" dasar istri tidak peduli dengan keadaan suami setidaknya aku diajak itu tidur di atas tempat tidur yang lumayan luas itu masa iya dia malah malas tahu dan membiarkan aku sendirian di sini, pokoknya aku bakalan menunggunya sampai tidur dan setelah itu aku bakalan langsung ikut tidur di sampingnya pokoknya bodo amat besok pagi dia mau teriak atau apa aku tidak peduli, "Devano sebenarnya belum tidur saat Berlian masuk tadi ya mungkin maksudnya dirinya pikir jika wanita itu akan termanis-manis dengannya atau mungkin membujuk dirinya agar segera naik ke atas ranjang daripada tidur di situ begitu sengsara dan juga tidak nyaman.
Berlian sebenarnya merasa kasihan juga sih ketika melihat sang mempunyai tempat tidur malah sengsara di tempat yang sekecil itu Sedangkan dirinya bersenang-senang, mau tidak mau ia menggoncang tubuh Devano agar segera bangun dan pindah tidur bersamanya di atas ranjang ya meskipun itu sebuah aksi kenekatan namun dirinya mau tidak mau harus melakukan hal itu.
" eh ayo bangun tidur di atas ranjang lebih baik daripada di situ, Ayo cepat bangun sudah ngapain sih dipanggil Bangun tidak mau? "ngomel Berlian karena dirinya yakin jika kamu itu belum tidur soalnya nafasnya kan tidak beraturan dan juga terlihat ada pergerakan di sekitar kelopak matanya.
Devano akhirnya bangun dan berpura-pura kalau dirinya sedikit terkejut dengan apa yang dilakukan oleh istrinya itu meskipun ada rasa bahagia karena akhirnya wanita itu mau berbagi tempat tidur dengannya, mungkin dengan begitu mereka bakalan lebih nyaman atau mungkin merasa sedikit dekat ya Meskipun tidak ada niatan dalam hatinya untuk melanjutkan hubungan yang ke arah bagaimanapun.
__ADS_1
"ngapain sih panggil-panggil orang mengganggu saja, kalau kamu mau tidur Ya sudah sana tidur ngapain coba menggangguku seperti begitu?" tanya Devano pura-pura marah padahal dalam hati Oh my God tirinya ingin sekali tertawa bahagia dengan apa yang terjadi saat ini.
Berlian memicingkan mata karena ia tidak suka dengan apa yang dikatakan oleh suaminya itu, sebab menurutnya perkataan pria itu sudah sangat tidak masuk akal masa iya bukannya berterima kasih atas perhatiannya diberikan olehnya tetapi Bangun tidur langsung marah-marah tidak jelas.
" Memangnya kamu pikir saya ada niatan itu untuk mengganggu kamu tidur atau sekedar menyentuh kamu gitu, asal kamu tahu saja ya saya membangunkan kamu karena saya juga sadar diri ini bukan rumahnya saya melainkan rumahnya situ maka dari itu tidak masuk akal kan kalau saya Tidur nyaman sedangkan situ merasa sengsara? "omel Berlian lalu memilih naik di sebelah Sisi tempat tidur yang satunya membiarkan Devano menempati yang sebelahnya lagi dan juga tidak peduli dengan apapun yang dilakukan oleh pria itu karena menurutnya hanya akan membuang-buang tenaga dan juga pikirannya.
" dasar istri yang durhaka terhadap suaminya setidaknya dilayani suaminya sampai tidur baru kemudian dia mengurus dirinya sendiri, eh Lihatlah sekarang Yang ada malah kebalikannya tidur pun membelakangi dan dibatasi dengan guling seolah-olah aku ini parasit yang kalau mendekat langsung membuat tubuhnya jadi bentol-bentol tidak jelas, "omel Devano yang tidak terima dengan semua perlakuan yang ia dapatkan dari Berlian tadi Tetapi wanita itu yang sebenarnya masih sadar memilih untuk mengabaikannya soalnya ia sedikit merasa canggung ketika berduaan dengan pria asing seperti saat ini ya Meskipun status mereka jelas tetapi perasaan mereka kan masih menggantung di udara begitu saja.
Bima kini benar-benar merasa emosi dengan istrinya yang bernama Sofia atau lebih tepatnya mamanya Berlian, pria itu terlihat membenci wanita itu sama sekali sampai-sampai tidak ada niatan untuk berbicara dengannya walau hanya sedikit saja seolah-olah Sofia itu merupakan wanita benalu yang tidak pantas untuk didekati dan juga tidak pantas untuk diberikan perhatian dan juga bisa dibilang mungkin memiliki kepribadian yang sangat kurang ajar itu adalah seorang Bima.
" jadi kamu yang sudah mengajarkan anak kamu itu biar dia jangan hormat kepada suaminya sendiri seperti yang telah kamu lakukan selama ini, bisa tidak kamu jadi wanita sedikit punya harga diri dan juga tidak terlalu bersikap kurang ajar kepada suami karena aku selama ini yang memberikan kamu makan dan memberikan kamu tempat tinggal yang layak? " omel Bima yang paling tidak suka ketika kemarin-kemarin mengingat bagaimana kelakuan Berlian yang lebih memilih untuk mengacuhkan Devano dan juga sekarang malah masih berhubungan dengan Adrian dan itulah yang dikatakan oleh para anak buah yang ia tugaskan untuk memantau gerak-gerik pria itu.
" semua yang terjadi di sini kamu selalu salahkan aku dan juga kamu bersikap seolah-olah aku ini merupakan orang yang tidak punya pemikiran sama sekali dan juga tidak punya pendidikan, asal kamu tahu aku ini S2 salah satu fakultas kedokteran yang paling terkenal di Melbourne dan aku harus memupuk semua pendidikan yang sudah aku kejar percuma kemudian segala macam Usaha yang sudah aku lakukan hanya karena kamu bukan karena orang lain! Bukankah dari awal kita menikah kamu sudah melarang untuk aku agar jangan mencari pekerjaan karena nantinya sebagai seorang laki-laki kamu yang akan dipermalukan, karena kata orang masa iya punya perusahaan besar Tetapi istrinya cari uang sendiri Memangnya suami tidak pernah memberikan atau suami itu pelit? " sarkas Sofia begitu kasar karena memang orang-orang tidak akan pernah tahu jika dirinya itu mempunyai pendidikan yang tinggi karena suaminya yang selalu memunculkan dirinya membuat ruang geraknya menjadi sempit dan juga satu lagi kalau nantinya mungkin harga diri Bima merasa akan terijak-injak ketika dirinya mempunyai penghasilan yang cukup.
Bima mengepalkan tangannya menahan emosi karena sudah cukup kesabarannya untuk menghadapi wanita itu yang sangat sukses sekali untuk diatur, setidaknya menurut lah dengan apa yang ia katakan mungkin dengan begitu perasaannya bakalan lebih nyaman lagi tetapi yang ada wanita itu malah terus-menerus memancing emosinya bersikap seolah-olah dirinya ini merupakan pria yang tidak berguna dan sangat bodoh sampai-sampai mau saja diinjak-injak harga dirinya oleh seorang wanita.
" Oh jadi ceritanya kamu berani mengukur tentang apa yang sudah kamu lalui selama ini Dan juga kamu berani kalau suami kamu ini sebenarnya tidak boleh terlalu mengekang kamu, membiarkan kamu menjadi wanita binal di luaran sana Dan juga susah untuk diatur serta akhirnya anak kamu itu bakalan ikutan?" tanya Bima dengan suaranya yang menggelegar tetapi bersyukur karena rumah megah mereka itu biarpun berteriak sampai di arah manapun tetap di apa dan keluar yang bakalan mendengarkan dan mungkin dengan begitu pria itu bakal puas untuk memarahi istrinya.
__ADS_1
plakk
Sofia tidak masalah dirinya dimaki Tetapi kalau mengatakannya sebagai wanita murahan maka ia tidak akan pernah menerima hal itu terjadi, dari awal menikah saja ia sudah selalu menjaga harga diri suaminya harkat dan martabatnya serta ia tidak pernah mempermalukan dirinya masa iya sudah setelah ini dirinya ada pikiran sampai melakukan hal itu tidak mungkin?
" kamu berani menampar saya, Memangnya kamu lupa siapa saya? atau perlu Saya mengulangi kembali biar kamu paham tentang apa yang kamu lakukan barusan, dan juga supaya kamu jangan kurang ajar dan juga berani macam-macam kepada saya? " tanya Bima sambil mencengkram kuat rahang milik Sofia membuat wanita itu meringis karena benar-benar merasa sakit dan bisa dipastikan pasti sudah membiru di sana.
" Bunuh saya saja kalau memang itu membuat kamu puas, lakukan saja semua yang ingin kamu lakukan Bukankah selama ini hanya itu yang ada dalam pikiran kamu? " ancam Sofia meskipun suaranya terbata-bata tetapi dirinya masih berusaha untuk bisa melawan karena menurutnya Bima itu adalah orang yang super nekat nanti ketika dirinya sudah terluka baru pria itu mulai sadar dengan kesalahannya dan akhirnya bukan merawatnya atau meminta maaf Yang ada malah pergi meninggalkannya begitu saja seolah-olah tidak peduli dengan apa yang akan terjadi kepadanya.
" kamu pikir saya takut untuk tidak bisa menghabisi kamu sekarang, kamu pikir saya tidak bisa membungkam orang-orang agar tidak berani mengatakan apapun tentang saya? " tanya Bima dengan tatapan devilnya bahkan kini sudah terlihat menyeringai gilanya yang menurut Sofia sangat menakutkan.
wanita itu memilih untuk tetap menatap tajam ke arah suaminya bahkan tidak ada niatan untuk menangis apalagi memohon ampun, dirinya hanya akan takut pada Tuhan kalau memang Tuhan sudah berkata bahwa nyawanya akan hilang saat itu juga ya dirinya bisa pasrah saja Tetapi kalau misalnya untuk sekarang ia akan tetap berada di posisi seperti ini dan akan tetap melawan.
Bima benar-benar merasa kesal karena Sofia yang sekarang tidak seperti biasanya yang kebanyakan memilih mengalah dan langsung meminta ampun ketika dirinya sudah mengeluarkan suaranya yang begitu besar, wanita itu bahkan terlihat menantang balik dirinya membuat harga dirinya sebagai seorang pria yang jelas-jelas jatuh maka dari itu ia pun akan langsung melawannya tanpa banyak memikirkan hal yang ini dan yang itu lagi.
" kamu sekarang semakin berani ya dengan saya dan juga sudah tidak menunjukkan rasa takut kamu lagi, Memangnya kamu pikir saya akan diam saja melihat kamu mencoba untuk kurang ajar seperti begini? " Bima benar-benar sudah seperti orang yang kesehatan membuat asisten rumah tangga dan juga satpam yang perlu jaga di luar akhirnya menerobos masuk dan mendorong pria itu setelah menjawab.
" saya mohon Tuan tolong hentikan nanti Nyonya bisa mati, sadarlah kalau dia melupakan istri anda Tidak sepantasnya Anda memperlakukannya seperti itu, " lirik asisten rumah tangga itu penuh permohonan sedangkan Bima menatap tajam ke arah wanita yang sudah tidak memudar lagi karena sudah berani-beraninya ikut campur urusan rumah tangganya.
__ADS_1
" Siapa kalian berani-berani ya ikut campur, Apakah kalian lupa kalau di sini yang menggaji kalian itu saya Bukannya dia? " hardik Bima yang begitu kasar bahkan gini dirinya pun ingin menyakiti asisten rumah tangga itu tetapi didorong oleh satpam yang bertugas.
" meskipun kami merupakan orang kecil tetapi setidaknya tolong hargai apapun yang kami kerjakan di sini karena kami mengeluarkan tenaga dulu baru mendapatkan uang dari Anda, bukan kami duduk dan menikmati begitu saja tanpa melakukan apapun Dan saya harap tolong anda menjaga setiap sikap karena ini bisa diperkarakan di kepolisian," ancam satpam tersebut ya sebenarnya dirinya hanya sengaja ingin mengatakan hal itu tetapi Mana berani untuk melakukannya hanya saja terlihat Bima menghentikan kegiatannya itu lalu memilih untuk keluar mengambil mobilnya dan pergi entah kemanapun orang-orang dalam rumah sudah tidak peduli sama sekali dengan keberadaan pria itu.