
Berlian akhirnya memilih untuk menelpon Sofia Ya maksudnya untuk menyuruh wanita itu tidak kembali ke rumah sakit untuk menjemputnya karena dirinya Rencananya akan pulang bersama dengan Adrian, sebenarnya ia menolak tetapi karena terus dipaksa ya mau tidak mau dia akan saja soalnya kasihan juga sih ketika kemarin-kemarin sudah diabaikan dan sekarang giliran bertemu malah ia tidak peduli dengan segala macam permintaannya kan terlihat begitu tega.
Andrian begitu senang karena akhirnya setelah sebulan namanya tidak bertemu dengan kekasihnya itu tidak berduaan dengan ya serta tidak mengantar jemputnya kini mereka sudah pulang bersama, ya Meskipun tujuannya Berlian adalah pergi untuk pulang ke rumah suaminya namun tidak masalah yang penting intinya hati wanita itu masih ada untuknya.
Sofia Tentu saja tidak menolak dengan permintaan yang telah diberikan oleh anaknya lewat telepon karena menurutnya dengan cara seperti ini ia ingin membuka matanya Sarah dan juga Bima lebar-lebar agar mereka sadar kalau kedua sejoli itu tidak bisa terpisahkan, mau mereka berusaha model apapun dan juga dengan cara apapun tetap saja tidak akan pernah bisa soalnya kalau semua setelah sudah mendukung maka semua segala sesuatu yang tidak menjadi mungkin dan juga yang tidak mungkin menjadi sangat bakalan bisa terjadi dengan apa yang diinginkan.
" nanti kalau misalnya suami kamu melihat kamu pulang diantar oleh Adrian dan juga dia marah-marah Ya sudah kamu pergi menginap saja di apartemennya kamu, pokoknya kamu tenang saja Mama selalu ada di pihak kamu soalnya manusia-manusia seperti mereka harus bisa dibuka jalan pikiran biar lebih dewasa lagi, "saran dari Sofia membuat anaknya itu hanya menggelengkan kepala karena biasanya orang tua itu akan menyarankan agar anaknya pulang kemudian menyelesaikan masalah bukan malah lari dari masalah seperti yang disarankan oleh Sofia tadi namun intinya dirinya yakin kalau mamanya itu selalu menginginkan yang terbaik untuknya dan juga tidak ingin membuat dirinya maksudnya kenapa-napa nanti.
" Ya ampun Mama apa tidak kebalikan daripada Biasanya karena Setahuku orang-orang tua yang lain itu akan menyarankan agar anaknya kembali tidak boleh lari daripada masalah dan lebih baik menyelesaikan masalah itu dan juga saat itu juga langsung diselesaikan tidak boleh berlarut-larut, tetapi lihatlah sekarang Kalau Mama sudah mendukung ku seperti ini maka aku yakin apapun yang akan aku hadapi ke depan yang akan selalu baik-baik saja karena doa Mama selalu menyertai, "Berlian hanya bisa mengandalkan Sofia dalam hidupnya selama ini karena dirinya yakin wanita itu selalu berdoa kepada Tuhan agar keadaannya selalu baik-baik saja.
Adrian selalu saja menunggu dengan tenang ketika kekasihnya itu sedang berbicara serius dengan Sofia tanpa, yang penting Intinya satu yang dirinya tahu kalau wanita itu selalu mendukung hubungan mereka tanpa pernah mau memisahkan mereka sama sekali karena terbukti sekarang tidak memarahi Berlian karena berduaan dengan seorang pria yang jelas-jelas bukan merupakan kekasih halalnya.
Berlian kini sudah selesai menelpon Sofia dan merasa heran ketika melihat wajah Adrian yang tersenyum terus-menerus dari tadi, padahal tidak ada sesuatu hal yang lucu yang mungkin bisa membuat pria itu tertawa tiba-tiba dan juga mungkin bisa dibilang apa yang terjadi sekarang itu biasa saja tidak ada kehebohan yang harus maksudnya membuat Mereka terlihat begitu nyambung.
" Kamu kenapa dari tadi senyum-senyum terus seperti itu seolah-olah saat ini ada seseorang yang tengah berlenggak-lenggok di atas catwalk tepat di hadapan kamu sehingga membuat kamu begitu kesemsem, pokoknya awas aja ya nanti aku bakalan mengintrogasi lila dan juga ingin mengetahui kejujurannya kira-kira selama aku tidak ada kamu ngapain aja! "Berlian membuat Adrian tertawa karena menurutnya tingkah kekasihnya itu begitu menggemaskan dan juga bisa dibilang Selalu saja membuat dirinya betah untuk menatap berjam-jam lamanya wajah yang dari dulu sampai sekarang selalu membuatnya tidak bisa tidur dengan tenang karena takut diambil orang.
__ADS_1
Adrian tidak bisa menahan tawanya dan akhirnya pecahlah tawanya saat itu juga membuat Lila dan juga Amira yang kebetulan lewat hanya bisa menggelengkan kepala, Padahal selama sebulan ini Adrian itu bawaannya wajahnya cemberut terus tidak pernah tersenyum dan juga tidak pernah maksudnya menyapa orang seperti biasanya namun Lihatlah sekarang pria itu saking mungkin merasa lucunya sampai-sampai suaranya pun kedengaran sampai di luar.
" Wah ternyata pengaruhnya dokter Berlian itu sangat besar ya Bagi kehidupannya dokter Adrian, karena terbukti baru muncul beberapa jam saja sudah membuat pria itu langsung berubah menjadi es batu yang mencair ? "ujar Amirah yang tidak sadar kalau sebenarnya saat ini Cassandra sedang berada di belakang mereka membuat wanita itu Ya jelas saja tidak suka dong ketika ia sedang berusaha mendekati Adrian tetapi selalu saja ditolak mentah-mentah dan ada wanita lain yang malas selalu membuat pria itu tersenyum.
Lila mengacungkan kedua jempolnya karena sebenarnya dirinyalah adalah saksi yang paling kunci di balik hubungan kedua orang itu, karena kebetulan yang merupakan asisten dari Berlian dari setiap kegiatan wanita itu baik di dalam rumah sakit dan juga yang lainnya selalu saja dirinya yang temani Dan ketika mereka bertemu dengan Adrian itu pun ia tahu apa saja yang mereka lakukan seperti bercengkrama kemudian saling mengejek Dan intinya selalu saja menunjukkan Sisi Romantis di mana saja.
" mereka adalah couple yang paling dipuja oleh semua orang kalau sampai mereka berdua merupakan artis ternama sejagat raya, tetapi lihatlah Meskipun mereka berdua hanyalah dokter di sini tetapi semua pasien semua Dokter semua perawat selalu saja menyukai mereka berdua karena memang berhubungan dengan mereka itu bisa membuat booster kita jadi lebih nyaman kemudian lebih aman dan pekerjaan yang kita lakukan pun tidak rasanya membosankan karena memang itulah yang aku rasakan selama ini, "Lila menjelaskan hal itu dan membuat Amira menganggukkan kepalanya sebab tanpa wanita itu mengatakannya pun ia sudah tahu karena terkadang sempat berpapasan dengan pasangan itu yang seolah-olah bersikap jika dunia ini hanya milik mereka berdua saja sedangkan orang lain hanya numpang buang angin doang kali.
Cassandra mengepalkan tangannya menahan emosi karena dirinya tidak terima ketika orang-orang dengan begitu yakinnya mengatakan bahwa Adrian dan juga Berlian itu merupakan yang terbaik, dan juga kenapa sampai wanita itu bisa kembali lagi ke rumah sakit ini padahal Ia sudah berkali-kali berusaha membujuk Bambang agar segera mencoret berlian karena sudah terlalu lama mengajukan cuti dengan alasan yang tidak jelas.
Lila merasa terkejut ketika ternyata Cassandra ada di belakang mereka sekarang dan otomatis ia tidak mungkin dong menegur dokter sombong itu, karena pastinya tetap tidak akan pernah dihargai sebab yang ada pasti wanita itu mengabaikan sapaan mereka dan juga memilih untuk nyelonong pergi begitu saja menganggap seolah-olah di sekitarnya tidak ada manusia hidup sama sekali hanya ada pajangan yang pantasnya diperlakukan dengan tidak baik pun tidak ada yang bakalan marah.
"Wah ada Dokter Cassandra di tempat ini maaf tadi kami tidak tahu sama sekali soalnya tadi Kami pikir hanya berdua saja di sini, karena mungkin terlalu asik mengobrol akhirnya tidak sadar jika ada orang lain lagi Jadi kami minta maaf ya dokter jika tidak menyapa sama sekali! "jelas Amira tetapi Ya seperti perkiraan Lila dari awal kalau sekarang Kasandra malah pergi meninggalkan mereka dengan tidak peduli sama sekali dengan keberadaan kedua manusia itu.
Lila mendengus kesal ketika melihat sikap Casandra itu sebab ini semua sudah diprediksinya dari awal kalau wanita itu pasti akan mengabaikan mereka dan terbukti apa yang ia pikirkan sekarang benar-benar menjadi kenyataan, padahal dari awal Tadi ia sudah memberitahukan kepada Amira untuk jangan menyapa wanita itu sedikitpun karena nantinya pasti akan diabaikan dan lebih baik diajarkan Bagaimana caranya sopan santun biar sama-sama enak begitu.
__ADS_1
"Lila ,ya ampun kamu kemana saja tadi? Wah kamu sekarang semakin beda ya tidak punya apa-apa kok sama sekali seperti tadi padahal kamu tahu sendiri kan kalau tadi itu mood ku sedang hancur jadi tidak ingin membalas kamu, Astaga ini anak semakin hari semakin beda sudah begitu selama sebulan aku menghilang dia tidak pernah menanyakan kabarku sedikitpun seolah-olah senang loh kalau misalnya aku pergi dari sini? "belum lagi Lila menyampaikan protes soal sikap Cassandra yang tunjukkan kepada Amira tadi eh tau tahunya dokter cantik kesayangannya muncul.
"Maaf Dokter, tadi sepertinya permasalahan dengan dokter Adrian begitu serius makanya saya tidak berani mengganggu sedikitpun nanti saya bakalan disalahkan lagi loh! Oh iya Ini kita lagi mau periksa pasien di ujung sana nanti besok ya kita ngobrolnya soalnya nenek sihir sudah lebih dulu jalan takutnya nanti kami bakalan kena marah,sudah tau kan sikapnya seperti apa jadi harap maklum ya," pamit Lila .
Berlian hanya menggelengkan kepala ketika melihat asistennya itu begitu maksudnya waspada dengan semua Sikap yang ditunjukkan oleh Cassandra kepada mereka, untung juga sekarang jamnya pulang kalau tidak ia ingin berbicara berdua dengan wanita itu dan maksudnya agar bisa membuka pemikirannya biar lebih dewasa lagi dan tidak asal menyalahkan orang lain dan juga memperlakukan orang lain sesuka hatinya seolah-olah orang-orang itu tuh Hanya duduk dan juga tenang tidak melakukan pekerjaan sedikitpun.
" Sayang ayo kita pulang yuk keburu nanti lebih malam lagi dan aku takut nanti jangan sampai kamu bakalan Kena masalah di rumah, Lila itu jagoan buktinya sekarang saja dia mengambil jam kerjanya panci karena mungkin kasihan jantung hatinya itu bakalan sakit kalau dipaksa buat kerja terus menerus, "ujar Adrian membuat Lila mendengus kesal tetapi tidak bisa langsung melayangkan protes soalnya menurutnya ini bukan saatnya yang tepat apalagi mungkin pria itu sedang ingin maksudnya berdua dengan Berlian.
" Cie yang lagi lepas kangen sepertinya selalu saja maunya berdua saja ya tidak ingin diganggu oleh siapapun tapi Tenanglah pokoknya aku ini karena memiliki sifat yang pengertian Makanya sekarang aku tidak ada niatan untuk mengganggu, Oh iya Satu lagi kalau misalnya mau antar dokter cantikku itu pulang nanti siap mental Siapa tahu jangan sampai lakinya lagi bawa senjata untuk menembak orang-orang yang sudah berani mengganggu rumah tangga mereka, "ledek Lila lalu segera pergi dari situ karena takut nanti bakalan kena marah dari Adrian sebab dari tadi pria itu Tengah menatap tajam ke arahnya.
Berlian hanya menggelengkan kepala ketika melihat sikap Lila yang dari dulu sampai sekarang tidak pernah berubah hobinya hanya mengerjai Adrian sampai puas, dan jangan menyesal kalau Adrian bakalan mengerjainya balik dan alhasil mereka berdua bakalan bentrok seharian tetapi Lalu setelah itu bakalan baikan lagi karena Biar bagaimanapun Berlian adalah kekasihnya Adrian jadi di mana pun ada berlian ya Otomatis ada antrian juga dan juga di situ pun pasti ada Lila yang selalu menemani Berlian kemanapun.
"Kalian berdua itu kalau misalnya menikah sepertinya cocok sekali karena sama-sama menyebalkan dan juga sama-sama cerewet serta mengatakan sesuatu yang sangat tidak masuk akal, nanti lain kali seperti begitu terus ya Biar semakin seninya terlihat dan juga mungkin bisa membuat orang lain bakalan darah tingginya jadi kumat Karena tiap hari kan melihat pasangan yang heboh di manapun dan juga kapanpun serta aku yakin pasien tidak akan diberikan obat pun akan langsung selamat, "Berlian sengaja ingin menggoda kekasih hatinya itu membuat Adrian hanya bisa mencubit gemas hidungnya karena menurutnya wanita itu setiap kali membicarakan apapun tentangnya pasti bawaannya membuat dirinya ingin sekali mengurungnya dalam rumah dan tidak akan pernah membiarkannya pergi ke manapun karena menurutnya wanita itu hanya miliknya seorang.
keduanya kini sudah sampai tepat di kediamannya Abraham dan lebih parahnya lagi ternyata Devano sedang berdiri di depan gerbang, pria itu menggunakan setelan biasa saja yaitu hanya celana pendek kemudian kaos oblong sambil menatap ke arah ponselnya terus-menerus seolah-olah Tengah melihat jam atau menunggu seseorang.
__ADS_1
Adrian hanya menghembuskan nafasnya kasar ketika melihat pria itu karena menurutnya sekarang statusnya sebenarnya hanyalah orang lain, sedangkan pria yang ada di sana merupakan suami sah dari wanita yang ada di sampingnya saat ini Namun ia bisa apa ketika semua sudah terjadi dan kalaupun menolak takdir pun rasanya percuma karena ini semua adalah keinginannya Bima.