Berlian Yang Terbuang

Berlian Yang Terbuang
Acuh


__ADS_3

Berlian hari ini memilih bangun pagi sekali karena katanya Devano akan ada kegiatan sampai sore makanya ingin disiapkan bekal oleh istrinya, bukan karena dirinya haus akan perhatian hanya saja daripada mendapat tuntutan yang terlalu banyak dari mamanya lebih baik mewaspadainya dari awal.


apalagi kalau bisa dibilang pernikahan mereka itu sebenarnya tidak terlalu mulus perjalanannya maka dari itu harus lebih banyak menciptakan momen yang penting di antara mereka berdua, sesuai dengan perintah yang setiap hari diberikan oleh Maria kepada mereka berdua tanpa henti seolah-olah keduanya itu memang harus diajar agar Bagaimana caranya bersikap baik kepada pasangan mereka dan juga tidak saling menjatuhkan serta menjauhkan diri mereka satu sama lain.


walaupun sebenarnya keduanya enggan melakukannya tetapi ketika setiap hari diperhatikan gerak-gerik mereka selalu dipantau ya sama saja tetap mau tidak mau harus berakting seperti itu, daripada nantinya akan mendapat masalah yang lebih besar lagi dan setelah itu pasti bakalan ada pembahasan tanpa hentikan sama saja bohong?


Berlian memilih menu yang paling simpel tidak ribet dan sesuai dengan yang ada di tempat itu daripada nantinya kalau harus pergi ke belanja lagi dan alhasil membuat waktu jadi tambah molor, apalagi orang seperti Devano itu sebenarnya paling tidak suka yang namanya terlalu lelet kemudian memakan waktu ketika mengerjakan sesuatu pekerjaan yang sebenarnya hanya bisa dilakukan beberapa menit saja.


"Wah menantu Mama memang paling terbaik, tidak salah ya Bima dan juga Sofia mempercayakan kamu kepada kami karena terbukti sejak kamu hadir di sini suasana menjadi lebih ramai dan sepertinya Devano lebih betah ada di rumah tidak seperti dulu yang hobinya keluyuran? "jelas Maria sedangkan Berlian memilih hanya tersenyum Summer menanggapi apa yang dikatakan oleh mertuanya itu soalnya sangat tidak sopan ketika langsung membantah.


" aku hanya berusaha melakukan sesuatu yang bisa aku lakukan tanpa harus membuang-buang waktu percuma, Lagian ini juga hanya sesuatu yang biasa saja tidak ada yang spesial di dalamnya soalnya kan hanya ingin menjalankan tugas! "Jelas Berlian Sambil tertawa pelan karena memang tugasnya hanya di dapur saja tidak ada sangkut paut dengan yang namanya di kasur atau apapun itu karena memang mereka berdua sudah berkomitmen tidak ada yang namanya sentuhan fisik secara berlebihan kecuali sedang melakukan akting di hadapan semua orang.


" Ya sudah tidak masalah mau kamu melakukan apapun yang penting intinya mama senang karena kamu sudah menunjukkan Bakti kamu sebagai seorang istri, tetapi Lain kali kalau memang kamu tidak sempat melakukannya atau mungkin ada kesibukan yang lainnya tidak masalah jangan terlalu memaksakan diri untuk ikut semua kemauan Devano yang tidak masuk akal! "ujar Maria karena memang menurutnya menantinya itu datang untuk menyempurnakan status Devano di dunia ini bukan untuk dijadikan pembantu yang akhirnya bisa disuruh ke sana kemarin sesuai dengan keinginan padahal hasil akhirnya sebenarnya hanya niat untuk mengerjai wanita itu saja.


Berlian hanya menganggukkan kepala pertanda paham dengan apa yang dikatakan oleh mertuanya tadi dan ia juga ya sebenarnya punya pemikiran seperti itu, tidak pantas seseorang untuk terlalu memberikan perintah kepadanya seolah-olah dirinya di situ hanyalah pesuruh yang hanya harus mendengarkan perintah orang lain tanpa ada bantahan sedikitpun darinya.


"mama nanti kan di sini sudah ada Berlian Jadi dia yang bakalan menemani kamu, soalnya Papa harus ke kantor mau mengurus berkas yang masih belum lengkap! "pamit Abraham sampai tersenyum kepada istrinya itu Sedangkan Maria mengacungkan kedua jempolnya pertanda tidak masalah kalau suaminya itu pergi Soalnya kan dirinya juga ada teman dan itu juga kepergiannya adalah mengurus pekerjaan yang sangat penting.

__ADS_1


" Ya sudah pergi saja bagian Sejak kapan sih Papa pergi mengurus pekerjaan terus mama ngambek karena ditinggal, jangan coba-coba menyebarkan fitnah ya nanti dikira Mama ini istri yang terlalu posesif takut suaminya nakal di luaran sana! "omel Maria yang tidak terima sedangkan suaminya hanya menggelengkan kepala karena tumben saat dirinya pergi bekerja dalam seharian penuh istrinya tidak rewel seperti biasanya Dulu ketika ditinggal sendirian yang terlalu banyak menciptakan drama dalam hidup.


" Ya sudah kalau begitu papa jalan nih kan tadi hanya pamit saja soalnya memang entah mau diizinkan atau tidak pun tetap bakalan harus pergi kan, lagian Jangan marah-marah dong kata dia hanya bercanda saja kok kasihan dilihat sama menantu sendiri ternyata punya mertua yang sangat Barbar dan juga ngambekan seperti gadis yang masih belia! "ledek Abraham lalu segera pergi dari situ membuat istrinya itu mendengus kesal karena tidak suka.


" Maafkan Papa kamu ya suka lebay orangnya dan kadang-kadang juga kebanyakan menyebalkan, tapi nanti Tenang saja pokoknya kita bakalan menyetir Devano agar tidak sikapnya seperti tua bangka itu! "gumam Maria pelan Tetapi Devano yang kebetulan sudah berada di sampingnya ya tidak suka dong.


" Mama tolong ya jangan mengajari istriku untuk menjadi wanita yang kembangkan dan juga susah diatur seperti mama, dia yang seperti begini saja membuat aku pusing apalagi kalau menjelma menjadi wanita yang lebih keras kepala dan menyebalkan sungguhan akan membuat aku langsung menceraikannya saat itu juga! "Devano benar-benar tidak terima ketika nantinya Berlian lebih banyak mengerjainya daripada menghargainya sebagai seorang suami.


" Ya ampun Devano, kamu gila atau apa sih pagi-pagi begini sudah menyebutkan kata perceraian segampang itu? otak kamu semalam ada konslet atau apa sih sampai-sampai bangun pagi ngomongnya tidak jelas dan hanya bikin orang emosi saja, dan kali kalau kamu bicara seperti itu terus kamu pastikan mulut kamu itu tidak akan berfungsi dengan benar apalagi dipakai buat berbicara! " omel Maria kesal soalnya menurutnya perkataan anaknya itu sangat tidak masuk akal dan juga berlebihan padahal sebenarnya kan setidaknya bangun pagi itu ada ucapan yang lebih maksudnya nyaman supaya orang-orang di sekitarnya pun akan merasakan hal yang seperti itu.


" Ya habisnya sikap Mama saja sudah seperti itu padahal awalnya dulu kan kalem Jadi kalau misalnya dia yang sifatnya sudah menyebalkan Ditambah lagi dengan sifat yang lebih menyebalkan lagi aku sebagai suami bakalan dihargai tidak , jangan membelanya hanya membuat dia menjadi besar kepala dan juga nantinya akan terus-menerus bersikap seperti itu! "Devano hari ini terlihat begitu sensitif membuat berlian ingin sekali mengerjai suaminya itu dengan memberi makan yang asin tetapi tidak tega juga sih nantinya Pasti deh kalau nggak akan malu di depan semua orang dan dirinya juga ikut-ikutan malu dong karena tidak becus.


Maria menghela nafas ketika melihat menantunya itu sepertinya sudah habis kesabarannya menghadapi sikap anaknya yang memang sih siapa saja juga pasti merasa kesal, soalnya bawaannya setiap hari itu sensitif terus-menerus kayak anak gadis yang lagi PMS dan setelah itu juga kebanyakan berbicara yang kasar dan juga tidak bermutu membuat orang lain yang akan tersulut emosi juga.


" Ya ampun Kenapa kamu jadi kasar seperti itu sih Devano, Mama dengan Berlian tadi itu hanya bercanda saja loh tidak serius tetapi kenapa kamu datang terus Ngomongnya malah seperti itu? " tanya Maria tidak suka ketika anaknya itu malah menciptakan sebuah masalah baru padahal hubungannya dengan Berlian pun tidak Sedekat Itu .


Berlian memilih Meletakkan makanan yang sudah disiapkan untuk Devano kemudian menuju ke dapur untuk membersihkan semua barang-barang yang sudah dipakainya Tadi, ia tidak berbicara sepatah apapun Sampai Devano pun pergi meninggalkan rumah itu sebab menurutnya malas berbicara dengan orang yang tidak punya attitude yang baik serta menghargai perasaan orang lain.

__ADS_1


" kamu yang sabar ya jangan capek-capek menghadapi sikap dia yang sudah seperti anak kecil itu, nanti kalau misalnya dia sudah bosan dengan sikapnya itu pasti dia bakalan berhenti sendiri! " ujar Maria yang ingin membesarkan hati anaknya karena menurutnya sikap Devano tadi memang sudah sangat keterlaluan.


"mama tenang saja karena aku sudah terbiasa dengan situasi seperti ini ketika apa yang sudah aku lakukan sepenuh hati tidak dihargai sama sekali , bahkan mungkin bisa dibilang kalau itu tidak bernilai dan ya rasanya juga sudah seperti biasa tidak ada sakit hati dan juga kecewa!" jelas Berlian sambil tersenyum karena dirinya sudah memang terbiasa hidup lebih keras kemudian tidak ada yang namanya memendam rasa kecewa yang terlalu berlebihan.


" Kamu jangan ngomong seperti itu dong nantinya membuat Mama tambah rasa bersalah dengan apa yang terjadi kepada kamu saat ini, Masa lalu itu merupakan sesuatu hal yang bisa untuk diingat tetapi jangan dibawa-bawa nanti membuat kamu lebih terpuruk lagi dan juga tidak bisa bangkit karena selalu mengingat akan hal itu! "jelas Maria yang tidak ingin agar menantunya itu selalu tersakiti dengan Sikap yang ditunjukkan oleh Bima Dulu ketika masih berstatus sebagai wanita lajang di mana Papanya Berlian selalu saja mengatakan sesuatu yang menyakiti wanita itu.


Berlian hanya tersenyum sambil menganggukkan kepala karena memang dirinya juga sering tidak ingin mengungkit masalah-masalah yang tidak penting yang nanti akhirnya hanya membuat semua orang menjadi bingung, dan juga ia tidak ingin menambah beban pikiran mertuanya itu yang selama ini sudah terlalu baik kemudian menghargai dirinya ketika ada di rumah itu maka dari itu Sepertinya kalau mencoba menerima mereka mungkin masalahnya tidak akan rumit ketika dulu sebelum menikah.


Adrian pagi ini memilih untuk pergi ke rumah sakit pagi-pagi sekali karena kebetulan di jam 06.30 pagi dirinya ada urusan yang penting di sana, yaitu ingin mengecek kira-kira Bagaimana tentang pekerjaan berlian yang maksudnya selama Wanita itu pergi hanya diisi oleh dokter pengganti karena wanita itulah yang merupakan dokter utama ketika kembali nanti.


Sarah yang melihat anaknya itu sudah bersiap-siap dirinya pun juga terlihat seperti ingin pergi ke suatu tempat, membuat Adrian memicingkan mata soalnya ia merasa heran semakin ke sini kenapa Mamanya itu semakin bertingkah aneh dan juga sangat tidak masuk akal.


" Mama sedang tidak menyembunyikan sesuatu dariku kan, soalnya tingkah Mama itu dari semalam aneh loh belum lagi sekarang masa iya pagi-pagi seperti begini mau pergi? "tanya Adrian sambil menggelengkan kepala karena menurutnya Sarah itu Harusnya bersyukur sudah disuruh tinggal menjaga rumah tidak melakukan pekerjaan apapun tetapi kenapa malah makin ke sini makin ada yang tidak beres.


Sarah gelagapan karena bingung harus menjawab apa karena memang Ia ada janji bertemu dengan Bima sebelum pria itu pergi ke kantor, karena katanya Bima merasa bersalah sebab semalam ia sudah sempat membuat Sarah merasa kesal kepadanya maka sekarang pria itu ingin meminta maaf dan berjanji akan membelikan sesuatu yang sangat istimewa untuk Sarah.


" Oh itu tadi Intan telepon katanya dia ada keperluan dengan mama makanya suruh pagi-pagi ini ke sana soalnya mau diajarin masak apalah gitu, Lagian Kamu kenapa sih Dari semalam bawaannya curiga melulu Memangnya kamu pikir Mama ini mau ke mana? "tanya Sarah Sambil tertawa ingin berharap agar anaknya itu memang benar-benar tidak mencurigainya terlalu berlebihan sebab kalau sampai seperti itu ia sudah tidak punya kata-kata sanggahan soalnya Adrian ketika orang berbicara selalu memperhatikan dari gestur tubuh mereka dan juga mimik wajah yang akan menyehatkan kira-kira berbohong atau tidak.

__ADS_1


" Ya ampun Mama setidaknya kasih alasan itu jangan alasan yang klasik dong intinya yang masuk akal sedikit, Memangnya Mama lupa kalau di zaman sekarang itu Semuanya serba canggih Kalau misalnya tidak bisa memasak sesuatu dia tinggal cari saya aja kan di internet pasti masalah semuanya bakalan beres kenapa malah menyusahkan orang lain? pokoknya aku tidak izinkan setelah aku pergi Mama juga pergi lebih baik Mama beres kemudian atur taman di belakang rumah itu, Karena Sumpah aku tidak ingin menjadi bahan gunjingan semua orang di luaran sana dan alhasil nantinya membuat berlian akan menjauh." Adrian lalu segera pergi dari situ membuat Sarah mengepalkan tangannya menahan emosi.


"Berlian lagi Berlian lagi , Kapan anak itu sadar ya kalau sebenarnya dari awal aku memang tidak menyetujui hubungan mereka dan selama ini hanya akting saja? ya ampun kalau misalnya dia terus-menerus memikirkan wanita itu nanti kapan aku bakalan bisa bersatu dengan Bima, sudah bersusah payah membuat mereka terpisah masa iya akhirnya harus seperti begini kami juga bakalan terpisah? "omel Sarah tidak terima namun balik lagi dirinya tidak berani membantah Adrian walau hanya sedikit saja.


__ADS_2