Berlian Yang Terbuang

Berlian Yang Terbuang
Datang


__ADS_3

Berlian merasa begitu bahagia ketika akhirnya kembali lagi datang ke tempat di mana Dirinya besar dan juga memiliki seorang Pujaan Hati, Iya tentu saja begitu bahagia dan juga intinya sangat berterima kasih kepada penciptanya karena sudah mengizinkannya kembali ke tempat ini lagi.


semua yang diinginkan dalam hidup Salah satu bagian yang paling terbesarnya yaitu bisa kembali ke tempat ini kemudian melanjutkan pekerjaannya, serta bertemu dengan Adrian yang selama ini selalu ia abaikan panggilan darinya soalnya saat itu Maria dan juga Abraham tinggal serumah udah jadi ya tidak mungkin dong menjadi menantu yang tidak tahu diri dengan cara merespon panggilan dari pria lain tepat di hadapan para mertuanya itu.


" akhirnya kita sampai di sini juga dengan selamat, Tuhan itu selalu Maha baik karena menjaga umatnya kapanpun dan juga dimanapun dengan begitu baik pula! " ujar Maria sambil tersenyum dan kini tengah menyeret kopernya karena mereka akan langsung menuju ke kediaman keluarga Sanjaya.


Berlian menghentikan langkah kakinya ketika di depannya saat ini berdiri seseorang yang sangat tidak asing dalam penglihatannya dan juga seseorang yang sangat ia rindukan, apalagi orang itu memberikan senyuman terbaiknya dan juga sepertinya merasakan apa yang ia rasakan yaitu yang namanya merindukan satu sama lain di saat yang sangat berjauhan.


" apa kabarnya anakku sayang, mengharap kamu selalu baik-baik saja dan juga intinya Terima kasih karena sudah kembali ke sini dengan selamat dan juga sehat serta tidak kekurangan apapun! " ujar Sofia yang hari ini tahu kalau anaknya itu bakalan kembali dari pedalaman Papua maka dari itu karena Ia merupakan seorang pengangguran sempat-sempatnya datang untuk menjemputnya dan juga ingin segera mendengar kabar kepastian darinya Dan juga ingin segera melihat keadaan anaknya itu sebab selama ini berlian tidak pernah meninggalkannya sampai selama ini kalau biasanya anak itu dinas luar kota ya paling lama sih 4 hari Tetapi ini sampai 1 bulan lamanya dan itu sungguh sangat menyesakkan pikirannya.


" aku baik mah dan juga sangat baik apalagi ada Mama di sini yang datang menjemputku dan aku lebih baik lagi ketika melihat mama dalam keadaan sehat walafiat, Terima kasih sudah bertahan sejauh ini karena untukku dan juga terima kasih karena selalu baik-baik saja ketika aku pergi! " ujar Berlian yang benar-benar ingin sekali menangis karena Ia tidak menyangka masih diberikan umur yang panjang sehingga dapat bertemu kembali dengan wanita yang sudah melahirkannya ke dunia yaitu dan juga intinya ia merasa begitu aman serta nyaman ketika ada Sofia bahwa ia yakin kalau Devano pasti tidak akan pernah mengatakan hal yang tidak tidak.


Berlian sampai-sampai melupakan sesuatu kalau sebenarnya ia itu sudah punya suami dan otomatis sebelum pergi mengikuti Sofia ia harus memastikan dan juga meminta izin kepada Devano terlebih dahulu, namun mungkin karena hubungan mereka yang masih teramat begitu jauh makanya terkadang saling lupa untuk memberi kabar kemudian meminta izin Dan intinya keduanya masih sepertinya enggan melakukan semua itu mungkin karena merasa kurang nyaman atau apalah.


" Kamu yakin mau ikut mobilnya Mama saja tidak mau ikut bareng sama suami dan juga mertua kamu itu, kamu lihat sana itu wajah suami kamu cemberut terus seolah-olah tidak terima kalau sampai kamu meninggalkannya hanya demi ikut dengan Mama? "tanya Sofia penasaran bahkan setengah tertawa ketika melihat wajah Devano yang benar-benar tidak bisa diajak kompromi itu.


" mama dan juga Papa aku hari ini ikut sama mobilnya Mama Sofia saja ya soalnya kasihan dia sudah datang jauh-jauh terus dibiarkan pulang sendirian, nanti aku bakalan nyusul ke rumah Soalnya ada sesuatu keperluan yang harus aku beli! "pamit Berlian dan otomatis Maria mengacungkan jempolnya karena tidak masalah dengan apa yang dikatakan oleh menantunya itu soalnya masa iya membeli keperluan sendiri juga dilarang itu kan sama saja dengan mengekang kebebasan wanita itu.

__ADS_1


" Mbak Sofia tolong ya dijaga menantuku dengan baik-baik jangan sampai dia ada cacat atau cela atau mungkin tergores sedikitpun karena ya sama saja dong kalau sudah menjaganya dengan baik tapi malah terluka, jadi kalau bisa antarkan dia juga dalam keadaan baik-baik saja ya Meskipun terdengar lebay Kebaikan tidak ada salahnya coba kan kalau mengatakan semuanya? "jelas Maria Sambil tertawa membuat Sofia menggelengkan kepalanya karena sejak kapan Ia mau membiarkan anaknya itu celaka kalau memang sudah mau dilakukan ya Otomatis dari dulu dan mungkin saja Devano tidak akan pernah menikah dengan Berlian soalnya sangat buruk dipandang.


Berlian menggelengkan kepala ketika melihat tingkah dari kedua wanita yang ia panggil mama itu sekarang dan menurutnya tidak masalah sih kalau Mereka terlihat dekat sebab mungkin dengan begitu Sofia bakalan lebih punya teman buat ngobrol tidak sendirian terus-menerus di rumah, Ia juga bersyukur karena hari ini tidak ada Bima yang datang untuk menjemput Ya maksudnya bukan untuk menjemput dirinya melainkan keluarga dari mertuanya itu sebab mungkin dengan begitu ia bakalan bisa sedikit bebas bersama dengan Sofia kemanapun dirinya tuju sebab yang ada dalam pikirannya saat ini yaitu Bagaimana caranya agar bisa bertemu dengan Adrian karena memang dirinya sangat merindukan pria itu.


kini Sofia dan juga Berlian sudah meninggalkan kawasan bandara sedangkan keluarganya Maria dan juga Abraham serta Devano telah menunggu jemputan mereka, karena tadi katanya sopir keluarga mereka itu sedang OTW Jadi sepertinya tidak memerlukan waktu yang lama untuk menunggu kedatangan mereka itu.


" jadi mau langsung pulang ke rumah mertua kamu atau mau singgah belanja dulu sesuai dengan apa yang kamu katakan tadi, yang Maksudnya sekalian Karena Mama juga kan bawa mobil jadi daripada kamu bolak-balik karena dia kan kita sama-sama jalannya Siapa tahu Mama juga ada kebutuhan yang harus dibeli? " tanya Sofia penasaran tetapi terlihat Berlian menggelengkan kepala karena tujuannya yang bukan seperti itu.


Berlian tidak ada niatan untuk membeli apapun layak hidupnya ini karena tadi itu hanya kebohongan yang ia sengaja Ucapkan Maksudnya supaya orang-orang percaya dan juga tidak berpikiran yang aneh-aneh tentang apa yang ada dalam pikirannya saat ini, Bukannya ingin menjadi wanita yang kurang ajar dan juga bisa dibilang terlalu berlebihan serta tidak tahu diri padahal sudah punya suami tetapi masih mau menemui pria lain namun percayalah hubungannya dengan Adrian itu sebenarnya belum selesai sama sekali tidak ada kata putus sebelumnya dan tidak dapat perpisahan sebagai keduanya sudah berjanji akan menunggu satu sama lain.


Sofia tidak tahu lagi harus bersikap Bagaimana dan juga berkata seperti apa maksudnya supaya anaknya itu paham bahwa Sebenarnya apa yang ia lakukan itu salah, namun balik lagi setiap hati itu kan ada kedudukannya masing-masing terkadang dia bisa ikhlas di masa lalu tetapi masa depannya ia akan memikirkannya tetapi terkadang dirinya tidak pernah ikhlas akan menjalani sesuatu di masa depan karena masih terpaut oleh masa lalu dan itu pun terjadi kepada anaknya sekarang karena masih belum bisa merupakan yang namanya Adrian dalam kehidupannya sebab mungkin karena kebersamaan mereka yang sudah terlalu lama jadi otomatis untuk melupakan begitu saja rasanya sangat sulit.


Berlian yang tidak mendapatkan jawaban dari mamanya hanya bisa diam saja dan menunggu kira-kira Kapan wanita itu bakalan berubah pikiran dan akhirnya memberikan kesempatan untuknya agar bisa memperbaiki semuanya, namun Satu yang Pasti dirinya yakin kalau Sofia tidak mungkin bakalan mencegah keinginannya itu soalnya Mamanya itu sendiri tahu bagaimana perasaannya sekarang dan tidak mungkin juga kan harus mempertahankan pernikahan bersama Devano yang jelas-jelas sangat egois tidak pernah memikirkan perasaannya sebagai seorang istri dan bahkan seperti mulutnya sudah membangun benteng pertahanan yang begitu kokoh agar maksudnya berlian tidak boleh menyeberang benteng kokoh itu untuk bisa menggapai ke arah Devano.


" Maaf ya Mah juga permintaan tadi itu sudah sangat keterlaluan kalau memang mama merasa keberatan ya sudah tidak masalah turunan aku saja di sini nanti aku bakalan pergi ke sana menggunakan taksi karena, dan untuk sekali lagi aku benar-benar minta maaf soalnya aku tidak kuasa menolak keinginan hatiku untuk bisa bertemu dengan Adrian,"Berlian tahu kalau mamanya itu ingin sekali protes Tetapi wanita itu lebih memilih untuk mengerti keadaan anaknya tidak ingin untuk memaksa Ataupun mungkin bisa dibilang agar nantinya dirinya harus mengikuti semua keinginannya tanpa terkecuali namun balik lagi setiap orang kan punya keinginan masing-masing.


Sofia berusaha untuk bersikap bijak dan memikirkan segala sesuatu melalui versi pemikiran anaknya, tidak mungkin terlalu memaksakan kehendak dan juga sepertinya terkesan terlalu memaksakan diri agar keinginannya diikuti oleh siapapun itu

__ADS_1


Berlian hanyalah manusia biasa yang terkadang ingin didengar dan juga ingin agar kemauannya itu diikuti, balik lagi kalau memang tidak ada yang peduli Ya tidak masalah Bukankah itu merubahkan keinginan setiap orang jadi iya sebagai seorang ibu yang wajib untuk mengingatkan anaknya agar jangan salah mengambil langkah dalam hidup dan juga bisa dibilang jangan terlalu bertindak ke gabah nantinya hanya akan merugikan diri sendiri.


Sofia sempat terpikirkan kira-kira bagaimana nanti respon dari Berlian dan juga Adrian ketika tahu hubungan antara Bima dan juga Sarah di belakang mereka, dan perpisahan yang terjadi itu bukan karena 100% perjodohan yang dilakukan dengan Devana melainkan karena kedua manusia itu ingin meloloskan hubungan mereka ke arah yang lebih serius lagi sedangkan dirinya antara nanti dibuang di bagian mana ia tidak tahu sama sekali.


" Mama harap nanti kamu bisa bersikap maksudnya menghormati mertua kamu itu karena terlihat mereka sepertinya sangat menyayangi kamu, bersyukur karena meskipun tidak ada mama di samping kamu tetapi sudah ada orang lain yang menjaga kamu dengan begitu tulus ikhlas! "jelas Sofia sambil tersenyum dan anaknya itu Ya jelas menganggukkan kepala karena memang selama tinggal di Papua dirinya tidak pernah diperlakukan buruk ya lain cerita kalau misalnya bersama dengan Devano sama-sama memiliki keras kepala.


kini keduanya sudah sampai di rumah sakit tempat di mana berlian bekerja di sana Dan juga masih sah berstatus bagi dokter di tempat itu karena memang ia dari awal tidak pernah memberikan surat resign, soalnya rencana awal ya dirinya hanya beberapa minggu lamanya berada di Papua setelah itu bakalan kembali karena ia hanya ingin melihat tempat itu tugas suaminya yang lama karena Setelah itu mereka akan kembali ke markas besar.


" Mama mau temani atau ada di mobil saja soalnya nanti aku bakalan lama loh, karena harus mengecek statusku kira-kira sudah ada yang menempati atau belum kemudian ada pekerjaan yang harus aku lakukan sekarang atau tidak? "tawar Berlian soalnya dia memang belum ada rencana untuk pulang ke rumah dari keluarga Devano itu dalam beberapa jam ke depan soalnya yang belum merasa nyaman dan juga aman setiap kali bertemu dengan pria yang hobinya hanya memancing emosi di dalam dirinya itu agar segera keluar ke permukaan.


Sofia menggelengkan kepala karena kalau soal seperti itu masa iya anaknya sudah sebesar itu harus ia kawal terus-menerus, nanti yang ada Berlian tidak bakalan lalu leluasa untuk bergerak serta mungkin membahas masalah yang terjadi antara dirinya dan juga Adrian karena ada dirinya yang selalu merecokinya.


" Terima kasih nak tetapi sepertinya Mama pergi ke mall yang ada di depan dulu kamu mau titip apa maksudnya supaya nanti kalau pulang terlambat ada alasan yang bisa kamu katakan, nanti kalau misalnya kamu sudah selesai baru kamu telepon mama terus kalau misalnya belum Mama ya bakalan nyusul kembali ke sini? "tawar Sofia yang maksudnya ingin agar nantinya anaknya itu tidak terkena masalah soalnya tadi kan beralasan ingin pergi membeli kebutuhannya.


Berlian menganggukan kepala pertanda paham dengan apa yang dikatakan oleh Sofia tadi, Karena memang tadi sempat izinnya seperti begitu Jadi otomatis saat pulang nanti tidak boleh dengan tangan kosong.


" Ya sudah nanti Mama tolong belikan kebutuhanku yang biasa aku beli itulah bareng sama mama, kemudian jangan lupakan cemilan yang coklatnya itu begitu lumer pokoknya intinya yang membuat mataku melek semalaman ketika lagi sibuk dengan pekerjaan! "jelas Berlian lalu segera masuk ke dalam rumah sakit itu untuk bertemu dengan Adrian karena sumpah sekarang itu perasaannya antara seperti orang yang Kasmaran ataupun deg-degan dan juga bisa dibilang takutnya mungkin Adrian marah karena dirinya tidak memberi kabar kepada pria itu.

__ADS_1


__ADS_2