
Berlian tidak menyangka jika akhirnya dirinya mau tidak mau harus mengizinkan mertuanya untuk menginap di situ, lebih tepatnya bukan menginap sih melainkan tinggal selama mereka berada di tempat itu dan artinya dirinya dan juga Devano tidak bisa berbohong.
sedangkan Devano masih berusaha mencari cara agar dirinya bisa membuat kedua orang tuanya kembali , soalnya tidak mungkin kan kalau dirinya harus tidur berlebihan setiap malam selama sebulan namanya takut nanti kalau dirinya khilaf Bagaimana coba?
" apa sebaiknya Papa sama Mama kembali dulu ke rumah nanti mungkin Minggu ke depan baru kalian menginap di sini, soalnya kasihan itu rumah sudah ditinggalkan terlalu lama tetapi tidak ada yang mendiaminya lama-lama bisa ada tikus dan juga kecoa yang bersarang? Lagian kami berdua di sini juga baik-baik saja tidak mungkin juga ada pertumpahan darah nantinya, jadi jangan khawatir Kalau kami nantinya akan saling menyakiti satu sama lain ," jelas Devano berharap agar orang tuanya itu paham dan maksudnya mengerti dengan keinginannya karena tidak mungkin kan ia harus bisa memaksakan diri untuk mendekati Berlian karena dirinya juga tidak minat untuk melakukannya sama sekali.
Maria tertawa ketika mendengar alasan yang diberikan oleh anaknya tadi sebab menurutnya itu hanyalah alasan klasik yang sangat tidak masuk akal, soalnya masih besok masih ada hari kan untuk mengecek keadaan di sana tidak perlu harus sekarang juga karena mereka juga capek dan butuh istirahat.
" sepertinya masih bisa dilakukan besok jadi untuk hari ini tidak masalah dong Kalau kami menginap dulu nanti besok pagi baru bakalan kembali, lagian istri kamu saja tidak banyak masalah jika kami menginap di sini Kenapa jadi kamu ya kepo dan juga sewot?" tanya Maria tidak terima membuat Devano hanya menggaruk kepalanya yang tak gatal karena Lagi Dan Lagi apa yang dia katakan disalah artikan.
Abraham dari tadi memilih untuk diam saja sampai duduk dan melihat perdebatan yang dilakukan oleh anak dan juga istrinya itu soalnya mereka berdua terlalu tarik ulur sampai-sampai Waktu mereka untuk beristirahat dan rasanya terbuang percuma untuk satu hal yang sangat tidak masuk akal, tapi mau bagaimana lagi Ketika istrinya itu sudah bertindak ya Jalan satu-satunya sebagai seorang suami dirinya bisa diam saja dan hanya melihat kira-kira sampai di mana mereka mampu untuk bertindak.
__ADS_1
Berlian sebenarnya juga ingin melayangkan protes hanya saja rasanya sangat tidak sopan ketika dirinya melakukan hal itu, karena ia bukanlah seorang Devano yang selalu saja menyampaikan apa yang dia pikirkan secara langsung tanpa sadar status dan juga posisinya.
Berlian bukanlah seorang yang egois dan lebih mementingkan dirinya sendiri dibandingkan menghargai perasaan orang lain, maka dari itu ia memilih untuk menjadi penonton saja kira-kira sampai di mana kekuatan Devano untuk mengusir ke orang tuanya dari rumah mereka.
Ya jelas sebutannya adalah rumah mereka karena hubungan mereka ini sudah sah dimata hukum dan juga agama Jadi apa yang dimiliki oleh Devano Ya jelas saja merupakan miliknya Berlian juga kan, maka dari itu jika mengklaim sesuatu milik suaminya sepertinya bukanlah sebuah kejahatan besar yang seharusnya dihentikan dan juga tidak pantas untuk dilanjutkan lagi.
" Mama dia itu bukannya tidak bermasalah hanya saja tidak ingin membuat kalian merasa tersinggung, lagian jadi orang tua kok tidak peka dengan anak sendiri merasa diri selalu benar, "omel Devano.
"Berlian menantu kesayangan Mama Memangnya kamu juga ada niatan untuk melakukan hal itu yaitu mengusir kami dari sini atau mungkin itu hanya akal-akalan pria bodoh ini maksudnya supaya sekali segera pergi dan tidak mengganggu kegiatan kalian? "tanya Maria penasaran.
Devano membulatkan matanya sempurna ketika dirinya malah disalahkan lagi seperti itu padahal dari tadi Ia juga sudah mencoba memberikan dan juga menasehati secara baik, tetapi balik lagi jika di mata mamanya pasti ia bakalan selalu salah dan wanita yang berstatus sebagai istrinya adalah orang yang paling benar di jagat raya ini serta tidak bisa terbantahkan sama sekali..
__ADS_1
" Wah Mama kalau misalnya aku adalah pria bodoh Tidak mungkin anakmu ini bakal diangkat menjadi seorang kapten, jadi jangan menghina aku ya karena aku sangat tidak terima sama sekali dengan apa yang dikatakan itu indah," tolak Devano tegas.
Maria mengangkat kedua bahunya pertanda tidak peduli dengan nada protes yang dilayangkan oleh anaknya itu, karena menurutnya sekali sudah bersalah ya tetap bakalan seperti itu terus .
"Ya sudah kalian dealnya Bagaimana mau Kita menginap di sini atau pulang Soalnya papa pengen istirahat loh, kalian mah enak ngomong pakai duduk tidak membuang tenaga tetapi kami yang mendengarkannya rasa-rasanya kuping bakalan pengen lepas dari tempatnya? "tanya Abraham karena istri dan anaknya itu tidak berhenti dari tadi bertempat membuat orang lain yang mendengarkan pasti bakalan bingung dan bertanya-tanya kira-kira apa sih yang sedang mereka bahas.
" Mama sama Papa boleh kok menginap di sini nanti kami bakalan pindah ke depan saja biar membersihkan sesuatu yang sudah berdebu karena ditinggal beberapa hari lamanya, dan satu lagi kalau memang Devano tidak berminat Ya sudah lebih baik dia tinggal di sini bersama dengan papa dan juga mama karena aku bakalan pindah ke depan supaya kalian bisa beristirahat dengan nyaman! "tawar Berlian menurut Maria itu sudah sangat keterlaluan.
" yang tidak seperti begitu dong nak, Pokoknya kita semua akan bakalan tinggal di sini beramai-rame karena Bukankah semakin ramai itu semakin bagus tidak ada yang namanya Kesunyian seperti dulu? " jelas Maria mau tidak mau membuat Berlian mengagukan kepala terpaksa setuju daripada nantinya pembahasan bakalan tambah panjang.
Berlian dan Devano benar-benar hanya bisa pasrah ketika keduanya sudah berada di kamar yang sama dengan wajah yang begitu terlihat tegang serta pakaian yang masih lengkap di badan, di tengah-tengah mereka ada batas bantal guling agar sama-sama tidak melangkahi jalur masing-masing dan dengan begitu juga wanita itu tidak bakalan merasa ketakutan dan juga tidak akan pernah mencurigai suaminya itu mengambil kesempatan dalam kesempitan yang ada serta bisa dibilang akan Merugikan dirinya nanti.
__ADS_1