Berlian Yang Terbuang

Berlian Yang Terbuang
Ayo Bercerai!


__ADS_3

Sofia tidak peduli dengan perkataan yang dilontarkan oleh suaminya barusan sebab menurutnya kemarin itu ke mana saja, setelah apa yang sudah terjadi di antara mereka berdua terus pria itu berniat untuk mengubah sikapnya Ya rasa-rasanya sudah sangat terlambat kemudian anak kecil juga pasti akan tahu jika sebenarnya pria itu hanya ingin meloloskan keinginannya bukan memang benar-benar berniat untuk memperbaiki hubungan keduanya.


sofia bahkan tidak peduli ketika mendengar apa yang dikatakan oleh security di situ jika Bima itu sebenarnya menunggu kedatangan wanita itu dari sore, dan Sekarang sudah pukul 8 malam ya Otomatis mungkin sudah sekitar 4 sampai 5 jam pria itu ada di tempat tersebut.


"kamu tidak kasihan denganku yang sudah menunggu kamu dari tadi? "tanya Bima memastikan membuat Sofia ingin sekali tertawa.


" memangnya siapa yang menyuruh kamu menunggu, Bukannya itu atas keinginan kamu sendiri tidak ada unsur paksaan dari pihak manapun? Jadi kalau misalnya melakukan sesuatu karena terpaksa lebih baik tidak usah dilakukan saja, karena pada akhirnya kamu pasti akan meminta supaya dihargai padahal sebenarnya melakukan sesuatu secara pamrih itu kan lebih bagus? " jelas Sofia berharap agar manusia itu segera pergi dari hadapannya bila perlunya sekalipun tidak masalah dan dirinya juga tidak peduli dengan apapun yang terjadi.


bima jelas saja tidak terima Ketika istrinya itu secara sadar dan juga keterlaluan mengusirnya di depan orang lain, kalau sudah seperti begini kan secara tidak langsung Mereka menunjukkan kepada semua orang jika sebenarnya hubungan dan juga rumah tangga mereka itu dalam keadaan tidak baik-baik saja.


"kalau memang kita berdoa ada masalah dari awal Bisakah kembali ke rumah dan berbicara berdua bukan malah berdebat di depan umum, kalau seperti begini kan kita terlihat seperti anak kecil yang mengumbar kesana kemari dan ingin menunjukkan kepada semua orang kalau kita sedang tidak baik-baik saja?" bujuk Bima membuat Sofia ingin sekali tertawa.


" loh apalagi yang mau dibicarakan? bukannya Semua sudah jelas kalau kita berdua itu sudah tidak ada apa-apanya lagi, mau pulang ke rumah pun Rumahku di mana lagi kalau bukan tinggal bersama dengan anakku? jangan aneh-aneh jadi orang dan juga menolak lupa jika Sebenarnya kamu sudah tahu bakalan Dibawa Kemana rumah tangga ini? apa harus aku jabarkan ulang lagi apa yang sudah kamu lakukan sampai membuat aku mengambil keputusan setingkatnya, kalau tahu bahwa hasil akhirnya seperti ini ya dari awal Jangan melakukan ini dan itu dong karena aku juga punya hati yang jelas saja tidak terima ketika dipermainkan terus-menerus. "Sofia terkadang merasa bosan sendiri di saat orang-orang memilih untuk membuat dirinya mengerti dengan keadaan orang lain itu tetapi untuk dirinya sendiri tidak ada yang mau mengerti.


Bima menghembuskan nafasnya kasar karena kalau sudah seperti begini ya mau dijelaskan dengan apapun Tentu saja tidak akan pernah berjalan sesuai dengan harapan, padahal dirinya tidak mau minta banyak hanya ingin agar istrinya itu kembali ke rumah kemudian berbicara dengannya apapun kesalahannya di masa lalu dan juga masa sekarang Janganlah main kabur seperti anak kecil karena itu sama saja dengan membuat dirinya tidak berguna sebagai seorang kepala keluarga.


"ayo kita pulang! Memangnya kamu tidak kasihan dengan anak kita yang jelas-jelas ingin menjalani rumah tangga berdua saja dengan suaminya tanpa ada orang tua yang mengganggu, kalau seperti begini kan malu juga dengan menantu kita yang tahu bahwa orang tua dari istrinya itu terkadang memiliki sikap yang sangat tidak baik? "tawar Bima membuat Sofia tertawa.


"kamu tenang saja karena aku juga merupakan seorang yang sadar diri jadi tidak Mungkin mengganggu urusan orang lain meskipun itu anak sendiri, aku juga tahu diri sudah tinggal numpang kok malah ngeyel dengan melakukan hal ini dan itu? "sahut Sofia sebab memang kalau tidak mengatakan harus seperti ini ya otomatis Bima tetap pada pendiriannya..

__ADS_1


satpam yang bertugas di situ yang melihat perdebatan antara suami dan istri itu ya akhirnya memilih untuk meraih meskipun ini sebenarnya bukan termaksud dalam pekerjaannya, Ya kali ada satpam yang memilih ikut campur dengan urusan rumah tangga orang lain padahal urusannya itu hanyalah mengurus yang namanya kriminal dan juga pokoknya intinya yang berkaitan dengan keributan.


"maaf tuan dan juga Nyonya! Saya hanya ingin memberikan saran saja kalau bisa permasalahannya diselesaikan di rumah atau di tempat lain, pokoknya intinya jangan di sini Karena saya takut nanti akan mengganggu kenyamanan semua orang yang tinggal di sini. " satpam tersebut terpaksa mengatakan semua ini daripada nantinya akan timbul permasalahan yang lebih besar lagi.


Sofia membuang nafasnya kasar karena memang dirinya juga tahu pasti hasil akhirnya bakalan seperti ini, bagian Apa susahnya sih Bima pulang saja dan juga tidak terlalu mempertanyakan hal ini dan itu sebab pada akhirnya hanya akan membuat dirinya bingung dan juga malu soalnya kan nantinya dirinya bukan tinggal di sini sampai bila-bila.


" Lebih Baik nanti ke depannya jika ada orang ini yang meminta untuk menunggu saya pulang tolong diusir saja Pak! soalnya saya sudah tidak punya urusan sama sekali dengannya, dan juga jelas aja kami itu tidak punya hubungan apapun tapi ini orang malah ngeyel! "setelah mengatakan hal itu Sofia pun memilih pergi tetapi Bima memilih untuk mengikutinya dari belakang.


"Sofia Tolong jangan menghindar seperti anak kecil begini dong! Oke aku salah aku minta maaf dan juga aku memilih menurunkan egoku dengan cara mengikuti dan juga mengajar kamu seperti begini, maka dari itu aku minta tolong hargai Apapun yang aku lakukan jika memang kamu manggil Masih menghargai jika aku merupakan suami kamu, "Bujuk Bima lagi.


" kamu tenang saja karena nantinya status sebagai suami itu sedikit lagi bakalan hilang Kok! dan itu artinya kamu bebas mau menikah dengan wanita manapun mau melakukan apapun di luar sana, jangan merasa terbuban nih dengan status itu karena aku saja sudah bersikap seolah-olah kamu bukanlah suamiku. " Sofia tentu saja hanya ingin mengingatkan Bima tentang apa yang selama ini diinginkan oleh pria itu yaitu ingin berpisah darinya.


Bima mengerutkan keningnya ketika mendengar apa yang dikatakan oleh Sofia barusan, karena Percayalah dirinya tidak paham sama sekali dengan apa yang dimaksudkan oleh wanita itu Dan intinya sepertinya perkataan yang dilontarkan oleh Sofia itu terlalu berlebihan.


" nanti kamu tunggu saja Mungkin beberapa hari dari sekarang ada surat dari pengadilan Dan tolong ditandatangani saja jangan banyak bertingkah, kamu Harusnya bersyukur sebagai seorang wanita aku sudah membebaskan kamu untuk memilih jodoh terbaik di masa depan kamu ya mungkin nantinya bisa menua bersama dengan kamu begitu? " penjelasan Sofia itu sebenarnya begitu ambigu tetapi Bima bisa menangkapnya jika istrinya itu pasti sudah antara mereka berdua untuk kesekian kalinya.


" Kamu tahu kan kalau aku punya pengacara yang handal yang bakalan membatalkan semua gugatan kamu itu hanya dalam hitungan jam, jadi otomatis seperti yang kemarin-kemarin tidak akan pernah masuk gugatan itu sampai ke pengadilan dan kamu juga bakalan menunggu sampai membuat kamu capek sendiri. " Bima jelas saja percaya diri kali ini namun tidak sadar jika sebenarnya istrinya sudah mewaspadai dari awal makanya ia sudah menunjukkan bukti perbuatan antara Bima dan juga Sarah yang membuat pengadilan tentu saja berpikir dua kali Untuk membatalkan gugatan yang diajukan oleh wanita itu sebab Biar bagaimanapun di sini kalau sampai mereka lebih mementingkan hal-hal yang ini dan itu yang nantinya wanita yang bakalan terus-menerus disakiti dan juga menjadi korban.


"aku akui kalau uang itu di atas segala-galanya dan aku juga tidak bisa menampik hal itu, Tapi satu yang aku inginkan yaitu sekali-kali kamu akui jika perbuatan kamu itu memang benar-benar keterlaluan dengan cara membuat diri kamu merasa nyaman sampai-sampai mengorbankan orang lain padahal di sini aku tidak pernah meminta banyak dalam hidup hanya ingin agar kamu menghargai dan juga lebih maksudnya membuat perasaanku sebagai seorang wanita itu ada ketenangan di dalamnya," jelas Sofia lalu segera pergi sebab menurutnya sudah cukup dirinya dan juga Bima bertingkah layaknya orang ABG yang tidak punya rasa malu ketika mengumbar soal masalah yang mereka hadapi di dalam rumah tangga.

__ADS_1


bima menatap penuh kebingungan ke arah punggung istrinya yang sudah semakin menjauhi Itu, sebab semakin ke sini wanita itu memang benar-benar tidak mau mengalah dan bisa dibilang bersikap layaknya mereka berdua memang benar-benar sudah berpisah-


" Aku tahu aku salah tetapi tolong jangan mengingat kesalahanku sampai seperti itu tapi ingatlah perjuanganku selama ini, aku sudah tidak pernah menghubungi wanita itu lagi sudah tidak pernah mencoba untuk kembali kepadanya karena aku sadar jika tujuan hidupku hanyalah menunggu Tuhan memanggilku saja maka dari itu untuk apa mencari sesuatu yang membuat orang lain menjadi Tersakiti? " ujar Bima lirik namun dirinya yakin jika Sofia pasti mendengarkan semua keluhan yang disampaikan olehnya sebab jarak wanita itu juga belum terlalu jauh dari jangkauannya.


Sofia sengaja seperti tidak mendengarkan apapun yang dikatakan oleh Bima, karena menurutnya semua sudah terlambat Seharusnya dari awal sebelum melakukan kesalahannya dipikir dulu jangan terus-menerus merasa diri paling benar dan orang lain malah dikorbankan.


" aku dari awal sudah mencoba melakukan yang terbaik tapi kamu selalu mengecewakanku, dan setelah Aku mengalah dan juga pasrah dengan hubungan ini kamu malah berusaha untuk memperjuangkannya ya sekarang pertanyaannya batas kesabaranku harus sampai di mana lagi? "batin Sofia.


Sarah sebenarnya sudah mendapatkan karmanya karena sudah dua mingguan lebih wanita itu dirawat di rumah sakit namun belum ada perubahan sama sekali tetapi yang ada malah makin parah, nafsu makannya sudah benar-benar turun anjlok sampai tidak berbentuk hanya karena merindukan anaknya merindukan kata maaf dari putranya itu dan juga ingin melihat anaknya itu bahagia dengan wanita pilihannya.


Kumala sudah habis cara untuk bisa membujuk Sarah supaya maksudnya jangan terlalu bertingkah seperti ini, karena bukan Sarah saja yang bakalan kesulitan melainkan dirinya juga sebab Ia juga punya pekerjaan di luar sana.


"sarah, mama Mohon tolong ya Jangan bersikap seperti ini karena kamu sudah seperti anak kecil loh! Oke tidak masalah jika memang kamu merasa bersalah kemudian ingin memperbaiki kesalahan itu, tapi ya dengan cara kamu harus bisa membuat tubuh kamu selamat dulu sehat dulu barulah Terserah kamu mau berbuat apapun itu tidak akan membuat orang lain kesulitan. "Kumala tahu biar bagaimanapun caranya dirinya mengatakan ini dan itu kepada anaknya tetap saja wanita itu tidak akan pernah berubah pikiran soalnya pikirannya itu sekarang sedang tidak pada tempatnya malah seolah-olah berpetualang ke sana kemari untuk mendapatkan jawaban yang tidak jelas..


Kumala kadang-kadang merasa putus asa dengan ingin meninggalkan Sarah sendirian di situ, tapi setelah dipikirnya lagi rasa-rasanya dirinya juga tidak tega maka hasil akhir Ya kembali lagi Kemudian merawat wanita itu.


"Aku mau berbicara dengan Adrian, Ma! Aku ingin memastikan keadaan anakku sekarang dan ingin meminta agar dia menjemputku pulang, di sini bukan rumahku melainkan rumahku hanyalah bersama dengan anakku sampai kapanpun meskipun pada akhirnya hidupku bakalan kesusahan. " Sarah selalu saja seperti itu ketika kumala mengajaknya berbicara dan bahkan terkesan tidak ada lagi bahan pembicaraannya yang lain selain Hal itu membuat semua orang yang berada di posisi wanita paruh baya itu tentu saja berada pada posisi yang benar-benar bingung.


" Mama kan sudah bilang selama ini apapun yang terjadi biarlah Adrian yang mengambil keputusan sendiri, Kita menghargainya saja tidak boleh terlalu memaksakan kehendak soalnya kasihan juga kan anak itu jika terus-menerus memaksakan agar dia mau mengikuti apa yang kita inginkan, "jelas Kumala tetapi Sarah menggelengkan kepalanya sebab menurutnya Adrian itu bukanlah tipe anak yang seperti itu yang kalau marah dendamnya bakalan bertahun-tahun lamanya dan dirinya yang selalu tahu apapun yang dilakukan oleh anaknya kemudian pola pikirannya intinya segala sesuatunya tanpa terkecuali.

__ADS_1


Sarah menggelengkan kepalanya sebab menurunnya pikirannya dengan mamanya itu jelas-jelas berbeda karena selama ini kan Kumala tidak tahu Apapun yang terjadi, jadi otomatis wanita itu selalu berpikir jika Adrian akan menyimpan dendam yang amat sangat dalam hidupnya untuk wanita yang sudah melahirkannya ke dunia itu.


"apapun yang anakku lakukan aku tahu, dan aku tidak mungkin mengatakan Jika dia tidak marah tapi intinya aku hanya ingin memperbaiki keadaan tidak ingin terdampar di sini tanpa melakukan apapun, " jelas Sarah berharap agar orang-orang yang berada di sekitarnya itu mau mengerti dengan keadaannya Bukan Malah memojokkannya seperti ini layaknya seseorang yang tidak punya jalan pemikiran sama sekali sehingga harus mendengarkan saran dari orang lain saja.


__ADS_2