Berlian Yang Terbuang

Berlian Yang Terbuang
Kangen


__ADS_3

Maria dan suaminya Abraham malam ini sudah terlihat bersiap-siap seolah-olah mereka akan pergi ke suatu tempat, membuat Devano bernafas lega karena akhirnya dirinya tidak perlu harus bermain drama pura-pura bersikap baik dengan istrinya itu yaitu Berlian.


Berlian memilih untuk tidak peduli Mau mertuanya itu pergi ke manapun atau mau menginap sekalipun seperti itu sama saja, kalau misalnya Devano merasa begitu sengsara ya pertanyaannya letak sengsaranya itu di bagian mana coba karena Bukankah mereka harus senang karena di rumah itu ya akhirnya sedikit ramai Bukan Hanya mereka berdua saja yang tinggal yang jelas aja belum mengenal baik satu sama lain.


" Apa kamu mau ikut sama mama dan juga Papa pergi ke acara pernikahan salah satu prajurit di sini, pokoknya kamu tenang saja gaya pesta di Kota Merauke itu beda tidak ada dalam gedung meskipun ada tepi sangat jarang kebanyakan memilih rumah mempelai perempuan kemudian pakaiannya juga tidak keluar siang sampai glamor itu yang penting intinya sopan dan juga tidak membuat orang lain merasa tidak nyaman?" tawar Maria soalnya dirinya tidak tega ketika melihat menantu kesayangan itu hanya berduaan saja dengan anaknya yang jelas-jelas saja Tadi siang sudah memarahi Berlian habis-habisan karena tiba-tiba muncul di tempat latihan.


Berlian jelas aja menolak bukan karena ingin berduaan dengan suaminya atau mungkin mau main SmackDown gitu gaya unboxing melainkan memang dia butuh istirahat, karena seharian ini dirinya terlalu capek bergerak ke sana kemari akibat melakukan semua pekerjaan yang tidak ada henti maklumlah rumah itu merupakan tempat tinggal seorang bujang jadi sangat sulit untuk ditata menjadi sesuai dengan keinginan.


"Berlian tidak sanggup lagi untuk pergi keluar rumah Hari ini inginnya cepat-cepat istirahat soalnya sangat merindukan bantal kupu-kupu milikku itu, nanti kalau mama sama papa mau jalan ya sudah silakan saja tapi nanti hati-hati ya Terus pulangnya jangan terlalu larut malam, "Berlian jelas aja menolak dong soalnya dirinya juga masih ada asing di tempat ini masa iya harus langsung nyelonong ke sana kemari sesuka hatinya.


Devano menatap tidak suka ke arahnya karena pikirannya tadi kalau wanita itu menyanggupi ajakan yang diberikan oleh mamanya, maka dengan begitu mungkin dirinya bisa ekspresi sesuai dengan keinginannya tidak perlu harus berpura-pura tersenyum sepanjang waktu.


" Iya kenapa kamu tidak ikut saja maksudnya Mungkin kamu bisa mengenal semua tempat yang ada di sini dan akhirnya orang juga akan mengenali kamu, kalau kamu tidak mau mengakui sebagai istriku pun lebih bagus lagi maksudnya biar tidak ada kesusahan gitu saat nanti kamu keluar dari rumah, "jelas Devano yang sebenarnya berbohong karena nantinya Pasti orang bakalan berpikir yang macam-macam soal kelakuannya tadi siang ketika tahu bahwa dirinya memarahi mereka yang sudah berani menggoda istrinya itu.


" Wah kalau misalnya kamu menyuruh istri kamu pergi ya kamu sebagai suaminya juga harus ikutan dong, karena nanti mereka akan bertanya-tanya ini kenapa ceritanya hanya Devano yang tinggal jaga rumah sedangkan yang lain disuruh pergi begitu saja nanti kalau misalnya ada orang ketiga yang tiba-tiba muncul? "omel Maria yang tidak terima membuat anaknya itu hanya menggelengkan kepala kenapa jadi meluber ke mana-mana pembahasannya orang makan satu saja belum mulai masa iya sudah cari yang lain.


Abram dari tadi memilih untuk membiarkan istrinya itu mau berbicara panjang lebar terserah dirinya yang penting ia puas, Soalnya kalau lagi ingin memarahi sesuatu terus kita memotongnya begitu saja pastinya nanti akan membuat Maria ganas dan tidak terima.


"ah begini saja bagaimana kalau misalnya kamu jangan banyak protes biar mama sama papa cepat pergi Lalu setelah itu kami akan cepat juga kembalinya, atau Ini semua hanya akal-akalan kamu saja karena ingin menghindar dari istri sendiri sebab belum ada rasa gitu? "tanya Maria lagi yang jelas saja tidak terima kalau memang itu merupakan kenyataan yang ada.

__ADS_1


" nah sudahlah orang seperti dia jangan diladeni Biarkan saja dia mau ngomong apa Nanti Mama juga yang bakalan kesusahan kalau terlalu menanggapinya, aku saja sudah kebal Padahal baru beberapa minggu menikah dengan manusia seperti dia Jadi untuk apa terus-menerus mendengar apa yang dikatakan yaitu jika hanya akan membuat kuping kita rasanya mau lepas? "Berlian akhirnya memilih untuk menengahi perdebatan yang terjadi antara ibu dan anak itu karena mereka memang sama-sama keras kepala dan ketika tidak ada yang mau mengalah ya Otomatis sampai besok pagi pun jadi .


" Ya sudah karena ini kamu yang ngomong makanya Mama bakalan menuruti Tetapi kalau misalnya cucunguk ini yang bakalan ngomong Oh tentu tidak ferguso, enak sekali dia saja susah untuk diatur Terus sekarang mau balik mengatur orang tua Oh Jangan harap pokoknya itu tidak akan pernah terjadi, "Maria benar-benar tidak ingin anaknya itu terlalu besar kepala dan merasa jika perkataannya itu mutlak harus didengar oleh siapapun baik tua maupun muda padahal logikanya tidak sesederhana itu.


hargai orang lain Jika kamu ingin dihargai karena semua orang itu punya perasaan kemudian punya otak untuk berpikir dan satu lagi mereka bukan binatang meskipun engkau usir bakalan kembali lagi, maka dari itu berpikirlah sebelum bertindak daripada nanti menyesal percayalah orang untuk mendapatkan kesempatan kedua itu tidak semuanya.


Berlian memilih untuk membersihkan dirinya Lalu setelah itu langsung tidur Karena memang sudah ada perjanjiannya jika selama orang tuanya ada di rumah mereka dan juga belum ada pemindahan yang seperti sudah direncanakan, maka dirinya akan tidur di atas tempat tidur sedangkan suaminya itu di sofa padahal sebenarnya tempat tidur itu juga ukurannya King size jadi bisa dong kalau dua orang tidur di atasnya hanya karena Devano yang saking gengsinya memilih untuk tidak peduli dan juga hanya ingin menjaga jarak.


" Eh kamu belum tidur kan, pokoknya kalau kamu sudah tidur pun harus bangun dan dengarkan apa yang saya katakan ini? " ujar Devano sebab Ada hal penting yang harus ia sampaikan kepada wanita itu persetan mau Sudah tidur atau matanya masih melek sekalipun pokoknya ia ingin Berbicara saat ini juga tidak bisa menunggu sampai besok.


Berlian mendengus kesal menatap ke arah sumber suara yang ada di belakangnya itu yang tidak paham apa kalau dirinya sekarang itu benar-benar membutuhkan yang namanya istirahat, tetapi karena aslinya adalah orang yang egois maka tidak akan pernah paham dengan keadaan orang lain dan memilih untuk harus didengarkan saja.


"ya sudah kalau mau ngomong sesuatu ya tinggal ngomong saja tidak perlu harus pakai acara pengumuman segala kan, Memangnya kamu pikir kupingku ini sudah tidak berfungsi dengan benar sampai-sampai harus kamu panggil kemudian melakukan kegiatan apa gitu, "protes Berlian karena memang kalau mau ngomong ya tinggal ngomong saja orang baru beberapa menit yang lalu mereka masuk tidur Kok Masa iya langsung teler begitu saja kan tidak mungkin.


"sabar Maksudnya kamu di tempat latihan itu banyak pria hidung belang sedangkan kamu sadar diri Kan kalau di situ ada kamu juga, Memangnya kamu bukan pria hidung belang gitu atau mungkin berbeda Soalnya kata-kata kamu ini rasa-rasanya menghina orang lain tapi tidak sadar diri? " pertanyaan Berlian itu harus Sontak membuat Devano diam karena dia bisa-bisanya ya otaknya menjadi lemot sebab memang apa yang dikatakan wanita itu benar kalau tadi di tempat latihan dirinya yang memimpin dan kalau misalnya ia mengatakan semua yang ada di sana itu hidung belang pertanyaannya dirinya apa coba.


" jangan mengalihkan pembicaraan ketika aku sedang membahas sesuatu lebih baik kamu dengar dan lakukan saja seperti yang aku katakan, pokoknya aku tidak membenarkan sikap kamu yang muncul tiba-tiba seperti tadi terus bersikap sangat bahagia ketika ada orang lain yang begitu mengagumi kamu. " Devano tidak ingin maksudnya istrinya itu merasa di atas angin karena sudah berhasil membalikkan apa yang dikatakannya Ya jelas aja harga dirinya sebagai seorang pria itu merasa tersentil.


" Nah karena kamu sudah protes maka aku bakalan menjelaskan kronologi yang sebenarnya karena Bukankah seorang abdi negara itu kebanyakan mendengar penjelasan dulu baru mengambil kesimpulan, kalau misalnya barang buktinya belum ada terus kamu langsung mematok dia bersalah atau tidak Ya jelas saja tidak bisa begitu dong! aku tadi itu pergi ke sana karena diajak sama mama kamu dan tidak mungkin dong Sebagai seorang menantu menolaknya meskipun sebenarnya dalam hatiku ini merupakan sangat berbanding terbalik dengan keinginanku yang ingin istirahat, Jadi kalau misalnya kamu mau protes ngomong kalau aku tuh berpesona ke sana kemari yang ngomong sama mama kamu jangan sama aku dong! "ngomel Berlian yang tidak terima dan memilih untuk tidur soalnya suaminya itu ketika berbicara selalu saja mengundang masalah sebab merasa diri selalu benar.

__ADS_1


" dasar wanita pembangkang setiap kali suami berbicara satu kata pasti jawabannya 1000 , mau jadi istri durhaka Kamu untung juga zaman modern juga zaman batu?" Devano masih saja tetap mengoceh karena tidak terima diabaikan oleh Berlian.


" kalau misalnya ada pepatah yang mengatakan Istri Durhaka maka menurutku suami lebih durhaka lagi, karena bukankah tadi itu kamu yang menuduhku bukan bukan ya sudah jelas saja aku membalikkan posisi menjadi kamu tentu saja kamu tidak akan terima kan?" kedua manusia itu bukan beristirahat dengan tenang Tetapi malah berdebat yang unfaedah sampai-sampai waktu istirahatnya Berlian pun terpotong hanya karena Devano yang bukannya diam tapi malah nyerocos terus.


Adrian sudah selesai dengan pekerjaannya memilih untuk menghubungi kekasih hatinya yang sangat jauh di sana, tetapi intinya mereka masih memandang langit yang sama masih di bumi yang sama pula tidak terpisah yang sampai-sampai membuat pria itu begitu frustasi.


Derthh Derthh ...


Devano yang jaraknya tidak terlalu jauh dari nakas yang ada di samping tempat tidur mendadak jadi kesal seketika ketika mendengar ponsel Berlian yang bergetar, itu memang suaranya tidak kedengaran tetapi getarannya itu sangat terasa begitu jelas karena mungkin terbentur dengan sudut benda mati sampai akhirnya pun terasa begitu mengganggu.


" Woi kamu belum pingsan Kan itu ada telepon yang masuk katakan saja di sini itu beda dengan yang di sana Indonesia Woi kamu belum pingsan Kan itu ada telepon yang masuk katakan saja di sini itu beda dengan yang di sana, kalau di sana mataharinya masih nampak maka di sini mataharinya sudah tenggelam hilang begitu saja jadi jangan mengganggu masih ada hari esok, "jelas Devano.


Berlian tersenyum senang ketika mendapat telepon dari kekasihnya yang tidak masalah dong selingkuh tepat di hadapan suaminya orang suaminya saja modelan seperti begitu hanya hobinya cari masalah, dan wanita itu pun sengaja mengangkat panggilan dari Adrian ingin melihat kira-kira respon Devano Seperti apa kira-kira bakalan seperti cacing yang kepanasan atau pria itu malah B aja.


" halo, tumben kamu telepon biasanya kan kirim pesan dulu?" tanya Berlian dengan suaranya yang pelan mengalun begitu syaduh di telinga membuat Devano merasa mual soalnya wanita itu ketika berbicara dengannya kasarnya juteknya ketusnya minta ampun Kenapa malah berbicara dengan pria lain terdengar seperti penyanyi dangdut yang lagi konser.


" Ya habisnya bagaimana lagi kan kangen itu tidak pernah diprediksi kapan datangnya makanya aku telepon kamu sekarang , Memangnya kamu lagi ngapain Kok begitu sulit tidak terdengar ada kehidupan lain di tempat itu?" tanya Adrian yang membuat Berlian ingin sekali tertawa karena Devano telah melototkan matanya karena tidak terima dengan perkataan tidak ada kehidupan lain padahal jelas-jelas dirinya merupakan makhluk hidup di tempat itu.


" Apakah dia berpikir kalau aku merupakan makhluk astral begitu, yang tidak terlihat dengan kasat mata yang hanya bisa dilihat dengan kaca pembesar? " omel Devano pelan soalnya tidak terima dong ketika ada manusia yang mengatakannya seperti itu.

__ADS_1


" ya sebenarnya ada sih makhluk tak kasat mata yang berada di sekitarku tetapi abaikan saja Anggap saja dia tidak pernah ada, Soalnya kalau terlalu dipedulikan juga dia kayaknya nanti bakalan sangat percaya diri karena merasa diperhatikan, "ujar Berlian karena memang harusnya seperti itu.


" Bagaimana kabar kamu selama di sana mungkin sudah punya teman baru gitu, tetapi aku harap teman kamu itu merupakan seorang cewek ya Jangan coba-coba loh kalau kamu berkenalan sama cowok di sana karena aku bakalan marah besar jika sampai hal itu terjadi!" tegas Adrian membuat Berlian ingin sekali tertawa karena sebenarnya tadi saja dirinya baru diperingatkan kalau banyak pria hidung belang di tempat ini masa iya sekarang dirinya harus cari perkara lagi dengan berkenalan manusia-manusia seperti itu.


__ADS_2