
jika kedua orang tuanya Devano dan juga Bima begitu bahagia dengan pernikahan yang terjadi beberapa saat yang lalu berbeda dengan beberapa orang yang lain, yaitu Berlian kemudian Devano dan juga Adrian karena ketiganya saling berhubungan satu sama lain.
Berlian merasa bersalah terhadap Adrian karena sudah mengingkari janji yang mereka buat selama 2 tahun ini, sedangkan Devano merasa tidak suka ketika dirinya harus menikahi wanita keras kepala dan juga susah diatur seperti Berlian.
Sofia hanya menatap nanar ke arah putrinya yang terlihat memaksakan senyuman di wajahnya ketika para tamu undangan yang hadir memberikan Selamat atas pernikahannya itu, sebagai seorang ibu yang sangat paham dengan isi hati dari anaknya saat ini tetapi Percayalah dirinya tidak bisa melakukan apapun sekedar membatalkan.
" Maafkan Mama Nak, karena tidak bisa membantu kamu saat kesusahan seperti ini! percayalah biasanya kesusahan ada hikmah yang akan kamu dapatkan, kalau memang Devano bersikap jahat terhadap kamu maka Mama Yang akan mengurusnya nanti! "batin Sofia yang berusaha untuk menguatkan dirinya sendiri tidak perlu ada orang lain yang menguatkannya karena memang dia sudah terbiasa seperti itu.
__ADS_1
"Wah akhirnya kita resmi menjadi besan ya tidak terasa puluhan tahun menunggu Akhirnya terealisasikan hari ini, nanti kalau kalian mau membawa menantu kalian itu pulang hari ini juga pun Kami tidak akan melarangnya Bukankah dia sudah menjadi milik keluarga Sanjaya? " tanya Bima yang sepertinya memang tidak ada beban pikiran sama sekali ketika anaknya akan diambil orang untuk di bawah pergi dan entah kapan bakalan kembali lagi.
Abraham dan Maria merasa bersalah ketika melihat wajah Sofia yang benar-benar tidak enak dipandang, Namun semua sudah terjadi tidak mungkin kan mengulangi atau memperbaikinya lagi jadi jalan satu-satunya ya sudah dijalani saja.
Berlian turun dari atas pelaminan karena dirinya harus berbicara dengan seorang pria yang dari tadi hanya Duduk menatap penuh rasa kecewa ke arahnya, ia tidak peduli dengan tatapan semua orang yang menatap heran kok bisa-bisanya pengantin malah turun meninggalkan pengantin prianya dan seolah-olah tidak peduli sama sekali.
Berlian ingin menunjukkan kepada Papanya yaitu Bima bahwa dirinya masih berkuasa atas kehidupannya saat ini, karena terbukti ia ingin berbicara dengan Adrian di hadapan semua orang tidak peduli dengan tatapan penuh keheranan.
__ADS_1
" aku mohon maaf jangan halangi langkah kakiku karena aku ingin berbicara dengan Adrian sekarang juga, mama lihat sendiri kan Papa saja sedang tersenyum dan tertawa bahagia setelah berhasil menghancurkan hidupku dia tidak peduli sama sekali dengan keadaanku Jadi sekarang aku harus peduli dengan keadaan Adrian! " ujar Berlian menjelaskan apa yang ia rasakan dengan semua yang terjadi ini'
" tapi na ini sama saja dengan kamu mencari perkara dengan papa kamu sendiri, Mama mohon Tolong jangan melakukan hal-hal yang nantinya akan membuat semua menjadi buruk di sini! " bujuk Sofia lagi karena Biar bagaimanapun segala sesuatunya harus terbaik untuk anaknya bukan untuk orang lain.
Berlian memilih tidak peduli dengan penolakan dan juga orang lain yang menentang semua keputusannya ini, karena baginya hati dan juga pikiran Adrian lebih penting sebab pria itu selama ini yang telah menemaninya menghabiskan hari-harinya dan juga membantunya dalam segala macam pekerjaan yang ia lakukan.
kalau Papanya tidak pernah sedikitpun membantu ataupun sekedar menanyakan tentang pekerjaan yang ia lakukan bahkan ketika ia Sakit pun pria paruh baya itu tidak pernah peduli, Jadi untuk apa terlalu mengikuti segala macam keinginannya Bukankah sekarang masa depan yang sudah tergadai dengan pria yang dijodohkan oleh Papanya Itu.
__ADS_1
" Hei, kamu kok malah duduk di sini? Kenapa tidak bergabung dengan teman-teman dari rumah sakit yang lain, itu mereka lagi heboh sendiri Memangnya kamu mau duduk dan menolong tidak melakukan apa-apa? " tanya Berlian memaksakan senyuman di wajahnya meskipun air matanya dari tadi itu ingin sekali keluar.
"Berlian milikku sudah diambil orang entah mungkin sudah dibuang begitu jauh sampai-sampai dia yang kulihat tidak bisa aku gapai, padahal aku sudah berusaha menjaganya selama ini tidak ingin dia tersakiti atau pun menderita tetapi sepertinya aku masih bisa sempat-sempatnya kecolongan! padahal seharusnya berdiri di sampingnya adalah aku bukan orang lain, tetapi bisa-bisanya Posisiku itu diganti tanpa memberitahukanku terlebih dahulu! "Adrian bukannya menjawab pertanyaan yang dilontarkan oleh Berlian tadi tetapi dirinya malah menjabarkan situasi dan juga kondisi hatinya saat ini.