
Berlian bukan anak kecil yang selama ini tidak tahu apa yang dilakukan oleh Papanya kepada sang mama, Sofia selalu tidak pernah dibiarkan untuk keluar rumah dan melakukan aktivitas tanpa perintah dan juga pengawasan dari Bima.
pakaian yang dipakai oleh wanita pun harus 100% diatur oleh suaminya karena jika tidak maka Bima akan mengguntingkan dan menghancurkannya saat itu juga, meskipun pakaian tersebut dirajut sendiri oleh Sofia ataupun dijahit sendiri oleh wanita itu tetap saja pria itu bilang tidak ya tetap tidak.
Sofia Bukannya tidak bisa melawan tetapi ini merupakan perintah dari orang tuanya dulu bahwa apapun yang dikatakan oleh suamimu Yakinlah dia selalu benar, maka dari itu perkataan tersebut sudah tertanam di dalam benaknya dan tidak bisa diubahnya lagi.
__ADS_1
Berlian memilih untuk Diam tidak banyak berbicara karena tidak mungkin ia menjanjikan sebuah kebahagiaan kepada wanita yang sudah melahirkannya itu, sedangkan hidupnya saja sedang susah sedang kebingungan harus mengambil langkah yang bagaimana untuk bisa memperbaiki semuanya.
" Apa memang Perjodohan ini harus tetap berjalan sedangkan aku sudah menolaknya dari awal, Apa memang tidak ada yang mau memahami keinginanku dan semuanya malah memilih untuk egois dan tidak peduli sama sekali? " tanya Berlian perlahan kepada Sofia namun Mamanya itu hanya menggelengkan kepalanya karena balik lagi ia tidak punya kekuasaan di rumah itu.
Sofia tahu juga hidup dalam pernikahan yang secara terpaksa pasti kehidupan anaknya tidak bakalan bahagia,namun balik lagi jika sikap memaksa dan juga otoriter suaminya itu tidak ada yang bisa mentoleransi segala sesuatunya.
__ADS_1
" papa itu egois padahal aku sudah berbicara dari awal kalau aku punya pilihan hidup sendiri, Kenapa tidak ada yang bisa mengerti tentang keadaanku kenapa malah memaksakan diri seolah-olah yang menjalani semuanya ini adalah kalian? " Berlian benar-benar Kehilangan Arah apalagi tadi ketika melihat Adrian pergi dengan perasaan yang hancur seolah-olah tidak ada harganya sama sekali dirinya sebagai seorang pria di mata Papanya.
Sofia tidak keluar kamar Berlian memang ketika melihat suaminya itu masih melakukan pembahasan soal pernikahan anaknya itu keesokan harinya, sebab sama saja kalau Sofia tidak keluar kamar Berlian memang ketika melihat suaminya itu masih melakukan pembahasan soal pernikahan anaknya itu keesokan harinya, sebab sama saja kalau keluar itu maka ia mempermalukan dirinya sendiri.
" kalau memang kamu ingin berbicara dengan kekasih kamu sekarang ya sudah bicara saja selagi Mama ada di sini biar bisa melihat pergerakan papa kamu, dia juga butuh kepastian nak tidak perlu kamu gantung seperti itu dan lebih baik kalian Akhiri Saja semuanya nanti kalau kamu sudah menikah sangat tidak sopan Jika kamu berbicara dengan pria lain di belakang suamimu! ya Meskipun pernikahan kalian ini bukan karena kemauan satu sama lain tetapi atas unsur Perjodohan tetapi mau bagaimana lagi, Mama yang melahirkan kamu saja tidak bisa mengatur masa depan kamu apalagi kamu sendiri jadi lebih baik kamu ikuti saja perintah yang mama katakan ini! " saran Sofia yang Percayalah membuat Berlian tambah terpuruk karena tidak percaya beginilah atau hubungannya dengan Adrian yang selama ini sudah mereka atur begitu baik tidak ingin yang namanya ada penyesalan kemudian tidak ada yang namanya perpisahan.
__ADS_1
"Aku ingin berbicara langsung dengannya bukan hanya ingin lewat telepon saja, Aku ingin langsung menjelaskan kepadanya kemudian ingin melihat responnya bukan malah lari seperti ini! Mungkinkah Papa mungkin tidak ingin melihat wajahku sampai-sampai membuangku begitu jauh sekali dalam kehidupan rumah ini, Apalagi setelah menikah mereka bakalan membawakan kepada teman Papua yang tempatnya seperti apapun aku tidak tahu sama sekali Entah orang-orang di sana bakalan nyambung denganku pun aku tidak tahu? " Berlian tahu kalau Papanya Itu sangat tidak menyukai memiliki anak perempuan karena katanya tidak bisa membanggakan dirinya tidak bisa meneruskan bisnisnya dan memang itu terbukti karena Berlian memilih untuk menjadi seorang dokter dibandingkan seorang pengusaha.
" sabar saja nak, karena tidak mungkin hidup kamu bakalan susah setiap saat dan Percayalah kalau Maria pasti akan menjaga kamu! "ujar Sofia yang entah bisa memegang sendiri perkataannya atau hanya sekedar pemanis di bibir.