
" Kami selaku orang tua selalu mendo'akan yang terbaik untuk kalian.. dan memang lebih baik jika pernikahan kalian segera di sah kan di mata hukum, supaya tidak ada fitnah nantinya.. " ucap pak Ramli memberi nasehat
" Iya, ibu pun setuju nak Dion.. " ujar Bu Nani menimpali
" Alhamdulillah kalau begitu, insya Allah akan saya segerakan, " ujar Dion
...Sitha tidak banyak bicara saat berada di meja makan, dirinya hanya mendengarkan perbincangan antara suaminya itu dengan kedua orang tua nya...
...Dalam hatinya ia pun berdoa semoga Dion memang laki-laki yang tepat yang di takdir kan tuhan sebagai imam untuk dirinya sampai akhir hayat...
...Malam ini Sitha memutuskan untuk menginap di kediaman orang tuanya meskipun di awal Dion merasa keberatan namun pada akhirnya suaminya itu mau mengabulkan permintaan nya...
...Rasanya ia masih betah berada di rumah masa kecil nya itu, ia begitu rindu dengan kamar nya, juga masakan sang ibu yang selalu memanjakan lidah nya ...
...Suasana di rumah masa kecil bersama kedua orang tua dan saudara nya memang suasana yang begitu di rindukan seseorang terlebih jika sudah lama tidak berkunjung...
...Membuat Sitha berat untuk kembali ke rumah Dion sekarang karena dirinya baru saja sampai siang tadi di tempat ini...
" Aku boleh menanyakan sesuatu pada mu mas.. " tanya Sitha membuka suara nya, keduanya saat ini tengah berada di dalam kamar Sitha setelah cukup lama berbincang dengan pak Ramli dan Bu Nani seusai makan malam tadi
" Kau mau menanyakan apa, " jawab Dion seraya bermain dengan ponselnya, ia duduk di kursi meja belajar Sitha, sementara gadis itu duduk di tepi ranjang nya
" Apakah hubungan mu dengan Diva benar-benar telah usai.. " lirih Sitha akhirnya bisa menanyakan tentang hal itu
Sontak Dion pun mengalihkan pandangannya pada Sitha, terlihat gadis itu membalas tatapan Dion menunggu jawaban apa yang akan di ucapkan oleh nya
" Apa kau sedang meragukan ku ? " ujar Dion menyipitkan matanya
__ADS_1
" Aku hanya ingin memastikan, " jawab Sitha tanpa ragu
...Dion bisa melihat dari tatapan Sitha bahwa masih ada keraguan pada sorot mata nya yang terlihat tajam saat menatap dirinya saat ini...
" Aku telah meminta restu dan izin secara langsung kepada kedua orang tua mu untuk memintamu menjadi istri sah dan satu-satunya untuk ku, apakah itu masih belum cukup untuk membuat mu merasa yakin ? " ucap Dion dengan lembut
...Entah kenapa bayang-bayang saat Dion berciuman dengan wanita itu kembali mengusik hati dan fikiran Sitha hingga membuat hatinya sedikit merasakan hawa panas yang tiba-tiba muncul...
" Seharusnya kamu bisa mengelak saat dia mencoba mencium mu, aku merasa cukup lama berdiri di sana dan aku lihat tidak ada penolakan sedikitpun dari mu, lalu bagaimana bisa aku tidak menanyakan tentang ini pada mu dan percaya begitu saja " ucap Sitha dengan nada yang terdengar sedikit sewot membuat Dion seketika menarik bibirnya ke atas
...Baru kali ini rasanya semenjak mengenal Sitha, gadis itu bicara terlalu panjang pada nya...
" Hey... seperti nya istri ku ini sedang cemburu, " ujar Dion lalu menyimpan ponsel nya di atas meja menatap Sitha yang terlihat sedikit kesal itu
" Aku, cemburu... ? yang benar saja, aku hanya menanyakan tentang hal itu tapi kenapa kau seperti nya sangat berat untuk menjawab nya, baik lah jika memang mas Dion tidak mau menjawab aku akan tidur terlebih dulu.. selamat malam, " ujar Sitha naik ke atas tempat tidur nya dan berbaring menghadap tembok
...Sebenarnya ia ingin menutupi wajah nya yang memerah karena merasa malu ...
...Perlahan Sitha merasakan pergerakan seseorang yang ikut naik di atas ranjangnya yang berukuran kecil itu...
...Degup jantung nya kembali berpacu saat menyadari bahwa suaminya itu akan tidur dalam satu ranjang dengan nya malam ini, bahkan Dion sudah berbaring di samping nya saat ini...
" Aku harus melakukan apa untuk membuat mu percaya bahwa aku tidak mempunyai hubungan lagi dengan nya Sitha.. " lirih Dion enggan untuk menyebut nama Diva saat hanya berdua dengan istri nya itu
" Dia hanya masa lalu bagi ku, dan kau adalah masa depan untuk ku. Aku tidak mengelak saat ia mencium ku, iya memang itu benar.. tapi karena aku yang merasa terkejut pada saat itu bukan karena aku menikmati nya, " ucap Dion lirih namun tegas
" Kau boleh menghukum ku tentang itu, pilih lah hukuman untuk ku agar setelah nya kau bisa merasa yakin atas hatiku yang telah memilih mu Sitha.. " lanjut Dion seraya menatap langit-langit kamar Sitha di atas nya
__ADS_1
...Ucapan Dion terdengar tulus dari dalam hati nya dan membuat Sitha sedikit menarik sudut bibir nya kala mendengar kalimat yang membuat hati nya kembali terasa lebih baik itu...
" Semoga kata-kata mu ini bisa aku pegang mas, " lirih Sitha hampir tidak terdengar
" Ya.. sekarang tidur lah, besok kita pagi-pagi sekali harus segera pulang karena aku akan ada rapat, " ujar Dion merasa lega setidaknya dirinya bisa sedikit meyakinkan Sitha tentang keseriusan nya
" Jadi kau sudah memaafkan ku ? " tanya Dion menoleh ke arah Sitha yang berbaring memunggungi nya
" Sedikit, " jawab Sitha lirih dan sukses membuat Dion terkekeh pelan
" Kau tahu Sitha, aku hampir saja tidak mengenali mu saat melihat dirimu dengan pakaian pendek itu tadi sore. Tapi setelah aku amati lagi wajah mu dari dekat.. aku memang tidak salah orang, "
" Itu.. " Sitha ingin menjawab tetapi Dion menyela ucapan nya
" Kau terlihat sangat sexy, apa kau tidak ingin memakai pakaian itu lagi saat hanya berdua dengan ku.. " lirih Dion mencoba untuk menggoda istri nya itu, karena ia tahu Sitha belum memejamkan matanya
" Mas, kau bisa sedikit bergeser ? aku merasa gerah.. " ujar Sitha karena merasa Dion semakin mendekat padanya
" Jika kau merasa gerah, buka hijab mu, " lirih Dion seraya menarik perlahan hijab yang sitha kenakan
" Mas, aku.. " Sitha ingin menolaknya akan tetapi Dion tiba-tiba saja membalikkan tubuhnya hingga kini jarak wajah Dion berada hanya satu jengkal dengan wajahnya
...Tatapan kedua nya semakin dalam hingga tanpa sadar Dion telah berhasil melepaskan hijab itu dari wajah Sitha ...
...Lalu merapikan rambut panjang Sitha yang menutupi sebagian wajahnya...
" Cantik.. " ucap Dion seraya membelai wajah istri nya itu
__ADS_1
...Sitha di buat tidak berkutik dengan tatapan mata Dion yang jarak nya sangat dekat dengan diri nya saat ini...
" Apa aku boleh... menciumnya " ujar Dion dengan suara parau saat jemarinya mengusap dengan lembut bibir merah muda milik Sitha