Bu Guru Cantikku

Bu Guru Cantikku
Bab 92 Mimpi indah yang terasa nyata


__ADS_3

...Sedangkan Sitha, dirinya merasa bingung harus berbuat apa saat Dion tengah mengabaikan nya seperti saat ini...


...Dirinya hanya bermain dengan jemari tangan nya untuk menghilangkan rasa gugup dan malu nya ketika untuk pertama kalinya ia meninggalkan hijab nya di depan seorang lelaki...


...Suaminya itu terlihat sangat serius dengan pekerjaan nya, sehingga Sitha tidak memiliki keberanian untuk melakukan atau sekedar mengucapkan sepatah kalimat apapun...


...Sehingga ia hanya duduk seorang diri dengan perasaan yang yang bercampur aduk...


" Apa yang harus aku lakukan sekarang? mas Dion terlihat benar-benar marah padaku. Padahal aku sudah sebisa mungkin melawan rasa ketidakpercayaan diriku untuk memperlihatkan aku tanpa mengenakan hijab di hadapan nya. Bagaimana ini.. ?? " batin Sitha merasa kacau


...Hingga gadis itu memutuskan untuk menunggu Dion selesai dengan pekerjaan nya ia akan mencoba untuk berbicara agar Dion dapat mengerti dan Menunggu nya hingga ia merasa terbiasa dan siap dengan hubungannya bersama lelaki itu...


...Namun ketika waktu sudah semakin malam, Dion malah terlihat bertambah menikmati pekerjaan nya itu hingga Sitha merasakan dirinya sudah mulai mengantuk, ...


...Perlahan gadis itu memejamkan matanya dan menyenderkan tubuhnya di sofa tempatnya sekarang dirinya duduk...


...Karena tertidur dengan sangat lelap, Sitha pun bermimpi dirinya tengah melayang tinggi ke atas langit...


...Dan di sana ia terbaring di atas awan putih yang sangat lembut dan nyaman...


...Di dalam mimpi nya itu pun ia seperti sedang memeluk boneka Teddy bear nya yang berukuran jumbo dan sangat nyaman dan hangat. Membuat nya enggan untuk melepaskan dekapannya itu...


*


...Bunyi sebuah alarm jam yang nyaring perlahan membangunkan Sitha dari tidurnya yang terasa sangat nyaman...


...Rasanya baru kali ini ia merasa sangat nyaman dan nyenyak tidur di kediaman Dion semenjak dirinya berada di sini...


...Sitha pun mencoba membuka matanya yang masih terasa sangat berat, gadis itupun menggeliat kan tubuh nya ke sana kemari agar otot-otot tubuh nya merasa rileks kembali...


..." Aduh... rasanya aku masih ingin tidur,, ngantuk sekali... " celoteh nya sembari tangan nya meraba atas nakas untuk mematikan bunyi alarm yang telah mengganggu tidurnya pagi ini...


...Di raih nya jam alarm tersebut dan perlahan gadis itu membuka kedua matanya dengan malas...


" Oh.. ternyata sudah jam enam... " lirih nya ketika melihat waktu telah menunjukkan pukul enam pagi dengan mata malas nya


...Namun setelah nya gadis itu pun seperti setengah berteriak ketika kesadaran nya sudah mulai menyatu kembali...


..." Apah !! jam enam pagi ?! " Sitha pun bangkit dan membulat kan kedua matanya apalagi saat menyadari bahwa dirinya tidak berada di dalam kamarnya sendiri...

__ADS_1


Melainkan di kamar sang suami, Dion


" A_ aku di kamar mas Dion, " lirih nya melihat sekeliling kamar tersebut


" Da_ dan aku tidur di tempat tidurnya ? " lanjut nya kemudian menutup wajah nya dengan kedua telapak tangan nya


...Perlahan Sitha pun ingat, bahwa tadi malam dirinya memang berada di kamar itu dan ia sangat ingat bahwa dirinya merasa mengantuk dan tertidur di sofa, bukan di ranjang suaminya itu...


..." Tapi kenapa bisa aku tiba-tiba berpindah di atas ranjang ini ? dan kemana mas Dion, kenapa sepi sekali, " ujarnya kemudian buru-buru mengikat rambut panjang nya dan meraih syal yang di berikan Dion semalam untuk menjadikan nya sebuah jilbab...


...Setelah nya Sitha pun turun dan kembali ke kamarnya sendiri untuk membersihkan dirinya, karena ia pun harus pergi ke sekolah pagi ini...


" Selamat pagi Noval, bibi... " ujar Sitha bergabung duduk di samping Noval yang tengah sarapan


" Pagi juga kak, kakak baru mandi yah? kok tumben telat bangun nya. Biasanya kakak udah masak.. " ucap Noval di sela makan nya


" Iya, kakak kesiangan bangun nya. Maafin kakak ya Noval.. kakak jadi nggak sempet masak deh.. " ujar Sitha merasa bersalah karena dirinya terlambat bangun


" Nggak apa-apa kok non, pasti non Sitha kecapean. Bibi udah masakin nasi goreng silahkan non sarapan, mumpung masih anget.. " ujar Bi Asih lembut


" Makasih ya bi.. Sitha jadi nggak enak, nggak bantuin bibi masak.. "


..." Iya bi, tapi ngomong-ngomong Sitha kok belum lihat mas Dion ya pagi ini ? " ujar Sitha karena semenjak tadi ia bangun memang tidak melihat keberadaan Dion...


" Oh.. den Dion udah berangkat pagi-pagi sekali non. Katanya ada pekerjaan penting jadi harus berangkat pagi.. sampai-sampai belum sarapan karena bibi belum Masak .." ucap bibi menjelaskan


" Mas Dion udah berangkat kerja..? emang dia udah sembuh, tapi kenapa mas Dion nggak bangunin aku ya? padahal semalam aku tidur di kamarnya, apa dia masih marah sama aku ?? " batin Sitha


...Karena menurut sang bibi Dion berangkat belum sempat sarapan, Sitha pun berniat membawakan sarapan untuk Dion yang di buatnya sebelum dirinya berangkat pagi ini ...


...Dengan mengendarai motor matic yang selalu setia menemani dirinya kemana pun...


...Sitha menyusuri jalanan menuju kantor Dion, jalanan yang padat di jam seperti sekarang harus membuat nya sedikit bersabar...


...Namun berkat kelihaian Sitha mengendarai motornya ia bisa sampai ke kantor Dion sedikit cepat...


...Sebelumnya ia telah bertukar pesan dengan Dimas untuk menanyakan lokasi kantor suami nya itu, karena memang dirinya belum mengetahui lokasi tempat kerja Dion...


...Sitha juga ingin memberikan kejutan sekaligus meminta maaf atas sikap nya semalam yang telah membuat hati Dion merasa tersinggung...

__ADS_1


...Sehingga ia lebih memilih untuk menanyakan nya pada Dimas ...


...Dimas pun telah memberikan lokasi dengan detail dan tempat dimana ruangan Dion berada ...


...Sesampainya di kantor, Sitha memandang gedung yang luas dan tinggi tersebut, dirinya merasa kagum suaminya bisa bekerja di tempat yang bagus seperti itu...


...Sitha memang tidak atau lebih tepatnya mengetahui bahwa Dion pemilik dari perusahaan tersebut, yang dirinya tahu Dion adalah karyawan di kantor tersebut ...


" Seandainya aku bisa bekerja di tempat seperti ini, tentu aku bisa melunasi sedikit demi sedikit hutang ku pada mas Dion.." batin Sitha


" Hay..! sudah sampai rupanya kakak ipar ku ini, " tiba-tiba suara seorang lelaki mengagetkan nya dari lamunan khayalan nya


" Kak Dimas ? apa kabar kak, lama tidak bertemu.. " timpal Sitha dengan senyum mengembang melihat kedatangan Dimas yang saat ini telah berdiri di hadapan nya


" Kabar ku baik, bagaimana kabarmu.. Sitha, " jawab Dimas tanpa lupa untuk membalas senyuman gadis yang pernah mengalihkan hati nya itu


" Alhamdulillah, aku juga baik kak.. "


" Syukurlah.. Kau mau bertemu dengan Dion, ayo ikut aku. " ujar Dimas


...Sitha pun mengangguk kemudian mengikuti langkah Dimas memasuki sebuah lift...


" Oh iya, kamu naik apa tadi saat perjalanan ke sini.. " ucap Dimas memecahkan kecanggungan di antara kedua nya saat berada di dalam lift


" Em.. aku naik motor kak, "


" Waow... kau bisa naik motor Sitha? " tanya Dimas dengan antusias


" Bisa kak, tapi hanya motor matic.. " jawab Sitha dengan tersenyum memperlihatkan deretan giginya yang putih dan rapi itu


" Kalau kau mau, kau bisa berlatih motor besar denganku. Bagaimana ? " ujar Dimas dengan tersenyum penuh harap


" Em.. sepertinya tidak kak, " ucap Sitha menggelengkan kepalanya


...Dan Dimas terpaksa harus menelan kekecewaan nya lagi saat menerima penolakan dari gadis yang saat ini berdiri di samping nya itu...


***


Hai gaes.. jangan lupa kasih komen dan like yah,,🥰🙏👍👍👍👍👍

__ADS_1


__ADS_2