
Ya Sitha dan Noval sudah membuat perjanjian, jika berada di luar sekolah Noval akan memanggil Sitha dengan sebutan kakak.
Tapi jika mereka ada dalam lingkungan sekolah Noval akan memanggil nya Bu guru.
" Subhanalloh.... boleh sayang, tentu boleh, ayo kita sholat sama sama ya... " ujar Sitha merasa sangat senang karena Noval tanpa di suruh mau ikut dengan nya menunaikan sholat, kewajiban bagi semua umat muslim.
Setelah mengambil wudhu Sitha dan Noval mulai menunaikan sholat Maghrib.
Noval yang belum tahu tata cara sholat hanya memperhatikan dan mengikuti setiap gerakan yang di lakukan oleh Sitha.
Selesai mandi membersihkan diri dari rutinitas pekerjaan yang melelahkan, Dion pun keluar dari kamar nya dan menuruni tangga melangkah menuju ruang tamu untuk menemui tamu nya tadi.
Tapi karena tidak ada seorang pun di sana Dion pun memanggil bi Asih, bi Asih yang di panggil pun tak kunjung datang juga.
Hingga akhirnya Dion berniat mencari bi Asih ke dapur.
Ketika akan menuju dapur Dion melewati kamar tamu dan melihat seseorang tengah melakukan sholat, di samping nya pula ada Noval yang terlihat dengan serius mengikuti setiap gerakan gerakan sholat seseorang yang menggunakan mukena putih itu.
" Apakah dia... " batin Dion, sebab sholat mereka membelakangi nya sehingga Dion tidak bisa melihat siapa yang memakai mukena di samping Noval itu.
Cukup lama Dion memperhatikan sampai tidak menyadari mereka telah selesai dengan sholat nya.
Mengetahui sholat telah usai Dion bergegas pergi dari tempat nya berdiri.
" Bi.... " panggil Dion ketika sampai dapur.
__ADS_1
" Iya den, maaf bibi tadi sedang sholat Maghrib waktu Aden panggil panggil bibi.. " ucap bi Asih ketika keluar dari kamar nya menuju dapur.
" Iya nggak apa apa, itu tamu saya kemana bi tadi di ruang tamu kosong nggak ada orang, "
" Oh itu den, tamu aden sedang sholat di kamar tamu bareng sama den Noval.. " ujar bibi menjelaskan.
" Oh.. baiklah kalau begitu tolong siapkan makan malam untuk kami ya bi, " ucap Dion seraya berjalan meninggalkan dapur.
Ketika kembali ke ruang tamu, Dion mendapati Sitha sudah duduk di sana tengah meminum teh hangat yang telah di buatkan bi asih untuk nya tadi.
" Selamat malam. " ujar Dion dan duduk di kursi bersebrangan dengan sitha.
Sitha yang kaget dengan suara bariton Dion yang tiba tiba berada di depan nya pun langsung terbatuk batuk.
" Selamat malam juga pak Dion,, maaf.. " ucap Sitha dengan suara rendah.
" Kamu tidak apa apa " tanya Dion
" Ya, saya tidak apa apa pak,, " jawab Sitha setelah bisa menormal kan suara nya.
" Saya kaget karena anda tiba tiba datang ketika saya sedang minum pak Dion....!!! " batin Sitha kesal karena malu.
Sore ini Dion hanya mengenakan kaos oblong santai warna putih juga celana pendek selutut nya, rambut nya yang sedikit basah menambah kesan tampan pada diri nya. Terasa lain dan lebih santai dari Dion yang mengenakan jas resmi nya ketika bekerja.
Membuat Sitha bertambah mengagumi sosok Dion karena berhadapan dengan nya saat ini.
__ADS_1
Mungkin Sitha hanya bisa memimpikan akan ada sosok seperti Dion lagi di dunia ini untuk bisa berjodoh dengan nya.
" Kak Sitha... ini dia mainan Noval sudah ketemu kak.. " Noval keluar dari kamar nya dan berlari menghampiri sitha.
" Kakak sitha,... ?? sejak kapan Noval memanggil nya dengan sebutan itu, memang sih jika menggunakan pakaian non formal seperti itu dia terlihat lebih muda " batin Dion bertanya tanya.
" Waahh... bagus sekali mainan Noval ini, " jawab Sitha antusias memperhatikan mainan Noval dari berbagai sisi.
Dion pun memperhatikan interaksi Sitha dengan Noval saat ini dengan intens.
" Masih muda, keibuan, mau beribadah juga, semoga dia bisa menjaga Noval dengan baik selama aku berada di luar kota besok, " Batin Dion lagi
Tak berapa lama bi Asih muncul membuyarkan lamunan Dion yang tengah memperhatikan Sitha.
" Maaf den.. makan malam nya sudah siap, " ujar bi Asih.
Dion pun mengangguk.
" Ayo Noval... ajaklah Bu Sitha untuk makan malam bersama, " ajak Dion seraya bangkit dari tempat duduk nya.
" Baiklah ayah... ayo kak Sitha kita makan malam dulu , pasti bibi sudah memasak makanan yang enak untuk kita kak... " ujar Noval penuh semangat.
Sitha hanya tersenyum dan mengangguk melihat tingkah bocah gembul itu
" Iya den Noval... bibi sudah masakin makanan kesukaan den Noval ayo kita makan sama sama dulu.. " ujar bi Asih seraya menuntun Noval menuju ruang makan.
__ADS_1