
Dingin nya angin malam ini
Menyapa tubuh ku
Namun tidak dapat dingin kan panas nya
Hati ku ini
Terasa terhempas nya kewanitaan ku ini
Dengan sikap mu
Apakah karena aku insan kekurangan
Mudah nya kau main kan
Oh.. mungkin kah diri ini dapat merubah
Buih yang memutih
Menjadi permadani seperti pinta
Yang kau ucap dalam janji cinta
Juga mustahil bagi ku
Menggapai bintang di langit
Siapa lah diri ku
Hanya insan biasa semua itu
Sungguh aku tiada mampu
Salah aku juga telah jatuh cinta
__ADS_1
Insan seperti mu seindah pelangi
Seharusnya aku cermin kan diri ku
Sebelum tirai hati aku buka
Untuk mencintai mu
...Seorang perempuan berpakaian serba panjang berwarna biru langit dengan jilbab bermotif akar yang berwarna senada dengan pakaian yang ia kenakan terlihat duduk di sebuah taman seorang diri...
...Sayup-sayup terdengar senandung dari se gerombolan grup pengamen jalanan yang tidak begitu jauh dari tempat nya duduk saat ini...
...Lagu yang di nyanyikan oleh seorang wanita dalam grup tersebut seolah menjadi gambaran hatinya saat ini, berkali-kali Sitha meneteskan air mata nya dan berkali-kali pula air mata itu kering dengan sendirinya karena di hapus oleh angin yang berhembus halus di wajah nya ...
...Bayangan Dion ketika bersama wanita lain beberapa saat yang lalu sungguh masih sangat jelas di ingatan nya...
...Bagaimana tidak, sebagai seorang wanita sekaligus istri, Dirinya tidak merasa sakit hati dan kecewa ketika melihat suami nya tengah memangku dan terlihat mencium wanita lain di depan mata kepala nya sendiri...
...Bagaimana mungkin saat ia telah mencintai suaminya dengan perlakuan baik yang bertubi dan sikap yang telah di tunjukkan Dion pada nya, bahkan perasaan nya tadi pagi sangatlah bahagia ketika menyadari mungkin ia telah tidur bersama suaminya untuk pertama kalinya, yang ingin ia miliki seutuhnya tersebut bahkan tanpa melakukan apapun itu sudah lebih dari cukup membuat dirinya bahagia kemudian memutuskan untuk membuka sepenuh nya hatinya untuk Dion...
...Namun sekarang, rasa bahagia itu seolah lenyap begitu saja...
" Mungkin aku yang terlalu berharap pada mu mas, " batin Sitha dengan memandang bunga yang bermekaran dan berwarna warni yang begitu indah di depan nya. Sungguh berbanding terbalik dengan warna hatinya saat ini
" Seharusnya aku sadar diri, aku memang tidak pantas untuk mu mas. kau terlalu sempurna.. sedang kan aku, aku hanya perempuan biasa yang tak pantas berada di sisi mu. Sungguh aku sangat malu dengan diri ku ini mas, bagaimana mungkin aku berharap lebih darimu dengan hubungan kita ini. Ketika kamu sudah begitu baik menolong orang tua ku dan mengabulkan semua permintaan ku, sekarang aku pun juga menginginkan untuk memilikimu seutuhnya. Sungguh aku begitu malu dengan diriku ini.. " batin Sitha menyadarkan nya untuk sebisa mungkin sadar diri akan posisinya
" Mungkin benar, kamu menikahi ku karena terpaksa dan hanya kasihan padaku. Bodoh nya aku yang menganggap kebaikan mu itu adalah sebuah rasa yang berbeda, tapi bukan kah kamu sendiri yang pernah mengatakan memintaku untuk menjadi istri yang baik untukmu mas ? lalu apa artinya semua kalimat itu ? andaikan saja kau tahu mas.. nama mu sudah menjadi penghuni di dalam hati ku.. " batin Sitha tanpa sedikit pun mengeluarkan kata-kata melalui bibirnya
...Pagi yang sejuk perlahan di gantikan dengan siang hari yang semakin terik, bangku taman yang di duduki Sitha sedari tadi pun mulai terkena pancaran sinar Surya yang membuat kulit semakin menghangat ...
...Sitha melihat pada jam tangan sederhana hitam yang melingkar di pergelangan tangannya, hari ini dirinya telah meminta izin untuk tidak masuk mengajar di sekolah dengan alasan sakit...
...Karena ia tidak mungkin bisa mengajar anak-anak didiknya dengan kondisi hatinya seperti sekarang...
...Sitha pun bangkit dari duduknya lalu menghampiri sepeda motor nya yang telah terparkir pada tempatnya...
__ADS_1
...Setelah nya tidak begitu lama motor matic itupun telah melesat jauh membelah jalanan yang terlihat sedikit ramai itu...
...Entah lah, jika sedang marah Sitha bisa mengendarai sepeda motornya dengan begitu cepat. Seolah dirinya bisa meluapkan emosi nya dengan cara seperti itu...
*
...Dion keluar dari gedung kantornya dengan langkah panjang, wajah nya terlihat memerah dan dingin. Setiap karyawan yang berpapasan dengan diri nya pun tidak berani untuk menyapa...
...Karena seperti nya atasan nya itu sedang tidak dalam keadaan mood yang baik'...
Sehingga mereka hanya menundukkan kepala
...Dion memasuki mobilnya dan tidak lama kemudian mobil itu pun melaju dengan kencang layaknya seorang pembalap...
...Sedangkan Dimas baru saja keluar dari ruangan kerja nya dan membawa beberapa berkas-berkas untuk memberikan nya pada Dion agar dengan segera di tanda tangani...
...Namun ketika sampai di depan pintu ruangan Dion ia merasa heran karena pintu telah terbuka lebar dan nampak makanan yang berserakan di atas lantai...
...Namun yang membuat dirinya begitu terkejut adalah adanya Diva yang nampak kacau di dalam ruangan itu...
...Rambut nya tampak berantakan dan matanya terlihat sembab...
" Diva, ada apa ini ? dan di mana Dion. " tanya nya seraya mencari keberadaan Dion namun tidak nampak batang hidung nya sama sekali
...Namun bukan nya mendapatkan jawaban, justru Dimas mendapatkan tatapan tajam dari perempuan sexy tersebut...
...Kemudian Diva keluar begitu saja dari ruangan Dion tanpa mengatakan sepatah katapun pada Dimas ...
" Hey.. ! kenapa tidak menjawab pertanyaan ku, ah dasar.. ! ada apa sebenarnya ini kenapa di depan pintu sangat berantakan seperti itu. Lalu dimana Sitha dan Dion ? " gerutu Dimas merasa kesal pertanyaan nya di acuhkan begitu saja oleh Diva
" Apa Dion baru saja menghadapi dua betina nya yang baru saja bertemu ? " lirih Dimas sedikit mengerinyit kan dahi nya namun kemudian sebuah senyuman lebar nampak hadir di bibir nya tersebut
" Ya, seperti nya dugaan ku memang benar.. " ucap Dimas menggelengkan kepala nya di sertai tawa kecilnya kemudian keluar meninggalkan ruangan tersebut
...Dimas akan menanyakan nya secara langsung dengan Dion saat nanti sahabat nya itu telah kembali...
__ADS_1
... ...
... ...