Bu Guru Cantikku

Bu Guru Cantikku
Bab 116 Permintaan


__ADS_3

...Seperti telah mendengar ucapan yang baru saja di ucapkan oleh Dion, perlahan tiba-tiba saja jemari tangan Diva terlihat bergerak dan kedua matanya pun perlahan mulai terbuka...


" Diva.. kamu sadar, aku akan panggilan dokter untuk mu. " Ujar Dion terkejut dan hendak beranjak untuk memanggil dokter,


Namun jemari tangan Diva meraih tangan nya dan menahan nya,


" Dion... jangan pergi, " lirih Diva dengan suara yang lemah


" Aku hanya ingin memanggil dokter agar memeriksa mu.. tunggu lah sebentar, " ujar Dion namun jemari tangan Diva tidak ingin melepaskan nya


Perempuan itu terlihat menggeleng pelan


" Jangan tinggalin aku Di.. " Akhirnya Dion pun terduduk kembali di kursi samping ranjang nya, di tatapnya mata gadis itu yang tengah tersenyum lembut ke arahnya


" Diva, kamu harus di periksa dokter terlebih dulu untuk memastikan keadaan mu sekarang.. " ucap Dion mencoba membujuk agar Diva mau segera melepaskan genggaman tangan nya, namun lagi lagi Diva menggeleng dan semakin erat menggenggam jemari tangan nya itu


" Aku tidak apa-apa Di... aku akan baik baik saja jika kamu selalu ada bersamaku, " ucap Diva lirih, senyum lembutnya pun tak lepas dari bibir pucat nya saat ini


...Sesaat kemudian Soraya pun masuk ke dalam ruangan tersebut bersama seorang dokter dan beberapa perawat untuk memeriksa Diva, melihat putrinya telah membuka mata sontak Soraya pun terkejut sekaligus bahagia...


" Diva..! putriku. Kamu sudah sadar nak ? " ujar Soraya mendekati sang putri seraya mengusap lembut pucuk kepala anaknya itu


Pandangan Diva pun beralih menatap sang ibu yang berdiri di samping nya


" Iya ibu... " lirih gadis tersebut mengembangkan senyumnya


" Permisi, saya akan memeriksa keadaan nya terlebih dahulu.. " ujar dokter perempuan yang telah bersiap untuk memeriksa keadaan Diva bersama suster yang menemaninya


" Oh iya, silahkan dokter.. " ujar Dion bergegas bangkit dari duduknya dan segera melepas jemari Diva yang menggenggam tangan nya


*


...Sementara di kantor, menjelang siang hari Dimas yang baru saja selesai melakukan meeting dengan beberapa klien nya mencoba beberapa kali menghubungi Dion untuk menanyakan kapan ia akan kembali ke kantor nya untuk melakukan pertemuan berikutnya dengan para pemegang saham...


...Beberapa kali Dion tidak juga mengangkat panggilan dari nya, hingga pada panggilan yang ke tiga barulah terdengar suara tampan dari seberang sana...


" Halo Dim, " ujar Dion


" Ya bos, satu jam lagi kita akan ada rapat selanjutnya dengan para pemegang saham. Apa anda bisa menghadirinya.. " ucap Dimas

__ADS_1


" Siap kan saja semuanya, " jawab Dion


" Baiklah pak.. tapi maaf, apa bapak masih berada di rumah sakit ? " tanya Dimas ingin memastikan


" Iya, " jawab Dion singkat


" Oke, baiklah kalau begitu pak.. " Akhirnya panggilan pun di akhiri dan Dimas memilih menyiapkan terlebih dulu dokumen yang akan di perlukan pada rapat selanjutnya


...Tiga puluh menit kemudian, Dion telah sampai di kantor nya dan membuat hati Dimas merasa lega...


" Akhirnya... sampai juga, aku berfikir keadaan Diva memburuk sampai anda cukup lama berada di sana, " ucap Dimas mengikuti langkah panjang Dion memasuki ruangan pribadinya


" Apa semuanya sudah di siapkan Dim, " tanya Dion seraya duduk di kursi nya menghempaskan tubuh dan bersandar memijat kening nya di sana


" Beres bos, kita masih ada waktu untuk makan siang terlebih dulu. "


" Oh ya, bagaimana keadaan Diva bos.. " lanjut Dimas yang melihat raut wajah sahabat nya itu seperti tengah memikirkan sesuatu


Dion menghembuskan nafas nya dengan kasar lalu memejamkan kedua matanya


" Entahlah Dim, kata dokter akibat kecelakaan yang dialami nya Diva mengalami amnesia retrograde karena benturan keras di kepala nya. "


" Ya, dan ia kehilangan sebagian memori dalam hidupnya. "


" Terus, Diva nggak inget dong sama elu.. " tanya Dimas lagi


" Justru itu.. dia masih inget sama gue, dan yang dia inget itu tiga tahun yang telah lalu saat kita masih sama-sama.. " ujar Dion menjelaskan


" Kok ada ya penyakit kaya gitu.. terus itu bisa sembuh nggak, " tanya Dimas semakin heran


" Dokter bilang butuh waktu untuk mengembalikan ingatan nya seperti semula, butuh support dan bantuan dari pihak-pihak yang dekat dengan nya agar cepat pulih lagi, " ucap Dion memijat keningnya


" Jangan bilang... " ujar Dimas menerka neraka dugaannya


Dion menganggukkan kepalanya membenarkan dugaan sahabatnya itu


" Iya dim, Tante Soraya meminta gue untuk sementara berpura-pura masih menjadi kekasih Diva di hadapannya, ia takut Diva semakin drop jika tahu kita sudah nggak ada hubungan apa-apa lagi, "


" Terus elu setuju..? "

__ADS_1


**


...Deru mobil Dion sampai di halaman rumahnya kala malam hari, seperti biasa kediaman nya terasa sunyi jika ia telah pulang karena hari yang sudah larut...


...Sitha tersenyum senang ketika mengetahui suaminya tersebut telah pulang, ia dapat melihat mobil suaminya itu dari balik jendela kamarnya di lantai atas...


...Bergegas perempuan itu merapikan penampilannya di depan cermin untuk menyambut kedatangan sang suami...


...Kali ini rambut panjangnya ia biarkan terurai dengan cantik, lalu sedikit menyemprotkan parfum vanilla ke leher serta pergelangan tangannya. Baju tidur panjangnya yang berwarna hijau Sage pun menambah sisi lembut pada istri Dion tersebut...


...Pintu kamar pun perlahan terdengar terbuka, menampakkan sosok tampan yang kemudian menyembul di balik nya. Walaupun sangat terlihat raut lelah di wajahnya akan tetapi tidak mengurangi ketampanan pada lelaki tersebut...


" Mas... " sambut Sitha menghampiri sang suami dengan lembut dan tersenyum manis


kemudian meraih tangan Dion lalu mencium nya


" Kau belum tidur.. ? " tanya Dion mengusap pucuk kepala Sitha kemudian membelai rambut panjang istrinya itu sesaat


Sitha pun menggeleng,


" Mas mau mandi ? sudah aku siapkan air hangatnya, " tawar Sitha melihat raut lelah di wajah suaminya itu


" Ya, apa kau mau ikut juga.. ? " tanya Dion dengan senyum jahilnya


Dengan cepat Sitha pun menggeleng


" Enggak mas, aku sudah mandi.. " ujarnya


" Benarkah.. ? kalau begitu coba aku cek, " ucap Dion kemudian mencium pipi dan leher jenjang Sitha


" Mas... gelii.... ! " ujar Sitha terkekeh kecil seraya menggeliat saat Dion menyusuri leher jenjang nya dengan lembut


...Dion pun mendekap erat tubuh Sitha hingga keduanya tanpa jarak saling menyatu, ia suka dengan aroma wangi parfum yang istri nya itu pakai membuat dirinya begitu menginginkannya...


" Mas.. " lirih Sitha saat kedua tangan Dion mulai tidak bisa terkondisikan lagi


" Kenapa sayang..? aku hanya sedang mengecek apakah kau sudah mandi atau belum, dan ternyata sudah karena kau sangat harum.. " ucap Dion menegakkan kembali wajahnya menatap kedua manik mata indah sang istri, Dion suka dengan lentik bulu mata Sitha yang hitam tanpa buatan tersebut


" Tentu saja mas, sekarang tolong lepaskan aku dan segeralah mandi.. aku akan menyiapkan makanan untuk mu, " ucap Sitha di sertai senyum simpul nya karena ditatap sedemikian rupa oleh sang suami

__ADS_1


" Ah.. kenapa rasanya jantung ku masih saja dag Dig dug tidak karuan begini saat mas Dion menatap ku dan memelukku erat seperti ini.. " batin Sitha dengan mukanya yang sudah memerah karena merasa malu


__ADS_2