Bu Guru Cantikku

Bu Guru Cantikku
Bab 59 Sebuah Keputusan


__ADS_3

...Dion sampai di kediaman nya pada waktu tengah malam, ia melihat mobil Dimas yang terparkir di halaman rumah nya....


...Ya, mungkin Dimas menginap di rumah nya malam ini untuk menemani Noval karena dirinya yang tak kunjung pulang....


...Pemuda itu dulu nya cukup sering menginap di rumah Dion sewaktu bisnis Dion masih belum begitu maju seperti sekarang. Terkadang mereka membahas pekerjaan hingga larut dan lupa waktu...


...Dan hingga sekarang rumah Dion selalu terbuka untuk sahabat nya itu....


...Dion memasuki rumah nya yang sudah sunyi, lalu ia melangkah kan kaki nya menuju kamar Noval dan membuka pintu berwarna coklat emas itu perlahan...


Di tatap nya wajah sang putra yang telah tertidur lelap di balik selimut hangat nya itu, lalu ia mengelus rambut Noval perlahan


" Selamat mimpi indah putra ku.." Setelah mengucap kan kalimat tersebut lalu ia melangkah pergi menuju kamar nya sendiri untuk segera membersih kan diri


**


...Pagi hari nya Dion yang sedang tidur pun terbangun karena mendengar suara berisik dari luar, ia yang penasaran akhirnya bangkit dan keluar dari kamar nya...


...Dan benar saja, terlihat di ruang televisi Noval sedang berebut game online dengan Dimas...


...Dan tidak ada dari mereka satu pun yang mau mengalah hingga menimbul kan kegaduhan di ruangan tersebut...


...Dion yang melihat nya pun hanya geleng geleng kepala menyaksi kan sahabat dan putra nya itu layak nya serial tom and Jerry yang kadang akur dan kadang juga bertengkar...


...Jangan kan Noval, dirinya pun sering seperti itu dengan Dimas ketika mereka bersama. Mereka berdua bisa saling serius hanya jika menyangkut tentang pekerjaan saja...


" Bi, tolong buatkan saya kopi " ucap Dion kepada bi Asih yang sedang memasak untuk sarapan pagi


" Iya den, " sahut bi Asih


Dion pun duduk di kursi meja makan dengan memainkan ponsel nya sambil menunggu kopi nya di hidangkan


" Udah bangun loe, " Dimas memasuki ruang makan lalu bergabung dengan bi Asih untuk membuat kopi nya sendiri


" Hmm " jawab Dion masih dengan memainkan jari jari nya di layar ponsel

__ADS_1


" Ini den kopi nya, " ucap bibi meletakkan kopi yang masih panas itu di hadapan Dion


" Makasih bi, "


" Iya den.. " bibi pun kembali melanjutkan acara memasak nya yang sempat tertunda itu


" Pulang jam berapa tadi malem, " tanya Dimas bergabung duduk bersama Dion


" Udah kayak emak emak aja loe nanyain anak nya pulang jam berapa. " Celetuk Dion


" Yahh... paling nggak ada yang nanyain kan? emang ada urusan apa semalem. Gue nginep karena Noval nggak ada yang nemenin, bibi udah tidur nggak enak mau bangunin, " ucap Dimas menyeruput kopi nya perlahan


" Kita ngobrol di ruang kerja, " ucap Dion bangkit dari tempat duduk nya seraya membawa cangkir kopi di tangan nya


...Dimas pun akhirnya mengikuti langkah Dion menuju ruang kerja nya ...


" Kelihatan nya ada yang serius nih, " ucap Dimas ketika mereka berdua telah duduk di kursi ruang kerja Dion


Terlihat Dion bersandar pada kursi kerja nya seraya memijat pelipisnya yang terasa pening


" Apa kamu bilang ! penghulu ?! buat apa, siapa yang akan menikah. Dan untuk apa kita akan bertemu dengan nya di rumah sakit , " Tanya Dimas dengan heran kenapa sahabat nya itu menyuruhnya untuk mencari seorang penghulu


" Aku akan menikahi Sitha hari ini di depan ayah nya yang sedang sakit " ucap Dion


" Apah ?!! " ucap Dimas terkejut. Hampir saja ia menyemburkan kopi yang sedang di minum nya saat ini ke wajah Dion, untung lah kopi itu berhasil di telan nya. Jika sampai itu terjadi pastilah Dion akan memotong gaji nya tanpa ampun atau bahkan lebih dari itu


" Biasa aja kali, " ucap Dion ketika melihat raut muka Dimas yang terlihat sangat terkejut.


" Loe seriusan ?! mau menikahi Sitha , guru Noval itu kan ? " tebak Dimas


Dion pun mengangguk kan kepala nya membenarkan ucapan Dimas itu


Dan akhirnya Dion menceritakan perihal ia pulang larut tadi malam


" Gue mau nikahin dia karena dia udah nyelamatin nyawa Noval waktu itu. Sebagai imbalan nya gue mau nolong dia dengan cara seperti ini " ucap Dion

__ADS_1


" Lalu kalau orang lain sampai tahu terutama pacar loe gimana, " tanya Dimas tidak habis fikir dengan sahabatnya itu


" Ya jangan sampai tahu, gue nikahin Sitha hanya sementara sampai ayah nya sembuh. Dan ini juga hanya pernikahan siri.. cuma anggota keluarga nya saja yang tahu tentang pernikahan ini, " ucap Dion meyakinkan Dimas


...Dimas sebenar nya tidak setuju dengan rencana Dion kali ini, pernikahan menurut nya adalah hal yang sakral. Tidak pantas untuk di jadikan permainan seperti ini, tapi apalah daya akhirnya ia pun menghubungi teman nya yang mempunyai kenalan penghulu dan menyuruh nya juga untuk mengantar ke rumah sakit....


Setelah menentukan jam yang tepat akhirnya Dion mengirimkan pesan kepada Sitha


" Bersiaplah pada pukul sepuluh nanti aku akan menuju rumah sakit membawa penghulu untuk menikahi mu " lalu ia kirim kan pesan itu kepada wanita yang beberapa jam lagi akan menjadi istri nya itu


**


...pagi hari di rumah sakit terasa sangat dingin bagi gadis yang tengah membeli sarapan di kantin saat ini. Ia menggunakan gamis berwarna navy dan jilbab merah maroon sangat kontras dengan kulit wajah nya yang putih bersih itu. Sweater maroon berbahan rajut nya pun menutupi sebagian gamis nya yang ia kenakan karena dingin nya pagi ini ...


...Sitha duduk di kursi kosong kantin itu menunggu pesanan makanan nya selesai di bungkus sembari bermain dengan ponsel yang selalu setia menemani nya di saat kondisi apapun itu...


" Ini mbak, pesanannya... " ucap seorang perempuan paruh baya berjilbab besar menutupi setengah dari tubuh nya itu


" Oh iya, jadi berapa semua nya Bu.. " tanya Sitha menerima kantong kresek yang ibu itu berikan pada nya


" Tiga puluh ribu mbak, " ucap ibu itu yang merupakan sang pengelola kantin dengan tersenyum ramah pada Sitha


...Sitha pun meraih dompet nya dan mengeluarkan pecahan uang dua puluh dan sepuluh ribuan, dan ia berikan kepada ibu sang pengelola kantin, lalu kedua nya sama sama mengucap kan terima kasih ...


" Assalamualaikum,, " ucap Sitha lirih membuka pintu


" Wa'alaikum salam,, " jawab sang ibu yang sedang menyuapi bubur untuk suami nya itu


" Wa'alaikum salam.... " ucap pak Ramli pelan, ikut menjawab salam anak nya itu


" Ini Bu, Sitha udah beli in sarapan pagi buat ibu.. sekarang ibu sarapan dulu ya, biar Sitha yang lanjutin suapin bapak.. " ucap Sitha meletakkan kantong kresek berwarna putih itu di atas meja lalu menghampiri ibu dan ayah nya


***


Hay guyss... jangan pelit jempol nya yahhh😁😁 buat penyemangat otor agar bisa up terus....💪💪 dan trimaksih yang udah selalu setia nungguin kelanjutan cerita Dion dan Sitha... 😍😍 peluk jauh buat kalian semuaaa... 🤗🤗😘😘

__ADS_1


__ADS_2