Bu Guru Cantikku

Bu Guru Cantikku
Bab 76 Harapan orang tua


__ADS_3

...Setelah semua telah siap akhirnya Sitha bisa membawa pulang orang tua nya, gadis itu berjalan di belakang sang ayah dengan mendorong kursi roda sementara Bu Nani dan Noval mengiringinya...


...Ketika sampai di depan pintu utama rumah sakit terlihat Dion telah menunggu di samping mobil nya, kemudian mengambil alih kursi roda yang di dorong oleh Sitha lalu membantu sang ayah mertua masuk ke dalam mobil...


" Terimakasih nak Dion,, " ucap pak Ramli setelah duduk dengan nyaman


...Terlihat Dion hanya tersenyum sebagai jawaban kepada ayah mertua nya itu, tentu saja pemandangan itu tak luput dari penglihatan Sitha yang berada di antara mereka...


...Dirinya sangat bersyukur walaupun status pernikahan nya dengan Dion saat ini siri, tetapi suami nya itu sangat baik dan memperhatikan kedua orang tua nya...


...Membuat Sitha tersenyum melihat perhatian yang suami nya itu berikan pada sang ayah...


...Perjalanan untuk pulang ke rumah orang tua Sitha memakan waktu hampir tiga jam karena jalanan yang macet karena hari libur seperti sekarang ini...


...Karena sebagian orang memilih menghabis kan hari libur mereka bersama orang terkasih dengan berpergian atau piknik bersama keluarga nya ...


...Setelah bermacet macet ria akhirnya mobil berwarna hitam mengkilap milik Dion sampai juga memasuki pekarangan luas rumah sederhana milik kedua orang tua Sitha ...


...Suasana asri di sekitar rumah tersebut sangat lah terasa, karena rumah Sitha yang memang jauh dari perkotaan dan udara yang sejuk masih kental terasa di lingkungan itu...


...Mobil pun berhenti di susul dengan orang-orang yang berada di dalam nya keluar satu per satu ...


...Dion dan Sitha sama-sama menuntun pak Ramli masuk ke dalam rumah sementara Bu Nani membawa tas yang tidak begitu besar di belakang nya...

__ADS_1


" Biar Sitha bawa kan tas nya Bu... " ujar Sitha lalu mengambil alih tas yang di bawa sang ibu


**


" Kamu sedang apa nak, ? " tanya Bu Nani menghampiri anak gadis nya yang terlihat sedang sibuk di dapur


" Ini Bu.. Sitha lagi siapin kue dan bikin teh hangat buat semua orang,, " jawab Sitha sementara tangan nya terlihat sibuk memasuk kan gula dan teh ke dalam gelas


" Sitha, ibu mau tanya sesuatu boleh ? " tanya Bu Nani duduk di samping sang putri dan membantu memotong kue bolu


" Boleh,, ibu mau tanya apa memang nya Bu ? " ujar Sitha masih dengan posisi tangan nya yang ke sana ke mari memasukkan gula beserta teh ke dalam gelas


" Apa kamu bahagia dengan pernikahan kamu nak, ? ibu lihat nak Dion orang nya sangat perhatian dan kamu sangat menyukai nya.. " tanya Bu Nani mengingat saat sang putri memeluk suami nya itu di rumah sakit dengan tersenyum bahagia


" Alhamdulillah.. Sitha bahagia Bu, mas Dion orang nya sangat baik, " jawab Sitha pada akhirnya tersenyum pada sang ibu


" Syukurlah... ibu ikut bahagia mendengar nya nak,, " ucap Bu Nani bahagia mendengar jawaban dari putri nya


" Kalau ibu boleh pesen.. kamu sebaik nya tidak menunda untuk segera memiliki anak Sitha, lihatlah.. bapak dan ibu sudah semakin tua dan sakit-sakitan. Kami sudah sangat ingin melihat cucu dari anak perempuan kami satu-satunya ini.. " lanjut Bu Nani dengan mengelus lengan tangan putri nya itu


...Sitha pun terbeku di tempat nya sesaat mendengar ucapan sang ibu ...


...Pernikahan nya dengan Dion sudah berjalan satu Minggu ini, sementara mereka berdua tidur di kamar yang tepisah. Bagaimana mungkin ia akan mempunyai seorang bayi di rahim nya ?? ...

__ADS_1


...Sejujurnya Sitha pun tidak bisa membohongi hati nya sendiri, bahwa ia telah mengagumi bahkan mungkin jatuh cinta pada suami nya itu...


...Entah sedari kapan perasaan itu ada untuk lelaki yang begitu baik dan peduli dengan nya itu, egois kah ia jika menginginkan seorang suami yang sempurna seperti Dion ??...


...Sementara dirinya sendiri tidak tahu tentang perasaan lelaki itu pada dirinya sampai detik ini, mungkin kah itu hanya perasaan iba karena bertemu dengan seorang gadis seperti dirinya yang tengah kesusahan dan kesulitan, sehingga ia begitu baik membiayai pengobatan ayah nya dan berkenan menuruti permintaan nya untuk menikahi nya secara siri , ...


...Setahu dirinya, Sitha harus sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Tuhan karena telah mempertemu'kan nya dengan lelaki sebaik Dion ...


" Sitha... kok kamu malah ngelamun ?? " ucap Bu Nani menyadarkan Sitha dari lamunan nya


" Eh, enggak kok Bu... doa kan saja yang terbaik untuk Sitha dan mas Dion ya Bu... " ucap Sitha kemudian menggenggam kedua tangan sang ibu


" Itu sudah pasti nak, tanpa kamu minta pun.. seorang ibu pasti akan selalu mendoa'kan yang terbaik untuk anak-anak nya, " Sitha pun memeluk sang ibu dengan perasaan haru.


***


***Terimakasih buat teman-teman yang sudah setia menunggu cerita Bu guru Sitha..💪🙏🙏🥰


Tolong bantu like dan comen nya ya teman-teman... 👍🙏🥰


Aku sayang kalian....😘😘


I like you...👍***

__ADS_1


__ADS_2