
" Kak... makasih yah, udah mau nemenin Noval main di mall, " ujar Noval
" Iya Noval.. memang itu tugas kak Sitha, nemenin Noval.." ucap Sitha tersenyum ke arah bocah itu.
" Iya non.. makasih juga udah ngajakin bibi juga ya non, den.. " ujar bibi
" Iya bi .. biar makin rame, juga biar bibi nggak bosen di rumah terus,, " ucap Sitha
" Hehe .. iya non, betulll, apalagi kalau ada den Dion.. pasti makin seru deh, " ujar bibi.
" Sabar... sebentar lagi pak Dion juga akan kembali ko bi, Noval, mungkin lusa beliau sudah ada di tengah kita, " ucap Sitha
" Alhamdulillah non,, kalau den Dion lusa udah pulang yah den... "
" Iya bi.. tapi...... " ucap Noval tiba tiba murung.
" Lho kenapa Noval..." ujar Sitha mengelus kepala Noval dengan sayang.
" Aku seneng kalau ayah pulang .. tapi aku juga sedih.. kalau ayah sudah pulang itu artinya kak Sitha udah nggak tinggal sama Noval lagi dong... " ucap Noval
" Noval sayang... kan kita masih bisa ketemu di sekolah... " ujar Sitha menasehati
" Iya kak, tapi nggak seru.. nggak seperti waktu kita tinggal bareng serumah.. " ucap Noval
__ADS_1
" Kalau gitu... kak Sitha janji deh akan sering main ke rumah Noval.. "
" Asyikkk..... beneran kak, "
" Iya dong Noval.. kak Sitha janji, " ujar Sitha menyatukan jari kelingking nya dengan Noval.
" Noval... kamu di sini juga sayang, " tiba tiba terdengar suara perempuan dari belakang Sitha lalu menghampiri Noval dan duduk di samping nya.
" Tante Friska, " ucap Noval menoleh ke arah Friska yang tengah duduk di sampingnya.
" Iya sayang.. kamu lagi ngapain di sini, dan sama siapa ke sini nya, dan dimana ayah Dion.. " tanya Sitha beruntun.
" Noval sama bibi juga kak Sitha Tante.. " ujar Noval menunjuk bibi dan Sitha.
" Belum Tante.. " jawab Noval lalu melanjutkan kembali makan ice cream nya .
" Hallo mbak Friska.. kita bertemu lagi, " ujar sitha menyapa dan mengulurkan tangan nya kepada Friska.
" Ya, kalau tidak salah kamu itu pengasuh sementara nya Noval kan, ? jawab Friska tanpa membalas uluran tangan Sitha.
" Iya mbak.. betul sekali, "
" Jangan panggil saya mbak, panggil saya non Friska. " ujar Friska menatap sinis Sitha.
__ADS_1
" Oh yaa non... maaf, " ucap Sitha kemudian.
Tidak menunggu lama cemilan dan minuman yang mereka pesan pun telah habis.
Friska mengajak Noval untuk berkeliling lagi bermain.
" Sayang.. kamu mau main apa lagi, biar Tante temenin, " ajak Friska
" Maaf non Friska.. ini sudah cukup malam dan Noval harus segera pulang karena besok harus sekolah.. " ujar Sitha
" Hey, hey, heyyy.... siapa kamu berani sekali mengatur aku dan Noval... kamu hanya pengasuh sementara yang di bayar oleh kak Dion, jadi nggak usah banyak tingkah deh..! " ucap Friska menatap tak suka dengan Sitha.
" Betul non Friska, saya memang pengasuh dari Noval, tapi saya mengemban tugas langsung dari pak Dion agar menjaga Noval itu tugas saya, " jawab Sitha
" Tugas ya tugas, silahkan jaga dan turuti kemauan nya jika dia masih ingin main. " ucap Friska tak ingin kalah.
" Tapi ini sudah jam delapan malam, sudah terlalu malam untuk Noval bermain. Waktu nya dia untuk pulang nona.. " ujar Sitha lalu berlalu dari hadapan Friska dan menggandeng tangan Noval untuk segera meninggalkan tempat tersebut.
" Ayo Noval.. kita pulang,, " tambah Sitha dan di jawab anggukan kepala oleh Noval.
" Heyy... akan aku laporkan kamu ke kak Dion Sitha.. supaya secepatnya kamu di pecat oleh nya... ! " geram Friska
" Silahkan nona.. semoga laporan anda dapat di terima dengan baik oleh nya.. " ucap Sitha. " saya permisi nona... Assalamualaikum,, " tambah nya menganggukkan kepala dengan sopan kepada Friska.
__ADS_1
" Kurang ajar.. lihat saja nanti kamu Sitha, akan saya singkirkan kamu, " geram Friska lirih menatap Sitha yang berlalu semakin menjauh.