Bu Guru Cantikku

Bu Guru Cantikku
Bab 99 Rencana sebuah resepsi


__ADS_3

...Sitha memegang kembali pipinya yang telah Dion cubit itu, detak jantung nya yang semula telah normal tiba-tiba saja kembali berdetak dengan begitu cepat membuat dirinya seperti di serang sesak nafas yang tiba-tiba saja muncul...


...Sitha pun berjalan ke arah dapur dan di sana ia mencoba menenangkan kembali detak jantung nya dengan mengusap berkali-kali dadanya seraya menarik nafas dalam-dalam lalu menghembuskan nya secara perlahan...


" Kamu kenapa Sitha, " tanya Bu Nani yang tiba-tiba muncul dan mengagetkan Sitha yang tengah mencoba menenangkan diri


" Ibu, eh- ini Sitha tadi kaget habis liat kecoa, tapi sekarang udah pergi kok kecoa nya Bu.. hehe.. " jawab Sitha meringis memperlihatkan gigi nya yang rapi itu, dan mencoba menampilkan raut wajah yang biasa saja


" Oh.. kirain ibu kamu kenapa, oh iya nak Dion suka nya makanan seperti apa Sitha.. biar ibu masakin buat kalian makan malam, "


" Em.. setahu Sitha si mas Dion semua sayuran suka kok Bu, "


" Kalau gitu coba ibu lihat, ibu punya sayuran apa di kulkas, " ujar Bu Nani seraya mencari bahan-bahan sayuran yang akan dirinya masak


" Oh iya Sitha.. kamu dan suami mu tidak tidak menunda untuk segera punya momongan kan? kalau ibu tidak salah pernikahan kalian sudah berjalan dua bulan, " ucap Bu Nani tiba-tiba, membuat Sitha bingung untuk menjawab pertanyaan sang ibunda


" Kalau kalian nanti sudah punya anak.. kamu harus tetap menjadi ibu sambung yang baik buat Noval Sitha, kamu tidak boleh membeda-bedakan nantinya antara anak kandung ku dan Noval.. karena bagaimana pun saat kamu memutuskan untuk menikah dengan nak Dion kamu juga sudah memutuskan menerima Noval dan semua anggota keluarga nya.. " nasehat Bu Nani dengan panjang lebar untuk anak perempuan nya tersebut


" Iya Bu.. insya Allah Sitha akan tetap menjadi ibu sambung yang baik buat Noval sampai kapan pun.. " jawab Sitha seraya memotong motong sayuran


" Bagaimana mau punya anak Bu... tidur bareng saja baru satu kali, dan nggak ngapa-ngapain juga. Gimana mau punya anak... " batin Sitha


...Setelah selesai membersihkan diri Dion pun keluar ke ruang tamu dimana sang ayah mertua tengah memberi makan ikan hias nya di sebuah akuarium yang cukup besar ...


...Dan di sana keduanya berbincang-bincang dengan hangat, dan sesekali suara tawa pak Ramli pun terdengar membuat Sitha heran apa yang sedang keduanya bicarakan sehingga sang ayah begitu bahagia...


...Hingga sebuah adzan tanda waktu untuk segera menunaikan sholat Maghrib telah terdengar...


" Mari nak Dion, kita sholat berjamaah bersama.. " ajak pak Ramli


" Em.. bapak duluan saja, nanti saya menyusul, " jawab Dion

__ADS_1


" Baiklah kalau begitu bapak ke dalam dulu yah, " ujar pak Ramli bangkit dari duduknya


" Iya pak, silahkan.. " Dion pun mengeluarkan ponsel nya untuk menghubungi Dimas, ia meminta Dimas untuk ke rumah nya sementara menemani Noval karena dirinya mungkin akan sedikit larut malam saat pulang nanti


...Pada saat itu Sitha pun datang menghampiri Dion dengan mengenakan mukena panjang nya, senyum manis nampak ia tampilkan saat suami nya itu menatap nya ...


" Mas, bapak meminta kita untuk ikut sholat berjamaah bersama, " ucap Sitha dengan lembut


" Tapi aku tidak membawa baju ganti, " jawab Dion


" Bapak memberikan ini untuk mu, " ujar Sitha menyerahkan sebuah sarung dan baju Koko yang terlihat masih baru karena masih terbungkus plastik dengan rapi


Dion mengulurkan tangan nya dan menerima pemberian dari ayah mertua nya itu untuk yang pertama kalinya


" Apa ini.. "


" Itu sarung dan baju Koko mas, bisa kamu pakai untuk sholat berjamaah kita sekarang.. "


...Sejenak Dion pun terdiam di tempat duduknya memandang sebuah sarung dan baju Koko tersebut...


" Iya mas, di sebelah kamar ku nanti ada sebuah ruangan yang biasa digunakan untuk sholat berjamaah jika bapak sedang tidak pergi ke masjid, aku tunggu kamu di sana, " ujar Sitha mengembangkan senyuman nya


...Dion mengangguk kan kepala nya lalu menatap wanita yang telah menjadi istri nya itu berlalu dari hadapan nya ...


...Ia menundukkan kembali wajah nya melihat baju Koko yang saat ini berada di genggaman tangan nya lalu terdengar sebuah nafas yang berat yang Dion hembuskan sebelum akhirnya dirinya pergi untuk mengambil air wudhu...


Di ruangan yang cukup lebar yang digunakan untuk sebuah mushola di dalam rumah pak Ramli itu telah menunggu Sitha dengan sebuah Al Qur'an kecil dalam genggaman nya


Tak lama kemudian pak Ramli dan Bu Nani pun datang secara bersamaan


" Sitha.. dimana nak Dion ? " tanya Bu Nani

__ADS_1


" Mas Dion sedang ambil air wudhu dulu Bu.. " jawab Sitha


" Maaf, membuat semuanya menunggu.. " ujar suara bariton yang datang dari arah belakang


...Sontak Sitha pun menolehkan kepalanya mengikuti asal suara itu...


...Pandangan nya terkunci dan mulut nya sedikit terbuka ketika melihat penampilan suaminya itu yang baru dirinya lihat untuk yang pertama kalinya mengenakan sebuah baju Koko...


...Begitu tampan dan gagah dengan rambutnya yang sedikit basah menambah kesan Coll pada diri Dion ...


...Pak Ramli dan Bu Nani saling bertukar tatap satu sama lain ketika melihat anak dan menantunya itu saling memandang satu sama lain ...


" Oh.. silahkan nak Dion, ayo kita mulai karena waktu sholat Maghrib itu sangat singkat.. ayo silahkan, silahkan.. " ujar pak Ramli membuat Sitha buru-buru menundukkan wajah nya


...Dan di mulai lah sholat Maghrib dengan pak Ramli berdiri di barisan depan sebagai pemimpin sholat...


...Entah kenapa hati Dion merasakan tenang, damai dan sedih secara bersamaan...


...Dirinya sadar telah lama sekali meninggalkan sholat semenjak remaja dan di tinggalkan oleh sang ibu untuk selamanya. Dion remaja yang begitu kesepian akan sosok orang tua tidak pernah sama sekali menunaikan kewajiban nya sebagai seorang muslim saat itu...


...Meskipun ia tahu dan hafal tentang doa-doa dan bacaan sholat karena memang pada saat masih anak-anak dirinya pernah mengaji akan tetapi saat di tinggalkan oleh sang ibu, Dion tidak pernah bersentuhan kembali dengan sholat...


...Karena sang ibu lah yang dulu selalu mengajarkan, mengajak nya untuk mengaji dan sholat. Sedangkan sang ayah selalu sibuk dengan pekerjaan nya untuk mencari nafkah membiayai semua kebutuhan dirinya dan sang kakak...


**


" Pak, Bu.. insya Allah, saya mohon izin pada bapak dan ibu.. setelah saya menyelesaikan pekerjaan saya terlebih dulu akhir bulan ini, saya akan memperistri Sitha secara sah dan jika bapak dan ibu berkenan saya juga akan melaksanakan resepsi pernikahan nantinya, " ujar Dion di sela makan malam nya bersama dengan Keluarga Sitha


...Sitha yang saat ini duduk di samping Dion pun tidak bisa menutupi rasa terkejut nya atas pernyataan yang Dion sampaikan kepada kedua orang tua nya itu...


...Dirinya tidak menyangka bahwa yang Dion katakan saat berada di kamarnya tadi sore bukan lah omong kosong belaka, bahkan tanpa sepengetahuan nya Dion telah mengungkapkan rencana nya tersebut pada kedua orang tua nya saat ini...

__ADS_1


... ...


... ...


__ADS_2