
" Berarti kak Sitha tinggal lagi bareng sama kita di rumah ini ya yah, ? " tanya Noval di sela sarapan pagi nya
" Iya Noval,, " jawab Dion melirik sekilas pada Sitha yang duduk di samping Noval
" Horeee... akhirnya Noval nggak kesepian lagi deh di rumah, " ujar Noval dengan gembira
Sitha pun hanya tersenyum menanggapi bocah itu yang tampak bahagia di kala ia berada di sisinya
...Selesai dengan sarapan paginya Dion yang sudah rapi dengan pakaian kerja nya kembali lagi ke kamarnya seolah ada sesuatu yang tertinggal di dalam sana ...
...Dan tidak berapa lama dirinya pun kembali lagi dan menghampiri Sitha yang masih terlihat merapikan meja makan ...
" Ini kunci motornya, dan ini kartu ATM untuk kamu. Gunakan kartu ini untuk membeli semua kebutuhan yang kamu perlukan, " ucap Dion meletakan benda tersebut di atas meja di depan Sitha
" Tapi mas.. saya saja belum mengganti uang yang mas Dion berikan untuk Operasi bapak waktu itu, dan kartu ini,, sepertinya ini berlebihan.. " Tolak Sitha dengan halus karena merasa tidak enak hati
" Saya sudah katakan, kamu tidak perlu mengganti dan membahas uang itu lagi. Dan ini merupakan nafkah yang saya berikan karena kamu sekarang adalah istri saya Sitha.. jadi jangan di tolak, simpanlah ini untuk pegangan jika kamu membutuhkan sesuatu Jangan sungkan untuk menggunakan nya, " ucap Dion dan berlalu menghampiri Noval yang tengah asyik bermain di ruang tengah
__ADS_1
" Noval,, ayah akan berangkat kerja dulu ya, jangan nakal dan belajar yang pintar, oke ? " ujar Dion mengecup kening putra gembul nya itu
" Oke ayah,, siyap... " ucap Noval lalu meraih tangan Dion lalu mengecupnya
" Anak pintar, " ujar Dion tersenyum
" Mas.., " Sitha menghampiri Dion lalu menyerahkan kotak kecil pada suaminya itu
" Apa ini ? " tanya Dion melihat kotak yang di berikan oleh gadis muda tersebut
" Ini bekal untuk makan siang kamu mas, " ujar Sitha lalu perlahan Dion pun mengulurkan tangannya dan menerima kotak itu dan mengamati nya. Baru kali ini dirinya membawa bekal ke kantor dan rasanya aneh, seperti anak sekolah saja, pikirnya.
Sitha pun kemudian meraih tangan kanan Dion dan mencium nya dengan takzim dan tidak ada penolakan dari Dion
" Hati hati di jalan ya mas, " ucap Sitha tersenyum
Namun Dion yang masih terkejut dengan perilaku Sitha itu mematung di tempatnya seraya memandang wajah gadis muda yang tengah tersenyum manis pada nya itu,
__ADS_1
" Mas.. kok ngelamun, " tanya Sitha membuyarkan rasa terkejut Dion
" Tidak, kalau begitu saya berangkat dulu. Noval ayah berangkat, " ucap Dion melangkah kan kakinya
" Iya ayah.. hati hati di jalan, dan jangan lupa di makan bekalnya ya.. " teriak Noval karena sang ayah sudah berjalan cukup jauh
...Sedangkan Dion setelah masuk ke dalam mobilnya ia mengelus tangannya yang baru saja di cium oleh Sitha, pikiran nya pun tak lepas dari sikap lembut yang selalu gadis itu tunjukkan...
...Dan pandangan beralih pada kotak makan yang telah di siapkan oleh gadis itu untuk bekalnya makan siang,...
...Tak terasa bibirnya pun tersenyum samar, jadi begini rasanya mempunyai seorang istri.. pikir lelaki dewasa itu ...
" Kita jalan sekarang pak,? " tanya pak sopir yang sedari tadi memperhatikan majikannya itu melalui kaca depannya
" Ya, jalan. " perintah Dion tersadar dari imajinasi nya
***
__ADS_1
***Terimakasih banyak buat yang udah mau ngasih like dan komen buat otor..ππ
Dukungan dari kalian semua amat sangat berarti bagi otor agar tetap semangat dalam menulis...πͺπͺ peluk jauh dari otorπ€ lophe you semuanya....πππ***