
Dion melirik sitha sekilas dan tersenyum samar ketika melihat muka Sitha yang putih itu berubah menjadi merah.
" Aku mau di suapi Bu Sitha...." celetuk Noval yang sejak tadi asyik bermain dengan ponsel nya.
" Noval... Noval sudah besar, biasa nya juga pintar makan sendiri, " ujar Dion.
" Tidak apa apa pak.. biar saya suapi Noval, ayo sini Noval... " ujar sitha.
Setidak nya dengan menyuapi Noval membuat diri nya lebih rileks di depan seorang Dion Abraham. Dan bisa mengurangi rasa malu nya itu.
**
Sitha tengah menyiapkan beberapa pakaian nya yang akan dia bawa sementara ke rumah Dion.
Setelah cukup lama menjelaskan kepada kedua orang tua nya, Sitha pun berpamitan untuk segera menuju ke rumah Dion karena hari sudah semakin sore.
Sitha mengenakan jaket pink favorit nya serta helm warna senada.
Melajukan motor metik kesayangan nya dengan kecepatan sedang dan baru sampai di rumah Dion pada pukul enam sore.
Karena jarak rumah nya ke rumah Dion memakan kurang lebih tiga jam perjalanan.
Cukup jauh juga ternyata jika menggunakan kendaraan bermotor.
Satpam yang tengah berjaga pun mempersilahkan sitha untuk masuk dengan ramah. Karena sebelum nya telah di beri tahu Dion akan ada tamu yang datang.
__ADS_1
" Trimakasih pak.. " ucap Sitha setelah di buka kan pintu gerbang oleh satpam.
Sitha pun masuk dan memarkir sepeda motor nya ke tempat yang telah di siapkan.
" Assalamualaikum... permisi,,, " salam Sitha ketika telah sampai di depan pintu.
Tak berapa lama muncul wanita paruh baya dengan pakaian yang sederhana dari dalam rumah berjalan menghampiri sitha.
" Wa'alaikum salam.... " jawab bi Asih seraya membuka kan pintu.
" Permisi... saya Sitha, apakah pak Dion ada dirumah? " tanya Sitha dengan sopan.
" Oh ada ada.. silahkan non,, " ujar bi Asih mempersilahkan Sitha untuk masuk.
Karena sebelum nya Dion telah memberi tahu jika akan ada tamu yang akan datang dan itu adalah guru sekolah Noval.
" Terimakasih bi,, " ujar Sitha tersenyum dgn sopan kepada bi Asih.
Tak berapa lama bi Asih bergegas naik tangga menuju kamar Dion lalu mengetuk pintu seraya memanggil sang majikan.
" Den... den Dion, tamu nya sudah datang den, sudah bibi suruh masuk dan duduk di ruang tamu... " ujar bi Asih dari balik pintu.
" Sebentar lagi saya turun bi, " timpal Dion dari dalam kamar nya.
" Baiklah den,, " Bi Asih pun kemudian berlalu meninggalkan kamar Dion.
__ADS_1
Sementara di ruang tamu, Sitha tengah duduk dengan Noval.
Noval yang mengetahui Sitha sudah datang pun bergegas menghampiri dan mengajak nya bermain bersama.
" Ini non... silahkan di minum dulu minuman nya.." ujar bi Asih meletakkan minuman di atas meja.
" Terimakasih banyak bi.. maaf sudah merepotkan bibi,, " ujar Sitha.
" Ah.. tidak merepotkan ko non, hanya minuman sudah tugas bibi.. " jawab bi Asih seraya tersenyum memperjelas kerutan kerutan di wajah nya, pertanda semakin bertambah nya umur.
" Panggil saja saya bi Asih non,, " tambah nya.
" Baiklah bi... sekali lagi terimakasih, apakah saya bisa menumpang sholat bi, ini sudah waktu nya sholat Maghrib, " ujar Sitha mohon ijin.
" Bisa non bisa,, silahkan ikut bibi, " timpal bi Asih mempersilah kan Sitha untuk sholat di kamar tamu.
" Silahkan non... "
" panggil saja Sitha bi.. " ujar Sitha, karena bagi Sitha bi Asih sudah seperti ibu nya sendiri,
" aduh non.. bibi nggak enak,, " ujar bi Asih sungkan.
" enggak apa apa bi... anggap saja Sitha ini seperti anak bibi,, "
" Enggak ah non.. nanti bibi dimarahi lagi sama den Dion, ya udah non silahkan kalau mau sholat... biar bibi tinggal dulu ke belakang, " ujar bi asih.
__ADS_1
" Iya bi.. "
" Kak Sitha... Noval juga mau dong ikut sholat " tiba tiba Noval bersuara dan telah berdiri di ambang pintu.