
...Tapi kali ini sakit yang di derita sang ayah sangatlah serius. Ayahnya harus segera di operasi dan membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Dan bagaimana cara Sitha memberitahu kabar buruk ini kepada ibu dan ayahnya jika mereka bertanya nanti, cukup lama ia duduk termenung di kursi lorong rumah sakit sampai pendengaran nya menangkap sayup-sayup terdengar suara Adzan Dzuhur yang telah berkumandang...
...Sitha pun akhirnya bangkit dari duduknya dengan segala sisa tenaga yang ia miliki, langkahnya menuntunnya ke arah masjid yang berada tak jauh dari tempat duduk nya tadi. Lalu ia mengambil wudhu dan duduk di atas sajadah panjang meminta kepada sang pencipta untuk kesembuhan ayahnya...
**
" Assalamualaikum.. " ucap Sitha pelan membuka pintu ruangan tempat ayahnya di rawat
" Wa'alaikum salam, Sitha kamu dari mana saja nak? apa kata dokter tadi.. sakit apa sebenarnya bapak kamu.. " ucap Bu Nani dengan gelisah
" Maaf ya Bu.. Sitha sholat Dzuhur dulu tadi di masjid, " ucap Sitha seraya menghampiri sang ayah yang terbaring lemah di atas ranjang rumah sakit
" Bapak tadi di beri obat oleh dokter agar sedikit meringankan sakit di bagian dadanya, " Ucap Bu Nani seraya memegang tangan suaminya yang tengah terlelap karena obat yang di berikan oleh dokter
" Bu.. Sitha mau bicara sebentar sama ibu, " kemudian Sitha membawa sang ibu duduk di depan agar tidak menggangu istirahat ayahnya
" Ada apa nak..? apa yang mau kamu bicarakan.." tanya Bu Nani ketika mereka sudah duduk
" Bapak Bu, bapak harus segera di operasi.. Kata dokter ada masalah pada bagian jantung bapak, jika di biarkan maka akan sangat berbahaya.. " ucap Sitha dengan pelan dan hati-hati
" Astaghfirullah..... bapak harus di operasi ? " Ujar Bu Nani syok mendengar nya
" Iya Bu.. dan itu memerlukan biaya yang cukup banyak, " ucap Sitha menundukkan kepalanya memikirkan biaya pengobatan sang ayah
" Berapa biayanya Sitha.. "
" Kata dokter.. sekitar seratus juta lebih Bu,, " jawab Sitha dengan menghapus air matanya yang menetes
" Astaghfirullah.... darimana kita mendapatkan uang sebanyak itu nak..? ibu tidak mempunyai uang sebanyak itu.. " Ucap Bu Nani semakin merasa cemas dan menangis tanpa suara
" Ibu yang tenang ya Bu... Sitha akan mencoba untuk mencari jalan keluarnya. Yang penting bapak dapat segera di operasi dan bisa sembuh.." Ucap Sitha seraya memeluk sang ibu dari samping untuk menguatkan nya.
Sebenarnya ia sendiri sangat bingung untuk mendapatkan biaya tersebut
" Sitha.. Coba telefon kakak kamu Bagas, hubungi dia kasih tahu kalau bapak sedang di rumah sakit, dalam waktu dekat ini katanya dia juga mau pulang.. "
__ADS_1
" Iya Bu.. nanti Sitha akan hubungi kak Bagas,, " ujar Sitha menyandarkan kepalanya di pundak ibunya, dua wanita yang berbeda usia itu terlihat saling menguatkan dengan masalah yang dihadapi
**
...Sitha kembali ke rumahnya dengan menaiki motor matic nya untuk mengambil baju ganti untuk ayah dan ibunya. Karena waktu mereka berangkat ke rumah sakit sama sekali tidak memikirkan untuk membawa apapun, yang mereka pikirkan hanya tentang keadaan sang ayah saat itu...
...Kemudian Sitha berhenti di depan sebuah ATM, ia ingin mengecek berapa isi uang tabungan nya sekarang...
...Karena saat bekerja sebagai pengasuh Noval di rumah Dion ia sama sekali belum mengecek jumlah uang yang di berikan Dion untuk nya...
Yang ia tahu pasti Dion sudah mentransfer semua gaji yang ia janjikan untuk nya
...Setelah menunggu cukup lama untuk mengantri karena siang ini lumayan ramai orang orang yang ingin mengambil uang, akhirnya tiba juga giliran Sitha masuk kedalam lalu segera menekan tombol pada mesin tersebut...
...Betapa terkejutnya ia ketika melihat isi dari kartu ATM miliknya mencapai angka tigapuluh juta rupiah lebih, Sitha ingat betul kalau ia hanya memiliki simpanan satu juta rupiah saja waktu itu...
" Subhanallah... sebesar inikah gaji yang pak Dion berikan untukku ?! apakah ini benar ya Alloh.. lebih baik aku menghubungi nya nanti untuk menanyakan tentang ini, " gumam Sitha
...Akhirnya Sitha hanya menarik satu juta rupiah saja untuk pegangan dan ia kembali melanjutkan perjalanan menuju rumah nya...
**
" Wa'alaikum salam Sitha.. bagaimana kabarmu.." jawab sebuah suara dari seberang
" Alhamdulillah Sitha baik kak,.. bagaimana kabar kakak dan keluarga? apa kakak jadi untuk pulang dalam waktu dekat ini.. "
" Syukurlah.. kami semua baik , untuk pulang insya Alloh jadi , memangnya kenapa Sitha ?? "
" Bapak kak.. "
" Ada apa dengan bapak ? "
" Bapak sekarang berada di rumah sakit, ada masalah pada jantung bapak.. dan harus segera di operasi kak .. " Ucap Sitha, terdengar dengan sangat jelas bahwa ia sedang menahan tangisnya
" Astaghfirullah.... sejak kapan bapak berada di rumah sakit ?? lalu bagaimana keadaan ibu Sitha.. "
__ADS_1
" Tadi pagi kak, karena bapak mengeluh sakit pada bagian dadanya.. ibu baik baik saja dan sekarang sedang menunggu ayah di rumah sakit, "
" Baiklah, Tolong jaga bapak sama ibu..lusa insya Alloh kakak baru bisa pulang, "
" Tapi kak, ada lagi satu masalah.. " Ucap Sitha terdengar ragu
" Ada masalah apa lagi Sitha ? cepat katakan, "
" Operasi bapak membutuhkan biaya yang banyak kak.. Sitha dan ibu tidak mempunyai uang sebanyak itu, "
" Memangnya berapa biayanya, " Sitha pun memberitahukan berapa biaya yang harus di bayar untuk operasi sang ayah
..." Itu biaya yang cukup banyak Sitha, tapi kakak akan mencoba bagaimana pun caranya supaya bapak bisa segera di operasi, kakak juga mempunyai tabungan sedikit itu bisa untuk biaya bapak dulu, " Sitha bisa bernafas dengan lega setelah mendengar kakak nya bisa membantu biaya operasi ayah mereka, itu artinya masalah tentang biaya sudah menemukan jalan keluar. Sekarang ia tinggal fokus untuk kesehatan sang ayah...
Setelah mematikan ponsel dan mengambil barang-barang yang diperlukan Sitha pun kembali ke rumah sakit untuk menemani sang ibu yang tengah menunggu ayahnya yang sedang di rawat
**
" Ayah... ke rumah kak Sitha yukh,, Noval kangen pengin ketemu sama kak Sitha yah,, " pinta Noval dengan manja kepada Dion yang tengah serius bekerja.
...Hari ini Noval ikut Dion ke kantor karena ia enggan di tinggal sendirian di rumah, walaupun sebenarnya di rumah ada bibi tapi kali ini Noval ngotot ingin ikut ayahnya bekerja...
" Besok juga kak Sitha datang ke rumah, tunggu saja.. " jawab Dion tanpa mengalihkan pandangannya dari layar laptopnya
" Tapi Noval pengin juga main ke rumah kak Sitha, nanti di sana bisa main dan ketemu sama kakek dan nenek juga yah.. " ucap Noval sambil memakan cemilannya
...Belum juga Dion menjawab pertanyaan Noval itu lalu terdengar ketukan pintu dari luar ruangan nya...
" Masuk, " Ucap Dion
" Maaf pak.. ini berkas berkas yang harus Anda tanda tangani, " ujar Mega wakil sekretaris Dion
" Taruh saja di meja " jawab Dion tanpa melihatnya
" Baiklah pak, " ketika Mega meletakkan berkas di meja Dion, ia sengaja berlama lama dan tak hentinya memandang Dion yang tengah fokus tanpa menghiraukan keberadaan nya tersebut
__ADS_1
Ya, siapa yang tidak terpikat dengan pesona seorang bos yang gagah dan juga tampan rupawan seperti Dion. Semua karyawan wanitanya pun sangat ingin lebih dekat dan berharap bisa meluluhkan hati sang bos, tapi apalah daya atasnya itu melirik mereka saja pun tidak. Malah terkesan dingin dan cuek kepada semua karyawan wanita
" Tante, kenapa ngeliatin ayahku terus... ?!! Tante suka ya sama ayahku.. !! " Seru Noval dari sofa yang berada di pojok ruangan Dion