Bu Guru Cantikku

Bu Guru Cantikku
bab 23 Membuang jenuh


__ADS_3

" Biasanya pak Dion tidak seperti ini, selalu cepat memberi kabar.." ujar Sitha merasa resah.


Di saat Sitha tengah melamun memikirkan Dion, ponsel nya pun berdering.


Lalu di lihat nya dengan segera dan terlihat nama " pak Dion " di layar ponsel nya.


" Hallo assalamualaikum... " ujar Sitha menerima panggilan dari Dion.


" Wa'alaikum salam, maaf sitha aku baru bisa menghubungi mu , " terdengar suara Dion di seberang.


" Tidak apa2 pak Dion, Noval sudah kembali ceria seperti sediakala dan nafsu makan nya pun sudah kembali lagi, " lapor Sitha


" Syukurlah.. "


" Tapi dia selalu menanyakan kapan anda akan kembali pak.. " tambah Sitha


" Segera, " ucap dion


" Baiklah.. akan saya sampaikan pada Noval nanti, dia sudah sangat merindukan anda, " ujar Sitha memberitahu.


" Baiklah, kalau begitu saya tutup dulu.. masih ada kerjaan yang harus saya selesaikan, "


" Iya pak, "


" Assalamualaikum "

__ADS_1


" Wa'alaikum salam... "


Lalu panggilan pun terputus, Noval yang baru selesai bermain di luar menghampiri Sitha yang tengah duduk di kursi.


" Kak Sitha... "


" Ya Noval... ada apa sayang, "


" Kita jalan jalan yukh.. bosen nih di rumah Mulu... " ujar Noval ikut duduk di samping Sitha.


" Boleh... tapi mau jalan jalan kemana sayang, "


" Mmm... gimana kalo ke mall ka , "


" Boleh sih.. tapi bibi ajak juga yah,, biar rame, "


Sitha pun kemudian mengabari Dion kalau Noval akan jalan jalan dengan dirinya juga bibi ke mall.


Dion pun mengijinkan nya dan menyuruh supir pribadi kepercayaan nya untuk mengantar mereka.


" Aden Noval... ganteng banget deh den,, " ujar bibi mengacungkan dua jari jempol nya.


" Iya dong... Noval gitu Lohh, putra Dion Abraham. " ucap Noval dengan gaya nya yang menirukan sang ayah.


" Hehe... betulll itu, sama ganteng nya seperti ayah Dion.. " ujar bibi senang melihat Noval ceria lagi.

__ADS_1


" Gantengan Noval dong bi... " ucap Noval tidak mau kalah dengan sang ayah.


" Iya iya... ganteng den Noval deh pokoknya den,, "


Sitha pun tak kalah mempesona, dengan memakai celana panjang gombrang nya serta atasan panjang warna hijau motif di padukan dengan jilbab pashmina warna senada nya menambah kesan dewasa pada diri nya.


Nilai plusnya meskipun tanpa menggunakan riasan wajah tetapi membuat diri nya tampil cantik.


" Sudah siap non.. ? " tanya bibi


" Iya sudah bi, saya juga sudah minta izin sama pak Dion,, dan Alhamdulillah di perbolehkan bi.. " ujar Sitha seraya tersenyum manis.


" Oh.. kalau gitu Alhamdulillah non, pak supir juga sudah siap di luar... "


" Iya bi.. nah Noval,, ayo kita berangkat mumpung hari belum terlalu sore, "


" Iya kak, ayo.. " ucap Noval semangat dan berlari menuju mobil yang terparkir di halaman rumah.


Noval berkeliling dengan Sitha juga bibi ketika sudah sampai di mall yang di tuju.


Dari satu permainan ke permainan lain telah di coba oleh Noval seolah tanpa rasa lelah.


Sitha dan bibi pun tak luput untuk mengawasi setiap gerak Noval yang sangat aktif ketika melihat bermacam macam mainan yang berderet di tempat itu.


" Kak... Noval haus,, " ucap Noval setelah berkeliling mencoba berbagai permainan.

__ADS_1


" Baiklah, kalau begitu kita istirahat dulu dan minum ya sayang, ayo ke sana, " ujar Sitha menuntun Noval menuju salah satu cafe yang terdapat di dalam mall tersebut.


bibi dan Noval pun mengikuti kemana Sitha melangkah, mereka semua memesan minuman sekaligus cemilan yang mereka inginkan.


__ADS_2